The Strange Vice of Mrs Wardh

The Strange Vice of Mrs Wardh

Lo strano vizio della Signora Wardh

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Strange Vice Of Mrs Wardh 1971 720p BluRay x264-GHOULS INDO
A Commentary by ndaseruag
01:40:06 | https://subsource.net/u/1290600

Tags

bluray
Published on: 2026-08-01
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahna neng: NDASERUAG

-- Selamat Mendeleng ---

PENYIMPANGAN ANEH NYONYA WARDH

"Justru karena ada perintah, 'Jangan membunuh,' kita tahu bahwa kita...

mewarisi garis keturunan panjang para pembunuh.

Hasrat mereka untuk membunuh mengalir dalam darah mereka...

dan mungkin juga dalam darah kita." — Sigmund Freud

Selamat datang!

- Halo! - Selamat malam.

- Selamat malam. - Hai, Neil!

Apa kabar, Neil?

Sejak tinggal di New York, kau melupakan teman-teman lamamu.

Tentu aku ingin lebih sering pulang. Benar, kan, Julie?

Ya, terutama kalau Wall Street ada di sini.

Tapi aku tak punya waktu buat jalan-jalan.

Ngomong-ngomong, pertemuan dengan Muller pukul delapan.

Katanya dia bersedia membeli saham-saham itu,

yang kemarin kau ceritakan lewat telepon.

Maaf, Sayang. Aku tak sempat mengantarmu pulang.

Ini urusan yang sangat penting. Akan kupanggilkan taksi.

Tak usah. Aku bisa cari taksi sendiri.

Maaf kalau kami harus meminjam suamimu

beberapa kilometer ke wilayah Austria.

Aku bukan istri yang suka menuntut.

Urusan penting harus didahulukan.

Kramorstrasse 25.

Ada apa?

Selamat malam.

- Surat-surat, tolong. - Silakan.

Maaf, Nyonya. Ini hanya pemeriksaan rutin.

Kenapa?

Setengah jam yang lalu, seorang wanita dibunuh dekat bandara.

Wanita lain dibunuh lagi?

Ya. Tenggorokannya kembali disayat dengan pisau cukur. Silakan jalan.

Kasus ini mulai jadi obsesi semua orang.

Semua koran dan televisi membahas pembunuh gila itu.

Ya, kasus itu juga jadi berita di Amerika.

Hukuman mati seharusnya diberlakukan lagi!

Orang-orang sinting seperti itu harus menerima hukuman setimpal.

130 schilling.

- Kembaliannya buat Anda. - Terima kasih.

- Selamat datang kembali, Nyonya Wardh. - Antonio, ternyata kau.

Senang sekali bertemu lagi dengan Anda.

Semuanya sudah siap di apartemen Anda.

Ada yang datang beberapa saat yang lalu?

Tidak, Nyonya. Apa Anda sedang menunggu seseorang?

Pembantu baru datang besok.

Biar saya urus koper-kopernya. Jangan khawatir.

Terima kasih.

- Nyonya Wardh? - Ya?

Ini untuk Anda. Pesan dari petugas gedung.

Dia juga meminta saya mengantarkan koper-koper Anda.

Taruh saja di sini.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Bagian terburuk dari dirimu adalah bagian terbaik yang kumiliki.

Dan itu akan selalu menjadi milikku. -- Jean --

Ya, aku mengerti, Neil. Setidaknya jemputlah aku,

tapi jangan terlalu larut. Tidak, aku tidak marah.

Walaupun Carroll memanggilku "Janda Wardh".

Selama tiga hari kita di sini, kau cuma menginap semalam denganku.

Jangan pulang terlalu larut. Dah.

Julie, lupakan suamimu yang tua itu.

Lihat siapa yang kubawa.

Dia baru tiba langsung dari Australia,

membawa kabar luar biasa!

Kau pasti tak akan percaya.

George! Ceritakan tentang paman kita.

Sejujurnya, aku sayang pada paman tua.

Sudah pasti! Pokoknya, paman kita meninggal dunia

dan meninggalkan warisan yang lumayan

untuk kami berdua.

- Kalian masih saudara? - Ya.

Setidaknya begitu menurut notaris di Sydney.

Paman meninggal tanpa meninggalkan wasiat,

jadi kami berdua menjadi satu-satunya ahli waris.

Aku harus bilang apa? Turut berduka atau selamat?

Cukup bilang, "Senang bertemu denganmu."

Senang bertemu denganmu.

Bagus. Bagaimana kalau kita minum untuk merayakan?

- Perkenalan kita? - Bukan, kematian paman.

Kalau bukan karena itu, aku takkan bertemu denganmu.

Oh, benar juga.

Julie, kau jangan coba merebut sepupu tergantengku, ya?

Martini Rosso untukku.

- Bajumu benar-benar terbuat dari kertas? - Termasuk yang di dalam?

Asli, dong. Lugu sekali.

- Bagaimana kalau kami buktikan? - Tarik sedikit saja.

Benar juga, memang terbuat dari kertas.

Carroll! Kenapa kau tak bilang kau juga mengundang Jean?

