The first 200 lines.
Jadi.../ Jadi...
Apa yang kita lakukan?
Aku harus duduk di mana? Ada sabuk pengaman?
Kau pernah melakukannya. Ini bukan perjalanan pertamamu.
Ya, tapi kali ini sungguhan.
Ini salah.
Apa?
Kau tidak bisa menggapai panel kendali dari kursi.
Apa bagusnya itu?
Atau tanganmu bisa melar, seperti Mr. Fantastic?
Aku berdiri, seperti ini.
Kau tidak berpikir untuk mendekatkan kursinya?
Sejauh ini, tidak.
Mana setir-nya?
Kau tidak menyetir TARDIS,
tapi berunding.
Titik temu antara tujuan yang kau inginkan...
dan tempat seharusnya kau berada, kesanalah dia membawamu.
Berapa harganya?
Entahlah.
Aku mencurinya.
Serius?/ Ya.
Kenapa?
Karena aku ingin.
Bagaimana jika aku mencurinya darimu?/ Silakan.
Aku tidak tahu cara kerjanya.
Aku juga.
Siapa itu?
Ibu.
Permisi, apa yang TARDIS lakukan di bawah sini?
Umurku lebih dari 2.000 tahun, aku tidak selalu memakai tangga.
Sumpahmu, Pak. Kau tidak boleh keluar planet
kecuali darurat.
Aku tidak keluar planet./ Apa kau berencana begitu?
Aku berencana kembali ke kantorku.
Bisa tolong kau masakkan air di teko?
Kenapa dia di sini?
Karena dia tidak di tempat lain.
Teko.
Aku tidak akan membuatkan untuknya, dia harus buat sendiri.
Aku bukan budak manusia, kuyakinkan padamu.
Jadi...
kembali ke kantormu untuk minum teh?
Antara di sini dan kantorku, sebelum air mendidih...
adalah semua yang telah dan akan terjadi.
Pilihlah./ Pilih apa?
Masa lalu atau masa depan?
Masa depan.
Kenapa?
Menurutmu kenapa? Aku ingin melihat apakah masa depan bahagia?
Kezzia, di mana kau?
Hei, Goodthing. Aku akan kembali.
Kezzia, jangan kembali dulu.
Aku sudah di luar sejak matahari terbit ke-2. Aku lapar.
Kumpulkan mereka, Kawan.
Kezzia, jangan kembali. Ada sedikit masalah Vardy.
Aku dan para Vardy-ku baru saja menyerbuki 5 KM ladang gandum.
Kau harus terus tersenyum./ Harus apa?
Para Vardy./ Ada apa denganmu?
Apakah senyummu sungguhan?
Wajahmu seperti sedang tertiup angin.
Oke. Senyum yang lebar, kuatkan dirimu.
Ibu sudah mati.
Apa?/ Senyum.
Itu tidak lucu.
Ini bukan lelucon. Ibu sudah mati.
Ibu sudah mati.
Dan Hopeful, dia juga. Dan temannya, Sunshine, juga mati.
Dan Eliza. Dan beberapa orang lainnya juga mati.
Kenapa kau mengatakan ini?
Jangan mengatakan hal seperti itu sambil menyeringai bodoh.
Tersenyumlah. Cobalah. Jika tidak...
Harusnya tidak kuberi tahu padamu. Kumohon, tersenyumlah.
Kau dalam kondisi 2 air mata sekarang.
Apakah dia memelukku?
Siapa yang memprogram itu?
Tolong, beri dia waktu.
Dia akan bahagia sebentar lagi.
Kezzia!
Tidak. Lihat, aku tersenyum.
Tersenyum.
Doctor Who S10E02 Smile
Bumi di sebelah mana?
Ruang antariksa melentur.
Bumi berada di mana pun kau ingin melihat.
Kenapa? Kau berpikir untuk pulang?
Aku tidak berpikir. Otakku kelebihan beban.
Kenapa kotak telepon?/ Sudah kubilang.
Ya, aku paham soal alat penyamarnya.
Tapi kenapa membiarkan bentuknya begitu? Kenapa kau menyukainya?
Siapa bilang aku menyukainya?
Kau membiarkannya.
Ayo.
Ini salah satu koloni pertama Bumi.
Katanya penghuninya telah menemukan rahasia kebahagiaan manusia.
Satu pertanyaan,
orang tadi bilang kau bersumpah.
Kau tidak boleh meninggalkan Bumi.
Oke, kurasa aku harus menjelaskan.
Dulu sekali, sesuatu terjadi. Hasil dari sesuatu itu,
aku berjanji. Hasil dari janji itu,
aku harus menetap di Bumi.
