The first 200 lines.
Mereka tidak menjual lem, jadi, aku membeli ini saja.
Anggaplah dia selamat setelah menggunakan lem ini.
Bagaimana jika keluarganya menuntutmu atas malapraktik?
Ada selaput jantung di penyimpanan?
Tidak ada benda semacam itu di sini.
Lantas apa yang bisa kugunakan sebagai penambal?
Pindahkan dia sekarang juga.
Sarung tangan. Ambilkan yang baru.
Akan kugunting dan jadikan penambal.
Apa?
Kita kehabisan waktu.
Jika dia mati, tamatlah kamu.
Kamu tidak bisa menyelamatkan semua pasien.
Pikirkan pasien yang bisa kamu selamatkan kelak.
Jangan berpikir pendek. Berpikirlah jauh ke depan.
Jika tidak bisa menolong pasien, untuk apa aku disebut dokter?
Ini.
Cepat.
Kamu akan
menyesali ini.
Itu lebih baik ketimbang menyesal setelah pasien ini mati.
- Turunkan tekanan darahnya. - Baik.
Apa yang kamu lakukan?
- Kamu sudah gila? - Pendarahan tidak bisa kuhentikan.
Tidak ada cara lain.
Bukan hanya berani membedahnya di rumah sakitku,
tapi kamu akan menggunakan lem?
Tekanan darahnya menurun.
Tidak.
Bedebah gila!
Kurasa pendarahannya berhenti.
Benang bedah.
Pasien ini akan hidup.
Kita tutupi dengan loban dan lekas pindahkan dia.
- Kita punya cukup darah? - Ya.
Ambulans masih di luar, bukan?
Tunggu.
Aku akan pergi.
Begitu kuberikan lem di sana, ini menjadi masalahku.
Tidak, aku membawanya kemari.
"Episode 5"
Kita mau ke mana?
Kita ke Rumah Sakit Myungsung.
Bisakah rumah sakit itu menyelamatkannya?
Ayo ke Rumah Sakit Taesan.
Taesan akan lebih baik. Mereka menangani banyak kasus ruptur.
Bagaimana kamu tahu?
Kamu bekerja di Rumah Sakit Taesan?
Ya.
Kamu bekerja di Rumah Sakit Taesan, tapi selama bekerja paruh waktu,
kamu memakai lem pada pasien, tapi akan membawanya ke Taesan?
Apa reputasi lebih penting daripada nyawa pasien?
Bukan itu maksudku.
Ayo ke Rumah Sakit Taesan. Akan kuhubungi mereka.
Akankah pasien ini hidup?
Aku akan memastikan dia hidup.
Tidak akan ada yang mengeluh meski pasien ini mati
sampai kamu menggunakan lem.
Jika itu masalah bagimu, seharusnya jangan masuk jurusan SC.
Kamu tidak pantas ada di Taesan.
Dokter macam apa yang pantas berada di Taesan?
Apa maksudmu
lulusan Universitas Taesan yang hanya memedulikan pekerjaan?
Kamu bahkan tidak mencoba tanpa jaminan dia akan hidup.
Kamu bekerja di rumah sakit macam apa?
Aku akan memesan ruang operasi.
Kamu punya pekerjaan paruh waktu dan memakai lem.
RS Taesan tidak setuju. Pikirmu mereka akan memberi ruang operasi?
Siapa yang hari ini menangani SC?
Profesor Choi Seok Han.
Sambungkan aku dengan dia. Pasien ini harus lekas ditangani.
Dengan siapa aku bicara?
Ini Yoon Soo Yeon.
Yoon Soo Yeon?
Yoon Soo Yeon.
Dia datang kemari setelah menyelamatkan Yoon Soo Yeon.
Kini, ada kamu, Woo Jin, dan lulusan dari sekolah tidak ternama.
Kalian ada di sini sekarang,
tapi bagaimana Profesor Choi mendapat posisi di sini saat itu?
Dia datang kemari setelah menyelamatkan Yoon Soo Yeon.
Tunggu, kamu mungkin belum bertemu dengannya.
Dia pergi ke AS sebelum kamu datang.
Dia putri Direktur Rumah Sakit.
Aku dari keluarga kerajaan, tapi dia dari keluarga kerajaan tertinggi.
"Profesor Choi Seok Han"
Dengan Choi Seok Han.
Profesor Choi, ini Yoon Soo Yeon.
Setelah mengalami luka dalam dari kecelakaan mobil,
pria usia 50 tahun mengalami tamponade jantung di pesawat.
Aku sedang membawanya ke rumah sakit.
Profesor Choi.
Kita buruh operasi darurat.
Baiklah. Aku mengerti.
"Heart Surgeons"
"Diagnosis"
- Itu sebabnya kita melakukan ini. - Baiklah.
Astaga, semua bekerja keras.
- Anda sudah datang. - Halo.
Kenapa ada operasi darurat di hari Minggu?
- Kamu sudah menghubungi semuanya? - Ya, mereka menuju kemari.
