The first 196 lines.
Aku menemukannya! Aku menemukannya!
Itu dia! Aku duluan.
Aku duluan.
- Apa-apaan ini… - Apa…
Jin Seon Mi. Minggir!
Dia menyentuh pohon kita.
Pasti jadi bawa sial.
Ibuku bilang, kalau ada sesuatu yang bawa sial, aku harus melakukan ini.
Hei, hei. Kita main di tempat lain saja.
Oke. Ayo pergi.
Maafkan aku. Karena aku menyentuhmu, anak-anak tidak mau berada di dekatmu lagi.
Hei. Main saja denganku.
Unni, kau memanggilku?
Baumu enak. Mari main denganku.
Sini.
Dia cucuku! Lepaskan!
Putri kecilku, kau baik-baik saja?
Kau bisa saja terluka parah.
Mulai sekarang, harus selalu hati-hati agar kau jangan sampai berdarah.
Nenek, apa aku harus selalu menyembunyikan diri?
Tidak, akan ada seseorang yang datang untuk melindungi putri kecilku.
Sampai saat itu, Seon Mi-ku, kau harus hidup dengan baik dan berani.
Karena orang itu ditakdirkan untuk melindungimu.
Coba lihat.
Kau harus pasang perbannya dengan benar.
Kalau mereka mencium bau darahmu, mereka akan terus berdatangan.
Jadi karena aku ini Sam Jang,
roh jahat akan mencium bau darahku dan terus berdatangan?
Ya.
- Kau juga? - Aku tadinya datang untuk memakan Sam Jang.
Tapi setelah melihat wajahmu, aku terkejut.
Bagaimana mungkin aku bisa memakan orang yang kukenal?
Kalau begitu, terima kasih tadi sudah melindungiku.
Kau kira hubungan kita biasa saja? Hubungan ini membara tak terlupakan selama 25 tahun.
Kau bilang kau tidak sekalipun memikirkanku.
Kau kira itu jujur? Aku hanya berlagak kuat saja.
Mulai saat ini, akan semakin banyak roh jahat yang mengerumuni Sam Jang.
Tidak bisa begini.
Aku tidak mau diganggu, jadi tadinya aku akan mengabaikannya saja.
Tapi sekarang, kurasa aku harus melindungimu.
Ayo kita buat kontrak baru.
Kita lupakan kontrak lama dari 25 tahun lalu dan buat yang baru, yang resmi.
Pertama-tama, kita batalkan dulu kontrak lama kita. Setuju?
Apa? Kita tidak sedang main suit batu, kertas, gunting. Kita mau buat kontrak!
Kau kira selama 25 tahun aku tumbuh besar dengan percuma?
Kau mau menipuku untuk membatalkan kontrak lama, kan?
Kenapa? Kau ingin memakanku juga, tapi karena ada kontrak lama itu kau tidak bisa?
Benar sekali. Di antara para pemangsamu yang agresif itu, akulah predator yang terkuat.
Jin Seon Mi, maksudku, Sam Jang.
Lebih baik kau pilih aku saja untuk memakanmu.
Kalau kau tega memakanku, lakukan saja!
Kau…kau benar-benar ingin aku mencobanya?
Gadis keras kepala.
Anehnya, Sage Agung tidak langsung memakan Sam Jang.
Dia biasanya akan langsung makan kalau dia memang inginkan.
Kurasa mungkin dia merasa bersalah bila memakannya terlalu cepat…
atau ada sesuatu yang membuatnya ragu.
Ada sesuatu.
Apa kau akan benar-benar memakanku kalau kita tidak punya kontrak?
Saat apa yang membuatmu sadar? Padahal aktingku sempurna sekali.
Aku mulai curiga saat kau bersikap baik.
Sayang sekali.
Meskipun aku tidak memanggilmu karena aku tidak tahu namamu,
bagaimana mungkin kau bisa terpikir untuk memakan anak yang dulu kau janjikan untuk kau lindungi?
Seandainya bukan aku, kau pasti akan ditangkap dan dimakan oleh roh jahat lain.
Karena kau adalah Sam Jang.
"Sam Jang." Apa itu sebenarnya?
Apa itu Sam Jang?
Sam Jang adalah manusia berdarah mulia yang telah menerima mandat dari Langit.