Menjaga brankas?
Menjaga brankas.
Kau tidak menjaganya sekarang.
Aku menjaganya. Aku punya mesin waktu. Aku bisa kembali ke saat kita pergi.
Bagaimana jika kau tersesat atau terjebak atau semacamnya?
Aku sudah memikirkannya./ Lalu?
Itu akan mengkhawatirkan, jadi sebaiknya jangan dipikirkan.
Lihat gedung ini. Lihat.
Kau tahu yang kusuka dari manusia? Optimisme.
Kau tahu gedung ini terbuat dari apa? Optimisme...
tinggi...
yang murni.
Apa itu? Burung alien?
Vardy.
Robot kecil.
Bekerja bergerombol.
Mereka cakap, pekerja keras.
Pandai belajar.
Lebah pekerja dari Revolusi Industri Ke-3.
Mungkin sedang memeriksa kita untuk keamanan.
Mereka robot? Robot yang mengecewakan.
Itu perkataan yang menyinggung.
Jangan buat pernyataan kasar seperti itu.
Mesin tidak bisa tersinggung.
Manusia selalu sembarangan menyimpulkan.
Apa yang terjadi?
Telingamu terbakar.
Suaramu baru saja keluar dari telingaku.
Aku tahu suara memang harusnya masuk ke telinga, tapi ini...
Kita dipasangi semacam alat komunikasi yang
memakai sistem saraf kita sebagai perangkat keras.
Kita baru saja mengunduh pembaruan untuk telinga kita.
Aku tidak akan kehilangan ponsel lagi. Aku tidak akan kehabisan baterai.
Selamat datang di surga.
Tunggu, apa ada tombol bisu? Bagaimana jika sedang di toilet?
Siapa butuh toilet? Mereka mungkin punya aplikasi untuk itu.
Jadi, di mana semua orang?
Jangan bilang kita datang jauh-jauh..
dan mereka semua sedang keluar.
Seharusnya kita mengirim pesan dulu atau semacamnya.
Apa itu?
Itu baru robot.
Bukan robot yang mengecewakan.
Secara teknis, ini bukan robot.
Benda kecil itu, itu robot,
ini antarmuka mereka.
Apa dia bisa bicara? Bisa kita memahaminya?
Tergantung bahasa manusia yang mana yang bertahan setelah...
beribu-ribu tahun lamanya.
Emoji. Dia bicara emoji.
Tentu saja.
Imutnya.
Apa itu?/ Lencana kosong.
Punyamu tidak kosong. Ada wajah di belakang.
Punyamu juga.
Menarik.
Gambarnya tidak muncul di sisi yang sedang dilihat.
Apa yang dilakukannya sekarang? Wajah apa?
Seperti kebingungan. Aku?
Sama.
Kau tahu apa pendapatku?
Menurutku ini semacam penanda suasana hati.
Tapi kau tidak bisa melihat suasana hatimu sendiri.
Masuk akal./ Benarkah?
Melihat suasana hatimu sendiri bisa mempengaruhi suasana hatimu.
Seperti lingkar umpan-balik,
mengganggu informasi yang sedang dikumpulkan.
Seperti timbangan menimbang dirinya sendiri.
Siapa yang mengumpulkan data?
Itu pertanyaan besar./ Jadi, bagaimana?
Jika ada lencana, maka...
Apa? Ke mana hilangnya?/ Oh, di punggungmu.
Punyamu juga.
Jadi, semua orang di belakangmu bisa melihat yang kau pikirkan.
Bagaimana jika kau menyukai seseorang?
Artinya kau harus terus...
menatap matanya./ Oh, itu hebat.
Selamat datang di masa depan.
Emoji, komunikasi praktis,
kita di utopia anak remaja.
Lihat ini. Dia tahu aku lapar.
Makanan dari planet lain.
Kau harus coba, ya?
Baunya seperti ikan.
Aku tidak suka ikan,
kecuali saat bersosialisasi, yang mana bisa membuat makanan ini rumit.
Boleh kita memakannya?
Bagaimana jika mereka tidak menyukai kita?
Itu peralatan makan manusia.
Tidak ada spesies lain di jagat raya yang memakai emoji.
Semua di sini manusia, tapi...
Tidak ada manusia.
Ini koloni sempurna untuk manusia,
jadi di mana penghuninya?
Itu semacam alga berperisa.
Aku tidak melihat ada ternak.
Itu bagus, bukan?
Di masa depan kita tidak makan makhluk hidup, tapi alga.
No comments yet. Be the first to leave one.