Release info

ZOMBIE LAND SAGA REVENGE episode 1
A Commentary by MarBot
Retail from iQIYI

Tags

other
Published on: 2021-04-24
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 173 lines.

Selamat pagi.

– Selamat pagi! – Selamat pagi, dik San.

Cuacanya bagus, ya.

Dik San.

Kamu tidak cuma makan nasi kotak, 'kan?

Tidak, kok.

Nenek cemas soalnya mukamu pucat.

Iya, pas pulang bawa nori, ya.

Nori buatan Saga gizinya banyak, loh.

Ah, terima kasih.

Selamat pagi, semua.

Selamat pagi!

Hari ini teluk Imari tampak cerah.

Kepiting tapal kuda pun tampak ceria.

Saya harap kalian tetap bangga menjadi bagian dari satu-satunya produsen abon cumi Kyushu.

Mari kita semangat menggoreng, mengeringkan, serta memotong cuminya.

Mari kita nyanyikan himne perusahaan.

Pemimpinnya hari ini adalah Tatsumi.

Dipersilakan.

Baik!

Zombie Land Saga

Aku pulang.

Selamat datang kembalily!

Selamat datang, Ai.

Selamat datang.

Nih, oleh-oleh. Abon cumi.

Hore!

Tae! Itu buat dimakan bareng-bareng!

Romero jangan ikut!

Ai, kamar mandinya baru kosong.

Terima kasih, aku mau mandi.

Syukur hari ini belum ada yang tahu kita zombi.

Tidak kusangka tidak ada yang sadar.

Padahal sudah sebulan kita mulai bekerja.

Sepertinya bisa kita tangani selama tidak ada hal tidak terduga.

Sakura yang paling berisiko.

Aku akan hati-hati.

Tae! Makan yang rapi!

Kalau dipikir lagi

Yugiri yang paling harus waspada karena berhadapan dengan pelanggan.

Tidak usah dicemaskan.

Dia jago menyesuaikan diri, sih.

Apalagi dia tampil necis.

– Selama kita kerja rajin – Tae! Hentikan!

kita akan bisa melunasi utang.

– Ya. – Jangan 'gitu!

Setelah Franchouchou menuntaskan pentas di Alpino

di hadapan 500 penonton pada musim dingin terakhir era Heisei,

di luar dugaan kepopuleran kami menanjak tajam!

Penjualan CD perdana kami pun meningkat luar biasa.

Kami pun senang mendapati aula acara kami semakin penuh sesak.

Lalu, sebulan setelahnya...

Mak dar!

Kalian akan pentas di Gelanggang Lahan Yasan Ekimae!

Ketika membawakan encore pada puncak acara

kalian umumkan lagu terbaru dengan mak dhuar!

Kumandangkan hikayat Franchoucou dengan gelegar mahadahsyat!

Franchouchou pun akan pentas di Gelanggang Lahan Yasan Ekimae.

Hasilnya!

Dari kapasitas 30.000 penonton, penonton yang datang hanya 500.

Dengan persentase kehadiran 1.66%

Kami mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah idol.

Penampilan kami berantakan.

Tidak ada yang minta encore, pengumuman lagu baru pun ditunda.

Lalu, kami menanggung utang yang luar biasa.

Babak belur, deh.

Rasanya seperti neraka.

Meski mengalami kegagalan parah

kami masih ingin naik panggung sebagai idol.

Demi melunasi utang, kami mengambil kerja sambilan.

Kami tidak akan menyerah.

Namun, Kotaro sebagai produser kami...

Bonjiri!

Elu Bonjiri!?

Mau memulihkan Saga? Caranya bagaimana, cuy?

Mana bisa menyelamatkan Saga!

Saga sudah tamat! Saga akan kiamat!

Maka dari itu, aku ingin...

Bonjiri!

Bosku, elu mestinya terasa bagaimana, sih?

Selamat pagi, Saga! Saatnya minum susu!

Diam sedikit.

Masih belum rapi meski sudah diulang-ulang.

Belum tampak seperti makhluk hidup.

Soalnya kita sudah mati.

Hanya Kotaro yang bisa mencocokkan warna kulitnya,

Hadeh, dasar kacamata.

Hari ini aku akan menjenguknya.

