The first 200 lines.
Biar kuceritakan sebuah kisah agar kau mengerti.
Alasanku ada di sini adalah karena aku punya bengkel beberapa tahun lalu.
Sama seperti ayahmu.
Kecuali, mobil-mobil di sana tidak menghasilkan uang.
Kami menjual sabu dari sana dalam jumlah besar.
Saking ramainya, kabar pun tersebar.
Setiap kali kau menghasilkan sedikit uang, orang lain akan muncul
dan ingin jatah dari bisnismu.
Suatu hari, tiga orang muncul entah dari mana...
dan memperjelas bahwa mereka ingin jatah dari bisnisku.
Aku tahu itu akan membuatku bangkrut, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa,
jadi kami mengatur pertemuan keesokan harinya.
Alasanku adalah aku harus bicara dengan rekanku.
Itu memberiku sedikit waktu.
Keesokan harinya, aku masih tidak tahu harus berbuat apa.
Saat mereka masuk ke halaman dengan mobil mereka,
semua rencana di kepalaku...
hancur berantakan.
Aku diliputi rasa takut. Ketakutan itu mengambil kendali penuh.
Jadi aku mengosongkan magasin senjataku ke arah mobil itu.
Sesuatu harus dilakukan. Aku merasa tidak berdaya, kurasa.
Dan aku bukan penembak jitu, itu sudah pasti.
Tapi salah satu peluru mengenai tangki bensin.
Setidaknya itu yang dikatakan tim forensik.
Akibatnya, mobil itu meledak dengan empat orang masih di dalamnya.
Dua orang di kursi belakang langsung mati.
Dua lainnya...
aku tidak akan pernah lupa cara mereka berteriak. Seperti babi yang disiksa.
Lalu mereka mati.
Dan mereka adalah orang-orang tangguh yang sangat kutakuti.
Tapi pada saat itu, aku menyadari bahwa mereka tidak berbeda dariku.
Tidak sama sekali.
Mereka hanya berhasil menaklukkan rasa takut mereka,
sama seperti aku belajar menaklukkan rasa takutku saat itu juga.
Dan karena aku melakukan itu, sebuah pesan tersebar...
pesan yang berbunyi: "Jika kau macam-macam denganku, aku akan membalasmu lebih parah."
Menurut pandanganku...
itu adalah pesan yang belum kau kirimkan.
Karena kau tidak tahu cara menaklukkan rasa takutmu.
Itulah satu-satunya perbedaan antara kau dan aku.
Suka atau tidak.
Aku akan segera keluar dan mendapatkan pekerjaan. Lalu kita akan menyelesaikannya.
Kau tidak mengerti, ya?
Faktanya kau berutang padaku €400, dan itu termasuk semua bantuan yang kuberikan.
Tapi karena ayahmu adalah The Duke, kita akan cari jalan keluarnya.
Karena jika bukan karena itu, satu hal yang pasti...
orang sepertimu harus segera membayar.
Apa yang ingin kau kukatakan?
Jangan banyak bergerak. Katakan apa yang kau pikirkan.
Aku lupa rencanaku. Bantu aku.
Jika kau tidak bisa memberikan rencana, aku yang akan memberimu satu.
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
- Ini dia Mr. T datang. - Sial, ya.
- Tidak ada lagi ketenangan. - Yap. What's up?
Hei, kau si besar...
- Kapan kau selesai tugas? - Jam empat.
- What's up, Paman? - Sialan.
- Apa ini hari ulang tahun Ratu? - Tentu saja.
- Bagaimana rasanya di dalam (penjara)? - Biasa saja.
Sering menonton film porno Jerman.
- Itu saja untuk saat ini? - Kurasa begitu.
- Apa The Duke ada? - Di belakang.
- Kulihat kau tidak banyak berolahraga. - Diamlah.
- Kantong yang bagus. - Persetan dengamu.
- Apa kabar, Ayah? - Apa kau kabur dari penjara?
Tidak, tidak... semuanya aman.
Tentu saja.
Apa kau punya teman baru kali ini?
Aku bisa menanganinya.
- Teman baru? - Tidak.
Apa yang kau lakukan di sini?
Hanya ingin melihat bagaimana keadaan di sini.
Bagus. Apa lagi?
Dan aku sedang mencari pekerjaan. Aku ingin memberimu kesempatan pertama untuk mempekerjakanku.
Mempekerjakan untuk apa?
- Berapa banyak utangmu? - Tidak ada.
Ingat untuk menguncinya.
Terakhir kali kau bilang begitu, aku rugi €1350.
Aku tanya lagi. Apa kau punya utang?
Aku selalu punya sedikit utang.
Kalau begitu kau tidak diterima di sini.
