The first 183 lines.
TERILHAMI SINIAR "FIREBUG"
OLEH TRUTH PODCASTING CORP
PE-NYANG-KAL-AN
KETIDAKPERCAYAAN AKAN KEBERADAAN ATAU REALITAS SESUATU
Susah tidur?
Tidak.
Makan?
Sangat lahap.
Bagaimana perasaanmu soal insiden itu?
Oh, sudah kucerna.
Kau menembak seorang pria bersenapan.
Itu kejadian traumatis.
Hmm...
Lucukah?
Tidak... ...masalahnya... Entahlah, urusan Stanton ini.
Bagiku... ...secara pribadi, ini tidak traumatis.
Apa yang traumatis?
Perang.
Ledakan bom rakitan.
Seorang pria yang bermain poker denganmu selama enam bulan
mengalami pendarahan di perutnya.
Itu... Itu traumatis.
Jika mau aku meneken dokumen ini, kau harus jujur kepadaku.
Aku sangat jujur kepadamu.
Dengar, aku... aku menembak kriminal atas dasar pembelaan diri.
Risiko pekerjaan.
Kau tahu, itu...
Jika aku mendapat tekanan mental tiap kali ditodong seorang bajingan,
maksudku, aku sebaiknya menjadi petugas parkir saja.
Tampaknya kau pernah menyamar.
Ya. Vice.
Kau tahu agen penyamar dipilih karena defisiensi profil psikologisnya?
Kecenderungan manipulatif, gangguan kemelekatan,
disosiasi berkala.
Terdengar familier?
Aku kenal diriku.
Yaitu?
Michelle?
Aku tak terkalahkan.
Tak ada yang bisa menyakitimu lebih dari sekarang.
Itu narasinya?
Aku melakukan satu hal ini dengan sangat baik.
Aku pun tak berniat menjadi...
...sial, aku tak bisa menjadi orang yang serbabisa.
Aku adalah pekerjaan.
Pekerjaan adalah aku.
Kelak kau akan menemui jalan buntu.
Belum sekarang.
Apa? Kau kembali hari ini?
Psikologis aman, dewan setuju.
Rindu aku? Aku bertaruh kau merindukanku, ha?
Kupikir kau akan lebih lama karena menembak burung orang.
Aku tak menembak burungnya!
Mmm, pelirnya. Terserah.
Aku tak tahan denganmu.
Aku ada urusan domestik pagi ini.
Bisakah kau, eh, ditinggal sendiri beberapa jam?
Ya. Aku ada pekerjaan terkait DEI.
Pekerjaan apa?
Setelah Stanton dicoret, tak ada petunjuk.
Aku tak mudah menyerah.
Bagus. Sampai nanti.
Dia tahu waktu respons kami, keterbatasan sumber daya kami,
berapa orang yang diturunkan.
ABSENSI DAVE
Lalu dia memangkas efektivitas kami dengan membagi kami.
Dia tahu dia dalam pengawasan.
Dia bersembunyi.
CATATAN PENGAMATAN DAVE KEBAKARAN DAVE
Ya, ini Detektif Calderone dari Kantor Arson Umberland.
Laporan insiden sudah siap?
Tahun lalu, distrik utara.
Alarm palsu.
Ya, aku mau semuanya.
Sebagian orang menyebutku begitu. Aku lebih suka "teliti".
Hei, Ayah membersihkan rak buku. Dapat sesuatu untukmu.
TIM O'BRIEN KENANGAN SANG PRAJURIT
- Oh, cerita apa? - Eh, perang.
Tumbuh dewasa. Menjadi pria dewasa.
Aku akan suka?
Kau pasti suka.
Ya, em... Ayah membacanya saat kuliah,
jadi maafkan semua catatan sok penting ini.
Bisa Ayah bantu?
Tong sampah itu penuh.
Kau membuangnya?
Itu cuma patung plastik.
Semua lari pukul 05.00, latihan kekuatan, prestasimu.
Ada baiknya mengingatkan dirimu atas pencapaianmu.
Baik, jika Ayah begitu peduli, ambillah.
