The first 200 lines.
Sebelumnya di Vikings.
Aku tak bisa melihat siapa pun.
Tapi mereka bisa melihat kita.
Kita harus apa sekarang, Bjorn Ironside?
Dua hari lalu kami diserang.
Kita harus bersiap-siap untuk serangan lain.
Kau tawananku, atas ampunanku!
Yang terpikir olehku ialah membunuhmu atau tidak.
Hvitserk tidak waras, dan pemabuk.
Adikku Hvitserk, akan memimpin misi perdagangan di Jalur Sutra.
Mana Hvitserk?
Aku melihat Thora dibakar hidup-hidup.
Di mana-mana, aku melihat Ivar.
Kita harus berurusan dengan saudaraku dahulu.
Dia adalah ancaman nyata bagi kerajaan.
Saudara!
Instagram: @acilibr Twitter: @cilebus Facebook: Acil Ibrahim
-- VIKINGS -- Season 6 Episode 4 - All the Prisoners -
Pangeran Igor,
apa kabar hari ini?
Igor?
Baik-baik saja, Ivar Lumpuh.
Selamat pagi.
Sekarang, pakai bahasaku.
Dengan senang hati, teman cacatku.
Kita bisa berbicara!
Ya, kita bisa berbicara.
Kini kita bisa membahas hal serius dan hal-hal yang penting.
Misalnya?
Misalnya, seperti apa rupa Tuhan?
Hanya ada satu Tuhan, dan Dia mirip Oleg.
Kau tahu siapa dirimu?
Aku tidak mengerti.
Segalanya di sini...
Segalanya di sini milikmu.
- Di ruangan ini? - Tidak, Igor.
Seluruh kota ini, Kiev.
Novgorod juga.
Dan seluruh kawasan Rus.
Tanahnya, langitnya.
Desanya, kotanya, rakyatnya.
Semua itu milikmu.
Kau membuatku tertawa.
Aku tahu betul semua itu milik Oleg.
Aku senang sekarang kita sudah bisa berbicara.
Karena sekarang, aku bisa jelaskan padamu.
Aku bisa menjelaskan bagaimana kau telah dikhianati.
Semua itu bukan milik Oleg.
Oleg bukan Tuhan.
Oleg bukan siapa-siapa, tetapi kau adalah segalanya.
Dan segalanya di sini milikmu.
Ingatlah itu.
-- Penerjemah: Acil Ibrahim -- a.k.a CILEBUS
Kita dikepung.
Kita harus benahi diri lagi.
Aku tak mau kehilangan Valhalla.
Bjorn!
Kami menemukannya di kamp.
Katanya dia ingin bicara denganmu.
Ada apa?
Belum puas mengkhianati kami?
Aku punya pesan dari Raja Olaf.
Dia tidak akan menyerang jika kau setuju menemuinya.
Dia juga bilang semua itu dibatalkan,
jika kau membunuhku.
Bilang pada Raja Olaf aku setuju, tapi ada satu syarat.
Aku ingin melihat sendiri bahwa Raja Harald masih hidup.
Valhalla bisa menunggu.
Seperti yang kalian tahu, ada sekelompok bandit
yang menyerang salah satu desa di sini.
Mungkin akan menyerang kita, jadi kita harus bersiap-siap.
Beberapa dari kalian adalah Gadis Perisai.
Kalian belum lupa cara bertempur.
Mungkin kita bertempur bersama di Tembok Paris,
- kalau kau masih ingat? - Tentu saja, Lagertha.
Pasti kalian masih menyimpan perisai dan senjata kalian.
Kini kita harus bertempur lagi.
Wanita yang lebih banyak daripada pria.
Kalian anak-anak lelaki, bisa menjadi pengintai.
Laporkan kepada kami jika para bandit mendekat.
Anak-anak perempuan menjaga ternak, ya?
Ya, Lagertha.
Kalian para pria. Kalian belum begitu tua.
Kalian masih berguna, 'kan?
Ya, kami bisa.
Bangun perlindungan lebih baik untuk gudang kita.
Anggaplah gudang kita setara dengan emas.
Kita tak bisa hidup tanpanya,
jadi kita harus pertahankan dengan nyawa kita.
Juga, aku mau semua orang pergi ke hutan,
dan memotong kayu untuk merakit busur dan panah.
Tetapi, lakukan dengan cepat. Waktu kita sedikit.
Lagertha, tidak penting apa yang kita lakukan.
Kita tak bisa kalahkan bandit. Kau tahu itu.
Kita semua akan mati.
Ya, kita semua akan mati.
Setidaknya bukan bandit yang membunuh kita.
Ah, Bjorn Ironside.
Silakan duduk.