Ini, hanya ini yang bisa kaudapatkan.
Santai! Aku bisa menangani ini.
Ayah! Aku sudah benar-benar pulih dan segalanya.
Maksudmu "direhabilitasi".
Tentu, sesukamu saja.
Coba kulihat lenganmu.
Apa?
- Kubilang, kulihat lenganmu. - Kenapa?
Hanya ingin melihat apakah kau terkena...
cacar air.
- Siapa pula yang mengunci mobilku? - Tidak tahu.
- Di mana kuncinya? - Di sebelah sana.
Apa ini kuncinya?
Bukan.
Tonny ingin bergabung. Kita harus mengirim beberapa mobil segera.
- Aku pasti ikut. - Tenanglah, Pinokio.
- Jika berhasil, kita bicarakan lagi. - Perfect. Aku siap.
Ya. Apa lagi?
Kau tidak mau itu? Kau pasti sangat menginginkannya.
Aku butuh blowjob sungguhan. Sampai jumpa.
- Kau baik-baik saja? - Santai, semuanya baik-baik saja.
Ada apa dengan penis kecil itu?
Apa yang terjadi? Kau sudah siap?
- Kau baik-baik saja? - Ya! Ayo, dia sudah siap untukmu.
- Bantu aku, gadis-gadis. Lakukan sesuatu. - Apa?
Bermainlah satu sama lain atau apa pun.
Seperti lesbian.
Isap ini.
- Lupakan saja. - Apa?
Gunakan kepalamu. Sana tiduri kuda saja.
- Katakan sesuatu satu sama lain. - Apa?
Bermainlah atau katakan kau ingin memakan vaginanya.
- Aku ingin memakan vaginamu. - Ya, Mama.
Penisnya sangat keras...
dan vaginaku sangat basah.
- Aku suka saat dia menggenjotku. - Mana yang kau sukai?
- Apa maksudmu? - Depan atau belakang?
Entahlah. Tunggangi saja.
Dan hentikan hal "Mama" itu.
Mama, dadamu sangat besar.
Oh, Mama.
Rasakan dadaku dan jilat lubangku. Rasanya enak.
- Diam, kau mengganggu! - Aku yang membayar ini.
Teruskan.
Diamlah soal "Mama" itu!
Aku serius. Berhenti berlagak pintar.
Bangun!
Bangunlah, penis super. Mereka itu sudah menunggumu.
Ada apa denganmu?!
Ayo, layani aku sebentar.
- Apa? - Kemari.
- Tidak tanpa kondom. - Sebentar saja.
- Tidak! - Ayo. Ada apa?
Persetan.
Nah, begitu. Kau sudah siap?
- Aku tidak bisa melakukannya. Ini terlalu lemas. - Benarkah?
Kau tidak bisa memakainya seperti itu.
Kemari.
- Isap sedikit... Cuma lima detik. - Tidak.
- Bantu aku. Cuma lima detik. - Tidak tanpa kondom.
Baiklah, aku pergi.
Kalian melewatkan Raja segala penis.
Sampai jumpa.
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
Hei! Apa The Duke ada?
Kru sedang di rumah bordil.
Aku menunggumu di rumah bordil. Di tempat Kurt.
- Aku pergi. - Aku bicara dengan gadis-gadis itu. Ada apa?
- Mereka bilang kau tidak bisa "bangun". - Persetan denganmu. Aku dapat mobil untuk The Duke.
- Coba buat mobil ini "bangun". - Semoga ini lebih besar dari barangmu.
Wah, ternyata Ferrari.
Pikirmu apa yang bisa kami lakukan dengan ini?
Kita akan mengecatnya biru dan menjadikannya sepeda.
- Mobil ini pasti sudah dilaporkan hilang. - Memanglah. Ada ide?
Ada chip di mobil seperti ini.
Kau tidak mau menghasilkan uang? Kau harusnya senang aku datang.
- Kau sangat bodoh. - Panggil The Duke.
Bawa mobil itu keluar dari sini sebelum dia kembali.
Apa?
- Santai, telepon saja dia. - Kau pikir begitu?
Apa kau sedang mengumpulkan bekas luka atau apa? Tutup gerbangnya.
- Ini akan jadi masalahmu, kawan. - Ya, terserahlah.
- Apa yang sedang kau lakukan? - Apa maksudmu?
Mobil ini tidak berguna bagi kita.
Apa yang harus kita lakukan dengan ini?
Siapa yang mau mobil seperti ini, ya kan? Jangan serakah. Kau punya lagi?
Bukan itu maksudku.
- Kau punya lagi? - Tidak.
Kawan, kau sudah gila.
No comments yet. Be the first to leave one.