The Passenger

The Passenger (Professione: reporter)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Passenger 1975 DVDRip
A Commentary by Irwan19

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Published on: 2016-08-01
Downloads: 90
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Permisi, tahu di mana...?

Bisa bahasa Inggris?

Ke arah mana?

Kiri. Kiri.

Berhenti. Berhenti.

Apa?

Mau ke mana?

Berapa lama untuk sampai ke tempat itu?

Oh, kurang lebih 12 jam.

- Ada apa di sana? Kamp? - Ya, semacam kamp militer.

Dan...

- Berapa orang? - Kau akan diberi tahu saat tiba di sana.

Mereka punya persenjataan?

Segalanya akan diberi tahu saat kita tiba di sana.

Tidak. Tidak.

Sial.

Sialan.

Baik!

Aku tak peduli!

Air.

Baik, Tuan.

Masuk.

Monsieur, minumanmu.

- Terima kasih. Letakkan di meja. - Baik, Tuan.

- Tak ada sabun. - Tak ada, Tuan.

"Tak ada, Tuan."

Robertson?

Robertson?

- Halo. - Aku ingin tahu jadwal penerbangannya.

Hanya dua penerbangan dalam seminggu. Penerbangan selanjutnya tiga hari lagi.

Baik.

Masuk.

Maaf kalau mengganggu.

Kulihat lampumu masih menyala, mungkin kita bisa minum.

Oh, ya, masuklah.

Aku melihatmu di pesawat.

Aku akan mengambil gelas.

Namaku Robertson, David Robertson.

Baru pertama kali datang ke Afrika bagian ini.

Tahu tempat ini?

Tidak, aku belum pernah ke sini.

Aku seorang reporter.

Namaku Locke.

- David Locke? - Ya.

Aku sering membaca artikelmu. Senang bertemu denganmu.

Kau ke sini untuk meliput?

Sedang menyusun bahannya.

Sebuah film dokumenter tentang Afrika.

Sudah selesai sekarang, atau hampir selesai.

Butuh apa lagi?

Aku ingin bertemu dengan gerilyawan.

Sekarang mereka sedang bertempur di sini.

Mereka menawan beberapa penduduk. Kau pasti sudah mendengarnya.

Ya.

Sepertinya aku mengikuti jejak yang salah.

Tak banyak gerilyawan di sini.

Kau bukan jurnalis, 'kan?

Tidak. Aku ada urusan bisnis.

Bisnis?

Di tempat terkutuk seperti ini.

Beberapa tahun ini aku sudah mengunjungi berbagai tempat...

..sehingga itu tak ada bedanya lagi.

Indah, bukan?

Indah? Entahlah.

Begitu tenang.

Seperti...

..penantian.

Kau sangat puitis untuk ukuran seorang pebisnis.

Benarkah?

Apa gurun punya pengaruh sama terhadapmu?

Tidak. Aku lebih suka manusia dibanding pemandangan alam.

Ada orang yang tinggal di gurun.

Punya keluarga?

Tidak, tak punya keluarga, tak punya teman.

Hanya sedikit komitmen, termasuk hati yang rusak.

Seharusnya aku tak minum.

Tambah lagi?

Kenapa tidak?

Dan sekarang?

Aku ingin terus berkeliling dunia.

Aku pengelana.

Menjalani hidup tanpa rencana.

Beda denganmu, 'kan?

Ya, berbeda.

Tapi paling tidak, kau pernah ke berbagai tempat.

Ya, begitulah.

Bagaimana dengan Umbugbene?

Pasti kau belum pernah ke Umbugbene.

Belum.

Tempat mengerikan.

Bandara, taksi, hotel. Pada akhirnya semuanya terasa sama.

Aku tak setuju. Kitalah yang tetap sama.

Kita menerjemahkan setiap situasi, pengalaman ke dalam kode lama yang sama.

Kita menyesuaikan diri.

Kita adalah makhluk kebiasaan, itu maksudmu?

Semacam itu.

Maksudku, meski berusaha sekeras apa pun,..

..sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan kita.

Bahkan cara kita berbicara dengan orang-orang ini,..

..cara kita memperlakukan mereka, itu salah.

