The first 200 lines.
Kau baik-baik saja?
Ini?
Ini lonceng beruang.
Pengusir iblis?
Ini, ambillah.
Ayo pulang.
Kakak...
telah diselamatkan.
Menurut Kepolisian Prefektur Gunma, Shohei-kun...
ditemukan dekat sungai sekitar 3 kilometer dari jalan hutan tempat dia menghilang...
oleh sukarelawan pria, bagian dari tim pencari.
Selamat pagi.
Aku pulang.
Kau baru bangun?
Ya.
Hei! Terlalu terang, hentikan!
Harusnya kau meneleponku. Aku akan menjemputmu.
Tsukasa, kau juga bekerja, 'kan?
Ya.
Itu untuk Keita.
Dari Ibu lagi?
Ya.
Orang tuaku bahkan tidak akan mengirimiku meski aku meminta.
Ada apa?
Lapar?
Mau kubuatkan sesuatu?
Tidak usah.
Sebenarnya, mungkin aku mau makan sesuatu.
Ya, Baik.
Hei…
Kita punya VCR?
Ada yang bisa kubantu?
Maaf datang tiba-tiba seperti ini.
Aku Mikoto Kuzumi dari bagian Masyarakat Gunma Shinpo.
Aku ingin tanya beberapa hal kepada Kodama Keita-san.
Kubunyikan bel pintu tadi, tapi tidak ada yang jawab.
Dia baru saja kembali, mungkin sedang tidur.
Benar. Itu masuk akal.
Tentang Kodama Keita-san… / Aku teman sekamarnya. Ada apa?
Tentang anak laki-laki itu.
Shouhei Matsushima, yang hilang dan baru-baru ini ditemukan.
Kulihat di berita. Kenapa?
Boleh kita berjalan sambil bicara?
Ya.
Setelah menemukan Shouhei Matsushima, dia menghilang dari tempat kejadian.
Ada sukarelawan yang kupikir mungkin Keita Kodama-san.
Lalu?
Kau tahu tentang kasus orang hilang 13 tahun lalu?
Suusiaan adik laki-laki Kodama-san Hinata-kun.
Ini mungkin kasar, tapi...
Alarm pribadi itu...
Ini cuma tebakan, tapi...
Aku tidak menguntit, tapi aku sudah mengikuti Hisumi-san.
Aku bisa melihat mereka. Hal-hal yang seperti itu.
Tidak ada yang suka diinterogasi, 'kan?
Tsukasa Amano.
Soal Keita. Aku mungkin tidak bisa menolong.
Tapi jika kau terganggu hal itu, setidaknYa, aku bisa dengar.
Baik, permisi.
Ini ada hubungannya dengan saudaramu?
Kenapa Tsukasa tahu tentang ini?
Wartawan mendekatiku hari ini.
Bertanya tentang Keita.
Mereka mencari sukarelawan yang menemukan anak di Gunma tempo hari.
Aku menolak wawancara itu, tapi...
Dia menghilang.
Saat aku masih di SD.
Dia masih belum ditemukan.
Maaf merahasiakannya...
Dia pergi ke kamarnya.
Tsukasa...
Aku juga ingin Tsukasa menontonnya bersamaku.
Hinata dan Ayah sedang bermain lempar tangkap.
Hinata...
Keita.
Itu milik A kan? Nanti dia marah lagi.
Tidak apa-apa. Ayah bilang boleh.
Sungguh?
Kalau Begitu, Keita, kenKau tidak pergi bermain di luar bersama mereka?
Menyebalkan.
Aku perlu pergi...
Apa itu?
Aku perlu pergi...
Sepertinya bendungan.
Tidak mungkin! Sangat tinggi...
Tidak ada ikan.
Tempat ini agak mencurigakan.
Di sini menakutkan.
Semua batu.
Kakak.
Pergi sana.
Kenapa?
Aku ingin bermain sendiri.
Aku ingin bermain petak umpet.
Aku tidak mau.
Kenapa?
"Kenapa?" Menyebalkan.
Pergi saja ke sana sekarang.
Hei, pergi temani Ibu.
Tempat apa ini...
luar biasa.
Ada Puyo PuHei!
Apa? Serangga?
Puyo PuHei!
Apa itu?
Tidak ada apa-apa di sini. Lihat?
Kak, kau tidak melihatnya?
Tidak.
Mari bermain petak umpet.
Hinata, kau sembunyi di sana.
Aku yang jadi duluan.
Tidak.
Ayolah, sudahi itu.
Ini, ayo.
1, 2, 3.
4, 5, 6
7, 8, 9.
Siap atau tidak?
Boleh aku keluar sekarang?
Bukan di sini.
Bukan di sini juga.
Di mana dia?
Ketemu!
Baik, giliranmu, Hinata.
Hinata?
Hinata?
Hinata?
Hinata?
Cukup...
Cukup...
Hinata...
Cukup...
Hinata...
Cukup.
Apa yang terjadi setelah itu?
Kami turun gunung.
Dan memberitahu ayah dan ibuku.
Polisi datang.
Meski mereka terus mencari direruntuhan itu, tidak ketemu.
Itu akhirnya?
Kau merasakan sesuatu?
Kurasa kita harus membakar ini atau membuangnya.
Ya, kau benar.
Ibu Keita. Kenapa dia...
Pintunya terbuka.
Anak-anak segera tiba.
Sebentar saja tak apa.
Permisi.
Dia marah tentang sesuatu?
Apa Amano-san yang memberimu nomorku?
Kepada siapa?
Aku dapat telepon kemarin dari ayah Keita Kodama.
Tapi kami tidak bisa bicara dengan benar.
Aku tidak kurang ucapanmu. / "Tolong jaga anakku."
Apa maksudnya itu?
Ayah orang itu meninggal tahun lalu.
Abunya di tempatku sekarang.
Orang tuanya bercerai, jadi...
Tidak ada orang lain yang mau menerimanya.
Apa? Itu tidak mungkin...
Ini tidak apa-apa?
Terima kasih banyak. Ya.
Terima kasih banyak.
Yamato. Yamato. Yamato?
Yamato?
Yamato?
Yamato?
Yamato?
Kodama-kun, bisa tolong jaga kasirnya sebentar?
Yamato?
Dia tersesat?
Yamato?
Tidak, kita segera menemukannya.
Bagaimana kalau tidak?
Ibu...
Yamato!
Lihat? Ketemu, 'kan?
Kasirnya, tolong. Jaga kasirnya.
Rekaman video. Saat dia menghilang?
Ya.
Ibunya.
Saat membereskan barang bawaan, kami menemukan barang Ayahnya.
Dia sesekali mengirimnya.
Itu tercampur di dalamnya.
Bisa melihatnya?
Tidak, itu agak...
Begitu.
Tapi kenapa tiba-tiba?
Kadang aku tidak tahu apa yang dipikirkan Keita.
Jadi, kurasa aku cuma ingin membicarakannya dengan seseorang.
Maaf. Ini semakin menyimpang dari arah artikel yang sebenarnya.
Aku bertanya-tanya apa yang harus kulakukan. / Kau mau apa?
Boleh aku bertanya tentang kisah Amano-san juga?
Itu berhubungan?
Cuma rasa ingin tahu pribadi.
Tentu.
Kau bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang normal?
Maksudnya...
Orang mati.
Itu benar.
No comments yet. Be the first to leave one.