Dia terus mendesakku menanyakan kapan kau datang.

Sudah kusuruh dia agar tak mengganggumu,

tapi dia tetap datang.

Memangnya kenapa?

- Aku pulang. - Julie!

Tunggu!

- Tinggalkan aku sendiri. - Biar kuantar pulang.

Tidak. Pergilah.

Kenapa?

Tak ada yang lebih mendekatkan kita daripada memiliki penyimpangan yang sama.

Aku sudah berhenti, dan sekarang aku muak padamu.

Jangan ganggu aku!

Julie!

Jangan... kumohon.

Biarkan dia pergi.

Kamu belum kenal Jean.

Dia senang menyakiti orang.

Ada apa?

Mimpi buruk sekali.

Tapi sudah berlalu, jadi jangan khawatir.

Julie, katakan yang sebenarnya.

Ada apa? Apa karena pria itu?

- Dah. - Dah!

Lain kali jangan pakai baju. Datang saja telanjang.

- Lucu sekali. Dah. - Dah!

Dadah!

Tunggu! Biar kubawa.

Parkir di tempat terlarang, menghalangi lalu lintas. Bayar sekarang?

Jangan, astaga. Kami mengoleksinya.

Terima kasih.

Selesai!

Ada lebih dari seribu polisi di kota ini!

Aku ingin tanda tangan mereka semua!

Tak semudah itu.

Kamu benar-benar gila!

Kenapa? Aneh menurutmu?

Aku pernah tidur dengan pria yang hobi

mengoleksi celana dalam wanita. Belakangan kusadar,

dia mendekatiku cuma buat mencuri celana dalamku.

Hei!

Berikan korannya.

- Nih. - Makasih.

Biar kulihat. Wanita lain dibunuh.

Kita harus berterima kasih pada si maniak itu

karena sudah menyingkirkan saingan kita.

Mereka selalu menulis hal yang sama.

Aku tak pernah membacanya, tapi kalau tak beli koran rasanya ada yang kurang.

Aku iri padamu, Carroll.

Kamu selalu santai dan ceria.

Tidak, Julie.

Kamu hanya perlu mengambil yang terbaik dari mana pun.

Sedikit dari sini, sedikit dari sana,

dan jangan memikirkan yang buruk-buruk.

Aku menikahi Neil untuk mengakhiri semuanya dengan Jean.

Neil tampak begitu bijaksana dan tenang.

Tapi sekarang aku tak begitu yakin.

Neil itu suamimu.

Jangan berharap satu pria bisa memberimu segalanya.

Carroll, tolong...

Fakta bahwa kamu menempatkan seseorang di antara dirimu dan Jean...

- itu saja sudah langkah yang besar. - Ya, aku tahu, tapi mungkin...

aku justru perlu lari dari diriku sendiri.

Jean tak akan pernah rela kehilangan aku.

Dia tak tahan kalau sampai kalah.

Permisi, Nyonya. Ada seorang pria menunggu Anda.

Saya persilakan ke ruang tamu.

Aku tak ingin menemui siapa pun.

Dia mencari suami Anda. Saya bilang beliau sedang keluar,

tapi dia ingin menunggu dan berbicara dengan Anda.

Ayolah.

Siapa yang kamu takuti? Kalau itu Jean, kita usir saja.

Ayo. Ini bakal seru.

Halo.

Lihat siapa ini. Sepupu tampan.

Suamiku sedang tidak di rumah.

Maaf, Julie. Tapi Carroll bilang suamimu ahli urusan keuangan.

Aku ingin meminta sarannya.

Begitu rupanya.

Ya.

Maaf, tapi suamiku tidak ada.

Justru bagus, karena...

sejujurnya itu cuma alasan agar bisa bertemu denganmu lagi.

Setidaknya, kejujuranmu tak bisa diragukan.

Malam itu kita belum sempat merayakannya dengan minum bersama.

Aku juga tak mau melewatkan kesempatan mengenalmu lebih dekat.

Dengar, Sepupu Tampan.

Kalau niatmu ingin merayunya,

sebaiknya lanjutkan sambil makan steak.

Tuan...

Panggil saja George.

Jangan khawatir.

Nanti kamu pasti sempat bertemu suamiku.

- Ya? - Ya.

Tapi justru kamulah yang harus khawatir.

Aku suka menggoda wanita,

bahkan saat suami mereka ada.

Ayo, Julie?

Bagaimanapun juga,

terima kasih atas undangan makannya, Sepupu Cantik.

Astaga, aku tak mungkin mengajak siapa pun ke Birri's.

Mereka menyajikan mustard yang bikin lidah bengkak.

Kenapa kamu memperlakukannya begitu?

Karena aku mau!

Aku paling sebal pada orang yang terlalu percaya diri.

Kalau jadi kamu, akan kulakukan juga,

sepupu atau bukan.

Ayo makan.

Maaf sekali, Nona Baxter. Tadi masih ada tiga meja kosong,

tapi baru saja dipesan seorang pria.

Berarti kita harus kelaparan.

Kenapa?

The Strange Vice of Mrs Wardh subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left