The first 200 lines.
"Episode 23"
Dia seperti ayah bagi paman.
Orang yang sok tahu bilang kami memperebutkan Taesan
karena kami hanya saudara tiri,
tapi dia dan paman hanya memiliki satu sama lain sebagai saudara.
Lantas kenapa Ayah bilang
Paman akan meninggalkan Taesan?
Kulihat Paman menyingkirkan dana taktis
di rumah sakit Afrika.
Aku juga berpikir
Paman harus meninggalkan Taesan.
Bagaimana dengan dana taktis?
Menurutmu kamu sudah mengetahui segalanya?
Apa maksud Paman?
Ayahmu, yang sangat kamu sayangi.
Menurutmu orang macam apa dia?
Kamu tidak tahu apa pun
mengenai perbuatan ayahmu.
Apa yang dilakukan ayahku?
Hai, Profesor Choi.
Jadi? Kamu sudah memutuskan?
Aku akan mengoperasi Han Min Sik.
Begitu, ya?
Keputusanmu tepat. Baiklah.
Jika kamu cukup berani,
pergi dan tanyakan Seok Han
kenapa dia
sangat membenci Kak Hyun Mok.
Setelah mengetahui segalanya,
pikirmu kamu akan menerima kebenarannya?
Jangan lupa hanya paman
yang bisa melindungimu sekarang.
Apa yang terjadi?
"Kamu juga harus melihat putrimu mati."
Itu yang dia katakan.
Profesor Choi?
Sudah kuduga ada sesuatu.
"Rumah Sakit Universitas Taesan"
"Han Min Sik keluar dari pilpres karena masalah kesehatan"
"Topik seputar kesehatan Han telah ramai dibahas"
Kamu tidak tahu
kematian putrimu membuatmu bekerja di sini selama 15 tahun.
Kamu harus dikompensasi untuk 15 tahun itu, bukan?
Masuk.
Ada yang ingin kukatakan.
Hari ini peringatan kematian ayahku.
Aku habis mengunjungi makamnya.
Sudah setahun.
Pasti sulit bagi kalian berdua secara fisik dan mental.
Kamu melaluinya dengan berani.
Profesor Choi.
Anda pernah memberitahuku
bahwa Anda menyesal menyelamatkan aku
alih-alih Yoo Bin.
Ya.
Adakah sesuatu yang tidak kuketahui?
Tolong beri tahu aku.
Untuk mencapai keputusan itu, apa ayahku…
Yang kutahu, mendiang direktur rumah sakit
berusaha sekuat tenaga sebagai ayahmu.
Kamu hanya perlu mengingat itu.
Aku akan mengingat
bahwa aku tidak berusaha keras menyelamatkan putriku, Yoo Bin.
"Heart Surgeons"
Bagaimana dengan roti lapis steik?
- Tolong jadikan satu set. - Kami pesan dua.
Tolong tambah satu set lagi.
- Dong Joon. - Koo Dong Joon.
Ya, namaku Koo Dong Joon.
Kenapa memanggil namaku? Kamu membuatku malu.
- Kamu tiba lebih cepat hari ini. - Tidak, kurasa dia baru selesai.
Kamu langsung datang dari kelab, bukan?
Tidak. Aku hendak berangkat kerja setelah mengikuti kebaktian pagi.
- Kamu ke gereja mengenakan itu? - Apa salahnya ini?
Para orang tua di gerejaku bilang pakaianku keren.
Lagi pula, kita memiliki celah besar jika menyangkut penampilan.
Kuharap kamu mempertimbangkan itu sebelum bicara.
Apa maksudmu? Aku sudah melawan Tae Soo selama 30 tahun.
Kamu harus tahu diri.
Melawan apa? Maaf. Pendengaranku kurang baik di pagi hari.
Hei, Dong Joon, kamu tidak tahu ini,
tapi dia cukup tampan saat masih menjadi dokter residen.
Kamu dengar itu?
Dia David dan aku, Prometheus. Kami dua pria paling tampan.
Apa? Sudah kubilang pendengaranku kurang baik di pagi hari.
- Dua pria paling tampan. - Hei, ayo duduk.
Ayo duduk. Ayolah.
Baiklah. Ambil masing-masing satu.
- Lezat, ya? - Benar.
- Lihat? Sudah kubilang percayalah. - Permisi.
Aku memesan ini. Lalu Tae Soo yang membayarnya.
Kamu harus melepaskan hal-hal yang remeh di pagi hari.
Kamu mengoperasi syaman itu hari ini, bukan?
Syaman itu? Benar.
Bagaimana kalau dia memang bisa melihat alam baka?
Dia duduk di atas pisau, tapi bokongnya baik-baik saja.
Hei, semuanya soal teknik.
- Teknik? - Ya, kamu bodoh dan naif.
Tae Soo, haruskah aku membantu operasinya hari ini?
