The first 200 lines.
Semuanya, berpasangan!
Aku merasa tidak enak badan.
Jadi aku boleh berlatih dengan dinding?
Kalau tidak, aku hanya akan menghalangi yang lain.
Berjalan sempurna.
Ini adalah sesuatu yang sudah kukuasai selama bertahun-tahun dalam kesendirianku.
Ini pencegahanku dari "Berpasangan dengan seseorang".
"Aku merasa tidak enak badan" ditambah "Kalau tidak, aku hanya akan menghalangi yang lain"
dua alasan yang memiliki sinergi sempurna satu sama lain,
dan pada saat yang sama jangan lupa untuk mengungkapkan motivasiku.
Suatu saat aku akan mengajarkan ini pada Zaimokuza.
Pukulan yang barusan itu benar-benar keren.
Kau berlebihan.
Itu hanya sliced yang kebetulan. Maaf mengecewakan.
Tadi bener-bener ajaib bolanya.
Kau benar-benar jago, Hayato!
Sekarang aku harus melakukannya juga!
Miracle slice!
Maaf!
U-Um, bisa kau ambilkan untuk kami, Hikitani?
Siapa sih Hikitani?
Makasih, Hikitani.
Kenapa aku mengangguk?
Seperti seolah-olah aku menganggap Hayama sebagai atasanku.
Menyedihkan.
Aku akan melampiaskan perasaan suramku ini ke dinding!
Dinding adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kaum remaja.
Sangat menenangkan makan siang di tempat favoritku.
Sekolah ini berlokasi dekat dengan pantai,
jadi angin berubah arah saat sekitar tengah hari.
Mulanya angin pagi bertiup dari laut,
kemudian kembali ke asalnya, bertiup dari dari darat.
Saat-saat ini nggak terlalu buruk.
Oh? Bukannya itu Hikki?
Apa yang kaulakukan di sini?
Aku biasa makan siang di sini.
Hah? Kenapa?
Kenapa nggak makan di kelas?
Pikir aja sendiri.
Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini?
Yah, itu karena aku kalah bermain dengan Yukinon.
Kurasa mereka menyebutnya hukuman pemainan.
Hukumannya bicara denganku?
Nggak, bukan itu.
Yang kalah cuma harus membeli jus untuk yang lain.
Itu aja? Baguslah...
Aku hampir aja mati.
Mulanya, Yukinon seperti, "Aku bisa menetapkan ketentuanku sendiri".
"Bagaimana bisa tindakan kecil seperti penaklukan membuatmu senang?"
Dia cukup menentang itu.
Yah, itu memang terdengar seperti dia.
Ya.
Tapi lama-lama "Kau takut?" membuatnya ikut senang.
Memang seperti dia.
Aku sudah melakukan hal seperti ini dengan semua orang sebelumnya,
tapi ini pertama kalinya aku merasa permainan hukuman itu menyenangkan.
Semua orang?
Dengan kerumunan, huh?
Sinis banget...
Apa kau tidak senang dengan hal-hal seperti itu?
Tentu saja aku benci dengan kerumunan dan lelucon di dalamnya.
Ah, tapi aku menyukai konflik kelompok.
Itu karena aku bukan bagian dari kelompok.
Tapi saat kau berbicara dengan Yukinon itu seperti kaus sedang di dalam dunia kecilmu juga.
Kadang-kadang aku merasa nggak bisa ikutan.
Yukinoshita itu soal lain.
That's vis major.
Apa maksudmu?
Maksudnya itu adalah situasi di luar kendaliku.
Aku minta maaf karena menggunakan kata-kata yang sulit.
Nggak!
Itu bukan berarti aku nggak ngerti maksud kata-katanya!
Berhentilah memperlakukanku seperti orang bodoh!
Aku lulus ujian masuk dan terdaftar di SMA Sobu ini juga, tahu!
Ow!
Hei, bicara tentang ujian masuk.
Hikki,
apa kau ingat hari upacara sekolah?
Yah, sebenarnya aku mengalami kecelakaan lalu lintas hari itu.
Kecelakaan?
Apa itu...
Hah?
Oh, Sai!
'Yos!
'Yos.
Apa yang kau lakukan di sini dengan Hikigaya, Yuigahama?
Nggak ada. Apa kau latihan?
Ya.
Selama klub dan istirahat makan siang...
Anda bahkan memilih tenis selama pelajaran olahraga.
Pati sulit.
Nggak juga.
Lagi pula, ini sesuatu yang kusuka.
Oh ya, Hikigaya.
Kau lumayan jago di tenis.
Benarkah?
Yap.
Penampilannya benar-benar bagus.
Kau membuatku malu.
Lalu siapa kau?
Apa? Kalian dari kelas yang sama!
Nggak bisa dipercaya!
Aku Totsuka Saika dari kelas yang sama denganmu.
Yah, aku tidak terlalu kenal dengan cewek-cewek.
Dan aku juga tidak terlalu kenal dengan cowok-cowok.
