The first 200 lines.
PERSEMBAHAN YANG INDAH UNTUK INSAN TER'INDAH By...: "Decosh XX" =========================== Original English sub by : "Born3o"
Magera...!
Magera...!
Magera...!
Magera...!
Shhht..., Jangan berisik.
Apa yang terjadi pada'mu...?
Tolong jangan...!
Magera...!
Magera...!
Cukup lumayan.
Jenderal.
Mengesankan.
Kau bertarung seperti wanita.
Apa kau bilang, seperti wanita...?
Kau terlihat seperti dipukuli wanita.
Apa sudah kau lihat...?
Yeah, aku sudah lihat.
Mengesankan, "Horace".
Tapi aku bukan pemenangnya.
Tidak perlu ada rasa malu..., untuk suatu kekalahan yang hebat.
Kau terlalu sombong.
Tidak ada masalah dengan kesombongan.
Asalkan berdampingan dengan bakat.
Bagaimana menurut'mu, "Arias"...?
Lihatlah pengaruh'ku disetiap langkah'mu.
Itulah sebabnya aku menjadikan'mu Kapten yang baru.
Maksud'mu...
Iya, aku mempromosikan'mu teman'ku.
Terima kasih, Jenderal.
Brengsek.
Jadi, semua itu benar.
Dan kau bilang itu hanya rumor.
Jika kita semua dilahirkan sebagai pemimpin, maka tidak akan ada seorang pengikut.
Apa kau sependapat, "Horace"...?
Apa aku melewatkan pertandingannya...?
Iya sayang'ku.
"Theodora"..., siapa yang menang...?
Tentu saja aku.
Katakan padanya tentang berita baik itu...!
Berita baik apa itu...?
Aku baru saja dipromosikan menjadi Kapten.
- Selamat...! - Terima kasih.
Baiklah, kalian simpan itu untuk pernikahan nanti.
Maafkan aku "Horace"..., Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan'mu.
Menyinggung perasaan aku...? Kau tahu aku lebih baik dari itu.
Jadi kalian berdua akan menikah.
Iya.
Sebagai pria terbaik aku hanya bisa mengatakan, kau harus menikahi aku.
Apa kalian lapar...?
Ibu'ku mengundang kalian semua untuk acara pesta.
Untuk merayakan pertunangan kami.
Terdengar sangat menyenangkan.
Aku akan datang..., Sampai bertemu kembali "Horace".
Jenderal.
Baguslah, dasar bangsawan sombong.
"Horace"...!
Dia hanya cemburu.
Sudahlah, aku hanya cemburu dengan pakaian jelek Jenderal itu.
Dia terlahir dengan sendok perak di mulutnya.
Aku tidak mengerti, kau begitu dibutakan atas pengabdian'mu pada "Nikos".
Sudah berapa kali kita membicarakan tentang hal ini...?
Mungkin harus beberapa kali lagi hingga kau mendengarkannya.
Alasan apa yang tepat untuk menaklukkan suatu daerah...
.... apa untuk menciptakan suatu kedamaian...?
Jika kau bersedia menyerang "Haon"..., aku akan memberi'mu ribuan.
Jutaan.
Jadi kau beralasan karena tambang emas yang mereka miliki...?
Iya, tentu saja.
Setiap hari mereka menghasilkan lebih.
Penduduk mereka tumbuh makin kaya dan makin kaya.
Sementara kita...
Sementara kita apa...???
Apa kelaparan...?
Apa tidak cukup makanan diatas piring'mu...?
Tidak seperti apa yang kau fikirkan Yang Mulia, Aku tahu bagaimana rasanya menjadi miskin.
Jika kita tidak memperluas daerah jajahan, maka kita akan berakhir disini.
Aku tidak akan menyerang desa itu dan menggulingkan pemimpinnya.
Hanya untuk mencari kekayaaan.
Untuk mengambil hak yang seharusnya bukan milik kita.
Emas itu milik siapa saja yang mau bekerja keras dan berusaha untuk mendapatkannya.
Untuk'mu.
Untuk kita.
Kita harus melakukannya sekarang, disaat kita memiliki kekuatan.
Kekuatan yang kita miliki berasal dari rakyat yang menghormati kita.
Apa hal itu akan berjalan dengan baik.
Untuk apa kita harus mengambil resiko jika kita akan kehilangan segalanya...?
Apa hanya demi kerikil emas itu...?
Siapa diri'mu hingga dapat bicara seperti itu pada'ku sementara kau hanya menikmati tahta'mu.
Dan siapa diri'mu hingga kau berani bicara seperti itu kepada Ratu'mu...?
Maafkan atas kelancangan'ku Yang Mulia.
Pembicaraan ini ditunda.
Pergilah sekarang...!
Dengan senang hati.
Apakah aku mengganggu...?
Sepupu...!
Aah...!
"Iona" Sayang, ambilkan piring...!
Jangan repot-repot "Iona", terima kasih.
"Erasmus".
