The Color of Paradise

The Color of Paradise (رنگ خدا)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Color of Paradise (Rang-e Khoda-1999) DVDRip
A Commentary by Irwan19
[email protected] /// IDFL.us

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Published on: 2013-07-02
Downloads: 67
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bismillahirrohmanirrohim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang)

The Color of Paradise

Kau terlihat dan tak terlihat.

Hanya pada-Mu aku meminta...

hanya nama-Mu yang kusebut.

- Ini punyamu? - Bukan, pak.

- Punya siapa ini? - Punyaku, pak.

Ambillah.

- Ini punya siapa? - Punyaku.

Kemari, ambillah.

Ini punya siapa?

Punyaku, pak.

Ambil.

- Yang ini? - Bukan, pak.

- Kaset siapa ini? - Punyaku.

Itu punyaku, pak.

Ambillah.

- Kaset siapa ini? - Aku.

- Yang ini? - Punyaku, pak.

Ambillah.

Sutradara dan Penulis Skenario Majid Majidi

Itu kasetku, pak.

- Suara siapa ini, Mohammad? - Nenekku.

Dengar, anak-anak, Sudah kubilang berulang kali.

Jika ada barang yang letaknya jauh dari tempat tidur atau lemari kalian...

serahkan padaku untuk mencari tahu milik siapa barang itu.

Sekarang yang kasetnya ada di sini tetap tinggal, yang lain bisa mengerjakan PR-nya.

Yang sudah menyelesaikan PR-nya bisa mulai berkemas-kemas.

Esok lusa orangtua kalian akan datang menjemput kalian pulang.

Jalan, anak-anak.

Matahari... tuliskan, nak.

Matahari menyinari...

menyinari... bumi.

Matahari menghangatkan bumi saat menyinarinya...

di siang hari.

Hari yang cerah itu...

hangat dan terang.

Selesai.

Kalian punya waktu 5 menit untuk memeriksa.

Matahari menyinari bumi.

Matahari menghangatkan bumi.

Hari yang cerah itu hangat.

Angkat kertas kalian... angkat!

Baik, berikan padaku. Terima kasih.

Apa yang kau lakukan?

- Salam, Pak Rahmani. - Salam.

Mohammad, apa ini? Tempat tidur atau lemari? Untuk apa sampah ini?

Ini bukan sampah, Pak Rahmani? Ini adalah suvenir.

Ah! Suvenir! Baiklah, makanlah kuenya.

Terima kasih, pak. Aku sedang sibuk.

Ayo makanlah kue bersama yang lain setelah kau selesai berkemas.

Baik, pak.

Semua ada di sini. Kenapa kau memainkan itu, Hamid?

Mainkan lagu yang ceria.

Tuan dan nyonya sekalian, tolong minta perhatiannya sebentar.

Jika orangtua Zanganeh, Omraei, Ramezani, Mandegar hadir di sini...

tolong maju untuk menandatangi berkas ini.

Ali, Majid, Mohsen, ikutlah denganku.

Mohammad, duduklah. Ayahmu belum datang.

Aku sangat lelah. Hanya tinggal kamu seorang.

Saat kau pergi, aku akan istirahat.

- Kenapa ayahku tak datang? - Dia akan datang.

Kapan?

Berikan ponselmu dan aku akan meneleponnya untuk mencari tahu keberadaannya.

Jangan menggodaku, Pak Rahmani. Apa kau sudah memberitahunya untuk datang?

Nak, kau tak sabaran sekali! Berikan ponselmu.

Baterainya tinggal sedikit.

Halo. Pak Ramezani? Assalamualaikum. Ini Rahmani.

Anda ada dimana? Anda terlambat. Apa anda ketinggalan bus?

Aha! Sekarang dalam perjalanan. Mohammad baik-baik saja...

Sebentar. Kau mau bicara dengan ayahmu?

Tidak, dia titip salam. Kami menunggu anda. Sampai jumpa.

Lihat, tak perlu cemas. Dia akan datang.

Akan kuberi kaset supaya kau bisa mendengarnya sembari menunggu ayahmu.

Ayo.

Silahkan masuk.

- Salam. - Salam.

Ah! Pak Ramezani, anda terlambat. Sebentar.

Maafkan aku. Aku tak bisa membawa Mohammad pulang.

Apa ada masalah?

Tidak, tapi jika memungkinkan, dia tetap di sini saja.

Pak Ramezani, sekolah akan libur selama 3 bulan.

Semua orang pergi. Tak ada seorang pun yang akan menjaganya di sini.

Aku juga tak punya seseorang untuk menjaganya.

Sejak ibunya meninggal aku telah membesarkannya dengan susah payah.

Anda datang hanya untuk mengatakan itu?

Tolong bantulah aku menjaga anak itu.

Ini pusat pendidikan, bukan panti sosial.

Bahkan di sana mereka menampung anak yatim atau anak yang orangtuanya tak mampu.

Puji syukur pada Tuhan anak ini memiliki keluarga...

dan anda adalah orang terhormat dan pekerja keras.