Bagaimana dengan Yoon Ho?
Dia pasti senang sekali bisa pergi ke lapangan bisbol.
Dia marah karena kami harus kembali.
Aku hampir tidak bisa membujuknya dengan kunjungan ke taman hiburan.
Kurasa Anda pun tidak bisa pergi pekan depan.
Hei, Kamu. Hati-hati kalau bicara.
- Kapan pasien akan tiba? - Dia akan tiba pukul 14.00.
- Bagaimana dengan Profesor Choi? - Dia akan segera datang.
Kita butuh orang untuk membaca EKG. Siapa yang menangani SC?
- Dokter An. - Dokter An?
- Dia… - Versi wanita dari Tae Soo.
Begitu, ya. Maksudmu An Ji Na?
Katakan kepadanya kita ada operasi darurat.
Astaga, ini sama sekali tersumbat.
Bisa panggil Profesor Lee Joong Do bahwa pasien butuh ring?
Kurasa Profesor Lee tidak akan datang hari ini.
- Kenapa tidak? - Dia bermain golf hari ini.
Apa? Lantas dia tidak akan datang?
Ya!
Aku akan menghubunginya.
Profesor Lee, pria usia 48 tahun datang ke UGD.
Aku melakukan angio dan menemukan LAD-nya sama sekali tersumbat.
Kurasa kita harus segera memasukkan ring.
- Aku tidak bisa sekarang. - Maaf?
- Anda di mana? - Aku sedang berolahraga.
Pukulan yang bagus!
Kurasa Anda tidak bisa datang sampai selesai berolahraga.
Lantas haruskah kucoba memasukkan ring hari ini?
Kamu? Kenapa?
Profesor Park menghadiri konferensi…
Kenapa kamu ingin melakukannya?
Karena Anda sedang sibuk.
- Jika tidak dilakukan sekarang… - Pasien akan mati?
Tidak seburuk itu, tapi
pasien juga sangat kesakitan dan…
Aku akan datang dalam dua jam, jadi, siapkan itu.
Baik, Pak.
Aku mengerti.
Dokter. SC bilang pasien darurat akan segera tiba
dan meminta Anda membacakan EKG.
Baiklah.
Beraninya pembantu berani berpikir dia bisa memasukkan ring?
Aku akan membaca EKG saja.
- Siapa? - An Ji Na.
Dia ingin memasukkan ring.
Biarkan saja dia.
Dia ingin sekali melakukannya. Kamu tidak mengasihaninya?
Siapa bilang?
Jika dia memasukkan ring, dia akan dimanjakan.
- Pukulan yang bagus! - Pukulan yang bagus!
Direktur Yoon, Anda bersemangat hari ini.
Aku senang bisa datang.
Anda terlalu fokus pada rumah sakit.
Anda harus lebih sering datang untuk melepas stres.
Kurasa begitu. Lebih seringlah mengajakku.
Tentu saja.
Hentikan itu.
Kenapa Ayah tidak mengikuti mereka?
Ayah di sini bukan untuk main golf.
Ayah datang kemari untuk menjilat direktur rumah sakit.
Bicaralah dengannya.
Berandal! Kenapa ayah di sini?
- Karena aku? - Siapa lagi?
Ayah memanggil SC, memilih Tae Soon,
dan melakukan segalanya demi aku.
Hei. Ayah melakukannya agar kamu menjadi profesor.
Jika aku belum juga menjadi profesor, itu salah Ayah.
Lihat ke sana.
Ayah terkecoh lagi.
Sayang…
Tunggu aku!
Nona Bae. Cepatlah.
Siapa itu? Dia tampak baik.
Aku sudah lama tidak kencan buta. Aku enggan membatalkan.
Apa? Jadi, kamu mengajaknya sampai kemari?
Kuminta dia menunggu di lobi selama empat jam.
Dia setuju?
- Aku lumayan cantik, tahu. - Kalian berdua luar biasa.
Copot bulu mata palsumu.
Baiklah.
Bagaimana jika dia tidak mengenaliku setelah operasi?
Pasang lagi setelah operasi.
Kita punya lem di ruang operasi. Akan kupasangkan untukmu.
Aku juga ada di Taesan, hingga empat tahun lalu.
Kamu pergi ke AS sebelum aku datang ke Taesan.
Kamu mengenalku?
Aku mendengar tentang dirimu, Dokter Yoon.
Tidak pernah kubayangkan kita dari rumah sakit yang sama.
Maaf aku berteriak di UGD.
Bisa dimengerti. Kamu tergesa-gesa.
Setidaknya kamu tidak mengumpat.
Apa yang kamu dengar tentang aku?
Bahwa kamu putri direktur rumah sakit.
Karena itu kamu minta maaf kepadaku?
Aku tidak peduli kamu putri siapa.
Aku hanya ingin tahu
siapa yang diselamatkan Profesor Choi Seok Han.
Kita sudah sampai.
"Unit Gawat Darurat"
"Unit Gawat Darurat"
No comments yet. Be the first to leave one.