Malam ini, aku diundang makan oleh Raja dan Ratu.
Tentu saja, hingga kau tidak bersedia makan bersama dengan orang biasa seperti kami.
Ada kabar yang ingin aku sampaikan kepada kalian berdua.
"Theodora" sudah bukan anak kecil lagi kan...?
"Tymek"...!
Tentu saja tidak.
Aku telah menjadi Kapten dari prajurit kerajaan.
- Selamat...! / Terima kasih. - Aku bangga pada'mu, sepupu.
Kau tahu, prajurit membutuhkan seorang pemimpin yang berkualitas seperti diri'mu.
Aku tahu maksud pembicaraan'mu.
Aku sudah cukup tenang dan bahagia disini.
Apa itu tidak indah...?
Hanya dapat tersaingi oleh kecantikan'mu.
"Arias".
Katakan pada'ku.
Apa yang kau fikirkan tentang pernikahan kita...?
Aku tidak memikirkan apapun.
Mengapa kau pertanyakan hal itu...?
Aku tahu tentang nilai seorang pria dari kualitas keahlian dan pendidikannya.
Siapa yang mengatakan hal itu pada'mu, apa " Horace"...?
Mungkin.
Pasti dia orang yang ahli dalam bercinta.
Dan apa keahlian'mu...?
Mencintai'mu sejak pertama kali aku melihat'mu.
Sekitar setahun yang lalu.
Dan aku diberkati oleh Dewa.
Kita tahu hari ini akan datang.
Hari dimana kita akan merebut kembali kekuasaan dan kerajaan kita.
Raja "Demetrius" yang lemah..., dan membawa kita jatuh dalam keputusasaan.
Jika kita tidak bertindak..., maka kita tidak dapat mementukan nasib kita.
Kita harus berjuang bersama..., untuk mengambil apa yang menjadi hak kita.
Hari ini....
Kita tunjukkan kekuatan kita....
Dan aku akan memimpin "Enos" menuju masa depannya.
Ketahuilah, kita harus menghancurkan sebelum kita membangun kembali.
Memberi ampun adalah sifat yang lemah.
Saudara seperjuangan...!
Angkat senjata kalian...!
Ini adalah takdir kalian...!
Apa yang terjadi...?
Kita telah diserang.
Aku harus menemukan "Horace" dan yang lainnya.
Dan melihat apa yang telah terjadi.
Biarkan aku ikut bersama'mu.
Tidak.
Aku takut.
Ini terlalu berbahaya.
Tetaplah bersama keluarga'mu.
Berhati-hatilah.
Aku akan segera kembali tapi jika aku tidak kembali, Kau harus segera melarikan diri.
Pergi dan temui sepupu'ku "Tymek", Dia akan menolong'mu.
Ayah...!
Apa yang terjadi...?
Aku tidak tahu sayang'ku.
Kalian berdua larilah...!
Kalian berdua sembunyilah...!
Cepat..., cepat...!
Ada apa ini...?
Aku mengambil alih pemerintahan'mu.
Ini keterlaluan, aku tidak akan membiarkan'mu.
Tidak.
Tidak, aku tidak perlu perintah'mu.
"Demetrius"...!
"Demetrius"...!
Rakyat tidak akan pernah menghormati'mu.
Mereka tidak perlu menghormati aku.
Mereka akan hidup dengan perintah'ku atau mereka akan mati.
Aku tahu apa yang aku lakukan.
"Demetrius".
Hey, kau...!
Apa yang kau lakukan di negeri ini...? Mereka semua adalah warga sipil.
"Arias"...!
Dua lawan satu, itu tidak adil.
Mereka adalah prajurit dari "Nikos".
Apa kau masih berfikir bahwa atasan'mu adalah seorang pria terhormat...?
Aku yakin pasti ada alasan yang kuat untuk ini.
Mari kita cari tahu.
Penggal kepala mereka.
Dan gantung mereka di pintu gerbang kota.
Tuan Putri.
Diatas gunung sana, disebuah kota yang bernama "Sagev".
Lalu...?
Ada kabar bahwa pria yang dikenal sebagai "Hercules" tinggal disana.
"Hercules".
"Hercules" lagi.
"Arias", itu hanya sebuah dongeng dimasa muda kita.
Banyak orang yang telah melihat dia.
Apa orang-orang selain Jenderal "Nikos"...?
"Hercules" dikenal suka membantu orang-orang yang membutuhkan.
Kekuatannya setara dengan 20 orang.
Mungkin kita bisa meyakinkan dia untuk bergabung membantu kita.
Ooh, "Tymek".
Tenang saudara-saudara'ku.
- Apa kau mendapat kabar dari istana...? - Iya.
Meskipun kau tidak mengharapkannya.
Raja dan Ratu.
- Apa mereka masih hidup...? - Yang aku takutkan tidak.
Raja dibunuh oleh "Nikos" dan Ratu bunuh diri.
Penghianat.
Kepala mereka dipajang diluar gerbang istana.
No comments yet. Be the first to leave one.