The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Perkenalkan Terry Seattle, Divisi Kasus Pembunuhan.
Bagi Terry, setiap hari adalah kasus pembunuhan baru
dan bintang tamu selebritas baru sebagai partnernya.
Tamu hari ini: legenda komedi Conan O'Brien.
Tapi ini rintangannya.
Dia tak diberi naskah.
Dia sama sekali tak tahu apa yang akan terjadi.
Bersama, dia dan Terry akan berimprovisasi melalui kasusnya.
Namun, hanya Conan yang boleh menentukan pembunuhnya.
Jadi bergabunglah dalam perjalanan satu arah mereka
ke Murderville.
Kota besar.
Di mana hanya yang kuat yang bertahan
dan yang kejam berkembang.
Aku baru saja membuat sajak itu.
Biasa saja. Aku bisa lakukan berbagai hal keren.
Namaku Terry Seattle.
Aku detektif pembunuhan senior dan aku jago setengah mati.
Detektif.
Pagi, Bu Kepala.
Senang melihatmu.
Senang melihatmu, semoga keadaanmu baik.
Aku sangat baik. Terima kasih.
Kau harus datang ke rumah dan ambil sisa barangmu.
Itu bukan sekedar barang, Rhonda, itu 17 tahun perkawinan.
Itu PlayStation Dua rusak, majalah Maxim tua,
kuitansi cuci mobil dengan tanda tangan Axl Rose
dan kaus "Bawa Mabuk Aku Pulang".
Jika kau baca satu saja artikel Maxim itu,
kau tahu kalau pria...
Terry, ambil barangmu, atau aku buang semua.
Oke?
Oke.
Jangan cemberut, Detektif. Aku punya hadiah untukmu.
Partner baru.
Janganlah. Ayolah, hidupku sudah cukup kacau
dan aku harus mengasuh anak magang pembunuhan?
Kau tak ingat yang terjadi saat aku mengasuh keponakanmu?
Kemarilah, Conan.
Mendekatlah.
Aku tak suka asumsi boleh seberapa dekat.
Seperti itu boleh.
Terry, perkenalkan partner barumu, Conan O'Brien.
Conan, ini detektif senior Terry Seattle.
Senang berkenalan, Pak. Apa kabar?
Genggamanmu kuat, ya?
- Ya. - Astaga.
MAGANG
- Ya. - Ya, baiklah.
Taruh jarimu di telingamu.
Apa kau bercanda?
Apa aku ulang tahun ke tujuh? Karena kau menyewa badut!
Hanya kau yang tak bisa pertahankan partner.
Ya, karena semuanya bodoh!
Maksudku, lihat orang ini dengan jari di telinga. Ya ampun!
Sebenarnya, jari ini tidak menutup suara dengan baik,
jadi aku bisa dengar "badut", "bodoh".
Terry, laksanakan dengan baik.
Senang bertemu Anda.
Kuberi tahu kau.
Makhluk jahe ini adalah kesalahan terbesar dalam sejarah kepolisian kota!
Jangan tersinggung.
Tak apa.
Kau tampak gugup.
Ini hari pertamaku bekerja dan kau adalah legenda, jadi...
Namamu Terry Seattle, bukan?
Kau lebih banyak membungkuk daripada Tommy Tune.
Oke, referensi yang sedikit ketinggalan jaman menurutku, tapi...
Ikuti aku.
Kantormu bagus.
Cerewet.
Ya. Baiklah.
Detektif senior, Terry Seattle. Dan tidak, aku belum pernah.
Itu pertanyaan pertama.
- Tentunya. - Ya.
Aku menikah di Seattle.
Apa?
Aku menikah di Seattle.
Maksudku, kau sudah menikah?
Ya.
Dengan apa?
Dengan wanita cantik.
Dia tahu?
Mestinya tahu. Mari kita anggap begitu.
Begini, jangan anggap ini masalah pribadi,
tapi aku tak mencari partner baru. Aku pernah memiliki yang terbaik.
Namanya Lori Griffin. Dan ia terbunuh 15 tahun yang lalu.
Dan untuk menghormati Lori Griffin,
mejanya tetap tak tersentuh sama sekali.
Sejak malam itu.
Semua sama seperti saat dia pergi. Catatan kasusnya,
burrito yang belum dia makan,
kelincinya, Gulliver. Aku kangen padanya.
Kau, 'kan, bisa beri dia makan meski pemiliknya tiada.
Tidak sopan untuk menyentuhnya.
Cukup beri makan minum, kelinci bisa hidup...
Tak sopan.
- 40 tahun. - Tak sopan.
Apa yang kau lakukan sebelum ini,
sebelum kau putuskan menjadi detektif? Apa jenis pekerjaanmu?
Aneka rupa. Jadi penghibur beberapa saat. Aku...
Semua itu tak penting sekarang. Siapa peduli.
