Alfred Hitchcock Presents

Alfred Hitchcock Presents

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Hitchcock Presents S01E07 Breakdown DVDRip DD2 x264-HANDJOB
A Commentary by Chyrus

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
x264
TS
Published on: 2020-03-15
Downloads: 50
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 195 lines.

Selamat malam.

Aku lagi baca cerita misteri. Aku merasa ini sangat menenangkan.

Ini membuatku berhenti memikirkan pekerjaanku.

Buku-buku kecil ini bagus sekali, tentu saja.

Ini tak pernah bisa gantikan buku-buku sampul keras.

Ini hanya sebagus buat bacaan...

tapi ini jadi penahan pintu yang buruk sekali.

Cerita malam ini oleh Louis Pollock...

cerita yang ditampilkan dalam koleksi ini.

Kupikir kalian akan mendapati ini mengejutkan sebagaimana mestinya...

tapi seperti rangkaian film kami sebelumnya, ini lebih dari sekedar hiburan.

Pada setiap cerita kami, kami berusaha keras mengajarkan sebuah pelajaran atau menunjukkan sedikit moral.

Nasihat seperti yang ibu selalu berikan, kalian tahu.

Berjalanlah dengan pelan, tapi bawa pentungan besar.

Hantam dulu dan ajukan pertanyaan kemudian.

Yang seperti itu.

Cerita malam ini menceritakan tentang seorang raja bisnis...

yang akan berikan kalian sesuatu untuk direnungkan bila kalian pernah berikan seorang karyawan pemecatan.

Atau kalian berniat begitu.

Kalian akan saksikan habis cerita sponsor, yang mana seperti kami...

juga berusaha keras mengajarkan sedikit pelajaran atau menunjukkan sedikit moral.

Chyrus Collection

Terus terang sekali...

kupikir ada sedikit sekali peluang buat kami tertarik pada proyek ini...

kecuali aspek baru yang telah kau sebutkan...

secara drastis mengubah gambarannya.

Akan tetapi, aku akan senang bahas ini denganmu lagi waktu aku balik ke New York.

Aku akan berkendara kembali kali ini, makanya aku tak ada di sana sampai Kamis, tanggal 17.

- Kau bisa kunjungiku minggu berikutnya di kantorku. - Halo.

- Ya, dia di sini. - Secara mendalam, dll, dll, dll.

Panggilan jarak jauh buatmu. Kantormu di New York.

Terima kasih.

Halo. Ya, ini dia.

Oh, halo, Hubka. Tahan.

Itu saja. Aku mampir ke mejamu untuk menandatanganinya nanti.

- Ya, pak. - Ed.

Rokok.

Bicaralah, Hubka.

Aku sudah jelaskan itu di suratku.

Kau belum terima suratku?

Ya, Mr. Callew. Aku pegang ini di sini.

Tapi ini dikatakan aku menolak menyesuaikan dengan rencana penjualan baru Mr. Merling.

Benar.

Tapi penjualan tak ada kaitannya dengan laporan, Mr. Callew.

Aku bisa buat grafik hasil dari segala penjualan.

Ini sungguh tak bisa dipahami.

Itu mungkin tak bisa dipahami olehmu, Hubka, tapi aku takut itu tergantung Mr. Merling.

Tapi, Mr. Callew, entahlah...

Apa yang harus aku lakukan? Ini begitu mendadak. Dan tak diduga.

Aku tak bisa... aku tak bisa...

Ya ampun, bung, kau takkan dikirim ke Siberia.

Kau dapat pesangon bayaran enam bulan, dan ada pekerjaan lainnya.

Tidak. Tidak, Mr. Callew.

Tak ada untukku.

Anda tak mengerti...

mengingat bertahun-tahun perusahaan ini...

ini seolah seperti bisnis kami sendiri.

Seluruh keluargaku, bahkan anak-anak, merasa mereka memilikinya...

dan ini buat mereka.

Aku sungguh tak bisa pulang lalu bertemu mereka kalau ini benar.

- Dengar, Hubka... - Anda tak mengerti?

Ini mengecewakan. Ini ketiba-tibaan.

Jika hal seperti ini bisa terjadi...

berarti aku tak bisa yakin terhadap apa saja.

Apa saja.

Ini yang terakhir...

hal paling terakhir yang kupikir bisa terjadi, Mr. Callew.

Mr. Callew?

Operator...

Operator, kami terputus.

Operator, operator, kami terputus.

Kami terputus.

Bisa kau bayangkan itu? Dia menangis.

Aku dengar dia.

Aku benci kelemahan semacam itu.

Apa yang kau harapkan, bersorak tiga kali?

Mengingat, penjualan produk baru saja berhenti dari seseorang di seluruh dunia.

Dia tak harus menangisi hal itu.

Kau harusnya tunjukkan sedikit pengendalian atas emosimu.

Aku rasa begitu, dengan alasan.

Tapi itu sungguh bukan ide bagus berusaha mengendalikannya melebihi titik tertentu.

Dia bisa selamatkan dirinya dari sesuatu yang lebih buruk karena kehilangan kendali emosinya sekarang.

Selamatkan dirinya dari apa?

Oh, entahlah. Mungkin dari membunuh dirinya sendiri.

Mungkin dari membencimu.

Mungkin juga dari usaha untuk membunuhmu.

Bisa kita menangkap marlin sore ini?

Aku rasa begitu.

Kalau ikannya kabur, aku bisa tetap di sini sampai besok.

Kau sungguh tak bisa duduk di pantai dan rileks?

Aku bisa gila berusaha tak melakukan apa-apa tapi nol.

