The first 193 lines.
(WASTU ATAS KLAN SHINJO RUMAH BARU GENGO)
Jadi, kau masih menyimpan ini?
Kupikir ini masih bisa digunakan.
Ini tidak dibutuhkan lagi.
Aku tidak membutuhkannya sekarang.
Ini tidak cocok lagi untukku.
Begitu rupanya.
Pertama, kita harus menemukan Penghancur, Pembawa Bendera,
dan Analis Angin.
Sejujurnya…
aku tidak terlalu familier dengan ketiga peran itu.
Orang seperti apa yang harus kita cari?
Kau bahkan tidak tahu itu?
Yang paling mudah ditemukan
adalah Penghancur.
Penghancur menggunakan senjata untuk menghancurkan gedung.
Pria berotot yang paling cocok.
Berotot…
Berikutnya adalah Pembawa Bendera.
Pembawa Bendera yang naik
ke atap lebih dahulu dan menunjukkan target
harus berani menghadapi api
dan sangat lincah.
Begitu rupanya.
Selain itu,
kita tidak bisa mengabaikan Analis Angin.
Angin di Edo tidak terduga.
Kita harus membaca aliran angin dengan tepat.
Sederhananya, dia seperti ahli strategi di lokasi kebakaran.
Aku memikirkan seseorang untuk itu.
Kita bisa mencarinya nanti.
Kalau begitu, kita harus memprioritaskan menemukan Penghancur.
Benar.
Mari berpencar dan bertanya-tanya.
Ya.
Menemukannya tidak akan semudah itu.
Itu Dategasaki.
Dategasaki.
Dia keren sekali.
Pesumo?
Aku belum pernah melihatnya.
Kau tak mengenalnya?
Dia yang paling mungkin dipromosikan menjadi Ozeki sekarang.
Moriemon Dategasaki.
Kurasa aku pernah melihat pesumo itu di suatu tempat.
Turnamen sumo penggalangan dana juga akan diadakan di Kuil Shiba Dajingu besok.
Datanglah dan menonton.
Hei.
Di pertandingan kemarin,
terima kasih sudah mengurus pesumo kami.
Maafkan aku.
Aku memukul terlalu keras.
Kau hanya tahu cara menang dengan serangan telapak tangan.
Kau bangga dengan dirimu?
Apa katamu?
Cukup!
Simpan saja semangat juangmu untuk pertandingan besok.
Sekali lagi, Kojinyama melindungimu.
Berengsek!
Baiklah, sudah cukup.
Semua orang…
menyaksikan.
Bagaimana bocah ini
bisa punya cengkeraman sekuat ini?
Semuanya, aku menantikan pertandingan besok.
Kenapa kau tidak berhenti sekarang?
Benar juga.
Itu "Kojinyama" Torajiro.
Pak Kepala, bukankah pesumo cocok untuk peran Penghancur?
Sudah kuduga kau akan bilang begitu.
Tidak mungkin pesumo menjadi petugas damkar,
belum lagi perbedaan penghasilannya.
Kalau begitu, tidak ada gunanya pergi ke Kuil Shiba Daijingu besok.
Tidak, kita bisa pergi.
Itu tidak terduga.
Aku tidak tahu kau ingin menonton pertandingan Dategasaki.
Tidak.
Aku tertarik dengan Kojinyama.
Kojinyama?
Orang yang melerai pertengkaran?
Dahulu sekali…
aku pernah melihatnya bertarung.
Dia seperti orang yang berbeda saat itu.
Lagi pula, ini sudah delapan tahun.
Mungkin banyak yang terjadi.
Aku juga berhenti menjadi petugas damkar…
Kenapa kau berhenti menjadi petugas damkar?
Dibandingkan alasanku berhenti,
alasanmu menjadi petugas damkar lebih penting, bukan?
Kau benar.
Kalau begitu,
aku harus pergi, jadi, permisi.
Begitu rupanya.
Jangan pergi ke toko-toko aneh.
Tidak akan.
Lebih baik kau tidak melihat.
Ayah.
Kenapa menjadi seperti ini?
