The first 200 lines.
Apa yang kau lakukan sebagai pria sekarat...
Saat kau sudah mengikuti impianmu?
Aku melakukan pertunjukan komedi.
Kanker mengubah perspektif hidupmu.
Walau diberi tahu dia hanya punya masa hidup satu tahun...
Tamu kita menghadapi kabar sedih ini dengan humor dan keberanian.
Kau berjuang sampai tak punya apa-apa.
Dan kemo akan menguras segalanya darimu.
Itu akan membuatmu terkuras secara mental dan emosional...
Lalu kau tetap harus berjuang.
Kau membawakan 1.000 pertunjukan per tahun. Benarkah itu?
Kupikir aku mau jadi hebat, dan rata-rata 3 acara per malam...
Lalu kau harus terus melakukannya walau saat kau tak merasa ingin.
Itu pertunjukan yang banyak.
Mereka memulai sebuah Kick Starter, kini sudah lebih dari 40 ribu dolar.
Komunitas komedi sangat membantu.
Mereka menunjukkan rasa cinta saat kau sangat memerlukannya.
- Di mana itu? - Teragram Ballroom.
Itu... Kau tahu Monty? Kau tak akan tahu, tapi itu di kota.
Butuh banyak langkah kecil untuk mencapai titik ini.
HBO akan menayangkan pertunjukan khususmu.
Kau bohong. Apa kau serius?
Tak ada kanker saat aku di panggung.
Hanya ada aku yang menceritakan leluconku...
Dan itulah momen yang kudalami.
Kita bisa menangani kanker itu sebelumnya dan setelahnya.
Namun, di atas panggung itu, aku bebas kanker.
Hadirin, Quincy Jones.
Astaga. Terima kasih, Semua. Astaga. Perasaan luar biasa.
Ini perasaan luar biasa. Sungguh. Aku merasa baik.
Aku agak lelah karena lari tadi, tapi aku tampak baik. Jadi, masa bodoh.
Benar, 'kan? Astaga.
Tahan dulu tepuk tangannya.
Masih ada sisa waktu satu jam. Setuju?
Tahu tidak? Alasan kita melakukan ini adalah karena aku punya mimpi...
Melakukan pertunjukan lawak tunggal spesial.
Jadi, kami menetapkan target kecil sebesar 5.000.
Karena cinta dan dukungan kalian dan komunitas komedi...
Kami melampaui itu dan mencapai 50 ribu dolar.
Itu besar.
Tapi sekarang aku merasakan tekanan.
Apa kataku?
Kini aku merasa tertekan dan banyak berharap...
Dan aku merasakan tekanan untuk mati.
Itu benar.
Aku tak bisa hidup lebih lama daripada 3 tahun dengan ini. Paham?
Itulah kebenarannya.
Jika kau melampaui targetmu sejauh itu...
Mereka mengharapkan pertunjukan hebat dan peti mati.
Itu harapan mereka.
Aku harus jujur. Aku harus menyampaikannya.
Aku tak bisa jadi Magic Johnson dari kanker. Paham maksudku?
Aku tak bisa. Orang akan berkata, "Apa dia benar-benar sakit?"
Entahlah.
Aku paham acara spesial HBO. Aku memahaminya.
Tapi ini sudah 5 tahun dan kurasa ini sudah waktunya.
Tahun lalu, aku sakit dan tak punya asuransi kesehatan.
Jadi, kulakukan apa yang semua orang lakukan, melihat situs Web MD.
Kulakukan itu dan aku mendiagnosis diriku sendiri.
Kukira itu Penyakit Celiac. Sungguh. Kukira itu Penyakit Celiac.
Biar kuberi tahu betapa leganya aku saat tahu itu kanker.
Aku sangat lega. Aku bisa makan pasta biasa lagi.
Kalian meledekku? Ya, aku baik-baik saja.
Kurasa kalian tak paham sulitnya meminta makanan bebas gluten...
Dengan rupa sepertiku. Kurasa kalian tak memahaminya.
Aku harus bersikap seolah itu transaksi narkoba.
"Hei, pelayan. Dengarlah.
Dengar. Kalian punya pasta bebas gluten di belakang?"
Dia bilang, "Maaf, Pak. Apa kau bilang pasta bebas gluten?"
Kubilang, "Diamlah."
"Kenapa kau? Kau akan membuat kita dihina. Diamlah."
Aku mengidap kanker. Aku tampak baik. Tapi kujalani kemo setiap 3 pekan.