Jalan memutar.

- Ayo, ayo. - Cepat, cepat.

Bawa ke sana.

Ayo, masukkan ke truk.

- Cepat, cepat. - Bawa ke sana.

Ini apa?

Kenapa semuanya begitu kabur?

Ini seperti...

Seperti debu di mataku.

Bagaimana ini mungkin?

Hey, aku tak bisa menutupnya.

Aku tak bisa...

Aku tak bisa bergerak. Apa saja.

Aku tak bisa merasakan. Ini...aku lumpuh.

Tapi mungkin, mungkin bila aku konsentrasi...

Tidak.

Tidak.

Tidak, itu sia-sia. Aku tak bisa bergerak.

Aku...

Tunggu sebentar. Tunggu sebentar sekarang.

Tak ada gunanya untuk berusaha keras.

Aku masih hidup setidaknya. Dan aku tak merasakan sakit.

Ada sedikit perasaan tekanan di atas dadaku.

Atau di dalam, atau apa.

Kepalaku terasa agak...

miring ke belakang sedikit juga, entah bagaimana.

Tapi tak ada rasa sakit.

Dan tak ada gunanya mengkhawatirkan ada apa denganku sekarang.

Aku akan cari tahu begitu mereka membawaku pergi dari sini.

Itu tak mungkin lama. Ada yang bakal datang segera.

Jadi aku hanya akan berbaring dan menunggu.

Itu saja yang bisa kulakukan.

Setidaknya aku bisa melihat.

Beruntung aku tak memandang tepat ke arah matahari.

Begitu tenang.

Aku tuli?

Tidak. Tidak, aku bisa dengar.

Suara burung-burung itu.

Sungguh tenang.

Sangat tenang.

Mana semua orang?

Itu pasti telah menewaskan penjaga tapi tidak para tahanan, semuanya.

Mungkin mereka pergi cari pertolongan. Kemungkinan hanya kabur.

Ada yang bakal datang tak lama lagi.

Mengingat, ini jalan memutar di jalan besar utama.

Tapi bagaimana jika mereka buka jalan besarnya tepat setelah aku dilewati?

Bagaimana jika aku yang terakhir di jalan memutar ini?

Berarti itu mungkin saja.

Tidak, ini terlalu fantastis.

Aman. Tak ada siapa-siapa di sini.

Sepertinya tak ada yang selamat.

Ya, ayo. Mari cepat-cepat lalu pergi dari sini.

Mereka ditabrak dengan keras.

Bagus. Itu tidak lama.

- Dia juga. - Ya.

Aku pasti terlihat sangat parah.

Sebaiknya kita mulai. Kita mungkin tak punya banyak waktu.

- Ini. Keluarkan perkakasnya dari bagasi. - Baik.

Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka tak memindahkanku?

Oh, ada hubungannya dengan mobil untuk mengeluarkanku, aku rasa.

Hey, jangan nyalakan itu. Kau tak cium bau bensin itu?

Astaga, ya. Aku tak pernah terpikirkan.

Mau membakar semuanya?

Bakar. Ada sebuah pemikiran.

Apa yang akan terjadi kalau mereka membakarku?

Akankah aku hanya, karena kondisi tertentu kehilangan kesadaran?

Apa yang mereka lakukan? Kenapa harus butuh waktu begitu lama?

- Pelan-pelan. - Oke. Itu bagus.

Hey, bagaimana kalian di belakang sana?

- Oke, bagaimana kau? - Aku hampir selesai.

Itu siapa?

Seseorang.

Kenapa dia tak berbuat sesuatu, mengatakan sesuatu?

Ini gila. Aku tak mengerti. Mungkin mereka tak tahu aku masih hidup.

Mungkin mereka hanya datang karena mobilnya, tapi dengan apa?

Aku tak dengar suara mobil waktu mereka sampai. Mereka pasti datang dengan jalan kaki.

- Kau sudah selesai? - Hampir. Tunggu aku keluarkan koper-koper ini.

Mereka tidak datang untuk menolong. Mereka sebenarnya kemari untuk menjarah, untuk melucuti mobilnya.

Mereka tinggal dekat sini lalu mendengar suara tabrakan.

Ayo. Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum ada yang datang.

- Baik. - Ini kami datang.

Mereka pergi.

Kenapa mereka tak memeriksaku? Mereka harusnya mengecek.

Tidakkah mereka juga ingin tahu apa aku masih hidup?

Mereka bisa menelepon buat pertolongan dan tetap memiliki barang curian itu.

Tak ada yang akan tahu. Aku takkan peduli.

Tak ada yang salah dengan idemu selain tak memilikinya cukup cepat.

Itu pakaian-pakaiannya.

Kita lihat-lihat sekitar.

Sekarang apa?

Itu siapa? Mereka kembali?

- Tak ada yang tersisa. Mereka ambil semuanya. - Jelas mereka mengambilnya.

Oh, orang lain.

Tapi siapa?

Lihatlah orang malang ini.

Setirnya benar-benar buat dia terjepit, huh?

Ya, mematahkan lehernya juga.

- Hey, menurutmu dia masih hidup? - Tidak.

Kalau kita punya cermin, kita bisa tahu.

Tinggal memegangnya di depan mulutnya lalu cari tahu apa cerminnya keruh.

Kenapa mereka tak tinggal merasakan debar jantungku?

- Mari keluarkan dia dari sini. - Ya.

Ya, keluarkan aku. Dengarkan jantungku. Kalian akan tahu.

Ayo, masuk ke dalam di sebelahku.

Alfred Hitchcock Presents subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left