Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Yuusha, Yamemasu S01E01 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-04-06
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 196 lines.

Hei, dengar tidak?

Jangan memaksakan diri!

Kalau mengalami masalah, tinggalkan saja orang di samping dan selamatkan dirimu sendiri!

Jalani hidupmu dengan bebas!

Iya.

Tidak disangka

aku akan datang lagi ke tempat ini.

Silakan masuk.

Ketemu.

Raja Iblis Echidna

dan keempat Raja Langit.

Aku pasti bisa.

Mereka belum menyadari jati diriku.

Masih belum.

Harus lebih dekat lagi.

Lebih dekat lagi.

Mantan Hero Leo Demonhart

mendaftar untuk bergabung di Pasukan Iblis!

Skill: Teknik Pedang, Black Magic, Holy Magic

dan semua skill lainnya.

Aku juga pernah mengalahkan Raja Iblis Echidna,

kemampuan tempurku telah terbukti.

Aku tahu kondisi Pasukan Iblis saat ini,

kalian sedang kesulitan

karena kekurangan orang yang handal.

Karena yang membuat kalian mengalami hal ini

adalah aku sendiri.

Namun, mari kita lupakan masa lalu!

Sekarang saatnya menatap masa depan

dan menuju hari esok yang penuh harapan.

Demi membasmi manusia yang bodoh,

membangun Kerajaan Iblis yang kekal,

aku bersedia bergabung dengan Pasukan Iblis yang baru!

Berhasil!

Kali ini aku pasti akan diterima.

Tentu saja kami menolak, bodoh!

Kalau aku diterima,

kalian akan mendapat tenaga bantuan terkuat!

Aku akan membuatmu menjadi Raja Iblis terkuat dalam sejarah!

Berisik!

Tentu, pasukan juga akan bertambah pesat!

Diam!

Seluruh performa akan meningkat drastis!

Mati saja kau!

Baik seduh teh atau buat kopi

atau bersihkan toilet...

Kalian tidak akan rugi…

Lalu...

Mari kita ulangi dari awal.

Cerita ini dimulai dari satu tahun yang lalu,

Pasukan Iblis yang dipimpin Echidna

tiba-tiba muncul dan menyerang dunia manusia.

Aku bersama Hero-hero yang dipilih dari berbagai pelosok

berangkat bersama dari Kota Holy untuk membasmi Iblis.

Tapi, bukan ingin menyombongkan diri,

aku sangat kuat,

aku diberi gelar Knight terkuat,

mahir menggunakan berbagai senjata,

kemampuan sihirku juga adalah yang terbaik.

Kalau boleh jujur, rekan lain hanya akan menyeret langkahku.

Priest yang hanya bisa menggunakan Heal,

Swordman yang sama sekali tidak mengerti sihir,

dan Archer yang tidak dapat berkutik jika didekati musuh.

Kami membangun hubungan yang erat

dan membasmi musuh bersama.

Setiap kali tiba di kota, kami selalu ribut karena masalah pembagian kamar.

Yang benar saja!

Saat melakukan hal ini

aku sudah bisa menyelamatkan dunia lima kali!

(DIJAMIN BERHASIL PANDUAN INTERVIEW)

Kemudian aku bertualang seorang diri,

mengalahkan Echidna seorang diri,

membasmi Pasukan Iblis seorang diri.

Hero sehebat aku,

kenapa kalian tidak terima?

Tuan Leo, justru Anda tidak diterima karena tabiatmu ini.

Aku sekarang berbeda dengan sebelumnya.

Benar, dia sudah berbeda dengan sebelumnya!

Lily, diam. Jangan loncat-loncat.

Kita terima dia saja.

Lagi pula tidak ada salahnya, Melnes.

Lily juga sangat senang karena sudah lama tidak bertemu.

Kalau diperhatikan kembali,

kalian benar-benar monster yang unik.

Jangan bicara plin-plan!

Jika Ketua Echidna mengetahui apa yang kita lakukan sekarang,

dia pasti akan menghancurkan istana ini.

Padahal sudah bilang tidak mungkin menerima kamu,

kami terpaksa melakukan ini karena kamu begitu bersikeras.

Benar juga,

kalau begitu biar aku rekomendasikan diriku sekali lagi.

Rekomendasikan diri?

Iya, aku ingin buat kalian melihat kembali kehebatanku.

Apa maksudmu?

Aku mengakui kalau tabiatku memang sedikit bermasalah,

namun kemampuan mengalahkan Empat Raja Langit seorang diri

harusnya cukup untuk menutupi kelemahan ini.

Aku ingin buat kalian tahu kenapa bisa kalah,

sebagai bonus poin agar dapat diterima.

Apa…

Ternyata begitu.

Kemampuan Tuan Leo memang tidak diragukan lagi.

Lawan yang dapat mengalahkan aku secara langsung

adalah lawan yang sangat langka.

