Specials

Release info

Second to Last Love E11 160911 HDTV H264 540p-SS
A Commentary by mois
Enjoy.. please rate if you like! Thank You!!!

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2016-09-16
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau datang.

Kupikir...

kau sedang bertemu Min Joo malam ini.

Jangan bicara.

Tenggorokanmu pasti sakit.

Aku tahu kau mencintainya, tapi...

Siapa, Sang Sik?

Kupikir...

dia menyukai Min Joo.

Bukankah kau pergi ke suatu tempat bersama Jun Woo?

Aku...

ditinggalkan.

Kau ditinggalkan?

Itu layak bagiku.

Apa maksudmu?

Cinta menemukanku setelah sekian lama,

tapi aku tidak bisa jatuh cinta.

Kurasa aku gagal.

Ada apa dengan itu?

Ada apa dengan kegagalan?

Kau bilang dengan mengatakan itu membuatmu merasa lebih baik.

Gunakan waktumu untuk berpikir.

Jangan muncul dengan sebuah kesimpulan...

yang terlalu cepat.

Jun Woo.

Apakah kau telah menunggu lama?

Aku minta maaf karena terlambat.

Tidak apa-apa. Aku minta maaf.

Apa yang seharusnya kulakukan?

Aku tidak ingin...

menyerah baik padamu ataupun Sang Sik.

Sang Sik.

Apakah kau masih akan melarikan diri?

Kenapa kau terus melarikan diri?

Berapa lama kau akan menyembunyikan perasaanmu?

Kita harus bicara.

Darimana aku harus memulai?

Pertama, aku akan mulai dengan...

apa yang ingin kubicarakan denganmu hari ini.

Pertemuan Chef...

Kau bilang itu pesta pasangan, bukan?

Aku tahu kubilang akan pergi,

tapi jujur saja, aku merasa tidak nyaman.

Bukan karena perbedaan usia kita atau apa yang akan dikatakan orang,

tapi karena aku.

Kau bilang bahwa...

kau tidak punya cukup perasaan padaku.

Kau seorang pria yang tampan dan muda.

Aku takkan pernah memiliki orang sepertimu...

sepertimu lagi.

Aku begitu takjub dan bersyukur.

Tapi kupikir...

Aku memulai ini bukan karena aku sungguh menyukaimu,

tapi karena aku hanya kehilangan perasaan...

untuk mencintai seseorang.

Apa yang begitu salah dengan itu?

Aku tidak masalah dengan itu.

Kupikir seharusnya aku tidak melanjutkannya lagi.

Kupikir aku ingin berkencan denganmu...

karena...

pria yang pernah hampir kunikahi.

Orang yang pernah kau bicarakan sebelumnya?

Sudah bertahun-tahun...

sejak dia meninggal.

Kupikir aku telah melupakannya.

Aku akan menunggu.

Jun Woo.

Terkadang aku mungkin telah melewati batas...

saat sedang tenggelam dalam perasaanku.

Tapi jangan pernah menyelinapkan perasaanmu tak peduli seberapa kecilnya.

Aku ingin minta maaf...

jika apa yang kulakukan di depan Sang Sik telah menyinggungmu.

Tapi aku tidak menyesalinya.

Aku serius. Aku melakukannya karena gugup.

Aku takut kehilanganmu.

Aku tak ingin kau meninggalkanku.

Apakah kau tahu mengenai perasaan Sang Sik?

Apa?

Apakah kau masih melarikan diri?

Kenapa kau masih melarikan diri?

Berapa lama kau akan menyembunyikan perasaanmu?

Kenapa...

tidak mengatakannya padaku?

Mengatakan apa?

- Sang Sik. - Kau salah.

Salah?

Aku salah?

Aku tak tahu apakah kau telah mendengar dari Min Joo,

tapi orang yang ingin dia nikahi...

Aku tahu

Aku mengenalnya, juga.

Apa?

Ini

Ini adalah...

Salah satu staf dari proyek ini...

adalah tunangannya Min Joo.

Namanya adalah Eun Ho.

Jang Eun Ho. Kau mengenalnya, juga.

Seperti yang sudah kau ketahui,

Aku adalah orang terakhir yang memegang tangannya...

dalam insiden kebakaran di lokasi syuting itu.

Meskipun akhirnya aku kehilangan genggamannya.

Bagaimana ini bisa...

Bahkan meskipun kami terdesak waktu, seharusnya kami menghentikan syuting.

Aku telah mencoba begitu keras untuk lepas dari perasaan bersalah.