Lagi pula, aku... cowok.
Aku mencolekmu.
Hah? Tidak mungkin. Perasaan apa ini?
Kalau dia bukan laki-laki, aku akan langsung nembak dia terus ditolak.
Apa aku mau ditolak?
Ada apa?
Yah, orang yang biasa berpasangan denganku tidak hadir hari ini.
Kalau kau mau... mau berpasangan denganku?
Jangan melebarkan kelopak matamu padaku seperti itu.
Terlalu imut.
Kau bahkan malu-malu.
Tentu. Aku juga sendirian.
Kau benar-benar baik, Hikigaya.
Terlalu dekat! Terlalu dekat! Terlalu dekat!
Um...
Kau tahu, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.
Menanyakanku, huh?
Ya.
Ini tentang klub tenis yang kumasuki, kau tahu tentang itu?
Kami benar-benar lemah, dan kekurangan anggota.
Kami akan semakin lemah setelah kelas tiga pensiun.
Oh, begitu.
Jadi apa kau mau bergabung dengan klub tenis, Hikigaya?
Ap—?
Itu nggak mungkin.
Yah, "nggak mungkin"...?
Kau tahu...
Nggak mungkin ya, nggak mungkin.
Maksudku, aku cuma harus berakting sebagai penyemangat di klub tenis.
Setelah meninggalkan Klub Relawan,
dan berpura-pura bergabung dengan Klub Tenis,
Kupikir aku hanya bisa perlahan tapi pasti memudar...
Apa kaupikir kaubisa mengatasi kegiatan kelompok?
Nggak mungkin makhluk sepertimu akan diterima.
Meskipun, para anggota klub bisa bersatu melawan anggota baru: yaitu kau.
Tapi, mereka mungkin hanya berusaha melawanmu, tidak bisa meninggkatkan kemampuan mereka sendiri.
Itulah kenapa hal-hal seperti itu tidak akan menyelesaikan apa pun.
Sumbernya adalah aku.
Begitu...
Sumber?
Aku pergi ke sekolah luar negeri.
Saat itu sekitar waktu aku kembali masuk ke SMP.
Para cewek di sekolah itu mati-matian berusaha mengucilkanku.
Tapi, nggak satu pun dari mereka
berusaha lebih baik dariku dengan meningkatkan kemampuan mereka.
Mereka gobok.
Jadi kaubilang aku tidak bisa melakukannya bahkan untuk kepentingan Totsuka?
Aku heran, apa kau tipe orang yang khawatir dengan orang lain?
Yah, kau tahu, itu pertama kalinya seseorang minta tolong padaku, jadi aku hanya...
Nggak selalu pilihan yang baik untuk mendengarkan seseorang atau siapa pun dan membantunya.
Terus apa yang akan kaulakukan?
Apa, ya.
Kurasa, aku akan membuat semua anggota latihan sampai mereka mati, latihan mengayun sampai mereka mati,
dan terus berlatih sampai mereka mati.
'Halo!
Aku membawa seorang klien hari ini!
Hikigaya?
Totsuka?
Hah? Apa yang kaulakukan di sini?
Aku anggota klub ini. Kalau kau?
Yah, kau tahu...
Aku juga anggota klub, 'kan?
Jadi kupikir aku akan bekerja sedikit.
Dan Sai sepertinya sedang mengalami kesulitan, jadi aku bawa aja.
Yuigahama...
Kau tidak perlu berterima kasih padaku, Yukinon.
Aku hanya melakukan hal yang sewajarnya sebagai anggota klub.
Lagi pula, kau bukan benar-benar anggota klub, Yuigahama.
Aku bukan anggota?
Dia bukan anggota?
Bukannya itu seperti, suatu saat dia akhirnya akan menjadi anggota klub?
Itu benar.
Aku belum menerima formulir pendaftaran anggota,
dan tanpa persetujuan penasihat, kau bukan anggota.
Aku akan mengisi formulirnya!
Aku akan mengisi formulir sebanyak yang kubutuhkan!
Dan Totsuka Saika, 'kan?
Formulir Permohonan Keanggotaan
Dengan ini saya bergabung dengan Klub Relawan!
yay
Kelas 2-F Yuigahama Yui
Baiklah, kami akan menerima permohonanmu.
Nggak apa-apa kami membantumu dengan meningkatkan kemampuanmu, 'kan?
Ya, jika aku bisa lebih baik, yang lain akan berusa lebih keras juga.
Setidaknya, kurasa begitu.
Terus apa yang akan kita lakukan?
Aku baru saja bilang di awal. Apa kau nggak ingat?
Tunggu, kau nggak serius, 'kan?
Blasty Sand Rock!
Magic Sphere: The Land of Rampant Illusions
Magic Sphere: The Land of Rampant Illusions
Blasty Sand Rock!
Blasty Sand Rock!
Hari demi hari berlalu.
Latihan tenis kami memasuki fase kedua.
No comments yet. Be the first to leave one.