The first 200 lines.
Halo?
Halo?
Ini Lee Seol.
Kau baru saja meneleponku bukan?
Ini dengan siapa?
Namamu...
Lee Seol?
Wow. Aku sangat senang bertemu denganmu.
Apa yang kau lakukan disini?
Apakah namamu benar Lee Seol?
Cantik bukan?
Semua orang bilang seperti halnya wajahku, namaku pun juga cantik.
Aku pikir namamu Go Eun Byul, seperti yang kau bilang.
Kau tahu siapa aku dari awal, bukan?
Apa mungkin...
Kau mendekatiku karena ada maksud?
Wow, narsisme sebanyak itu bisa diperbaiki, kau tahu itu benar?
Apakah ini benar atau tidak, aku yakin kita akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu.
Apa kau punya kamar kosong?
Ya?
Aku akan tinggal sampai besok.
Eh?
Kau akan tinggal disini?
Kenapa?
Kau tidak mengijinkannya?
Aku pikir kau sedang mencari uang tanpa sepengetahuan Ibumu.
Selamat datang, Pelanggan!
Episode 2
Jenis kamar seperti apa yang kau inginkan?
Yang ini bagaimana?
Ini kamar untuk tamu agung, Presidential Suite.
Kau tak suka?
Kalau begitu...
Apakah kau ingin menggunakan kamar di sebelahnya?
Kamar sebelah adalah Kamar Istimewa untuk Duta Besar!
Tak apa. Aku akan pakai kamar ini saja.
Biasanya harganya 150 dolar per malam.
Berhubung kau akan menginap 2 hari...
...kuberikan harga 295 dolar.
Kau harus membayarnya sekaligus, ya.
Oh, 5 menit sebelum kau datang, mesin kartu kredit kami rusak!
Aku menerima pembayaran tunai.
Sebenarnya aku punya nomor rekening bank.
Kau bisa menggunakan mengirim dananya melalui pemindahan rekening instan, bukan?
Jadi, tolong lunasi pembayarannya.
Kurasa cukup.
Ia mirip sekali dengan kakekku. Sungguh.
Tidak.
Ia sama sekali bukan tipe gadis yang disukai kakek.
Ya, ini aku.
Bagaimana kabar kakek?
Ya.
Aku berkunjung ke losmen dan bertemu dengannya.
Namun kami tak bisa segera pergi.
Ya, ia benar-benar menarik.
Ia tipe yang suka berbohong dan datang ke museum untuk mencari perhatianku.
Apa maksudmu?
Apakah kau yakin kau menemui orang yang tepat?
Aku menghubungimu agar kau tak usah menungguku pulang.
Aku akan mengamatinya dan bila kurasa tak mungkin, aku akan pulang sendirian.
Hae Young.
Gadis itu adalah orang yang sudah lama dirindukan kakekmu.
Kuharap kau bisa lebih memahami.
Aku tak pernah tahu kakek begitu perhatian terhadap anak-anaknya.
Kakekmu sangat mengandalkan dirimu, lebih dari yang kau sadari.
Kuharap kau lebih tegar dari ini.
Rencana Pengurangan Aset.
Terjemahan dipersembahkan untuk Anda dari Tim My Princess di Viki
Mmm aromanya enak!
Kau mau kemana?
Keluar mencari sarapan pagi.
Dimana restoran terdekat dari sini?
Tempat peristihatan di pinggir jalan tol.
Jaraknya sekitar satu setengah jam?
Jujurnya, lebih dekat dari Seoul ketimbang dari sini.
Apa?
Losmen macam apa ini?
Apakah ada pasar atau toko serba ada, dekat sini?
Hah?
Tak ada pasar.
Toko serba adanya tepat di sebelah restoran di pinggir jalan tol itu.
Aduh...
Kau pasti lapar sekali.
Aku tak masak apa-apa, apakah kau mau makan ini?
Begitukah?
Yah...
Harganya 30 dolar sepiring.
HIdangan lengkap 50 dolar.
Tentu, dalam keadaan seperti ini, orang akan memilih hidangan lengkap.
Berikan aku sepiring.
Astaga!
Kau terlalu lugu!
Dalam keadaan seperti ini, semua orang akan memilih hidangan lengkap.
Pertama, selamat atas pengumuman tentang surat tulisan tangan Soon Jong.
Terima kasih.
Berita tentang surat Soon Jong hangat sekali, di media mau pun di internet.
Bagaimana perasaanmu?
Aku tak sengaja. Namun, momennya tepat bersamaan dengan restorasi keluarga kerajaan.
Akhirnya aku senang masyarakat memberi perhatian besar terhadap sejarah negara kita.
Kau terpilih sebagai idola pertama panutan para mahasiswi.
Itu bukan pertama kali bagiku.
Namun tetap saja, tiap kali aku mendengar hal itu, aku merasa senang.
Aku bertanggung jawab atas pengurusan museum sejak usiaku masih muda.
Sebab itu, aku pun sudah mengalami banyak kritik.
Misalnya, aku tak punya bakat.