Ini semua salah Ayah.
Aku dipaksa menjadi petugas damkar yang tidak kuinginkan.
Apa…
Apa alasanku menjadi
petugas damkar?
Itu Kojinyama!
Lawannya cukup kecil.
Lutut kirinya…
Apa dia cedera?
Meski begitu, dengan perbedaan fisik yang besar,
Kojinyama seharusnya masih unggul.
Peringkatnya juga lebih tinggi.
Kedua tangan di tanah!
Kerahkan seluruh kemampuanmu!
Masih ada ruang…
Kita punya pemenang.
Tidak mungkin.
Pesumo kecil itu selamat dari serangan kuat itu.
Saat seseorang terpuruk,
tidak ada yang berjalan lancar.
Ini dia, Dategasaki!
Semoga berhasil!
Apa ini pertandingan yang ditakdirkan?
Inotani mungkin kuat,
tapi dia mungkin masih belum sehebat Dategasaki.
Lagi pula, jika menyangkut Dategasaki,
kau tak bisa melupakan serangan telapak tangannya yang dahsyat.
Dia bisa dibilang pesumo terbaik untuk menjadi Penghancur.
Kau tak berpikir untuk merekrut Dategasaki…
Persis seperti yang kau pikirkan, Pak Kepala.
Kedua tangan di tanah!
Kerahkan seluruh kemampuanmu!
Masih ada ruang…
Lengan kanannya tipuan.
Dia menyerang dari kiri!
Sungguh pesumo yang tangguh.
Gaya beraninya sangat populer.
Dia seperti pesumo yang terlahir untuk menjadi petugas damkar.
Baiklah, ayo ke sana.
Ke sana?
Ke mana?
Apa yang terjadi di pertandingan tadi?
Bagaimana jika Inotani terluka?
Orang itu memprovokasiku kemarin,
dan aku terbawa suasana.
Aku tidak akan melarangmu menggunakan serangan telapak tanganmu.
Tapi ini masa kritis bagimu.
Kau tidak boleh menyebabkan kebencian yang tidak perlu.
Bahkan kepala sekte dan yang lainnya…
Omong-omong, ini momen pentingmu
kalah dari Makushita,
dan kau melakukan sumo seperti itu.
Kau benar.
Aku memang tidak berhak menceramahimu.
Kalian…
dua orang yang kemarin.
Aku Shinnosuke Torigoe,
Wakil Kepala Tim Damkar Wilayah Shinjo.
Aku Gengo Matsunaga, Kepala Tim Damkar.
Pemadam kebakaran…
Ada yang bisa kubantu?
Ya, jika aku boleh bertanya,
boleh aku minta cap tangan dari Dategasaki?
Bukankah kau harus menunggu sampai acara ini berakhir?
Aku juga berpikir begitu. Jadi…
Tentu, Kojinyama.
Biarkan mereka masuk.
Terima kasih banyak.
Dategasaki,
ada yang ingin kubahas denganmu.
Seperti kataku,
maukah kau bergabung dengan Tim Damkar?
Aku menolak.
Itu masuk akal.
Tentu saja kau tidak mungkin bisa bergabung.
Tidak mungkin pesumo akan menjadi petugas damkar.
Aku ingin bertanya kenapa kau menjadi petugas damkar.
Bukankah ada pekerjaan lain yang bisa menggunakan kekuatanmu lebih baik?
Maksudmu retorika cerdas itu?
Bukan begitu.
Lupakan saja.
Omong-omong,
mungkin Kojinyama, yang tadi di sini,
tidak akan menjadi pesumo lagi.
Karena dia terlalu lemah?
Kau tidak mau cap tangannya lagi?
Pria itu sama sekali tidak lemah.
Dahulu dia sekuat hantu.
Bahkan aku bukan tandingannya.
Bahkan sekarang, aku masih yakin dia pesumo sejati.
Lalu kenapa…
Lututnya cedera.
Sekitar dua tahun lalu.
Itu karena perkelahian besar dengan petugas damkar.
Dengan petugas damkar…
No comments yet. Be the first to leave one.