Kulakukan itu besok. Itu pengalaman pahit-manis.
Tapi malam ini, aku akan hidup seperti raja. Itulah yang kurasakan.
Begitulah adanya.
Kau tahu, itu seperti... Menjalani kemo...
Kusadari itu adalah hal terdekat yang dirasakan seorang pria...
Berkaitan dengan seorang wanita yang menjalani kehamilan.
Itu fakta. Kami punya perubahan suasana hati yang sama...
Idaman makanan, logika tak masuk akal yang sama dengan mereka.
Itu benar. Pada kemo terakhir, tahu apa yang kuidamkan?
Aku mengidamkan Flaming Hot Cheetos dan eggnog.
Kau tak bisa dapat eggnog di mana-mana. Kau tahu itu?
Kau tak bisa dapat itu di mana-mana. Kau tak bisa pesan itu secara daring.
Ke mana eggnog pergi? Ke mana itu selama 9 bulan lainnya dalam setahun?
Aku penasaran. Kita punya bahan-bahan yang sama.
Kita punya telur (egg) dan balok kayu . Kita punya semua itu. Paham?
Kadang aku mengidam.
Tempo hari, aku hampir malu perkara ini, aku mengidamkan Tampico.
Semua orang kulit putih kebingungan.
Apa minuman yang dia bicarakan?
Apa itu Tampico? Kuberi tahu kalian, orang kulit putih.
Tampico adalah satu-satunya minuman di dunia...
Yang membuatmu lebih haus daripada sebelum kau minum. Itulah Tampico.
Itu adalah garam rasa jeruk. Kalian sadar itu?
Kau minum dan berpikir, "Aku makin haus saat menghabiskan ini."
Aku ke restoran Subway tempo hari. Aku tetap sederhana.
Aku tak memamerkan uang Jimmy Johnson di sini.
Aku tak akan melakukan itu. Aku tetap sederhana. Subway biasa.
Aku pergi ke Subway, dan tak tahu bagaimana kalian...
Tapi aku menghisap ganja sambil ke Subway demi kue kering mereka.
Itulah alasanku ke sana. Mereka punya kue enak. Setuju, 'kan? Baiklah.
Jadi, aku beli tiga jenis kue. Aku beli tiga. Tahu apa yang kubeli?
Kuberi tahu. Kubeli kacang macadamia keping cokelat putih.
Aku beli keping cokelat, aku beli M&M. Masukkan ke kantung.
Kami ke kasir. Petugas kasir tanya, "Tertarik sesuatu yang lain?"
Kupikir, "Seperti apa? Semua yang kuperlukan ada di kantung ini.
Apa yang yang mungkin kuperlukan?" Katanya, "Bagaimana dengan Flatizza?"
Kubilang, "Apa?"
"Apa itu Flatizza?" Dia jawab, "Itu piza kecil." Kubilang...
"Tapi kalian jarang membuat roti lapis dengan benar.
Jadi, kenapa...
Kenapa kalian mencoba membuat santapan lebih rumit...
Dalam jumlah ruang yang sama?"
Aku punya uang.
Tak sebanyak aktor komedi situasi seperti beberapa temanku, paham?
Tak seperti itu.
Aku sudah lama tak ke Food 4 Less.
Jika kalian tak tahu apa itu Food 4 Less...
Kalian menjalani kehidupan penuh keistimewaan yang tak kupahami.
Akan kuberi tahu apa itu Food 4 Less. Biar kuberi tahu.
Tahu apa itu? Mungkin tidak. Tapi akan kuberi tahu sekarang.
Food 4 Less setara dengan...
Jika bangunan toko kelontong bisa mengeluhkan kekalahan, itulah itu.
Berjalan masuk ke sana seperti ini...
"Terserah, Kawan. Ambil apa pun yang kau perlukan.
Ambil yang kau perlukan." Kasirnya bersantai.
Hanya salah satu pintu geser yang terbuka. Itu sangat aneh.
Aku tahu cara membuat genosida diterima.
Sungguh, aku mendapatkan caranya. Aku punya banyak waktu bebas.
Kita melakukan genosida secara salah selama ini.
Kita melakukannya berdasarkan ras dan agama. Itu tak baik.
Lain kali, kita harus melakukannya berdasarkan tingkat menjengkelkan.
Begitulah adanya. Ya.
Kita harus mengumpulkan semua orang menyebalkan dan singkirkan mereka.
