Season 1

Release info

Hachi-nan tte S01 BST COMPLETE
A Commentary by MarBot
Bstation retail. Belum disinkron-kan versi manapun. | Open Donasi https://trakteer.id/botg/tip

Tags

other
Published on: 2022-02-08
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 162 lines.

Kalau begitu, semuanya,

mohon bantuannya.

Wooo!

Sihirmu memang berguna ya, Wel.

Kau meratakannya dalam sekejap.

Meski begitu, aku tidak pernah menduga...

sihir Count akan digunakan untuk pengembangan lahan.

Roderich.

Aku pulang, ya.

Tunggu sebentar, Tuan.

Berikutnya sebelah sana.

Eh?

Aku pulang.

Selamat datang!

Kau sudah pulang.

Aku pulang, Elise.

Fiuh.

Ini, silakan.

Terima kasih.

Kau lelah?

Ya...

Hari ini pun aku dipekerjakan dengan keras.

Hubungan kalian seperti terbalik.

Seperti Wel yang bekerja untuk Roderich.

Tuan Wel, budak Roderich.

Yah, meski sudah sukses pun...

pada dasarnya aku hanya pegawai kantoran.

Pegawai kantoran?

Aku mau ganti baju dulu.

Haa...

Hmm?

Memang tidak bisa berubah semudah itu, ya.

Padahal sudah 10 tahun yang lalu...

sejak aku bekerja sebagai pegawai kantoran.

Aku pulang.

Ah...

Ha? Ayo bangun!

Mode masak cepat diaktifkan.

Nasi Anda akan matang dalam 24 menit.

Hidangan simpel di larut malam,

versi iga babi tumis miso.

Tambahkan kecambah lobak.

Hah...

Ah...

Lho?

Iga babinya...?

Huh?

Ah...

Ah...

Hah?

Eh?

Ini di luar negeri?

Yah,

karena upacara pewarisku sudah selesai...

- aku bisa pensiun dengan tenang. - Bahasa Jepang...

Ayah,

tolong jangan bergurau.

Meski begitu, kelihatan nyata sekali...

mimpi ini.

Baiklah.

Ayo kembali ke iga babiku.

Oi!

Apa yang kaulakukan?

Bangun!

Ayo, sapa para undangan.

Eh?

Iga babiku...

Maaf membuat kalian menunggu.

Ini putra bungsuku.

Ah

Ini...

kenyataan?

Apa yang kau katakan?

Ayo, perkenalkan dirimu.

Kau bisa, 'kan?

Perkenal...

Perkenalkan diri?

Ah... eerm...

A-anu...

Kenapa?

Lama tak jumpa, semuanya.

Oh!

Tuan Erich.

Anda sudah besar.

Saya ingin mengucapkan terima kasih...

kepada Anda semua yang sudah datang jauh-jauh hari ini...

demi kakakku, Kurt.

Bersama adikku,

Wendelin von Benno Baumeister,

kami ucapkan terima kasih banyak.

Tadi itu namaku?

Wendelin?

Kalau begitu, boleh kupanggil Wel?

Wel...

Ah, ya, boleh.

Ini.

Terima kasih.

Apa dikelilingi orang dewasa...

membuat kepalamu jadi kosong?

Anu... hari ini adalah...

Um...

Oh...

memang agak rumit untuk anak umur 5 tahun, ya?

Hari ini...

adalah upacara pernikahan Kak Kurt.

Istrinya adalah putri kedua Keksatriaan Mainbach,

Amalie.

Ayah sempat kesulitan mencarikannya pasangan.

Setelah mendapatkan menantu bangsawan...

kini ayah pasti lega.

Bangsawan...

Anu, kalau menantunya adalah seorang bangsawan, berarti...

jangan-jangan keluarga kita juga...

bangsawan?

Jangan-jangan?

Yah, aku paham kenapa kau berkata begitu, sih.

Tapi kita, keluarga Baumeister...

tidak salah lagi, adalah bangsawan.

Keluarga bangsawan...

- Yay! - Sekali lagi!

Tak kusangka akan jadi begini.

Haa...

Tapi paling tidak, bahasanya tidak menjadi masalah.

Dan bisa menyelenggarakan upacara sebesar ini berarti...

mereka bangsawan yang cukup berada.

Menjadi anak ketiga dari keluarga ini...

paling tidak aku tidak akan kekurangan makanan.

Makanan bangsawan sungguh lezat!

Huh?

Kering sekali.

Rasanya seperti air panas...

Hm?

Ada apa, Wendelin?

Tidak.

Tidak ada tambahan untuk sup, oke?

Anu...

Di mana Kak Erich?

Dia baru saja keluar untuk menangkap ikan.

Apa kita sungguh keluarga bangsawan?

Kau bercanda?

Tapi, kemarin kita...

baru saja menyelenggarakan pesta mewah.

Tentu saja.

Di depan para undangan...

tidak mungkin kita memperlihatkan betapa pelitnya kita, 'kan?

Semiskin apa pun kita.

Miskin?

Yah, begitulah harga diri bangsawan.

Hup.

Anu, kalau begitu hidangan bangsawan kemarin...

maksudku, makanan kemarin itu?

Tentu saja itu menu khusus upacara pernikahan.

Mulai hari ini...

kita kembali ke keseharian menyantap roti hitam dan sup hambar.

Mustahil...

Tapi meski miskin, kami tetap bangsawan.

Kak Kurt,

Kak Erich...

kalau aku anak ketiga...

bukankah aku bisa mendapat sedikit keuntungan?

Ah, bagaimana berburunya,

Kak Helmut?

The 8th Son? Are You Kidding Me? subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left