Buat dirimu nyaman.
Kita bertiga secara aneh dipertemukan lagi.
Takdir bekerja dengan cara yang misterius.
Para Norn yang memberi dan kita pun memercayainya.
Bersulang!
Tadi malam, aku bermimpi.
Di mimpi itu, aku duduk di sebuah ruangan
bersama Raja Harald Finehair dan Raja Bjorn Ironside.
Mungkin semuanya adalah mimpi.
Kita hanyalah arwah dan nantinya lenyap di udara.
Di udara.
Jika kau tak begitu peduli dengan dunia nyata,
mengapa tidak saja kau tinggalkan kerajaan ini
dan pulang dengan pasukanmu?
Percayalah, tidak ada yang bisa kau lakukan...
untuk membuat dirimu penguasa terkenal di sini.
Tidak ada!
Jika tidak ada yang nyata,
kita masih harus bertingkah bahwa itu ada.
Tapi, misteri sekarang adalah...
kalian berdua adalah tawananku.
Memang, Bjorn Ironside, kau masih punya pasukan.
Tapi pasukanmu, aku yakin tak kuat untuk mengalahkanku.
Jika pasukan kami melawan lagi, apa pun hasilnya,
kau akan semakin lemah.
Artinya, kau akan kesulitan pertahankan kerajaan baru ini,
sama halnya dengan usiamu.
Bagaimana pun juga, kau kalah.
Aku akan merenungkan masalah itu,
dan cara mengatasi perbedaan kita.
Aku mulai muak dengan cara berpikir lama ini.
Sementara itu,
Raja Harald, sayangnya, harus kembali ke selmu,
dan kau ke kampmu, di mana kau tetap dikepung.
Dan aku akan membawakan makanan padamu.
Akankah bandit menyerang nanti?
Mereka mungkin tak menyerang sama sekali.
Tapi bagaimana pun juga, kau tak harus takut.
Kau tak harus takut sebab ada dua alasan.
Pertama, karena kami semua akan menjagamu.
Kedua, karena kau adalah seorang Viking.
Putra dan putri prajurit hebat.
Aku tidak takut jika mereka menyerang.
Aku ingin buat ibu dan ayahku bangga kepadaku.
Aku bangga padamu.
Kau juga.
Hvitserk.
Hvitserk, berdiri.
Berdiri, tolong.
Keluar!
Keluar! Cepat.
Halo, Hvitserk.
Aku ingin menemuimu. Ada berita untukmu.
- Berita? Berita apa? - Berita baik.
Aku ingin memberimu tanggung jawab.
Kurasa keluarga kita belum ada yang tahu bakatmu.
Benarkah?
Ya, kau tahu betul.
Jadi...
Aku ingin kau memimpin misi perdagangan di Timur.
Kau akan berkelana di Jalur Sutra,
membuat kesepakatan dagang dan koneksi di sepanjang jalurnya.
Kuharap kau setuju, Hvitserk.
- Aku coba membantumu. - Aku tahu.
Aku akan lebih baik.
Aku akan lebih baik.
Aku takkan mengecewakanmu.
Percayalah padaku.
Terima kasih.
Terima kasih, Kakak.
Sekarang kita punya waktu, Ketill.
Waktu?
Waktunya kau memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi
di Islandia, antara Floki dan warga pemukiman.
Aku ingin tahu keseluruhan ceritanya.
Kebenarannya.
Kau sudah tahu sebagian besarnya.
Kami banyak menderita kesengsaraan dan kesulitan.
Tak ada makanan. Panen pertama kami gagal.
Ada pria keji bernama Eyvind.
Dia menyalahkan Floki atas semua kesengsaraan,
atas semua yang berjalan tidak mulus.
Kami sisanya membangun Kuil Thor.
Eyvind dan keluarganya membakarnya.
Kemudian putra-putranya...
membunuh putraku Thorgrim...
dan putriku yang hamil, Thorunn.
Lalu, kau membalas dendam atas kematian mereka?
Tidak.
Tidak, Floki melarangnya.
Katanya pemukiman takkan bertahan dengan adanya pembunuhan.
Itu tidak benar.
Pada akhirnya kubunuh Eyvind dam semua keluarganya.
Lagi pula, aku seorang Viking.
Itu masalah kehormatan.
Floki adalah seorang pemimpi.
Dia pasti akan merasa hancur atas kerusakan mimpinya,
di mana kau dan Eyvind yang bertanggung jawab.
Tapi, aku masih tak percaya kalau Floki kabur begitu saja.
Pasti seseorang membunuhnya dan sembunyikan mayatnya.
Mungkin kau membunuhnya, Ketill?
No comments yet. Be the first to leave one.