Gadis putih yang terlalu semangat tentang hidangan makanan rempah labu?
Dia harus pergi. Ya, 'kan?
Orang yang menekan-nekan pizanya dengan lap sebelum mereka makan?
Mereka harus pergi.
Siapa pun yang mengucapkan, "Aku suka karya mereka sebelumnya."
Mereka harus pergi.
Memiliki kanker adalah hal asyik.
Aku tak akan... Aku masuk acara Ellen, jadi, aku tak mengeluh.
Memiliki kanker, itu asyik. Kini aku punya 2 alasan andalan dalam hidup.
Alasan ras dan kanker. Itu yang bisa jadi kartu andalanku.
Itu adalah Blackjack.
Itu adalah skor 21. Begitulah caramu bermain, bandar selalu menang.
Aku akan menyampaikan pernyataan kontroversial pada jam ini.
Aku mendukung pernikahan sejenis. Begitulah perasaanku.
Aku tak peduli kalian tepuk tangan atau tidak, tapi aku mendukung itu.
Aku mendukung pernikahan sejenis.
Tapi hanya jika pasangan itu jelek.
Aku tak mendukung dua orang menarik menikah.
Karena seluruh dunia akan kehilangan sedikit harapan.
Siapa anti-harapan? Apa kau anti-harapan? Sudah kuduga tidak.
Saat kulihat pasangan homo jelek berjalan di jalanan, kupikir...
"Tahu tidak? Aku juga suka lagu Macklemore itu.
Kau layak mendapatkan cinta. Kejarlah. Aku mendukungnya."
Tapi jika Eva Mendez dan Scarlet Johansson mengaku lesbian...
Aku pikir, "Bukan itu jalan hidup dari Tuhan. Itu sebuah dosa."
Kita dalam kondisi itu sekarang. Kita melakukannya.
Aku tak suka wanita kulit putih.
Aku tak suka. Akan kuberi tahu alasannya.
Karena saat kau ajak mereka makan sayap ayam...
Mereka tak pernah membersihkan semua daging dari tulangnya. Itu...
Itulah yang membuatku kesal. Aku...
Mereka duduk di sana dan aku pikir, "Sebaiknya dia menghabiskannya."
Semua daging berharga itu terbuang sia-sia.
Kau cantik. Seluruh barisan depan ini menawan. Biar kutanya.
Kau punya media sosial, 'kan? Kau punya Instagram, 'kan?
Gadis mana yang tak memilikinya? Kau punya Instagram?
- Kau suka melakukan swafoto? Ya? - Ya.
Baiklah. Berapa jumlah like yang pernah kau dapat di Instagram?
- Berapa yang pernah kau dapat? - Seribu.
Mereka tampak seperti permainan "pukul tikus got." Mereka muncul.
Mereka seperti ini.
Astaga! Ya!
Mereka akan suka. Sungguh. Ya.
Kau tak melihat apa yang kulihat, tapi kini kau pikir, "Aku percaya."
Seribu like? Astaga. Aku tak akan tahu seperti apa itu.
Aku tak akan tahu. Apa? Seribu like? Itu validasi yang banyak.
Itu validasi yang banyak.
Itu membuktikannya. Media sosial dibuat untuk perempuan.
Pria, kita tak dirancang untuk berhasil dalam dunia itu.
Kita tak bisa melakukannya. Ya, 'kan?
Jika kau pria, lalu kau berswafoto, lalu kau unggah itu di Instagram...
Maka kau harus diseret ke jalanan dan ditembak. Itu yang perlu terjadi.
Begitulah perasaanku tentang itu.
Pria bukanlah pria lagi. Pria bukanlah pria.
Katakan itu pada kakekmu. Jika kau berswafoto, dia akan tertawa.
Dia akan menertawaimu. "Apa itu swafoto? Foto dirimu?
Dasar aneh. Pergi dari sini.
Aku bertarung di Vietnam. Apa kau bercanda?
Kau melakukan swafoto?" Terserah masing-masing orang saja.
Tapi wanita bisa lolos dengan pembunuhan di media sosial.
Kita mengetahuinya. Ini satu contoh. Jika kau tak percaya aku, dengarlah.
Seorang wanita bisa mengunggah foto sebuah kursi kosong...
Dan keterangannya, "Terkadang dalam hidup, kau perlu duduk...
Dan terkadang kau harus membela dirimu."
Dan ucapan norak itu akan dapat 147 like.
No comments yet. Be the first to leave one.