Maksudku, kau tahu caranya mendapat kepercayaan mereka?

Umpamanya seperti ini, Tn. Locke,..

..kau bekerja dengan kata-kata, gambar, hal-hal yang rapuh.

Aku dengan barang dagangan, benda-benda berwujud.

Mereka langsung memahamiku.

Ya. Mungkin.

Selanjutnya mau ke mana?

London, kurasa, kemudian mungkin Munich.

Hanya ingin mengunjungi tempat-tempat lama.

Sudah tiga tahun tak ke London.

Ya, Tuan?

Lelaki di kamar 11.

Dia meninggal.

- Tn. Locke? - Robertson.

Oh, ya, tentu. Yang menempati kamar 11...

..adalah Tuan...?

Locke. David Locke.

Ya, benar.

Kurasa dia seorang wartawan.

Sangat disayangkan.

Sekarang tak ada dokter, dan tak ada penerbangan dalam 3 hari.

Harus bagaimana ini, Tn. Robertson?

Kutunggu di luar.

Tn. Robertson.

- Tn. Robertson. - Ya.

Dia sudah meninggal, Tn. Robertson.

Apa rencanamu?

Kami akan mengirim jenazahnya ke kota, karena udara panas ini.

Harus dimakamkan sesegera mungkin.

- Itu aturannya. - Ya.

Apa Tn. Locke seorang yang religius?

Ada gereja Katolik dekat sini. Bagaimana?

Kurasa itu bisa.

Naik.

Perpustakaan. David Locke? Ya. Baik.

Martin, mungkin kaulah yang paling mengenal David.

Rasanya dia sedang di Afrika membuat film televisi untukmu.

Ya, itu benar.

Aku ingin mengatakan...

..betapa sedihnya aku mendengar berita kematiannya.

Mendadak sekali. Dia masih sangat muda.

Jika diminta menyimpulkan...

..apa yang membuat David menjadi jurnalis hebat,..

..kau akan bilang apa?

Pertama adalah latar belakangnya.

Orang Inggris tapi belajar di Amerika membuatnya...

..memiliki perspektif berbeda. Berpendirian teguh.

Dan dia punya bakat observasi.

- Pergi berlibur? - Semacam itu.

- Mobilnya mau ditinggalkan di mana? - Entahlah.

- Mau ke mana? - Aku belum tahu.

Ini daftar kantor kami. Lihatlah.

Yugoslavia. Aku ingin ke Yugoslavia.

- Dubrovnik? - Ya. Dubrovnik. Itu bagus.

- Berapa lama? - Sepanjang sisa hidupku.

Kenapa tak beli mobil baru?

Terima kasih.

Ini.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Tn. Locke.

David.

David.

Kau pikir mau ke mana?

- Kau sudah gila? - Ya.

Rachel, mau ke mana kau?

Tn. Robertson?

Tn. Robertson.

Ada masalah di bandara?

Seharusnya kau menemui kami, Tuan.

Ya.

Ada sedikit kekacauan.

Tak masalah kalau sekarang kita bicara?

Bicara?

Ya, sepertinya bisa.

Ini Tn. Achebe.

Kami sangat menghargai bantuanmu, Tn. Robertson.

Kau menempuh bahaya demi kami.

Kau berhasil mendapatkan semua pesanan kami?

Kau punya berkasnya?

Berkas? Oh, ya.

Sebaiknya dilihat dulu lalu katakan pendapatmu.

Ya.

Oh, bagus sekali.

Kau dapat senapan FN, bagus sekali.

Sayang sekali tak dapat senjata anti pesawat.

Ya.

Bagus sekali.

Aku senang semuanya tersedia.

Maaf tentang senjata anti pesawatnya. Kuharap tidak menjadi...

..halangan.

Oh, tidak, pesawat mereka kurang begitu efektif.

Bisa dihindari dengan mudah.

Masalah utama kami adalah pemberian bantuan militer...

..dari Eropa ke pemerintah.

Ya, itu tak mengejutkan.

Ini angsuran pertama, Tn. Robertson.

Tak memeriksanya?

Tidak. Pasti sudah sesuai.

Angsuran kedua akan dibayar di Jenewa.

Kau tahu nomornya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left