Kau marah.
- Wajar. - Tak ada yang wajar dalam hal ini.
Ini jalur pengajar tetap, Bung.
Posisi seperti ini terbuka setiap lima atau sepuluh tahun,
Ayah tak bisa...
Ini ibarat menjadi astronaut dan dipanggil ke Bulan.
Ya, Ayah seperti astronaut.
Ambil buku itu. Kau akan suka.
HARUKI MURAKAMI
ABSOLUTELY ON MUSIC PERBINCANGAN DENGAN SEIJI OZAWA
Oh.
Kau sedang apa?
Berbenah untuk Emmett.
Mungkin sebaiknya kau jangan di kamarnya.
Oh.
Aku cuma mencoba membantu.
Kau mau ayahmu mengintip barangmu saat kau seusianya?
Ayahku selalu mengintip barang kami.
Katanya itu rumahnya, barangnya.
- -
Aku mau bilang, eh...
aku ingin hadir untukmu.
Untuk kalian berdua.
Apa pun artinya.
Kembalilah menggarap bukumu.
- Baik. - Biar kubereskan ini.
- Ya, baiklah. - Hmm.
Baiklah, panggilan masuk pukul 07.43, kau tiba di area ini.
Apa yang kau lihat?
Itu enam bulan lalu.
- Ya. - Eh...
Catatanku tak mendetail, tapi apinya tersisa di puing-puing,
mengeluarkan asap, dan padam sebelum kami tiba.
Tidak ada bara?
Semak terbakar?
Maksudku, aku cuma butuh perkiraan lokasinya.
Jadi, apakah di sini, atau di sana...
Hei, Bu... ...maaf, aku bahkan tak keluar dari mobil.
Kau mencari alat pembakarnya?
Ya, kami memanggil olah TKP, mengamankan TKP,
lalu aku dan 15 pegawai negeri lainnya
mencari seluruh padang untuk alat yang tak memicu kebakaran.
Barangnya mirip ini, tapi sudah agak gosong.
Baiklah, kau mencari puntung rokok di hutan?
Ya.
Kau menaati rambu stop?
Menurutmu, kau akan dijadikan manajer?
Mereka tidak peduli kepadamu.
- - Apa pengeluaran ekstra?
A-ha.
Jangan lihat ke atas. Itu konsep bisnis.
Mmm, belum tahu.
- - Kau harus tahu.
Aku jamin semua bajingan yang mengincar pekerjaan itu tahu.
Bisa berhenti mengerik?
Aku hanya berusaha sebisaku.
Kau pikir ada pria yang menatap monitor
dengan sekantong bintang emas
yang akan memberikannya kepadamu saat kau bekerja keras?
Menurutku tidak ada bintang.
Semua kamera itu tak dipasang untuk mengamati kebaikan kita.
Melainkan kesalahan kita.
Wah, astaga!
Wah, eh... astaga.
Padamkan itu, Bung.
Sial. Baiklah...
Minggir!
Sial.
- Kenapa kau? -
- Ha? -
SUSU
Hei. Apa yang kau lakukan dengan susu itu?
Kau mencurinya!
"KAU MENCURINYA!"
Susumu aneh.
Boleh minta kantong?
Hei, loker barang bukti 230.
Ya, aku mungkin punya sesuatu.
Berikan kabar baik, Steven.
Yah, Sacred Ginmill menyajikan roti lapis enak.
Sial.
Berikan kabar buruknya.
Lab tak mau menyentuh rokokmu.
Mereka tak bisa menganalisis barang bukti dari kejahatan tak didakwa.
Apa maksudmu? Aku menyelidiki pembakar berantai.
Ya, tapi rokok itu tak memicu kebakaran,
dan tak terkait dengan piromaniakmu.
Aku menemukan alat di tengah hutan sialan
di tengah suatu wilayah yang dipenuhi hutan sialan.
Tapi kita tak bisa mengujinya?
Yah...
Temui aku untuk minum-minum.
Kau bisa mengeluh, dan aku pura-pura menyimak.
No comments yet. Be the first to leave one.