Specials

Release info

Second to Last Love E10 160910 HDTV H264 540p-SS
A Commentary by mois
Enjoy... Please rate if you like. Thank You!

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2016-09-11
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau pernah melihat ini sebelumnya?

Darimana...

kau mendapatkannya

Pacarku...

memegangnya saat dia meninggal.

Aku pernah menyebutnya sebelumnya.

Siapa ...

namanya tadi?

Eun Ho.

Namanya adalah Jang Eun Ho.

Eun Ho. Eun Ho!

Eun Ho.

Sang Sik.

- Tidak, Eun Ho. - Sang Sik.

Sang Sik, keluarlah dari sana.

Jalan lepaskan.

Jalan lepaskan!

Eun Ho!

Eun Ho!

Eun Ho!

Ada yang salah?

Sebenarnya...

Sang Sik.

Min Joo.

Sang Sik,

apa kau merasa sakit?

Tidak, aku baik-baik saja.

Apa yang kau lakukan disini, Min Joo?

Baiklah...

Kurasa kalian berdua sedang membicarakan sesuatu yang penting.

Tidak...

Ada sesuatu yang kutanyakan padanya.

Apa yang membawamu kemari?

Hari ini adalah ulang tahun pernikahan Sang Hee.

Aku tak dapat menghubungi Cheon Soo,

jadi aku mempersiapkan pesta kecil untuknya.

Jun Woo.

Kau pergilah duluan. Kami akan segera kesana.

Aku akan menemuimu sebentar lagi.

Ini adalah...

sesuatu yang dia genggam dengan erat...

di tangannya saat dia meninggal.

Mimpinya adalah menjadi seorang sutradara.

Ada sebuah kebakaran...

selama syuting.

Dialah satu-satunya yang meninggal.

Kenapa hal itu harus...

terjadi padanya?

Kenapa hal itu harus terjadi padaku?

Aku...

begitu kesal.

Kemudian aku yang melihatnya pertama kali.

jadi aku selalu merasa penasaran.

Darimana dia mendapatkannya?

Siapa yang memberikan padanya?

Dari siapa ini?

Istriku...

yang membuatnya untukku.

Ini...

sangat mirip.

Ya.

- Lebih baik aku pergi. - Tunggu.

Silakan...

minum dulu sebelum pergi.

- Selamat. - Selamat.

Selamat untuk pernikahanmu yang ke18.

Lupakan. Suamiku bahkan tidak ada disini.

Kalian bukanlah suamiku.

Ayolah.

Dia akan segera pulang.

Dia tidak tahu hari apa ini.

Tentu saja aku tahu.

- Hey. - Ayah.

Paman Cheon Soo.

Ini adalah ulang tahun pernikahan kami.

Jika kau tahu, seharusnya kau pulang lebih awal.

Kenapa kau pulang begitu telat jika tahu?

Kau tidak membawa apapun.

Aku benci formalitas.

Kurasa yang terbaik dilakukan adalah jika aku lebih tulus.

Tidak mungkin. Seharusnya kau melakukan tembakan cinta...

dengan suamimu hari ini.

Ya. Kenapa kalian berdua tidak...

melakukannya bersama mereka?

Ya. Kalian jauh lebih baik daripada kami.

Lebih tampan, juga.

Baiklah.

Mari kita bersulang.

- Selamat. - Selamat.

Selamat.

Untuk apa?

Kuharap hanya kebahagiaan yang mendatangi kalian.

Terima kasih.

Sang Sik.

Kau begitu acak.

Ayolah, Jun Woo.

Tembakan cinta.

Tembakan cinta.

Tembakan cinta.

Kami juga?

- Ini. - Okay.

Haruskah kita lakukan, juga?

Sudah kubilang, aku tidak suka formalitas.

Aku ingin menjadi tulus.

- Sang Hee. - Aku minta maaf.

- Sang Hee. - Sang Hee.

Kehidupan pernikahan sekacau kencan.

Kejarlah dia.

Okay.

Apakah dia baik-baik saja?

Cheon Soo yang akan menanganinya. Bantulah dirimu sendiri.

