The first 200 lines.
Halo, saya Ellis. Anda pasti Lorraine.
Ya, senang bertemu dengan Anda.
Maaf waktunya tak tepat...
...tapi pekerjaanku menumpuk sejak pagi sampai tadi siang.
Tak usah khawatir tentang itu.
Dalam pekerjaanku ini, segala sesuatu cenderung terjadi setelah gelap.
- Silahkan masuk. - Terima kasih.
Hai, Carl.
Ellis, terima kasih sudah datang.
Aku tak tahu harus melakukan apa... Aku terpaksa menghubungimu.
Aku mengerti.
Ada masalah besar yang harus dipikirkan adalah bagianku kan?
Wah! Kau tahu segalanya dan aku senang membantumu, Carl!
- Anda ingin segelas kopi atau teh? - Tidak, terima kasih.
Aku akan segera memulainya jika Anda tidak keberatan.
Karl mengatakan padaku di telepon bahwa anak Anda sangat dipengaruhi masalah ini, benar kah?
Ya, benar. Anakku, Josh.
Sesuatu sedang mengikutinya.
Tunjukkan padanya.
Saya mulai dengan cara seperti biasanya...
Catatan medis.
Semuanya baik-baik saja.
Kemudian saya perhatikan foto-fotonya...
Pangamatan selama 6 minggu.
Saya kira ada masalah dengan kameranya.
Tapi kemudian menjadi semakin jelas bahwa ada sesuatu yang harus lebih diperhatikan lagi.
Aku bertanya padanya tapi dia menghindar.
Dia tidak mengatakan apapun... Dia takut.
Dan aku takut.
Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu di rumah ini. Aku bisa merasakannya...
Dia tak ingin aku berada di sini.
Dapat kah saya menemuinya ?
Hai, Josh. Saya Ellis.
Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang sederhana padamu.
Apakah kau senang tinggal di sini?
Ya, saya rasa begitu.
Ada banyak anak seusiamu di daerah sini.
Beberapa...
- tinggal di sebelah... - Dia pasti anak yang menyenangkan.
Apakah kau pernah memimpikan rumah itu?
Saya kadang-kadang bermimpi buruk.
Apa yang terjadi dalam mimpimu?
Saya ingin mencoba sesuatu denganmu, Josh.
Dan aku berjanji...
...ini tidak akan menyakitimu.
Saya ingin kamu santai saja.
Dengarkan suara ini baik-baik.
Cobalah untuk konsentrasi. Lepaskan dirimu dari segala beban pikiran yang mengganggu.
Jika kau merasa mengantuk...
kau boleh tertidur lebih dalam lagi.
Kau sekarang berada dalam mimpimu, Josh.
Lihat sekelilingmu.
Apa yang kau lihat?
Saya sedang berbaring di tempat tidur.
Kau berada di kamarmu?
Bukan!
Aku berada di tempat yang sangat gelap.
Di sini selalu gelap.
Kau sendirian?
Tidak.
Dia juga ada di sini.
Siapa dia?
Seorang teman.
yang datang padaku setiap malam.
Dimana dia saat ini?
Jika dia di sini...
dan bersama kita di rumah ini...
Saya ingin bicara dengannya.
Oke.
Kita akan melakukan sebuah permainan kecil, Josh...
yang disebut permainan "Panas" dan "Dingin".
Saya akan berjalan mengitari rumah. Dan katakan padaku...
Ketika aku menjadi lebih "Panas" dan ketika aku menjadi lebih "Dingin".
Dingin.
Panas.
Panas.
Dingin.
Lebih panas.
Sangat panas.
Tolong tinggalkan tempat itu.
Siapa kau?
Apa yang kau inginkan?
- Apa yang terjadi? - Aku melihat makhluk itu... Dia bukanlah teman.
Makhluk itu adalah parasit.
Aku merasakan adanya hawa yang sangat jahat.
Dia ingin berbuat sesuatu.
Saya pikir anak Anda memiliki kemampuan yang unik. Sebuah anugerah.
Saat dia tidur di malam hari, dia bisa berpindah ke alam lain.
Melihat banyak makhluk. Sesuatu yang hidup, yang tak dapat Anda lihat.
Yang kutahu, yang ditemuinya itu adalah arwah orang-orang yang sudah mati.
Ya Tuhan!
Dapatkah Anda menghentikannya?
Yang bisa kita lakukan adalah menghapus memori yang terhubung dengan makhluk itu.
Bagaimana cara kita melakukannya?
Dia di sini.
Lakukanlah sesuatu...
Buat dia melupakannya.
INSIDIOUS
BAGIAN KE-2
Tadi malam, kulihat diriku sendiri...
Kami lakukan segala hal semampu kami. Kami membawanya ke dokter terbaik.
Kami menemukannya, tapi belum berhasil mengetahui apa yang salah dengannya.
Pada akhirnya kami membawanya kembali ke rumah.
Masih dalam keadaan tak sadar.
