The first 200 lines.
Tiba-tiba pakai strategi perak?
Kukira kau tak menyukai strategi semacam itu.
Untuk lindungi raja dari lawan yang lebih kuat
kadang harus lakukan pengorbanan terlebih dulu.
Apa sudah terjadi sesuatu?
Tak terjadi apa pun, kok.
Hanya saja, kali ini aku mengerti pentingnya posisi raja.
Eh, Shikamaru.
Kalau misalkan ninja Konoha itu papan catur ini
apa kau tahu yang mana rajanya?
Hokage-nya, 'kan?
Selama ini aku pun juga berpikir begitu.
Tapi ternyata bukan.
Kalau begitu, siapa?
Kalau waktunya tiba, kau akan mengetahuinya sendiri.
Sebentar lagi Mirai akan mencapai umur di mana dia akan sadari siapakah rajanya.
Apa benar di tempat seperti ini ada pemandian air panas?
Tenang saja!
Dalam peta pemandian air panas
ini namanya titik rahasia yang diimpikan.
Maaf ya, Tatsumi.
Padahal kau ikut bersama kami demi mengenang ibumu.
Tak apa-apa!
Karena kalau bersama kalian aku jadi merasa aman!
Di samping itu, kurasa ibuku akan senang kalau tahu akan pergi ke pemandian air panas.
Kau sangat menyayangi ibumu, ya?
Banyak orang yang bilang begitu.
Mbak Mirai sendiri lebih sayang ke siapa?
Mungkin ibuku.
Soalnya ayahku sudah meninggal sebelum aku lahir.
Anu, maaf.
Tak apa-apa!
Aku sama sekali tak mempermasalahkannya, kok.
Sebentar lagi akan tiba, nih.
Ya.
Di depan bukit ini, harusnya terdapat desa pemandian air panas.
Kakashi!
Yang berendam duluan adalah aku!
Hoi, curang!
Tolong tunggu sebentar!
Oh.
Ada gunung, ya.
Ya, gunung.
Ini bukan gunung, lo!
Bukankah ini jadi masalah besar?
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
kekejaman dengan udara bertekanan rendah
seijaku to haritsumeta kuuki ha
kuembus napasku dan mendengarnya
iki wo nonda oto kikoeru kurai
meminta sesuatu lebih dari yang lain
dare yori mo nani yori motomete
dengan tatapan yang tetap sabar
manazashi ni yadoru hirihiri to
semuanya, depan dan belakang, cinta yang berputar
zentai souden hyouri ittai meguri ai
semuanya sudah terhapus dalam kegelapan
kittahatta de issun saki ha yami no naka
timbal balik, benar-benar tercampur, tanpa arti
isshin ittai konzen kanzen wake mo naku
menunggu meriahnya tepukan tangan
hakushu kassai matteimashita
masa keemasan
ougon no jikan
mengatasi, harmoni mengatasi keputusasaan
koero koero koero koero gyakuten hisshi no Harmony
alunan, di bawah alunan harmoni
hoero hoero hoero hoero kyuutenchokka no Harmony
tenang saja, ku takkan kehilangan hidupku
agero ikiba wo nakushita kobushi wo
berjalanlah melalui waktu sampai kita terlelap
toki wo kakenukete moetsukiru made
Gulungan Ninja Uap: Kentang Goreng dan Batu Besar !!
Gulungan Ninja Uap: Kentang Goreng dan Batu Besar !!
Gulungan Ninja Uap: Kentang Goreng dan Batu Besar !!
Apa kalian ini...
...tamu yang ingin pergi ke pemandian?
Benar, tapi apa yang terjadi di sini?
Sayang sekali, ya.
Sekitar sebulan yang lalu, batu besar terjatuh dari gunung.
Dan semua pemandiannya hancur.
Kalau begitu, pemandiannya di bawah batu ini?
Ya, kami masih untung tak ada yang terluka.
Pemandian yang berada di dalam pegunungan
harusnya jadi mata pencaharian bagi desa berpenduduk sedikit, ya.
Oh, sayang sekali!
Kalau saja aku 20 tahun lebih muda, aku pasti bisa pindahkan batu ini dengan mudah!
Padahal dampaknya sudah separah ini, tapi apa selama sebulan ini dibiarkan begini saja?
Oi!
Kalian sedang dalam perjalanan, ya?
Terima kasih sudah repot- repot datang ke sini, ya.
