Kaptein Sabeltann og Grevinnen av Gral
The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
- Yang Mulia Sibylla, Prinses dari Grail. - Ceritakan.
Kami mengejar sebuah kapal layar yang penuh muatan emas.
- Tapi tepat di depan kami datang... - Kapten Sabretooth?
Dia mengambil harta karun itu sebelum kami bisa merampoknya.
- Sekarang dia membawa harta karun itu ke... - Negeri Tak Kasatmata.
Kami tak dapat menemukannya. Soalnya ndak kelihatan.
Dasar Prajurit tidak berguna!
Grail dulunya kuat dan ditakuti.
Tujuh lautan bergetar di bawah kapal kita.
Kini kita dipermalukan dan lemah.
Kita harus memancing kapten yang menyedihkan ini ke Grail.
Di sini dia akan menemui takdirnya.
Dan aku, Sibylla, akan membuat Grail perkasa lagi...
sebagai penguasa lautan.
KAPTEN SABERTOOTH DAN PRINSES GRAIL
Dia dijuluki Pelaut Abadi.
Dia manusia yang mematikan. Dan dia raja lautan.
Dialah Kapten Sabretooth. / Ceritakan lebih banyak lagi.
Legenda yang luar biasa. Aku merinding. Lihat!
Seorang pria yang buas.
Oh, ceritakan lebih banyak lagi. / Lebih banyak lagi!
Dia berlayar dalam segala macam cuaca.
Dia bisa mencium bau emas, dan dia tahu di mana kamu berada.
Mencium bau emas? Itu pasti dibesar-besarkan.
Kita tak pernah tahu. Semoga saja itu hoax.
Yang pertama-tama kamu lihat adalah harimau bertaring tajam.
Dan di momen itulah kebenaran menyeruak dari kabut!
Nyanyian pengamen macam apa ini?
Bau apaan ini? Apa ini bau emas?
- Ini akan mudah. - Lihat barnya, Pysa.
Penjaga! Penjaga!
Lindungin daku... eh, lindungi kami.
Oh!
Itu dia.
Astaga, betapa serunya.
Tunggu apa lagi? Serang!
Siap kapten, serang!
Oke, kalian mau main pedang-pedangan?
Saatnya menyelesaikannya.
Aku pesan Bir JasJus. / Katanya Bajigur. / Ya sudah Bajigur rasa Jasjus.
Ada yang mau mencoba maning?
Gunung berapi... Yang itu!
Pinky, kemari!
Aku telah menemukan pulau vulkanik yang belum dipetakan. 300 mil laut barat daya.
- Aku menemukannya... - Apa kamu sedang menggambar sekarang?
- Ya? - Aku mau lihat para bajak laut.
Ayo, badut-badut malang!
Kamu lihat Kapten Sabertooth? Dia melawan tiga prajurit sekaligus.
Tidak, aku sudah cukup sering melihat perampokan dalam ekspedisi ini.
Tidak, tidak, kamu tak akan lolos!
Mrongos, lagi lagi ini berkat kamu.
Ini adalah masakan terbangke yang terbuat dari bahan-bahan terjorok!
Tunggu. Sepertinya kurang menjijikkan... Oh, ya!
Sedikit percikan kencing tikus!
Lalu sedikit...
Bulu hidung dengan upil pastinya!
Wah... sialan!
Enak pada, ya?! Yang satu duduk yang satunya nonton.
Lekas berdiri kamu!
Para kru selalu lapar sehabis bertarung,
dan ada banyak sekali piring yang harus kamu cuci.
Tolong! Kami dirampok!
Enyahlah.
Sekarang dengarkan: Kembali ke piring. Lekas!
Lihatlah si Sabertooth!
Kasihan betul monyet itu!
Raven?
- Berikan padaku. - Hei, itu panci gue!
Raven, tunggu. Jangan... Kapten nanti marah besar, lokh!
Permisi!
- Permisi! - Kamu sedang ngapain di sini?
Kembali ke kapal. Di sini berbahaya, tau!
Tidak!
Raven!
Kamu di sini juga?
Tidak!
Aku menangkapmu! / Pinky!
Kalian tetap di sini, dekat pagar sampai selesai.
Bersulang!
Nyawa atau emas?
Ah, sepertinya kalian para prajurit kere.
Silakan pilih: Kasih aku emas dan permatanya, atau nyemplung ke laut.
Tentu saja.
- Semua yang kami punya. - Kasih dia semuanya. Emas, batu akik...
Kami tidak mau macam-macam dengan bajak laut paling kejam di dunia.
- Hanya itu saja? - Ya.
Mau kamu apain gigi emasnya emang?
Ke Pelabuhan Abra!
Bolehkah aku selfie? Buat kenang-kenangan.
Kamu boleh bawa aku. Plis, bawa aku, dong!
Kalian berdua tetap di sini. / Apa?
Kru yang tidak menuruti perintahku mending ndak usah berada di kapalku.
Tapi kita tidak punya orang lain yang dapat membantu di dapur.
Aku bisa nyari dua orang baru di Pelabuhan Abra nanti.
Baiklah, tapi pastikan bocil-bocil ini tidak bikin masalah lagi.
Siap, Kapten.
Kasihan sekali kamu.
Setelah Pelabuhan Abra, aku takkan pernah menginjakkan kaki di kapal ini lagi.
Lalu kita akan menjelajahi dunia sendiri.