Lalu mulailah terjadi banyak hal aneh di rumah itu.
Hal-hal yang sulit dijelaskan.
Aku sangat kebingungan. Ada kekuatan apa sebenarnya di balik ini semua.
Dan hal itu terus berlanjut.
Dan pikiranmu tertuju pada suatu kekuatan supranatural?
Mengapa Anda memilih mengobatinya dengan menggunakan jasa hipnotis?
Saat itu kami tak tahu kemana lagi harus pergi.
Dalam kesaksian Anda, Ny.Lambert, disebutkan bahwa...
tadi malam, kira-kira jam 10 malam...
Saat itu suami Anda dihipnotis sebagai bagian dari sebuah ritual.
Dia percaya bahwa hal tersebut diperbolehkan agar dapat membaca pikiran bawah sadarnya.
Maaf, saya belum mengerti hal-hal aneh seperti ini.
Agar dapat menemukan keberadaan anak Anda dan membawanya kembali.
Dan Anda... percaya bahwa hal itu dapat membantu?
Saya terpaksa melakukannya.
Apapun yang dia lakukan, hal tersebut telah berhasil membangunkannya.
Dan apa yang terjadi saat anak Anda tersadar dari keadaan koma?
Josh!
Josh, dimana kau?
Josh!
Rene.
Aku di sini
Ada apa?
Oh, tidak! Tidak!
Tidak! Ellis! Ellis!
Cepat panggil ambulans!
Ellis? Oh, Tuhan! Tidak!
Tidak!
Ada apa?
Mengapa kau melihatku seperti itu?
Kau kira aku melakukannya?
Anda percaya padanya?
- Dia suamiku. - Bukan itu yang saya tanyakan.
Ya. saya percaya padanya. Suamiku tidak bisa membunuh siapapun.
Ini adalah foto sesaat sebelum dia terbunuh.
Dapatkah Anda memberitahuku siapa yang ada di foto ini?
Banyak hal aneh yang terjadi di rumah itu.
Saya menyaksikan sendiri adanya keanehan...
Apakah maksud Anda itu adalah foto hantu?
Saya tak peduli tentang hantu itu, Ny.Lambert.
Tapi saya penasaran pada orang yang melakukan perbuatan setan.
Di leher Ellis terdapat tanda-tanda bahwa dia dicekik oleh tangan manusia.
Saya akan memperlihatkan bahwa tanda-tanda tersebut merupakan tanda dari tangan suami Anda.
Hai, Anak-anak!
Ayah!
Lihat apa yang telah kulakukan.
Kamu jenius! Benar-benar hebat. Terima kasih kau sudah menjaga mereka.
Sama-sama.
Biar aku saja yang membawanya.
Baiklah...
waktunya tidur, Anak-anak!
Berapa lama kita akan tinggal di sini?
Kita tinggal sementara di rumah nenek sampai polisi selesai memeriksa rumah kita.
Rumah ini sudah menjadi milik keluarga kita sejak dulu kala.
Dan kamar tempat kalian tidur ini dulunya adalah kamar tidur Ayah.
Apakah Ayah melihat sesuatu yang buruk di sini?
Tidak.
Kalian tidak akan melihatnya di sini.
Baiklah.
Ada apa?
Ayah sangat senang kau sudah sadar kembali.
- Selamat tidur, Anak-anak. - Selamat tidur.
Told!
Ada apa?
Aku memerlukan ini.
Tidak perlu melakukan itu.
Ini konyol.
Ayolah, ini akan berhasil.
Aku akan menanyakan sesuatu.
Nah, apa yang sedang kau pikirkan?
Kupikir ini bodoh.
Hey!
- Sesuatu telah terjadi. - Apa?
Aku mendengar suara piano... Babywalker berbunyi sendiri...
dan aku menemukan Kali sudah berada di lantai.
Mungkin dia melakukannya sendiri. Apa sebelum ini dia tak pernah melakukannya?
Apa?
Ada apa denganmu?
Renee, aku hanya ingin melanjutkan hidup keluarga kita...
selayaknya kehidupan keluarga yang normal.
Tak ada yang normal dalam keadaan begini, oke?
Makhluk-makhluk itu masih di sini.
Mengira mereka lenyap dan tak ada yang mau membicarakannya termasuk saat pembunuhan itu terjadi.
Oke, kita bicarakan ini. Apa kau pikir akulah pembunuhnya?
Tidak!
- Tidak, aku tidak yakin! - Bagus! Bagus!
Karena aku tahu apa yang terjadi.
Aku pergi ke tempat itu untuk membawa anak kita kembali...
dan makhluk jahat itu mengikutiku kemudian membunuh Ellis.
Kau melihatnya!
Kau melihat makhluk-makhluk ini!
Dengarkan aku!
Tak akan ada yang mengganggu kita lagi.
Kita satukan keluarga kita lagi.
Kita telah kembalikan anak kita.
Bukankah sebaiknya kita fokus pada hal itu?
No comments yet. Be the first to leave one.