Aku berjuang dan bahkan beralih pekerjaan.

Aku mengambil ujian pegawai negeri.

Bahkan setelah bertahun-tahun...

Sang Sik.

Bohong bila kukatakan bahwa Min Joo tidak menggangguku.

Tapi...

Syukurlah, dia telah...

memilikimu disisinya. Aku begitu bersyukur.

Pasti berat sekali bagimu.

Tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya khawatir padamu.

Aku tidak ingin menjadi canggung denganmu ...

karena aku.

Jangan bilang begitu.

Pasti menyakitkan melihatnya akhir-akhir ini.

Itu saja.

Jadi jangan khawatirkan aku.

Benar-benar tidak perlu.

Sang Sik. Jangan seperti itu.

Aku tahu bagaimana perasaanmu. Bagaimana aku bisa tidak perhatikan?

Aku tahu kau sudah tidak merasakan perasaan ini.

Baiklah.

Aku tahu kau tidak punya pilihan untuk memberitahu hal itu.

Tetap saja, seharusnya kau jangan jadi pengecut.

Pikirkan baik-baik mengenai hal ini.

Aku takut...

kemungkinan akan kehilanganmu...

atau Min Joo karena perasaanku.

tapi aku takkan menjadi pengecut.

Astaga.

Bukankah kau memililki teman atau kekasih?

Sampai kapan kau akan minum sendiri?

Apa salahnya dengan tidak memiliki teman atau kekasih?

Yang mereka bicarakan adalah cinta di televisi.

tapi jika kau berusia lebih dari 40 atau 50,

kau tidak peduli dengan hal itu.

Mereka hanya menontonnya saja...

karena mereka tahu itu takkan terjadi dalam kenyataan.

Kita punya banyak tamu yang datang ke kantor besok.

Pakaian mana yang lebih baik?

Apa maksudmu? Aku masih tertarik dengan kencan dan cinta.

Aku ingin pergi jalan-jalan sambil berpegangan tangan.

Aku lebih peduli tentang...

apa yang akan kulakukan di sisa umurku.

Jika akhirnya keluar dari pekerjaan...

karena kehilangan gairah atau ketidakmampuan.

Apa yang akan kulakukan?

Ini.

Kau seharusnya senang khawatir mengenai hal litu.

Kau hanya bisa khawatir karena kau telah bekerja keras untuk sampai sejauh ini.

Kau telah melakukannya dengan baik...

untuk sampai di tempat kau berada sekarang.

Terima kasih.

Tapi melihat itu...

Aku masih tidak ingin kembali ke masa mudaku.

Kurasa itu berarti aku harus banyak berjuang sepanjang jalan.

- Bersulang. - Tentu.

Bahkan orang dewasapun bisa kesepian.

Tetapi, seseorang seharusnya tidak mencintai karena kesepian.

Kau bisa bergembira dengan dirimu sendiri,

dan begitu banyak hal hebat yang bisa kau lakukan

Aku telah mencoba untuk tidak menjadi pengecut saat tumbuh besar.

Tetapi, aku telah pelajari bahwa terkadang seseorang harus menjadi pengecut...

untuk melindungi apa yang berharga.

Apakah itu cinta...

atau keluarga.

Aku tidak ingin kehilangan sesuatu lagi.

Jun Woo.

Ya?

Aku menyesal kau tak bisa pergi ke pertemuan chef.

Aku bisa pergi lain kali.

Kau harusnya bersenang-senang. Sayang sekali.

Bagaimana kabar Ji Sun?

Dia masih di rumah sakit.

Kuyakin dia akan segera membaik.

Aku merasa sepertinya kaulah yang harusnya menjadi lebih baik.

Kau kelihatan sakit.

Di hari seperti ini...

Ta-da.

Apa ini?

Apakah kau sudah selesai?

Tidak, belum selesai.

Itu hanya pendahuluan saja.

Ini luar biasa.

Aku harus menyerahkannya ditempat kerja besok.

Kaulah orang pertama yang melihatnya.

Seharusnya begitu. Aku selalu menjadi pembacamu yang pertama.

Akan kuberi masukan nanti.

Bagaimana kau menemukanku?

Tentu saja...

Aku mendengarnya dari Jun Woo.

Aku iri...

bahwa kau bisa begitu mencintai seseorang.

Entah itu obsesi atau cinta,

kau bisa perhatian pada seseorang melebihi dirimu sendiri.

Apa yang ingin coba kau katakan?

More Indonesian subtitles for Second To Last Love

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left