Coba bayangkan, Pinky. Kita jalan-jalan melihat dunia, kita bertiga!
Tanpa perampokan ndak jelas dan bajak laut yang hanya mementingkan diri sendiri.
Jika kamu tidak main nyelonong saja ke tengah pertempuran,
Kapten takkan mengusir kita dari kapalnya.
Kamu selalu melakukan apa yang kamu mau dan membahayakan kita semua.
Para bajak laut itu hanya memikirkan diri mereka sendiri.
Tapi mereka saling mendukung.
Aku harus meyakinkan kapten kalau aku bisa menjadi salah satu anak buahnya.
Terserah kamu. Sendiri juga ndak masalah.
Wah, kamu benar-benar mendapatkan suguhan yang luar biasa mantap.
Itu tikus terbesar yang pernah kulihat.
Kembalikan dia. Dia bukan makanan.
Sayang sekali. Rasanya akan sempurna jika dimasukkan ke dalam sup.
Di kulitin, dinginkan, lalu masak cukup lama sampai empuk.
Dasar koki biadab.
Yes, ahoy!
Ahoy!
Kita nyuci seperti biasa
- dengan air laut - dan air bekas cucian
- nyuci sambil merangkak - merangkak sambil nyuci
dengan kain lap dan ember
Pelurunya harus mengkilap kata Sabertooth
langit dan laut sejauh mata memandang
bernyanyi kita bersama
Bersama kita merampok, menjarah emas
Kemudian pesta-pesta di atas kapal
Kalian pada duduk di sini menikmati daging kalkun?
Padahal daku membawakan sup tikusku yang menjijikkan?
Supmu memang menjijikkan seperti muntahanmu.
Bersama kita merampok, menjarah emas
Lalu nyanyi-nyanyi di atas kapal
Lihat betapa banyak sup tikus buatanku! Tolong dimakan!
Lihat ini. Monyet kecil.
Ayo, kamu makan buahnya.
Silakan.
Selamat malam.
Musti peregangan dulu sebelum molor.
- Kamu berhasil menjinakkannya? - Ya, namanya Billy.
Pinky? Bukan maksudku untuk membuat kita diusir dari kapal Dark Lady.
Ya, aku mengerti.
Aku harus meyakinkan kapten kalau dia membutuhkanku di kapal.
Tapi jujur tadi di sauna, di tengah pertarungan,
itu adalah hal paling gila sepanjang kita di sini.
Ya! Dan ekspresi kaget di wajah orang-orang sombong itu!
"Kita dirampok! Aah!"
"Kita akan mati karena permata berhargaku!"
Aku terjaga sekali.
Apaan tadi? Aku harus peringatkan kapten.
"Bajak laut yang kejam, bawalah aku bersamamu mengarungi tujuh lautan!"
Pinky?
Tanpamu di kapal, entah apa yang akan kulakukan.
Kita berdua saling membutuhkan.
Kamu dengar itu? / Ya, kurasa begitu.
Perampok.
- Oh! Ini kesempatanku. - Apa maksudmu?
Tidak, Pinky, itu terlalu berbahaya!
Aku berhasil! Aku berhasil menangkap penyusup itu!
Dia tak bisa mengalahkanku! / Pinky!
Di belakangmu!
Tidak! Tolong, tolong!
Oh tidak, Pinky!
- Ada apa? - Mereka menculik Pinky.
Pinky? Bicara apa kamu?
- Apa-apaan ini? - Kapten.
Ada kapal di sana.
Lambang Grail!
- Benjamin! - Aku bangun.
- Dasar pemalas tak berguna! - Aku diikat. Apa yang telah terjadi?
Kalian berdua. Lihat harta karunnya. / Ya, kapten!
Sibylla. Prinses penguasa Grail. Ngapain dia di sini?
Mereka membawa Pin... Haruskah kita mengejarnya?
- Buat apa? - Kamu harus menyelamatkan Pin...
Apa yang dilakukan bocil pembangkang itu di dek kapal?
- Emasnya masih ada! - Dan berliannya!
- Juga perhiasannya! - Dan sup tikusku juga aman.
Luar biasa.
Pegang kemudi, kibarkan semua layar, dan kembali menuju Negeri Tak Kasatmata.
Tapi Pinky? Kamu harus selamatkan Pinky!
Langemand, siagakan para penjaga.
Dan pastikan aku tidak akan melihat bocil perempuan itu lagi.
Siap, Kapten.
Siap untuk celah rahasia? Menuju Pelabuhan!
Kendurkan layar utama! Kiri!
Akhirnya. Asap Abra!
Lihat! Dark Lady pulang!
- Oh! Raven. Mereka kembali! - Raven!
Taring tajam! Taring tajam!
Ada apa ini? Kenapa mereka tidak bersorak?
Lihat. Lihat itu.
Wah...! Bakal ada yang marah-marah, nih.
Ke mana Harimau Bertaring Tajamnya? Langemann!
Prinses Grail... Dia pasti yang telah menggasak harimau itu.
Dia akan menyesalinya sepanjang sisa hidupnya yang menyedihkan.
Pembalasanku akan kejam dan tak kenal ampun.
Siapkan kapalnya! / Grail. Pinky!
Harimau bertaring tajam itu harus kembali!
Ibu! Ayah!
- Puteriku! - Oh, Raven!
- Kami sangat merindukanmu. - Aku juga.
No comments yet. Be the first to leave one.