The first 200 lines.
Lalitha, lihat siapa itu?
Aku tak melihat siapa pun.
Tak ada seorang pun di sini ....
Siapa ...? kau siapa?
jangan ... jangan ... kumohon ...
Begitulah pembunuhan terjadi.
Saat mereka sendirian, si pembunuh secara brutal membunuh mereka.
Pak, perhiasan di kamar tidur dicuri.
Jika motifnya perhiasan, lalu mengapa dia tak mengambil perhiasan Lalitha?
Itu balas dendam pribadi.
Di mana anjing itu?
Tak ada anjing di sini, Pak.
Lalu piring itu?
Anjing itu pasti di dekat sini. Cari!
Pak!
Anjingnya tak mau masuk.
Kenapa anjing itu tak mau masuk?
Pasti takut sesuatu ...
Tunggu sebentar!
Berikan telepon itu.
Pak. Tak ada kartu simnya.
Ini aplikasi 'Dog Taunt'.
Saat aplikasi diaktifkan,
Suara frekuensi tinggi dipancarkan.
Kita tak dapat mendengarnya,
Tapi anjing dapat mendengar dan mereka takut.
Pembunuh menggunakan aplikasi ini untuk mengendalikan anjing.
Dia tahu ada anjing di sini.
Kenapa dia membunuh gadis kecil?
Dia mencekik lehernya.
Dia mungkin melihat pembunuh itu.
Jadi, dengan tergesa-gesa dia....
Dia tak tergesa-gesa
Dia sadar
Kenapa hanya dia yang dicekik?
Ini sangat pribadi.
Inspektur!
Pak.
Panggil semua pengawal yang bertugas tadi malam.
Ya pak.
Ini pengawal yang bertugas semalam.
Kalian berdua bisa pergi.
Tuan bertanya? Pertanyaanmu sudah berakhir
Ayo pergi! Ayo pergi!
Di mana kalian bekerja?
Jalan berikutnya, rumah kedua, Pak.
kau?
Rumah ketiga.
Kalian melihat orang yang mencurigakan tadi malam?
Tidak, kami tak melihatnya.
Mengapa kau menggaruk-garuk kepala?
Kau mabuk?
kau seorang pengawal. Kau tak majikan?
Majikan di luar kota untuk menghadiri pernikahan.
Kau?
Majikan di Singapura.
Selama 3 bulan dalam setahun mereka datang dan tinggal di sini.
Aku mengawasi Keamanan dan Pemeliharaan.
Oh ... Kau mengurus semuanya kan?
Ya pak.
Bagus..
Kau menyewakan tempat itu secara ilegal?
Tidak pak. Bukan seperti itu.
Kekasihmu tak pandai mengambil keuntungan.
Kau tak pakai topi?
Terkadang pak.
Kenapa bajumu kusut?
Aku bertugas malam, Pak.
Masuk Inspektur.
Orang yang melakukan pembunuhan itu....
... adalah Pak Das!
Pak! Pak! Itu bukan Aku...
Enyah!
Pak Rudhran, menurutmu mengapa dia melakukan pembunuhan itu?
Selvi gadis yang sangat kecil.
Dia mengawasinya saat dia pergi ke sekolah.
Suatu hari saat dia sendirian, dia menculiknya dan ...
Dia mencoba berkomunikasi dalam buku hariannya dengan caranya sendiri.
Bagaimana kau yakin dia pembunuhnya?
Selvi berjuang ketika dia mencekik lehernya ...
Seutas benang merah logo topinya tersangkut di antara kuku-kuku jarinya.
Ada juga ponsel dengan aplikasi 'Dog Taunt'.
Efek menggunakan aplikasi untuk mengendalikan anjing.
Jadi, Aku menginterogasi semua pengawal di daerah itu ...
Semua orang memakai topi mereka, kecuali satu. Seharusnya benang merah berasal dari topinya.
Pengawal lainnya kusut seragamnya , karna mereka sedang bertugas malam.
Tapi seragam orang itu masih rapi.
Berdasarkan fakta-fakta itu Aku mengkonfirmasi pembunuhnya.
Kasusmu berikutnya di AS.
Maksudmu? Di USA?
Ya. Putramu Ajay bekerja untuk Microsoft di Seattle kan?
Ya pak.
Rudhran, berapa lama kau akan tinggal tanpa berbicara dengannya?
Sudah sekitar 3 tahun, kan?
Pergilah
Lupakan masa lalu. Pergi dan tinggallah bersama putramu dan perbaiki hubunganmu.
Tapi mengapa, Pak?
Pergilah. Bukan sebagai polisi tapi sebagai ayah.
Hi Ayah!
Selamat datang di AS
Apa kabar?
Bagaimana perjalananmu?
Berikan tasnya.
Tas lainnya?
Di sana.