Desa ini memang tak punya apa-apa, tapi bagaimana kalau minum dulu di sini?
Silakan diminum!
Ya, terima kasih tawarannya.
Kau juga!
Terima kasih!
Boleh minta segelas lagi?
Bagaimana bisa?
Terserahlah, tapi sepertinya kau peminum berat, ya.
Aku takkan kalah darimu, Kakashi!
Kau juga peminum berat, ya?
Ini belum seberapa!
Sepertinya dia gampang mabuk, ya.
Bagaimana pembangunan ulangnya?
Sepertinya takkan bisa.
Tapi tak bisa dibiarkan begitu saja, 'kan?
Mau itu batu atau gunung
mustahil kami bisa mengatasinya, 'kan?
Benar.
Lagi pula, tanah dan pasirnya sudah bersih.
Kami sudah usahakan apa yang kami bisa.
Kenapa ninja dari Negara Uap tak datang menolong?
Belakangan ini, banyak gadis muda di sekitar sini yang menghilang.
Kebetulan, gadisnya seumuran kalian.
Nyawa seseorang sedang dipertaruhkan, lo.
Tentu saja, itu yang lebih diutamakan.
Bagaimana kalau minta tolong pada Negara Api saja?
Memangnya mereka mau lewati perbatasan dan repot-repot ke desa seperti ini?
Tak mungkin!
Kami di sini lo, di hadapan kalian!
Ya, meskipun mereka mau datang menolong
palingan untuk urusan seperti ini, pasti yang akan diutus adalah orang-orang berpangkat rendah.
Kau juga berpikiran begitu, 'kan?
Tunggu, tunggu!
Beliau itu Hokage sebelumnya, lo!
Tak bisa, ya.
Mana mungkin aku sanggup memindahkannya seorang diri, ya.
Maaf ya, padahal kalian sudah jauh-jauh datang ke gunung ini.
Tak apa-apa.
Ini masakan khas Negara Uap, kentang yang dipanggang dengan api bawah tanah.
Cobalah makan.
Terima kasih banyak.
Enak!
Maaf ya, hanya ini yang bisa kami sajikan.
Sebenarnya aku berharap bisa sediakan pemandian air panas, lo.
Tak apa-apa, kami sendiri juga tak bisa lakukan apa-apa.
Sebenarnya untuk apa aku jadi seorang ninja?
Aku bahkan tak bisa menolong seorang nenek yang sedang kesulitan di depan mataku.
Baiklah.
Makan sampai habis, ya.
Meskipun batunya dipindahkan, akan banyak bongkahan yang akan tertinggal.
Selain itu, memindahkannya saja sudah berat.
Kalau hanya penduduk desa ini saja, mustahil bisa dilakukan.
Tak mungkin.
Apa Anda bilang kita menyerah saja?
Bukankah masih ada sesuatu yang bisa kita lakukan?
Tekadmu kuat juga, ya.
Aku sudah punya cara, kok.
Paman Choji?
Kebetulan dia sedang jalankan misi di dekat sini.
Yang bisa pindahkan batu sebesar itu
sepertinya hanyalah orang paling kuat di Konoha.
Ada orang.
Dia orang yang terlihat kuat, ya.
Paman Choji, mohon bantuannya!
Mirai!
Tatapan yang tajam ini...
Pahlawan Konoha yang bertahan hidup dari Perang Dunia Ninja memang meyakinkan.
Keripik kentangnya
sudah habis kumakan.
Untuk apa Anda datang ke sini?
Sudah lama aku tak makan apa-apa.
Begitu, ya.
Pasti misinya begitu berat, sampai- sampai tak bisa makan berhari-hari.
Terakhir kali aku makan keripik kentang
sudah
30 menit yang lalu!
Maaf, ya.
Aku yang sekarang takkan sanggup gerakkan batu itu.
Tunggu dulu!
Kalau sesuatu untuk dimakan, aku punya kentang yang enak!
Silakan, ini dia!
Ini...
Kentang panggang Negara Uap memang mantap!
Enaknya sesuai yang digosipkan!
Jadi, sekarang sudah bisa?
Belum bisa.
Lemak kentang panggang saja masih kurang.
Sepertinya memang harus keripik kentang.
Berarti kau butuhnya bukan keripiknya, tapi minyak gorengnya saja, dong!
Merepotkan juga.
Di tengah gunung seperti ini, mana ada yang jual keripik kentang.
Keripik kentang.
No comments yet. Be the first to leave one.