The first 200 lines.
The Legends
Episode 1
Bertahun-tahun yang lalu...
Raja Iblis, Li Xiu berlatih sihir rahasia,
demi menguasai dunia.
Dia tidak sengaja terobsesi,
dan melukai putranya, Li Chenlan.
Sihir rahasia itu sangat jahat,
dan masuk ke tubuh Li Chenlan.
Aura jahat berkembang setiap hari.
Karena tidakut aura jahat merusak sifat Li Chenlan,
maka Li Xiu menyegel Li Chenlan di pegunungan,
dan memerintahkan bawahannya, Klan Lu,
untuk menjaga segel di pegunungan.
Dia memerintahkan orang luar untuk tidak memasuki gunung,
dan orang-orang di dalam tidak keluar,
hingga dia kembali.
Li Xiu berjuang untuk terakhir kalinya,
pergi ke negeri luar sendirian,
untuk mencari cara melenyapkan aura jahat.
Tidak disangka,
dia menghilang tanpa jejak.
Segel itu tetap utuh,
menyebabkan pegunungan dipenuhi aura jahat,
tidak ada tanaman yang tumbuh.
Orang-orang menyebut gunung ini sebagai...
Gunung Fengmo (Penyegel Iblis).
80, 81.
82, 83.
84, 85, 86.
87, 88, 89.
90.
91, 92, 93.
94.
95, 96, 97.
98, 99, 100.
Sangat membosankan.
Selalu sama setiap hari.
Bahkan nyamuk pun tidak mau menggigitku.
Gadis kecil,
apa yang kamu ributkan pagi-pagi begini?
Pak tua,
bantu aku tangkap babi!
Aku ingin tangkap hidup-hidup.
Pelan-pelan.
Pergi ke mana?
Aku lihat menuju ke arah sini.
Jika tadi kamu matikan,
dia tidak akan lari lagi.
Jika sudah mati,
bagaimana kupelihara?
Aku ingin memelihara yang hidup.
Di gunung ini, selain kamu,
sulit untuk melihat
makhluk hidup lain.
Setelah kamu mati,
bukankah aku harus…
tinggal sendirian di sini?
Ngomong apaan kamu?
Dasar gadis nakal.
Tidak tahu sopan santun.
Apa aku salah?
Aku ingin pelihara makhluk hidup untuk menemaniku.
Makhluk hidup?
Makhluk ini paling hanya bertahan
10-20 tahun.
Seumur hidup,
manusia sudah ditakdirkan merasakan kesepian.
Kamu harus belajar merasakan kesepian,
dan menikmatinya.
Aku tidak akan membiarkan diriku kesepian.
Di sana!
Berhenti!
Jangan lari!
Jangan lari!
Segel sialan!
Gadis kecil!
Kembali!
Kakek.
Beri hormat.
Minta maaf.
Kenapa aku harus memberi hormat?
Ada segel di sini.
Selain membuat kita tidak bisa meninggalkan gunung,
bisa apa lagi?
Aku tidak mau memberi hormat.
Aku benci segel ini.
Kita sudah sepakat.
Hal lain akan menuruti kamu.
Tapi hal ini, kamu harus mendengarkanku.
Menjaga Segel Raja Iblis adalah
tanggung jawab keluarga kita.
Kenapa ada gema?
Aku sudah bisa melafalnya sekarang.
Sudah bisa kan?
Sudah.
Pak tua.
Keluarga kita menjaga segel
selama beberapa generasi.
Apa putra Raja Iblis masih ada di dalam?
Sudah begitu lama.
Jika dia memiliki kemampuan,
dia pasti sudah kabur kan?
Sama seperti orang tuaku.
Selama segel di Gunung Fengmo ada,
putra Raja Iblis tidak pernah bisa kabur.
Jadi selama ini, apa yang dilakukan
putra Raja Iblis di dalam?
Dia tidak butuh makan?
Apa dia tidak berbicara dengan orang?
Apakah dia tidak merasa menderita?
Cerewet sekali.
Tunggu putra Raja Iblis keluar,
tanya saja padanya.
Tanya padanya?
Tunggu aku!
Pak tua, aku sudah siap panggang babi.
Bukankah kamu bilang,
ingin pelihara makhluk hidup untuk menemanimu?
Kenapa baru sehari sudah kamu bunuh?
Terlalu berisik.
Akan kupelihara sesuatu yang tidak berisik.
Jangan salahkan aku.
Siapa suruh berisik…
semalaman,
sampai aku tidak bisa tidur nyenyak?
Pelihara hewan saja…
kamu harus pilih.
Aku tidak punya pilihan saat membesarkanmu.
Memangnya aku anak babi?
Ternak jauh lebih mudah dipelihara daripada kamu.
Kakek!
Apa yang terjadi?
Sepertinya seseorang menembus segel.
Aku akan memeriksanya.
Tetaplah di sini.
Kakek.
Dia cepat sekali.
Putra Raja Iblis.
Terimalah kematianmu!
Aku...
Ini...
Di mana ini?
Bisa-bisanya segel dirusak.
Takdir klan-ku...
berakhir juga!
Hormat, Petua Chang Yu.
Petugas Chi, tidak perlu beri hormat.
Mingxuan dan kamu pergi
ke Gunung Fengmo bersama.
Kenapa kamu kembali sendirian?
Kalian keluar dulu.
Baik.
Apa sesuatu terjadi padanya?
Aku pergi mendekati segel Raja Iblis Gunung Fengmo
bersama Dewa Jin.
Formasi di sana sangat rumit,
aku tidak bisa mendekatinya.
Dewa Jin masuk sendirian.
Aku menunggu sampai hari ini.
Formasi itu kacau sesaat
dan menguat kembali.
Aku tidak bisa masuk.
Jadi…jadi…
Jadi pulang sendiri?
Dengan kekuatanku sendirian,
aku tidak bisa menembus
masuk ke segel Gunung Fengmo.
Jadi, aku kembali
untuk melaporkan hal ini kepada Petua,
berharap bisa menemukan cara
untuk menyelamatkan Dewa Jin.
Berapa hari lagi lagi Dewa Zi Dan
keluar dari Paviliun Qianchen?
Tiga belas hari.
Sudah terlambat.
Kamu pergi atur.
Aku akan berkunjung ke Paviliun Qian Chen.
Apa pun yang terjadi,
aku akan memohonnya untuk menyelamatkan Mingxuan.
Baik.
Mingxuan.
Kamu harus tetap aman.
Setiap hari suruh aku berdiam di rumah.
Aku sudah hampir jamuran.
Sesuatu akhirnya terjadi.
Mana mungkin aku tidak ikut?
Apa itu?
Itu manusia.
Orang yang tampan.
Jangan khawatir.
Karena kau tampan,
aku tidakkan…
membiarkanmu mati begitu saja.
Sudah kubilang,
tinggal di rumah.
Kamu pergi ke mana lagi?
Aku pergi jalan-jalan.
Aku pergi lihat apakah segel terjadi sesuatu.
Pak tua, ngomong-ngomong...
No comments yet. Be the first to leave one.