The first 200 lines.
- Hari yang hebat, huh? - Aku tahu.
Yeah.
Oh, hey, sayang, lihat.
Itu adalah helikopter kepresidenan.
- Oh, keren. - Yeah.
Menurutmu Sasha dan Malia ada disana?
Kurasa iya.
Tentu.
Kesini, mari kita berfoto.
Disebelah sana.
Aku dapatkan Monumen Washington sebagai latar belakangnya.
Aku tak percaya kita dapat gambar helikopternya.
Aku tahu!
- Tunggu dulu. - Apa...?
- Biar aku ambil gambarmu - Okay.
Okay, jadi kita lihat...
Bagaimana?
Turun sedikit lagi.
Kita punya 20 menit lagi untuk tur Gedung Putih.
Aku tidak ingin terlambat.
Okay, okay.
Dapat? Sempurna.
- Okay, ayo. - Huh? Kelihatannya bagus.
Hey, apa itu?
Mari kita lihat.
- Itu sebuah topi. - Yeah.
Ini topi seorang perwira angkatan laut.
Keren.
Sayang, kenapa kamu tidak berdiri disebelah sana saja, okay?
Oh, tunggu, kau ingin difoto lagi? Ini.
Tidak, tidak, tidak. Tidak, Tidak apa-apa.
Hanya berdiri disana saja, sayang.
Okay.
== sync, corrected by elderman == Translated by MOIS
Kau ingin menyimpannya untuk kenang-kenangan?
Oh, yeah.
Aku punya tempat yang sempurna untuk ini.
Bagus.
Mm-hmm.
Hey. Kami tidak ingin menunggumu
Aku sudah meletakkan foto Sergei Mishnev di dinding.
Oh.
Kau baik-baik saja, Tim?
Yeah, aku hanya lelah.
- Tidak bisa tidur yang cukup tadi malam. - Oh?
Kuberitahu, mempertahankan hubungan jarak jauh
benar-benar sulit. Dengan Delilah di Dubai,
siang hari disana adalah malam hari disini dan sebaliknya.
Kami melakukan video chat selama satu jam pagi ini.
Jam 3:00 pagi, waktu disini.
Aku lelah.
Lelah, huh?
Jadi seberapa intimkah kau melakukannya?
Lebih dari hanya wajah di layar?
Pikiran siapa yang mengarah kesana? Serius.
Aku akan beritahu siapa,
seorang pria yang masih single saat ini dan akan menghargai
segalanya dari panggilan video.
Ayo kita berangkat, pria single.
Perwira Angkatan Laut tewas di Ellipse.
Ada lima penampokan di area ini dalam dua minggu terakhir.
Yeah, aku mendengarnya di berita.
Sampai sekarang, tak ada yang terluka, apalagi terbunuh.
Kami menyebut pelakunya dengan “Perampok yang sopan.”
Meskipun dia menggunakan pisau,
semua korban berkomentar bagaimana sopan dan menyesalnya dia.
Mereka mendeskripsikannya?
Muda, pria, Kaukasia.
Menggunakan sebuah ransel. Tidak lebih dari itu.
Kupikir mereka menatap pisaunya, bukan wajahnya.
Kami punya sebuah foto dirinya
melarikan diri dari salah satu pencurian, tetapi...tidak berguna.
Kenapa?
Foto itu diambil oleh seorang turis didekat Vietnam Memorial.
Sayangnya, hanya memperlihatkan bagian belakang kepalanya.
Aku akan membawanya ke NCIS.
Kami punya seorang ilmuwan forensik yang bekerja dengan keajaiban.
Aku ragu seberapa banyak yang bisa dia lakukan dengan foto itu.
Dia wanita.
Okay.
Aku akan memberikannya pada dia.
Boss...
pemindaian sidik jari cocok dengan identitasnya.
Letnan Komandan Edward “Ned” Wallace.
Dia ditugaskan di Pentagon.
Dompetnya hilang, dan ada sebuah garis tan
di pergelangan tangannya, mengacu pada jam tangan yang hilang.
Apa yang kau dapat, Duck?
Dia sudah tewas sekitar dua jam.
Sedikit setelah pukul 8:00.
Luka tusukan ini mengacu pada sebuah pisau besar.
Oh, dan, uh, luka-luka defensif pada kedua tangannya
menunjukkan bahwa dia melakukan sedikit perlawanan.
Sepertinya perampokan semakin memburuk.
Aku sudah meminta pada Pelayanan Taman Nasional dan Metro
untuk semua video pengawasan yang mereka punya di area ini.
Sayangnya, pepohonan
menghalangi penglihatan langsung disekitarnya.
Berasal dari kotak barang bukti.
Ini telepon milik korban.
Jawab saja.