- Kau baru tanya. - Tapi tak ada yang penting.
Divisi Pembunuhan bukan untuk laki-laki manja
yang takut bibirnya kotor dan celananya basah. Oke?
Aku tak berpendapat begitu.
Karena kau tak tahu tentang bibir kotor, 'kan?
Mungkin bibirmu selalu bersih.
Bibir ini bisa sekotor yang kau mau.
Kena segala macam benda.
Di divisi Pembunuhan, kami lelaki sangar.
Aku sangar. Apa kau sangar?
Dengar,
kau berandal sangar. Semua tahu.
Dan aku mau itu. Aku mau tangan dan bibirku kotor.
Aku mau pecahkan kasus apa pun yang diberikan.
- Terry. - Dia punya modalnya.
Dia punya modal untuk menjadi detektif magang yang tangguh.
Nah, itu kabar baik. Karena telah terjadi pembunuhan.
Apa?
Seorang pesulap tampil di peresmian perpustakaan kota
menggergaji asistennya menjadi dua,
tapi tak bisa menyatukannya kembali.
Bagai kisah Humpty Dumpty.
Kalian segera ke sana.
Sampai nanti Bu Kepala.
Kau siap pecahkan kasus ini?
Ya, aku siap berangkat.
- Ayo kita jalan. - Baik.
Kami naik Dodge Rampage 82 milikku
ke perpustakaan untuk memeriksa TKP.
Saatnya Conan melepas popok pelatihannya
dan mulai BAB di celana, seperti anak baru gede.
Terry Seattle di sini. Tidak masalah.
Kau tak perlu menunjukkan... Kita di TKP, oke?
Kurasa kita harus mencari tahu apa yang terjadi di sini.
- Pak Polisi. - Pak Polisi.
- Aku sudah bilang Pak Polisi. - Baik.
Wah, lihat orang ini.
Hola, Seattle.
Pasti partner baru Terry.
Ya, aku partner barunya, Conan O'Brien. Siapa namamu?
Detektif Darren Phillips. Orang biasa memanggilku Daz.
- Aku tak memanggilmu Daz. - Senang bertemu.
Detektif Phillips, senang juga. Apa yang terjadi?
Berhenti akrab dengan orang ini. Ada apa? Memalukan.
Katakan saja padanya ini TKP kami dan enyahlah.
Hei, ini adalah TKP kami. Kami yang memimpin untuk ini.
Kami mengerti ada pembunuhan.
Korban digergaji menjadi dua saat pertunjukan sulap.
Buat apa memberi tahu dia? Dia petugas.
Aku meninjau fakta dari apa yang kudengar sejauh ini.
Mari lanjutkan. Pak, apa yang bisa kami bantu?
Ada apa di sini?
Pria ini adalah Captivating Keith.
Asistennya yang digergaji menjadi dua.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Asistenku Sarah, dan aku, kami hanya...
kami melakukan rutinitas yang sama seperti selama ini.
Pasti ada seseorang yang masuk dan
mengganti gergaji palsu dengan gergaji asli.
Darahnya. Di sana, di sana, darah. Di mana-mana! Darah!
Apa kau sempat berpikir saat ada darah
seharusnya kau berhenti menggergaji? Apa tak terpikir olehmu?
Mungkin.
Apa kau punya kata aman yang biasa kau pakai?
- Tentu kami punya kata aman. - Baik.
Jika ada yang salah, asistenku seharusnya teriak, "Stop!"
Tapi kudengar cuma, "Keith, kau memotongku jadi dua."
- Kurasa itu bukan kata amannya. - Bukan, itu berbeda.
- Benar, memang bukan. - 'Kan ada aturannya
Kami turut berduka cita.
Terima kasih.
Amber.
Ini Amber King. Forensik.
Senang bertemu.
Detektif Pembunuhan, Raja Koroner...
- Apa? - Apa? Maaf.
Sedang apa kau? Memalukan, kau sangat gugup...
Aku jadi gugup.
Amber,
kami ingin tahu apa yang terjadi di sini. Keadaan jenazah... Meninggal, dugaanku.
Sangat meninggal.
Apa yang kita dapat di sini, Amber?
Mari kutunjukan senjata pembunuhnya.
Sekarang, ini menarik. Tak ada sidik jari.
Tapi, coba tebak apa yang kutemukan di pegangannya.
Jejak saus pedas.
- Saus pedas di pegangan. - Pedas!
Jenazahnya di sana.
Dan kau melawak.
Santai saja.
Jejak saus pedas. Apa kau bisa melacak saus pedas jenis apa?
Belum, tapi kami juga temukan jejak bulu hewan peliharaan.
Kemungkinan hewan kecil.
Menarik.
Apa menurutmu? Anjing beagle yang dendam?
Ada yang lain, Amber?
Apakah sudah melihat kopernya?
No comments yet. Be the first to leave one.