Alkisah, sebelum terjadinya pertentangan luar biasa di dunia manusia, dia akan muncul.
Tapi kau bilang gadis yang telah membebaskan Sage Agung adalah Sam Jang?
Sebagai hukuman karena membebaskan Oh Gong,
kudengar dia menerima takdir sebagai Sam Jang.
Tapi sebetulnya, bisa juga dibilang bahwa
aku separuh bertanggung jawab telah mengubah takdirnya.
Jadi, sesuai dengan permintaan Tetua Soo Bo Ri,
apakah kau berniat untuk melindunginya?
Tapi keharuman darah Sam Jang ini
sangatlah menggoda.
Darahnya yang harum membuatku sadar
untuk pertama kalinya setelah seribu tahun, bahwa aku adalah iblis.
Kurasa terlalu berbahaya bila dia ada di dekatku.
Kalau begitu jauhi dia.
Setidaknya aku bisa menolaknya dengan cara bertapa,
tapi bagaimana Sage Agung bisa menolaknya?
Bukankah Son Oh Gong juga iblis?
Kalau dilihat dari semua fakta yang ada, Sage Agung sebetulnya adalah dewa.
Dia mungkin saja ditendang dari Langit, tapi dewa itu jauh di atas iblis.
Kalau kau kesulitan menolaknya, apa aku perlu menangkap Sam Jang ini dan membawanya? Kau ingin memakannya?
Sudahlah. Sudah kubilang padamu aku sedang berlatih pertapaan.
Aku juga, harus mencoba betapa luar--biasanya
menjadi dewa.
Kau boleh pergi.
Kalau begitu Sam Jang itu berbahaya.
Mulai sekarang akan semakin banyak hal yang mengerumunimu dan mencoba menerkammu.
Akan semakin sulit untuk bertahan hidup.
Karena itu aku mengatakan hal ini. Apakah kau tidak bisa merelakan dirimu di kehidupan ini?
- Apa? - Sepertinya dilihat dari standar manusia normal, kehidupanmu di masa ini juga sudah berantakan.
Malah agak menyedihkan karena kau bisa melihat hantu dan tidak punya teman.
Bagaimana kalau kau akhiri saja kehidupanmu yang ini hingga disini saja, dan tunggu kehidupanmu yang berikutnya?
- Apa? - Kalau kau mau mengorbankan kehidupanmu yang sekarang,
dan kontraknya batal, aku akan memakanmu tanpa menyebabkan rasa sakit.
Karena kita sudah saling kenal, bukankah lebih nyaman kalau aku yang melakukannya?
- Apa? - Maksudku,
daripada menunggu ajalmu sambil hidup dengan gelisah tidak tahu kapan dan apa yang akan muncul dan memakanmu,
apakah setelah seminggu atau setengah bulan berada dalam perlindunganku,
maksudku, aku akan memberimu kesempatan untuk memilih kapan kau ingin mengakhiri hidupmu.
Aku tidak mau kesempatan semacam itu.
Aku bukannya baru sehari dua hari bisa melihat hantu. Tidak alasan bagiku untuk merasa gelisah.
Aku tidak akan pernah menyerah dalam kehidupan yang sekarang.
Aku akan terus menua dan hidup hingga semua kulitku berkerut!
Ah, karena kontrak itu, semuanya berantakan.
Tapi, bagaimana dia bisa menjadi Sam Jang?
Apa jadinya kalau aku tertipu kata-katanya yang ingin melindungiku? Bajingan.
Lepaskan. Lepaskan!
Pergi! Pergi! Pergi!
Roh jahat.
Pergi kau!
Kau digigit lagi. Kenapa kau digigit terus? Menjijikan sekali.
Tadi itu apa?
Itu tadi roh jahat yang mencoba memakanmu. Sekarang kau percaya padaku?
Kau sudah gila.
Jadi apa aku bisa beranggapan bahwa kau sudah menyerah di kehidupan ini dan memakanmu?
Jadi ini akhir untukku.
Aku benar-benar terkutuk.
Hal-hal yang buruk selalu menimpaku,
dan semua orang yang kucintai menjadi tidak bahagia.
Jadi aku bisa menerima kalau aku dibunuh oleh pembunuh berantai,
atau mati muda karena kecelakaan mobil.