Terblokir.
Jalur aman.
Jawab saja!
Halo.
Kau dulu. Siapa ini?
Ayolah
Jangan jadi orang brengsek. Siapa ini?
Uh, ya, pak.
Tunggu sebentar.
Uh, lebih baik kau terima ini, boss. Ini adalah Presiden
Amerika
Serikat.
- Kau bertemu dengan Presiden? - Oh, yeah.
Apakah komandan itu temannya?
Dia mengawal Presiden Amerika selama empat tahun.
Dia adalah seorang pembantu presiden
selama periode pertama-- mereka cocok.
Komandan Wallace masih bermain bola basket seadanya
di Gedung Putih setiap hari Sabtu pagi.
Dia menelpon Presiden tadi malam.
Ingin tahu apakah dia bisa minta waktu beberapa menit
untuk berbicara dengannya mengenai sesuatu hal.
Aku tak percaya menyebut Presiden Amerika Serikat brengsek.
Permisi. Aku harus menerimanya.
Disini Vance.
Jadwal presiden kosong saat sarapan, dia memintanya untuk mampir.
Saat Wallace tidak muncul, Presiden mengontak teleponnya.
Apakah dia tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Wallace?
- Tidak. - Ada sesuatu yang muncul.
Aku harus segera pergi. Tetap kabari aku.
Apa yang kita ketahui mengenai Wallace?
Letnan Komandan Ned Wallace dilahirkan
- di Greenwich, Connecticut. - Mahal.
Lulus dari Annapolis. Menikah, tidak punya anak.
Dia meninggalkan Gedung Putih tahun lalu dan merupakan
Asisten Direktur Kebijakan dan Perencanaan untuk Angkatan Laut
- di Pentagon. - Dia dari keluarga Angkatan Laut.
Generasi Ketiga. Kakeknya merupakan seorang Laksamana di Perang Dunia II.
Kau katakan pada Presiden kalau kita curiga ini adalah perampokan?
Dia masih ingin terus dikabari perkembangannya.
Hey, Abbs.
Hey, Bishop. Bagaimana menurutmu mengenai sepatu ini?
Uh...
Aku takkan pernah cocok dengan itu,
tapi kau benar-benar bisa cocok.
Hai.
Oh, Abby, Ini adalah Sersan Moore.
Apa ada yang salah?
Tidak, hanya mengagumi uh, tatomu.
Oh. Yeah.
Wow. Tinta yang bagus.
Apakah itu Dutch Shore?
Yep. yang ini, juga.
Indah sekali.
Dia yang terbaik-- desainnya...
dan detailnya.
Maaf, Bishop.
Aku yakin ini tidak kau minati sama sekali.
Kenapa kau bilang begitu?
Bagaimana kau tahu aku tidak punya tato?
Okay. Tunjukkan pada kami.
Oh, uh, tunjukkan pada Abby fotonya.
Mm-hmm.
Turis mengambil gambar tersangka disini yang bertopi merah
melarikan diri dari Mall pekan lalu.
Kami telah menggunakan forensik FBI. Tapi sejauh ini, tanpa ada yang terluka,
pencurian ini belum menjadi prioritas utama,
Jadi mereka belum sempat untuk, uh,
menganalisanya.
Terdapat refleksi terdistorsi dari orang itu
pada dinding granit.
Bisakah kau memberikan berkas digital asli-nya?
Kurasa bisa.
Kupikir aku bisa melakukan sesuatu dengan itu.
- Dimanakah jasad suamiku? - Disini.
Dengan pemeriksa medis kami.
Kapan aku bisa melihatnya?
Aku akan minta Dr. Mallard menghubungimu setelah dia selesai.
Suamimu sedang dalam perjalanan untuk bertemu presiden pagi ini.
- Kau tahu kenapa? - Tidak.
Dia tidak berkata apapun padamu
sebelum dia meninggalkan rumah?
Aku... belum bertemu Ned dalam beberapa minggu ini.
Kami hidup terpisah. Uh, hanya pisah percobaan.
Aku tinggal di rumah, dan dia tinggal di kapalnya.
Kapalnya?
Uh, dimanakah itu?
Di Washington Channel.
Sebelah Selatan dari Mall.
Perjalanan yang mudah ke Gedung Putih.
Dompet suamimu hilang
dan, kelihatannya, sebuah jam tangan.
Apakah kau tahu jenis jam tangan yang dia pakai?
Um... dia punya beberapa.
Jika ia memakai jam tangan Patek Philippe milik kakeknya,
itu mahal sekali.
Memiliki kapal Yacht di marina
dan memakai jam yang mahal.
Kau tidak bisa mendapatkan semua itu dari gaji Angkatan Laut.
No comments yet. Be the first to leave one.