Selamat malam, ada orang?

Pak Kotaro, ayo bangun.

Pak Kotaro?

Lah? Kok, gelap? Enggak terlihat apa-apa, Jeng.

Sudah kubilang rambutmu terlalu panjang!

Bah, Sakura lagi.

Nanti badanmu rusak, loh.

Kabar baiknya, sebulan ini kami sudah mengumpulkan cukup banyak uang.

Pak Kotaro, yang terjadi di Ekimae memang memilukan.

Tapi semuanya jadi pengalaman bagus untuk kita semua.

Jika kita mampu bangkit, tidak ada lagi yang bisa—

Cukup bicaranya!

Saya belum selesai!

Meski entah kapan, kami yakin kami bisa melunasi utang kita!

Tidak peduli sampai kapan, kami akan terus bekerja!

Sudahlah, pulang sana.

Tidak lama lagi kami akan pentas death metal di Geils.

Panggung pertama yang kami tapaki.

Kami memilihnya agar bisa jadi titik di mana Franchoucou memulai dari awal.

Kami akan membawakan lagu baru yang tidak bisa kami bawakan di Ekimae.

Maka dari itu, kami ingin Pak Kotaro juga hadir.

Apaan, sih?

Situ cemberut banget kayak Bonjiri!

Liat, deh.

Sakura, coba teriak, “Bonjiri!”

Bantingan Tomoe!

Bagaimana kita bisa mengembalikan Kotaro?

Sudah sebulan dia terus begitu, gawat parah, 'kan?

Franchoucou tanpa Pak Tatsumi akan sulit bergerak dan berkembang.

Bagaimana seandainya...

masalahnya bukan karena uang?

Maksudmu, ada sesuatu yang tidak dia ungkapkan pada kita?

Jika diingat lagi, belum saatnya kita pentas di Ekimae.

Benar, konsernya memang terlalu memaksakan.

Mungkin dia panik?

Panik kenapa?

Entahlah.

Jika Nona Ai benar

kita akan menemukan solusi jika tahu alasannya.

Mungkin ada petunjuk di kamar Tatsumi?

Kuncinya terbuka.

Hayuk!

– Hore! – Gampang, kan?

– Tunggu dulu! – Hei, hei! Hei!

Jangan sampai ada yang rusak, ya.

Aduh...

Mampus! Bagaimana ini?

Ahem.

Asyik, asyik asyik, sik~

Asyik, asyik, aduhai~ Eh, salah.

– Asyik, asyik, aduhai~ Bukan kayak gitu. – Ini lagu kita yang ditunda.

– Asyik, asyik. – Ini rekaman setengah jadinya, ya?

Asyik, asyik.

Asyik, asyik, asyik, sik~

Jadi begini caranya menyusun lagu.

Aku bisa merasakan semangatnya.

Makanya dia jadi begitu.

Pada akhirnya kita tidak tahu penyebab Tatsumi panik.

Tapi, aku paham perasaannya terhadap kejadian Ekimae.

Pokoknya Pak Kotaro harus menyaksikan pentas kita nanti.

Jika dia mendengar lagu kita yang tertunda, mungkin dia akan bangkit.

Asal kita bisa mengembalikan semangatnya, kita akan tahu.

Sepertinya hanya itu jalan terbaiknya.

Tidak ada pilihan lain, pokoknya kita harus pol-polan!

Ya!

Ini, silakan.

Hari ini saya menjaga kedamaian di Saga!

Nikmatnya bisa minum sake ayunda setelah bertugas harian.

Aku harap bisa begitu selamanya.

Maksud saya, untuk Saga.

Tentu saja! Saya akan jaga malam menghadap ayunda tiap hari!

Saya akan menangkap tatapanmu!

Pelanggan baru, nih!

Saya salah masuk.

Tuanku Kotaro, Anda sudah mabuk.

Semuanya salahku...

Apa tadi?

Semuanya salahku... Semuanya salahku...

Semuanya salahku...

Baik, barusan sudah layak tampil.

Tentu saja kita akan tampil!

Sisanya tinggal Pak Kotaro...

Belum ada kabar sampai sekarang.

Dari cerita Yugiri tentang kemarin malam...

Sepertinya dia masih sangat terbebani.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left