The first 200 lines.
Jin Hyuk, pemilihan kata-katamu…
Aku datang karena merindukan Ibu.
Aku ingin menemui Ibu.
Karena itulah aku datang.
"Episode 4"
Menyenangkan rasanya tahu bahwa seseorang
merindukanku.
Namun, kamu juga tahu ucapan itu sangat berbahaya, bukan?
Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya.
Dunia sangat besar dan luas.
Ada begitu banyak negara,
dan dari semuanya, kita bertemu di negara dan kota yang sama.
Kita menghabiskan satu hari bersama.
Dan setelah kembali,
kita bahkan saling bertemu lagi sebagai pegawai dan bos.
Setelahnya, kita juga menghabiskan hari yang singkat tapi menyenangkan.
Semua ini
koneksi yang mengesankan.
Jin Hyuk, caramu berbicara sungguh terdengar tidak nyaman.
Rasanya aneh mendengarmu mengatakan kita menghabiskan satu hari
- bersama-sama. - Lalu seharusnya seperti apa?
Kita tidak menghabiskan hari itu sendirian.
Kamu
cukup mengatakan…
Lihat itu? Kita memang menghabiskannya bersama.
Mari makan supnya.
"Sup Nasi Sokcho"
Ibu tidak akan memintaku pulang seperti ini, bukan?
Aku tahu kamu lelah,
tapi aku tidak akan menyarankanmu untuk beristirahat.
Tapi menurutku kita sebaiknya tetap minum secangkir kopi.
Aku menemukan kafe yang sangat bagus.
Suasananya sempurna.
Ayo kita pergi.
Tidak perlu.
Aku sama sekali tidak kedinginan.
Ibu seperti pemanas bagiku.
- Rasanya hangat, bukan? - Ya. Terima kasih.
Jin Hyuk…
Aku tidak punya teman saat masih kecil.
Aku ingin bermain dengan mereka,
tapi ibuku melarang.
Jika aku akrab dengan mereka, akhirnya aku harus menjauh lagi.
Jadi, suatu saat,
aku mulai berpikir
bahwa semua itu tidak berguna.
Karena rasanya sangat menyakitkan untuk berpisah
dari teman yang akhirnya aku suka.
Aku sempat lupa.
Rasanya menyenangkan
menjalani keseharian dengan seorang teman.
Tapi hubungan yang merenggang
dan kembali ke tahap di mana suatu hubungan tidak berarti
rasanya tetap sangat menyakitkan.
Karena itulah
aku ingin berhenti.
Maafkan aku. Aku sangat mengantuk.
Ini telepon iseng.
Maafkan aku.
Kepalamu pasti lebih besar daripada yang terlihat.
Apa kamu tidak tahu bahu wanita sangat sensitif?
Ini.
Terima kasih.
- Bisa beri aku kertas memonya? - Tentu.
"Katakan apa jika tidak mau membuat seseorang terbebani menerima hadiah"
"Kami tidak menemukan hasil apa pun"
"Siput Bulan Chan"
Bu Cha.
Aku membelikan ini untuk Ibu dalam perjalanan kemari.
Ini kue beras kentang.
Terima kasih.
Menyenangkan, bukan?
Menyenangkan bisa makan sarapan dengan seorang teman
daripada sendirian, bukan?
Berhati-hatilah di jalan.
"Aku membelinya dalam perjalanan kemari"
"Aku membelinya dalam perjalanan kemari"?
"Siput Bulan Chan"
Hei, Dae Chan.
Apa kamu sudah gila?
Aku harus naik kereta bawah tanah dengan dua kantong bawang bombai.
Orang-orang mengeluhkan baunya karena aku tidak naik truk.
Jin Myung juga bilang akan bekerja di sini. Di mana dia?
Kamu dan adikmu akan kupukul nanti.
- Maafkan aku. - Di mana kamu? Kamu akan datang?
Mintalah dia untuk meneleponku dan katakan aku menunggu di sana.
Baiklah.
Halo, Bu.
Kamu tahu di mana Seniman Jang?
Kenapa kamu ingin bertemu di sini?
Aku memintamu pergi minum-minum.
- Omong-omong… - Bersembunyi terasa melelahkan.
Juga membosankan.
Kenapa kamu bersembunyi?
Jangan marah padanya.
Aku mengancamnya dengan galeri itu.
Aku tidak punya pilihan lain.
Kamu juga tahu, bukan?
- Ibumu adalah sponsorku. - Ya.
- Aku tahu. - Ini akan membuat semuanya rumit.
Ibuku adalah sponsormu
dan Bu Cha adalah penggemar beratmu.
Aku meminta bertemu untuk bilang betapa Bu Cha mengagumi karyamu.
Pak Jung.
Aku mendapat sebuah pujian saat kami masih baru menikah.
Aku ingat itu satu-satunya hal yang memberiku pujian.
Kami pergi ke Spanyol bersama untuk perjalanan bisnis
dan katanya dia ingin pergi ke Portugal.