Gosip memberitakan bahwa aku terpilih hanya sebab kecantikanku saja.
Setelah bertemu langsung denganmu, aku juga ragu apakah gosip itu benar.
Dengan beberapa acara terakhir, kurasa kecurigaan itu mulai reda.
Aku sangat berterima kasih pada Pangeran Li Yong.
Masyarakat umum masih belum mengenal siapa Pangeran Li Yong.
Bagaimana kau mengawali risetmu?
Itu cinta pertamaku.
Kami tak sengaja melihat catatan bahwa Raja Soon Jong memiliki putra yang disembunyikan.
Putra itu berjuang demi kejayaan Kerajaan Korea.
Aku tak bisa melupakannya.
Apakah ini sebuah kencan?
Ini.
Lihat ini.
Tampan sekali.
Apakah kau masih tak bahagia ditemani oleh 2 pria tampan seperti ini?
Tunggulah sebentar lagi.
Pangeran Kerajaan Korea yang tersembunyi.
Aku bersumpah.
Aku akan membawanya kembali.
Aku hanya ingin memastikan.
Aku benar-benar menderita.
Setiap kali aku mendekat.
Aku harus menemui para kolektor dan mengemis.
Menemui para ahli sejarah dan biksu dan membantu mereka mengerjakan apa saja.
Terima kasih!
Lalu saat akhirnya aku bisa melihatnya...
...ternyata dokumennya palsu.
Maaf...
Kami hanya butuh kepastian! Hanya untuk memastikan!
Sudah kukatakan, tidak!
Berhenti di situ!
Ini, bawa!
Bila kuingat tentang hal itu sekarang...
Saat itu sungguh cinta membabi buta saja.
Akhirnya setelah aku menjadi direktur museum,...
...barulah aku bisa menemukan surat tulisan tangan Soon Jong.
Mungkin ini pertanyaan yang sensitif, namun...
Dari apa yang kudengar, pemilik surat itu tak menyerahkan surat itu dengan cuma-cuma.
Ada dugaan bahwa biaya pelepasan haknya sangat besar.
Surat Soon Joon itu tak dapat dinilah dengan angka semata.
Aku sendiri tak sanggup menentukan nilai surat itu.
Aku ingin menjaga rahasia itu.
Kuharap kau maklum.
Ya.
Kukira kau takkan menghubungiku untuk sementara.
Hari-hariku terasa amat panjang.
Maafkan aku.
Aku paham perasaanmu, Jeong Woo.
Kau paham namun tetap melakukan hal itu?
Aku takkan menyangkal, aku datang ke sini untuk mohon maaf.
Tak bisakah kau menghargai diriku, sedikit?
Mengapa kau lakukan itu?
Sebenarnya aku tak ingin mengatakannya.
Namun kau harus.
Aku berusaha keras untuk datang ke sini, agar aku bisa memahamimu.
Paling tidak aku pantas mendapat penjelasan darimu.
Sebab pak Ketua menginginkannya.
Bila pak Ketua menginginkannya,...
...aku berdua ayahku...
Kau tahu betul, bahwa kami tak dapat berbuat lain.
Hal itu pasti sangat sulit.
Hingga kau membuat keputusan dengan resiko kau takkan pernah bisa menemuiku lagi.
Hal itu juga pasti berat bagimu.
Aku akan mengingatnya seperti itu.
Aku tak tahan lagi mendengar ini semua. Aku akan pergi untuk menghindarinya.
Saat kau bisa memaafkan diriku...
...hubungi aku.
Aku akan pergi.
Seluruh Korea mengetahui bahwa Ketua Park Dong Jae sedang terbaring sakit.
Bagaimana bisa, aku satu-satunya orang yang tak tahu hal itu?!
Astaga.
Ia sudah demikian lemahnya.
Bagaimana bila ia meninggal begitu saja karena sakit?
Partai Geum Ja Dang dan Grup Dae Han takkan pernah bisa bersatu.
Astaga.
Otakku sudah kacau gara-gara isu konyol tentang keluarga kerajaan itu.
Apakah aku masih harus mengurus hal-hal sepele seperti ini juga?
Ketua Park Dong Jae baru saja pergi ke Istana Presiden.
Apa?
Mengapa?
Kudengar ada rapat rahasia dengan Presiden Kim.
Kirim anak buah kita segera.
Cari tahu apa yang dibicarakan kedua orang tersebut.
Katanya itu pertemuan empat mata dengan Presiden.
Namun...
Apa?
Hanya berdua, lalu bagaimana kita bisa mendapatkan informasinya?
Sial!
Maafkan aku!
Apa kau tak pernah nonton film?
Orang bisa masuk ke Gedung Putih dan menyadap semua pembicaraan, mengapa kau tak bisa?
Tempelkan kupingmu di tembok atau...
...atau melalui lubang sirkulasi udara atau apa pun.
Atau rayu sang Presiden.
Bila kusuruh, terserah kau bagaimana cara melaksanakannya.
No comments yet. Be the first to leave one.