Kamu tidak ada operasi lain? Seung Jae yang seharusnya membantu.
Aku menyadari operasi tiap hari makin seru.
Konon saat seseorang berubah drastis, terjadi sesuatu.
Sudah kubilang aku berubah.
Aku akan berterima kasih kalau kamu bisa membantu.
Sudah kuduga kamu akan bilang begitu. Ya.
Hei, ayo makan, lalu pergi. Kamu ada konferensi.
Yang kutahu, mendiang direktur rumah sakit
berusaha sekuat tenaga sebagai ayahmu.
Kamu hanya perlu mengingat itu.
Ya, dengan Yoon Soo Yeon.
Ya.
Profesor.
Pediatri meminta kolaborasi. Aku baru saja dari sana.
- Pediatri? - Akan kujelaskan di konferensi.
Aku ingin mendengar opini Anda.
Ayo.
Apa masalahmu, Profesor Son?
Kenapa kamu selalu terlambat?
- Maaf. - Maaf.
Hai, Seung Jae.
Semua sudah datang. Ayo mulai.
Park Do Chang, pria berusia 46 tahun.
Dia tidak memiliki penyakit khusus,
tapi sejak tiga tahun lalu, dia sering pingsan
saat melakukan ritual rohaniah.
Dia meyakini dirinya kerasukan roh.
Apa yang dia katakan tadi?
Ritual?
Dia melakukan ritual rohaniah,
atau ini terjadi saat dia melihat ritual?
Pak, dengarkan dia dahulu, ya?
Teruskan, Dokter Park.
Pada hari insiden tersebut,
dia pingsan saat melakukan ritual lagi,
tapi tidak seperti sebelumnya, dia tidak kunjung siuman.
Maka rekannya memanggil ambulans.
Saat paramedis tiba, dia mengalami fibrilasi ventrikel.
Mereka memberi kejut jantung 200 Joule dan jantung berdetak lagi,
setelah dia dilarikan ke UGD kita.
Apa Kardiolog sudah memeriksa dia?
Ya. Departemen kardiologi memeriksa dia
dan mendiagnosis dia dengan stenosis mitral
dan fibrilasi atrium.
Dia dirawat di bangsal torakoplastik
dan kami berencana mengoperasi dia hari ini.
Dia tidak punya masalah lain?
Belum ada yang dikonfirmasi.
- Terkesan. - Mengesankan.
Ini salahmu. Karena ayah sangat frustrasi.
Pak Kepala.
Dia adalah pasien begitu memasuki rumah sakit.
Siapa tahu? Dia mungkin nyata.
- Pak Kepala. - Aku hanya bercanda.
Kamu terlalu serius.
Ayo teruskan konferensinya. Siapa berikutnya?
Aku.
Dia bayi laki-laki berusia 4 bulan.
Diagnosisnya adalah CSV.
Cacat septum ventrikel.
Saat ini dia berada di NICU
karena sianosis dan kesulitan bernapas.
Kita hanya perlu melubangi jantungnya.
Kamu ahli dalam hal itu.
Ini sederhana. Apa masalahnya?
Dia memiliki kelainan genetik.
Sindrom Edward.
Apa itu?
- Itu… - Sindrom Edward?
Ada 50 persen kemungkinan kematian sebagai janin,
bahkan jika dilahirkan,
ada 50 persen kemungkinan lain bayi akan mati dalam dua bulan.
Meski selamat, mereka menderita cacat jantung bawaan
seperti CSV, dan…
Ada 90 persen kemungkinan kematian
karena komplikasi masa bayi atau usia balita.
Itulah sindrom Edward.
- Akankah kamu mengoperasi? - Ya.
Apa orang tuanya ingin operasi?
Kami sedang membujuk mereka.
Dengan kata lain, mereka ragu-ragu.
Apa gunanya bersusah payah
membujuk mereka dan mengoperasi?
Bayi memiliki cacat jantung bawaan dan kelainan genetik.
Bahkan pedoman tidak menyarankan operasi.
Meski kita mengoperasi, berapa lama lagi dia bisa hidup?
Kita tidak akan tahu sebelum mencoba.
Tugas kita adalah melakukan yang terbaik
untuk pasien.
Akankah berakhir jika kita operasi?
Orang tuanya yang membesarkan anak.
Saat berurusan dengan jantung bayi,
kamu tidak berurusan dengan pasien, tapi orang tua.
Biarkan mereka memilih.
Jika orang tuanya tidak setuju,
apa anaknya tidak punya kesempatan untuk dioperasi?
Jika dia mengandung bayi yang memiliki kelainan genetik,
ibunya mungkin tidak ingin menyerahkan anak itu.
Meski orang tuanya ragu-ragu,
jika ada yang bisa dokter lakukan,
menurutku kita harus berusaha semampu kita.
No comments yet. Be the first to leave one.