The first 200 lines.
Saatnya berangkat.
Baik, Polisi. Aku akan mengambil alih dari sini.
Kau sibuk, James, 48 jam terakhir ini.
Kami sudah mengawasimu.
Siapa kau? Polisi?
Kau lebih suka bicara dengan mereka?
Aku yakin Petugas Scotland akan sangat bersedia mengakomodasimu.
Kalau begitu, kurasa kau terjebak dengan kami.
Aku ingin melihatnya.
Layanan darurat terlambat datang.
Ryan tidak lagi bersama kami.
Dia sudah tak terjangkau saat kami tiba.
Silakan manfaatkan waktu yang kau butuhkan,
tapi kami perlu tahu semua yang terjadi dari awal.
Kurasa itu semua dimulai dari dua tahun lalu.
Setahun terakhir ini luar biasa, Ryan, ya?
Bisa dibilang, kau memulihkan keyakinanku dalam mengajar.
Kau banyak mengingatkanku pada diriku sendiri, sungguh.
Kita sama, kau dan aku.
Kau suka bermain, dan kau bermain untuk menang.
Cuma itu yang ada.
Itu bisnis sebenarnya. Itu permainan.
Sayang sekali gelar tidak akan membantuku.
Kau tidak bisa mengandalkan diri sendiri lebih dari gelar, Ryan.
Nilaimu yang terbaik yang pernah ada dalam waktu lama.
Dan kau menghasilkan lebih banyak uang, begitu kudengar.
Jangan percaya semua yang kau dengar.
Masih banyak lagi ingin aku tawarkan padamu.
Aku ingin memberimu penawaran.
Kau mendapatkan gelarmu, dan dalam dua tahun,
aku ingin menawarkanmu magang khusus di salah satu bisnisku.
Pertama, raih gelarmu.
Lalu, kita akan melihat bagaimana kita bisa bersama.
Bagaimana?
Tidak.
Investasi terakhir yang kubuat gagal.
Aku kehilangan segalanya.
Tidak mampu lagi bayar biaya kuliah, jadi aku bukan lagi mahasiswa di sini.
Sampai jumpa, Profesor.
Ryan.
Ryan!
Jadi, bagaimana hasilnya?
Astaga.
Bagaimana kau kehilangan semuanya dalam semalam?
Kau mau apa sekarang? Kau mau minta pinjaman?
"Kami dengan menyesal memberitahumu jika aplikasi pinjamanmu telah ditolak."
Kau punya teman yang bisa meminjamkan uang?
Kau orang paling terdekatku, dan aku bahkan tidak suka kau.
Pasti ada sesuatu yang bisa kau lakukan.
Bagaimana dengan Profesor Simmons?
Tidak mungkin.
Semua dana yang tersedia telah diambil.
Tidak ada yang bisa membantuku.
Kau terlambat.
Sepertinya tidak banyak yang kulewatkan. Di mana dia?
Dia tidak akan datang hari ini.
Kalau begitu, kau bisa memberitahu dia jika kita akan menjadwal ulang.
Dan lain kali, tolong jangan buang waktuku.
Katamu kau ingin keluar.
Dia ingin membelinya darimu. / Serius?
Ini bukan lelucon bodohnya, bukan? / Tidak.
Kau tetap di pendirianmu, seperti yang kau katakan.
Jadi, dia bersedia menawarkan harga.
Berapa?
Setengah dari nilai pasar saat ini.
Setengah. Kenapa aku harus puas dengan setengahnya
saat aku bisa mendapatkan jumlah penuh dengan menjualnya sebagai bar?
Kau tidak mengira harga akan terpengaruh
jika orang tahu untuk apa tempat ini digunakan?
Jangan berpura-pura kau akan melepaskannya
karena kalian yang akan berakhir di penjara.
Masih memainkan kartu tidak bersalah, begitu?
Kau tahu untuk apa tempat ini digunakan, tapi kau memilih untuk mengabaikannya.
Aku tidak melihat apa-apa.
Sungguh menakjubkan yang tidak dilihat orang
saat ada uang terlibat. / Aku tidak bodoh.
Aku tahu berapa banyak dia hasilkan di sini dan dia bisa apa.
Mobil van yang terus masuk pada dini hari?
Aku tidak harus menutup tempat ini.
Kau berutang padaku.
Kau benar.
Tanpamu, kami tidak akan punya semua yang kami miliki di sini hari ini.
Jadi, kau akan memberitahu dia aku ingin harga penuh.
Jika tidak, aku menjual tempat ini kepada orang lain,
dan kalian bisa mengepak barang kalian.
Akhir-akhir ini aku sering berpikir
tentang bagaimana aku telah berubah, terutama sejak lulus.
Kupikir aku akan terus melakukan hal-hal hebat, tapi...
Sudah dua tahun sejak kulihat saudaraku.
Dengan caraku pergi,
aku tidak tahu masalah macam apa yang dia alami.
Aku berharap bisa mengulangnya kembali.
Aku tidak peduli saat itu.
Aku dulu ingin menjalani hidupku sepenuhnya.
Aku cuma berharap aku bisa minta maaf.
Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi.
Waktu habis. Kembali bekerja.
Senang bicara denganmu.
Harus kuakui, aku terkejut saat kau mengirimiku pesan.
Aku pikir... / Kau pikir apa?
Aku mengharapkan yang terburuk.
Kau tidak salah.
Senang tahu kau tidak berbaring di selokan di suatu tempat, setidaknya.
Aku pernah begitu, melakukan itu.