Tapi pada akhirnya, aku malah dimakan roh jahat seperti ini.
Kau sudah membuat keputusan? Lebih baik kalau aku memakanmu, benar kan?
Aku masih punya kau. Kau bisa terus melindungiku seperti tadi.
Aku hanya melindungi mangsaku.
Tapi kita bahkan membuat kontrak.
Tapi kau tidak tahu namaku.
Tawaranku, pikirkan baik-baik.
Kuberi kau waktu 15 hari, jadi putuskanlah.
Bajingan…
Hei.
Kau harus mengambil payungmu.
Mantel. Jangan menggantungnya di patung bantengku.
Jika sesuatu seperti ini digantung di situ lagi, aku akan membuangnya.
Kenapa kau akan membuang patung itu padahal cocok untuk rak mantel?
Bukan patung banteng berhargaku, tapi mantelmu yang akan kubuang.
Sekali lagi kau gantung di situ, aku akan membakarnya.
Aduh, kenapa kau mau membuang sesuatu yang masih bagus? Kau harus merawat barang untuk hidup dengan baik.
Jadi dengan semangat hidup hemat,
makanya kau menjahit payung robek?
Ini punya Sam Jang. Aku menemukan Sam Jang hari ini.
Begitukah? Aku takkan peduli apakah kau memakannya atau tidak asalkan kau pergi dari rumahku.
Sam Jang adalah gadis kecil itu. Anak yang kau kirim ke Gunung Lima Elemen.
Jadi?
- Kau sudah tahu ini? - Tentu.
Jin Seon Mi anak manusia itu adalah Sam Jang.
Sejak kapan kau tahu?
Jangan-jangan kau tahu anak itu adalah Sam Jang sejak awal dan membuangnya dengan mengirimnya ke Gunung Lima Elemen?
Apa maksudmu?
Karena dia pergi ke sana dan membebaskanmu, dia menjadi Sam Jang.
Sebagai hukuman karena membebaskanmu, dia ditakdirkan menjadi Sam Jang.
Jadi itulah yang terjadi.
Omong-omong, kenapa kau tidak segera memakan Sam Jang?
Mustahil kau membiarkannya hidup untuk membalas kebaikannya. Apa ada alasan lain?
Aku sudah memperbaiki semuanya.
Mungkinkah, kau sebenarnya merasa bersalah padanya sehingga membiarkannya pergi dan tidak memakannya?
- Itu pasti sudah matang sekarang. - Apa itu?
Hei, bau apa ini?
Aku menciptakan saus.
Saus?
Hei, apa mungkin, saus untuk membumbui Sam Jang sebelum dimakan?
Aku harus pergi ke suatu tempat jadi awasi apinya untukku.
Yang perlu kau lakukan hanya mematikan apinya setelah 20 menit dan biarkan tanpa ditutup.
Aku akan kembali.
Jika dia sudah menyiapkan sausnya maka artinya dia pasti hendak memakan gadis itu,
tapi kenapa dia tidak memakannya langsung?
Aduh dinginnya.
Mati! Kenapa aku mati?
Oh, tadi di sini…
Melihat bagaimana dia kembali untuk mencari payungnya, kurasa dia belum menyerah untuk hidup.
Lihat dia. Dia tidak punya rasa takut sedikitpun.
Apa dia tidak berpikir kalau sesuatu akan muncul dari sana?
Jangan berdiri di sana dalam kegelapan. Cepat pergi.
Menyerah atas hidup ini?
Aku pasti akan terus hidup.
Dia benar-benar mangsa yang merepotkan.
Ah, dinginnya.
Jangan datang lagi.
Benar. Aku cuma perlu menemukan namanya.
Dengan titik titik titik karakter di namaku, bahkan Kaisar Giok pun gemetar. Orang seperti itulah aku!
Titik titik titik! Itu nama dengan tiga karakter.
Jangan menyerah. Karena kata pepatah tempat tergelap berada di dasar lampu,
mari sekarang kita mulai dari dasarnya.
Kim Sang Soon.
Lee Jong Mi. Song Joon Seok.
Dia bertingkah dalam cara yang tak bisa kupahami lagi hari ini.
Yoo Yeong Ha.
Presdir.
No comments yet. Be the first to leave one.