Ini.

Aku senang.

Aku sungguh senang...

bahwa Jun Woo...

berada disisinya saat ini.

Ada apa denganmu akhir-akhir ini?

Apakah kau tidak melihatku lagi? Apakah kau kehilangan penglihatanmu?

Pelankan suaramu. Mereka bisa mendengar kita.

Bagaimana bisa seorang suami memperlakukan istrinya seperti ini?

Aku begitu malu. Ini adalah perayaan ulang tahun kita.

Apa masalahnya mengenai perayaan ulang tahun?

Kita telah hidup damai bersama dan itu yang penting.

Damai?

Aku terbakar di dalamnya.

Aku bertanya pada diriku sendiri kenapa hidupku menjadi seperti ini.

Lalu bagaimana dengan hidupku?

Siapa yang akan mengakuiku?

Aku bekerja siang dan malam untuk mencari uang, tapi tak ada yang mengakuiku.

Apa kau tahu bagaimana anak-anak menyebutku?

Mereka menyebutmu Cheon Soo sebagai guru matematika,

dan itu lebih baik daripada dipanggil pengangguran.

Mereka selalu bercanda dengan namamu.

Mengapa kau bahkan terganggu oleh hal itu?

Lupakan saja.

Tidak mungkin untuk berbicara denganmu.

- Apa? Apa? - Ya Tuhan.

Bicara?

Ya Tuhan.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Okay, tinggalkan disana.

Sang Hee tidak makan apapun.

Ada apa dengan Cheon Soo? Sang Hee sedang berbicara dengan Min Joo.

Ada sesuatu.

Tampaknya seperti itu, bukan?

Apa yang sedang kau pikirkan?

Sebenarnya...

Tidak ada apa-apa.

Apa yang...

Min Joo tanyakan sebelumnya?

Jun Woo.

Jika aku...

telah melakukan sesuatu yang buruk pada orang kau cintai,

bisakah kau memaafkanku?

Apa....

Apa yang kau bicarakan?

Siapa tahu? Itu mungkin terjadi.

Bagaimana jika terjadi dimasa depan?

Itu takkan pernah terjadi.

Bahkan jika terjadi,

Aku akan selalu memahamimu dan berada disampingmu.

Kuyakin kau punya alasannya.

Baiklah.

Sang Hee.

Seharusnya kau masih...

bersama suamimu dihari seperti ini.

Aku tak ingin bertemu dengannya.

Terima kasih.

Tetap saja,

kau beruntung memiliki keluarga.

Kau kelihatan gembira.

Aku begitu iri padamu.

Sungguh?

Kau memiliki kehidupan lajang yang bagus, dan bahkan kau telah mencapai impianmu.

Seseorang pernah mengatakan ini padaku.

Menjadi lajang seperti hidup di surga yang membosankan,

sedangkan pernikahan seperti mimpi buruk yang menyenangkan.

Itu menarik.

Aku berada di surga yang membosankan.

dan kau berada di mimpi buruk yang menyenangkan.

Kita tak bisa katakan yang mana yang lebih baik.

Yang bisa kita lakukan adalah memilih.

Bahkan jika aku harus membuat keputusan lagi,

Aku lebih memilih untuk berada dalam mimpi buruk yang menyenangkan.

Kukira yang kumaksudkan adalah menikah.

Lalu semuanya akan baik.

Aku dulu punya mimpi, juga.

Aku ingin bermain piano sampai tua.

Itu mimpi yang bagus.

Suamiku jatuh cinta padaku saat dia melihatku bermain piano.

Aku tak pernah tahu akan menua sebagai ibu rumah tangga biasa seperti ini.

Kupikir aku akan...

menikah dan menjalani kehidupan biasa juga.

Aku tak tahu akan menjadi tua sendirian.

Sungguh?

- Sang Sik. - Duduklah.

Seharusnya kau bersikap lebih baik.

Aku tak bisa melihat istriku bahkan jika aku menginginkannya.

Aku minta maaf.

Saat aku bertambah tua,

More Indonesian subtitles for Second To Last Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left