Ryan, ayolah. Tidak mungkin seburuk itu, tentu.
Jadi, kau bicara sesuatu tentang butuh bantuanku.
Apa itu? / Pekerjaanku.
Saat ini, aku telah melakukannya sendiri, tapi...
Semua berbeda, dan...
Kini aku tidak terlalu yakin.
Baik. Melakukan apa?
Aku tidak bisa memberitahumu.
Aku harus menunjukkan padamu.
Apapun yang kau butuhkan. Di mana itu?
Aku belum tahu.
Baik. Kapan itu?
Aku tidak tahu.
Kau tidak tahu banyak tentang pekerjaan ini, ya?
Yakin kau dapat pekerjaannya?
Aku harus menunggu SMS.
Tak apa. Aku kekurangan uang akhir-akhir ini.
Mungkin aku bisa menginap di tempatmu.
Aku bisa pakai sofa, jika tidak keberatan.
Terserah. / Ya.
Dan aku tidak lupa, aku cuma tidak tahu harus mengirimnya ke mana.
Aku membelikanmu hadiah ulang tahun untuk minggu lalu.
Aku memanggilmu kemari karena aku butuh bantuan untuk pekerjaanku.
Cuma itu. Aku tidak ingin tahu apa-apa kehidupan pribadimu.
Aku tidak ingin bermain jadi keluarga bahagia.
Dan aku tidak ingin yang berhasil kau beli sehari
yang bahkan kau tidak ada.
Kenapa dia terlihat sangat membencimu?
Beberapa tahun lalu, aku dan Ryan mendapatkan sejumlah uang warisan.
Kampus sepertinya ide bagus untuk kami berdua.
Aku membayar biaya di muka. Tapi Ryan...
Dia mencicil dan menginvestasikan uangnya.
Tampaknya sangat berisiko bagi seseorang tanpa pengalaman apapun.
Tidak juga.
Dia tumbuh cukup dekat dengan salah satu profesor.
Mereka bicara sepanjang waktu, bermain game, mengerjakan teka-teki.
Ryan menghasilkan banyak uang dengan profesor.
Jadi, kau berselisih karena kesuksesan Ryan?
Tidak juga. Aku meminjam uang Ryan, di mana dia punya banyak uang.
Kupikir dia tidak sadar, tapi saat investasinya gagal,
dia mengetahuinya dan dia membenciku karena itu sejak saat itu.
Jadi, apa yang harus dilakukan di London sambil menunggu SMS ini?
Ada museum sejarah alam.
Aku ogah ke tengkorak jika kau tak keberatan.
Saat aku sedang makan siang. / Entahlah.
Aku cukup suka melihat tengkorak manusia prasejarah.
Hobi?
Iri.
Aku tidak akan terlalu iri pada mereka. Mereka mati.
Ya. Tapi pikirkan tentang bagaimana mereka mati.
Tidak terhubung ke mesin dengan pikiran kematian yang melekat di benak mereka.
Tidak, mereka mati dalam panasnya konflik.
Adrenalin mengalir deras di tubuh mereka.
Aku akan lebih memilih itu daripada ranjang di rumah sakit kapan saja.
Ya. Jangan terlalu bersemangat.
Aku cuma menyewa lantai atas, tapi ada kamar cadangan.
Yakin kau mendapatkan tempat yang tepat?
Itu intinya, kurasa.
Itu tepat di mana tidak ada yang berpikir untuk melihat.
Tapi kami belum bisa masuk. Tidak sampai semua orang pergi.
Jadi, bagaimana tepatnya ini menghasilkan uang bagimu?
Kami akan mencari tahu.
Jika kau mau mencuri sesuatu... / Aku tidak mencuri apapun.
Tidak sepertimu, aku tidak mengambil barang yang bukan milikku.
Kau masih mengungkit itu?
Jika aku masih punya uang itu, aku bisa melanjutkan hidup.
Tapi kau akan kehilangan lebih banyak lagi.
Jadi, itu menjadikannya milikmu, bukan?
Itu maksudmu? / Tidak. Aku tidak mengatakan itu.
Aku tidak akan putus kuliah.
Uang itu akan membuatku bertahan setidaknya selama enam bulan lagi.
Kau ingin aku bagaimana? Aku sudah meminta maaf.
Berapa kali aku bisa mengatakan aku minta maaf?
Kuhabiskan uangnya. Andai punya, aku akan memberikannya padamu.
Kau ingin bagaimana?
Kau bisa mulai dengan mengawasi saat aku masuk.
Ryan, sudah dua tahun.
Setelah sekian lama, cuma aku orang yang dapat kau hubungi?
Kau masih mengasingkan diri.
Kau tidak punya teman.
Kau ini psikiater?
Aku berharap sesuatu akan berubah, kurasa.
Aku ikut.
Apa yang kau lihat? / Terowongan.
Terowongan?
Aku akan masuk lebih jauh, tapi aku mungkin kehilangan sinyal.
Ryan? Ada orang datang.
Lakukan saja yang perlu kau lakukan dan keluar.
Mereka polisi.
Ryan, lakukan saja apa yang perlu kau lakukan dan keluar.
Baik, kau sungguh harus mulai menjelaskan apa yang terjadi.
Ada apa di belakang sana?
Kau ingin menjadi bagian dari ini.
Aku senang membantu dengan cara apapun yang aku bisa,
tapi aku perlu tahu apa yang terjadi terlebih dahulu.
Semua dimulai beberapa waktu lalu saat aku menjadi tunawisma.
No comments yet. Be the first to leave one.