Tapi katanya dia ingin berkendara ke sana, bukan dengan pesawat.
Rasanya tidak nyaman jika seorang sopir mengantar kami,
jadi, dia bertanya apa bisa aku saja yang mengemudi.
Kami menyewa sebuah mobil
dan berkendara ke barat tanpa akhir.
Kami menghadapi terik matahari saat mengarah ke barat,
jadi, udaranya panas, walaupun AC-nya pada setelan paling dingin.
Kami berkendara selama sekitar enam jam
dan aku bertanya kenapa kami mengambil rute tersebut.
Kurasa Bu Cha ingin mengikuti langkah
yang kamu ambil untuk ke barat.
Dia ingin melihat apa padang bunga matahari sungguh ada.
Apa berkendara menuju arah matahari sungguh lebih panas
daripada matahari?
Akankah kami bisa mencium aroma bunga violet dari embusan angin
di ujung barat benua tersebut?
Dia membaca semua hal ini dari karyamu.
Dia ingin melacak jejakmu.
Sebesar itulah kekagumannya akan karyamu, Seniman Jang.
Sokcho adalah kampung halamanmu,
jadi, mungkin dia makin ingin memajang karyamu di sini.
Ya, Seniman Jang.
Kamu bisa mengambil lukisannya,
tapi aku tidak akan menerima uang untuk itu.
Maaf, tapi bisa kamu beri tahu aku alasannya?
Ini hanya hadiah untuk seorang penggemar.
Kamu melakukan tur hingga jauh ke barat.
Apa kamu harus melakukan itu?
Berhentilah melakukan hal seperti itu.
Dahulu dia menantu Ibu.
Persis seperti itulah maksud ibu.
Dia pernah menjadi anggota keluarga ini.
Berani sekali dia membuat rumor tanpa berpikir.
Karena itulah ibu menghukumnya.
Kita tidak lagi berhak melakukan itu kepadanya.
Bahkan saat dia menjadi keluarga kita pun,
kita tidak boleh memperlakukan dia seperti itu.
Jika dia menjadi bagian dari keluarga ini lagi,
ibu berniat bersikap baik kepadanya. Jangan khawatir.
Ibu.
Aku dan Soo Hyun yang menentukan apa kami ingin kembali bersama.
Masalah ini melibatkan dua keluarga.
Ayahnya yang tidak tahu apa pun bahkan tidak becus dalam bekerja.
Ayah dan anak sama saja.
Ibu akan mengurus semuanya.
Kamu fokus saja pada Taegyeong.
Soo Hyun bukan benda mati.
Dia berhak untuk memilih jalan hidupnya sendiri.
Lalu? Apa itu alasanmu menyia-nyiakan hidupmu?
Aku yang berhak menentukan apa kami akan kembali bersama.
Jangan lakukan apa pun.
Ini kali terakhirku mengatakan ini.
Jika Ibu terus melakukan ini,
aku akan menjalani hidupku sendiri.
Apa sebenarnya inti dari hidupmu?
Setidaknya, aku tidak akan hidup sebagai anggota keluarga Taegyeong.
Biarkan aku tidur sebentar di kamarmu.
- Aku tidak bisa tidur di rumah. - Hei.
Kamu membawa mobilku di malam hari dan bahkan tidak menelepon.
Apa kamu pikir ini penginapan?
Dia bersikap mencurigakan.
Aku sempat lupa.
Rasanya menyenangkan menjalani keseharian
dengan seorang teman.
Tapi hubungan yang merenggang
dan kembali ke tahap di mana suatu hubungan tidak berarti
rasanya tetap menyakitkan.
Karena itulah aku ingin berhenti.
Aku mendengar setiap perkataanmu, Soo Hyun.
- Halo. - Hai, Kak.
- Apa kamu kedinginan? - Hei!
Apa ini ruang santai?
Apa kalian begitu meremehkanku?
Ada apa dengannya? Sesuatu terjadi?
Jin Hyuk menggedor pagarku di tengah malam
dan meminta untuk membawa trukku.
Jin Myung adalah pegawai yang bekerja semaunya.
Aku makin menua karena mereka.
Jin Hyuk meminta trukmu di malam hari? Kenapa?
Entahlah. Dia pergi ke mana?
Itu mencurigakan.
Jika seorang pria bertindak mendadak seperti itu di malam hari,
kemungkinannya hanya masalah orang tua atau wanita.
Tidak terjadi apa pun kepada Ibu dan Ayah.
Kalau begitu, itu masalah wanita.
Jika untuk wanita, seharusnya dia tidak membawa truk itu.
Seharusnya dia menyewa mobil yang bagus.
Apa salahnya dengan trukku?
Itu sama sekali tidak romantis.
Romantis? Kamu bicara melantur. Itu hanya untuk pamer.
Di mana Jin Hyuk sekarang?
Dia tidur nyenyak di dalam.
No comments yet. Be the first to leave one.