Maksud anda tak mungkin meninggalkannya di sini?

Apa yang dia alami tahun lalu tak bisa dibandingkan...

dengan penderitaannya selama menunggu anda.

Dia sulit menerimanya.

Itu dia.

- Mohammad, kau kehilangan sesuatu? - Ponselku hilang, pak.

Rabalah sekitar. Kau akan menemukannya.

Terus ke kiri, kiri. Balik. Bagus sekali!

Mohammad, ada kabar baik.

Mohammad.

Kukira... kau tak akan datang.

Duduklah.

- Salam. - Salam.

Apa yang anda punya?

Ayo pergi.

Selamat.

Tangkap. Bisa? Tangkap sekarang.

Akhirnya kau menangkapnya.

- Masukkan tanganmu. - Aku ingin menangkap angin.

- Sudah pagi? - Ya.

- Kita sudah sampai? - Belum.

Apa yang ada di sana?

Pepohonan, hutan.

Dan yang lebih jauh lagi?

Hutan lagi.

Waktunya menelepon Pak Rahmani.

Salam, Pak Rahmani. Ya. Kami sedang naik bus, ya.

Kami rindu padamu.

Lepaskan. Lepaskan tanganku.

Pelan-pelan, tetap di kanan.

Pelan-pelan.

Salam.

Pakailah.

A...B...N...

A...B...C...

- Kita sudah sampai, kan? - Ya.

Nenek! Nenek!

Kami pulang! Nenek! Nenek!

Apa? Bubar!

- Mohammad, apa sekolahmu sudah tutup? - Ya.

Cepat sekali? Kami bahkan belum ujian.

Sekolah di kota lebih bagus. Lebih cepat selesai!

Ke sini.

Kita sudah sampai?

- Sudah sampai? - Belum, tunggu sebentar.

Nah, sudah sampai.

- Nenek! - Nenek tak ada di rumah.

- Dimana dia? - Dia sudah pergi ke ladang.

- Aku akan memanggilnya. - Aku ikut.

Kau mau anak-anak itu mengikutimu lagi?

Tidak. Aku mau ikut.

- Bahareh. - Ya.

Jangan keluyuran.

- Bahareh, bilang pada nenek aku akan pulang agak malam.- Ya.

Wow! Kau sudah tumbuh besar!

Nenek! Nenek!

Ya?

Nenek, ayah sudah pulang.

Apa dia membawa Mohammad?

Ada apa? Kenapa kalian diam saja? Kenapa tersenyum?

Nenek cantik! Aku ada di sini.

Mohammad.

Mohammad sayang, kemarilah, nak.

- Nenek, ikuti aku. - Kemana, nak?

- Ayo, ada yang ingin kubilang padamu. - Apa?

Kemarilah.

Tutup mata. Ulurkan tanganmu.

Sekarang buka mata.

Ini bagus sekali, nak.

- Itu untukmu. - Lebih baik untuk saudarimu saja.

Tidak. Aku juga membawakan hadiah untuk mereka.

Bahareh, Hanieh, kemarilah.

Hanieh, ini untukmu. Aku membuatnya sendiri.

Bagus sekali!

Dan ini untuk Bahareh.

Terima kasih.

Ini untuk Hanieh, dan ini untuk Bahareh.

Bahareh! Pergilah mengumpulkan alfalfa.

Mohammad, bisa katakan apa yang ada di sana itu?

Mana? Aku ingin melihatnya.

Oh! Ini pohon yang aku tanam tahun lalu.

Apa aku lebih tinggi dari pohon ini?

Pohonnya setangkai lebih tinggi darimu.

Apa yang kau tanam di sini, nek?

Aku menanam alfalfa di sini.

Aku menanam gandum di sana.

A...B...P...L...A...B...P...

Hadiah kecil dari Tehran.

- Kau pergi ke Tehran? - Ya, aku ada urusan di sana.

Ini.

- Minum tehnya, sebelum dingin. - Baik.

Maaf.

Hashem, kapan pernikahannya akan berlangsung?

- Kapan saja anda mau. - Lebih cepat lebih baik.

Aku setuju saja, tapi...

ada beberapa hal yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Kami tak menuntut banyak.

Gadis ini telah melalui banyak ujian, bertunangan, semoga dia tenang di sisi-Nya.

Tapi mereka tak diberi kesempatan untuk menikah.

Ada hal-hal yang tidak ditakdirkan terjadi.

Dan sekarang kaulah harapan kami satu-satunya.

Aku hanya ingin anakku dijaga dengan baik.

Kau punya anak juga, kan?

Ya, putri-putriku akan patuh padanya.

Dan ibuku sangat baik.

Jadi tak ada masalah. Dan aku juga siap membantu anda.

Tuhan memberkatimu.

Orang-orang suka bergosip. Kau tak bisa mencegah mereka untuk menyebarkannya.

Karena kau telah beberapa kali datang kemari...

More Indonesian subtitles for The Color of Paradise

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left