Ini sama sekali tidak lucu!

Kenapa tidak?

Dapat bertarung dengan lawan tangguh itu sangat menyenangkan.

Betul tidak, Tuan Leo?

Dari Keempat Raja Langit, dialah yang pertama kali bertarung denganku.

Swordman dengan gelar Crimson Roar,

Jenderal Naga, Edward.

Sebenarnya jika dilihat dari fisik tubuhnya,

dia benar-benar sangat kuat.

Sisik naga yang dimiliki oleh Ras Naga

sangat keras.

Jika hanya bertarung dengan pedang, aku tidak mungkin menang.

Dia tipe bodoh yang suka bertarung dari depan.

Jika dia tidak bersikeras untuk bertarung secara terbuka,

mungkin aku akan sulit untuk menang.

Nikmat sekali!

Ngomong-ngomong,

kenapa kamu mengikuti Echidna?

Kamu tidak berniat menjadi penguasa dunia?

Kalau ditanya begitu,

aku tidak pernah memikirkan hal itu.

Mungkin sebagai seorang Swordman

aku lebih suka bertarung dengan lawan yang tangguh.

Lagi pula,

jadi Raja pasti akan sibuk.

Aku akan pusing jika waktu ngobrol dengan putriku Juliet berkurang.

Susah! Aku tidak tahan.

Putri?

Sebenarnya kamu cukup kasihan.

Apanya yang kasihan?

Bertualang seorang diri berarti

kamu tidak memiliki teman untuk saling berbagi.

Aku tidak ingin dengar hal ini darimu, Melnes.

Kamu juga pasti tidak ada teman, bukan?

Lawan berikutnya setelah Edward adalah dia.

Hidden Blade, Jenderal Bayangan Melnes.

Awalnya dia seorang genius yang dibesarkan di Guild Assassin.

Kecepatan dan kemampuan membunuhnya sangat hebat.

Jika diberi waktu lima menit lagi, mungkin aku akan kalah.

Tapi sejak awal aku tidak berniat mengadu kecepatan.

Sambil bertahan sambil casting sihir terlarang Crimson Comet untuk menghancurkan bangunan sekitar.

Akhirnya Melnes beserta gereja sama-sama hancur.

Sebenarnya

yang lebih sulit itu setelah mengalahkan Melnes.

Tenaga sihir terlarang terlalu besar,

katanya bangunan bersejarah di kota juga telah ikut hancur.

Ngomong-ngomong, bagaimana masalahmu dengan penduduk kota?

Bukankah mereka meminta ganti rugi untuk...

Tidak dengar... Tidak kedengaran sama sekali. - Tidak dengar... A..a... tidak kedengaran sama sekali.

Dasar kamu, Lily.

Kak Leo, gayaku tadi mirip tidak dengan kamu?

Mirip tidak?

Setelah Melnes,

yang ketiga adalah anak ini.

Cruel Teeth, Jenderal Buas Lily.

Pertemuan pertama kami benar-benar konyol.

Saat aku berteduh di bawah pohon saat hujan,

entah sejak kapan seorang gadis yang tidak kukenal juga berdiri di sana.

Sepertinya dia kehilangan ingatan,

hanya tahu kalau dia tidak ada orang tua atau teman,

dan tidak memiliki tempat tinggal.

Aku tidak dapat biarkan dia begitu saja.

Setelah merawatnya beberapa hari,

dia baru menyadari kalau dia adalah Jenderal Buas Lily setelah ingatannya kembali.

Setelah tahu dia bagian dari Empat Raja Langit,

aku cukup mengalahkan dia,

dan aku lakukan.

Tidak sengaja aku kalahkan.

Setelah itu aku baru tahu

bagi suku tempat dia berasal,

dikalahkan langsung oleh lawan jenis

berarti telah menemui pasangan hidupnya.

Kenapa aku harus terjerat dalam hubungan ini...

Kakak, ayo menikah denganku.

Oke? Menikah.

Tunggu kamu lebih dewasa dulu.

Tidak... Sekarang juga. Menikah sekarang juga.

Oke?

Lawan terakhirku adalah Iblis serba bisa ini,

Jenderal Sihir Sudina.

Kemampuan sihirnya jauh melebihi semua orang.

Katanya dia mahir menggunakan semua jenis sihir, termasuk sihir terlarang kuno.

Makanya tanpa membedakan lawan,

aku menggunakan sihir kuno untuk mengunci semua sihir, Stagnate,

untuk memaksanya bertarung secara fisik.

Bahkan aku sendiri jadi super lemah.

Baru bertarung dua menit saja kamu sudah menangis.

Benar-benar tidak berguna.

Aku seorang penyihir,

mana bisa menang bertarung fisik dengan Hero!

Seorang profesional harusnya ada cara untuk mengatasi hal ini.

Orang yang tidak mengubris

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left