Ayah, kau duluan. Aku akan bawa tas
Halo Ayah.
Ayah ... masuklah.
Kau menyukai rumah ini?
Itu semua sentuhan Alice.
Aku merasa lelah.
Kamarmu di lantai atas.
Ayah, ini kamarmu.
Itu Gunung Rainier.
Itu gunung berapi aktif. Mereka bilang itu bisa meletus kapan saja.
Kau melihat bangunan itu? Itu pusat kota. Kami datang ke sana.
Ketika kau bangun di pagi hari pemandangannya indah.
Ini TVnya ... Jaringan Wi-Fi Lakshmi Illam.
Nama ibu!
Sudah bertahun-tahun sejak Aku melihat foto ini.
Aku akan teruh di ruang tamu.
Kita butuh satu lagi dengan Alice.
Ngantuk?
Tidurlah.
Jika kau lapar, kau bisa ambil makanan atau buah-buahan
Aku akan menemuimu besok pagi.
Hai Rudhran?
Kau ragu-ragu untuk pergi ke Amerika. Bagaimana kehidupan di sana?
Saat kau berdiri di balkon dengan secangkir kopi di pagi hari,
Kau diingatkan akan jalanan yang ramai di India.
Truk Sampah datang tanpa henti pada hari Rabu
Kau tahu betapa bersihnya Truk Sampah?
Truk sampah penting sekarang?
Kau bertemu orang baru?
Ya. Semua orang mengantri untuk menjadi temanku.
Tapi aku lebih suka tinggal dengan putra dan menantuku.
Oh Baik. Akhirnya, kau berbicara dengan Ajay?
Bukan hanya Ajay. Bahkan kulkas berbicara padaku!
Eh !? Lupakan itu...
Bagaimana dengan menantumu?
Kenapa tergesa-gesa? Aku berbicara dengan lemari es.
Membingungkan .... Sedang apa kau sekarang?
Sekarang? Aku akan sarapan.
Oh! Sarapan apa?
Kue beras panas ...
Kari stik drum.
Plus kopi.
Ada apa?
Tak ada. Biji monster kecil tersangkut di gigiku.
Mulut cerdasmu mendaratkanmu di penjara virtual!
Tempat baru ... Orang baru ... hanya karna kau bosan, jangan buat masalah.
Hanya itu yang bisa aku katakan. Hati hati. Sampai jumpa!
Aku merasa kasihan pada Suriah. Kapan semua ini akan berakhir?
Masalah dapat diselesaikan saat orang berpikir secara rasional alih-alih menjadi emosional.
Maaf. Aku rasa mulai sekarang aku akan memasak sendiri.
Ini seperti nasi lemon di India.
Alih-alih sesuatu seperti nasi lemon, Aku berharap aku bisa makan nasi lemon sendiri.
Katakan di mana kita bisa mendapatkan masala dan sayuran. Aku akan pergi membelinya.
Ayah. Silakan dicoba.
Eh! tak ada apa-apa di sini.
Dia mengambil segalanya.
Mereka mengerjaiku?
Pak. Kau berbicara bahasa Tamil?
Aku Bharathidasan.
Orang-orang memanggilku Bharathi.
Aku dari Trichy. Kau?
Aku bekerja di BHEL selama 32 tahun.
Aku datang ke AS setelah itu. Kau?
Kunjungan pertama? Ini yang kedua.
Aku tak pernah mendengar orang berbicara Tamil di sini!
Hanya jika kau memberi kesempatan
Kita pergi?
Aku datang dengan putraku, Ajay.
Dia disana.
Sepertinya ayah dan paman sudah bertemu.
Di sisi lain Ramya.
Kau kenal mereka?
Aku tahu ibunya juga.
Kau sudah memulai shenanigansmu?
Ibu dan ayahku.
Ayah. Kami berdua bekerja di Microsoft
Apa itu kolam mobil?
Kami berdua pergi ke kantor di mobil yang sama.
Mereka juga akan kembali dengan mobil yang sama.
Lihatlah. Dia berteriak karna tak mendapat keripik.
Ayah. Diam. Dia berbicara dengan istrinya.
Hentikan tingkahmu.
Karna itu paman tak suka AS.
kau tak suka AS !?
Tanyakan orang sepertiku yang berpengalaman dalam cara hidup AS.
Orang tua seperti kita punya pekerjaan penuh waktu di sini.
Apa itu?
Pergi jalan-jalan!
Bergabunglah denganku besok.
Ada seorang gadis cantik bernama Brittany di jalan ke-130 ....
Tuhanku. Apa itu?
Aku bilang dia membuat kopi yang enak.
Bersiaplah jam 10 pagi besok.
Aku akan datang tepat jam 10:30 pagi.
Ayah. Maaf paman Ayah akan menemuimu saat aku menjemput Ajay.
No comments yet. Be the first to leave one.