The first 200 lines.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya.
Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun.
RS Angels di LA mengalaminya 300 kali setahun.
Aku bicara dengan dr. Rogers pagi ini.
TUBUH 1.0
Dia sangat senang dengan kemajuanmu.
Aku lulus semua ujian neurologi, merasa sehat secara fisik,
dan aku sudah kehabisan acara televisi untuk ditonton.
Mike, kurasa kau memerlukan lebih banyak waktu.
-Kau masih memulihkan dirimu. -Kau salah.
Tidak, aku tidak salah.
Namun, itu bukan terserah padaku.
Dewan...
khususnya ayahmu, sudah memutuskan kau siap.
Jadi, ini peraturan dasarnya.
Peraturan dasar?
Pelan-pelan.
Jangan ke Panggung Utama, jangan menangani trauma besar.
Kau hanya akan bertindak dalam peranan pengawas...
dan kami akan mengevaluasi lagi dalam beberapa minggu.
Baiklah, aku bisa mengatasinya.
Selamat datang kembali, Dr. Leighton.
Dia bilang begitu? Kau sudah kembali?
Aku tidak akan menjalankan program dokter residen,
tapi aku kembali bekerja.
Apa?
Neurontin, Amitriptyline.
Kau masih mengalami sakit kepala dan sakit saraf itu?
Aku koma selama tiga bulan. Aku juga minum Topamax.
Tenanglah, aku bisa.
Baiklah.
Baiklah, ayolah. Ayo lakukan ini.
Markas Angels, 12 ambulans dalam perjalanan.
Empat belas pasien, semuanya tidak sadarkan diri.
Lima meninggal di tempat, penyebabnya tidak diketahui.
KODE HITAM
Kami menemukan mereka seperti ini di dalam rumah.
Lima meninggal di tempat. Dua dari kami pingsan di lokasi.
-Mungkin karbon monoksida? -Mungkin.
Tolong bawa dia ke Panggung Utama.
Yang ini dan pasien kritis lainnya. Yang lainnya, aku ingin...
-Apakah ada alat-alat narkoba? -Tidak.
Aku ingin tahu apa yang terjadi di sini.
Bawa kemari, Semuanya. Bawa kemari.
Perdarahan pembuluh darah akibat luka di kepala.
Tampaknya yang ini terjatuh menuruni tangga
ketika dia pingsan.
Apa itu?
Entahlah. Mereka semua mengenakannya.
Barang-barang pribadi mereka yang lain ada di sini.
-Aku akan mengambilnya. -Aku sedang memeriksanya.
Aku memerlukan perlengkapan menjahit.
Apa masalahnya?
Entahlah. Kami sedang mencoba mencari tahu.
Baiklah, ayo kita bersiap-siap memindahkan.
Ikuti aba-abaku. Satu, dua, tiga.
Pasien kesulitan bernapas.
Baiklah, kau harus melakukan intubasi, dr. Dixon.
-Dr. Rorish? -Ya.
Pasienmu, Paul Wentworth, 42 tahun dari Ohio.
-Aku mengerti. -Aku tidak bisa mengintubasinya.
Saluran pernapasannya membengkak.
Kau harus memakai tabung ET kecil.
-Risa, ambilkan tabung 6-0. -Ya, Dokter.
Dokter Willis, Charlie Loffredo, 21 tahun, dari Missouri.
Siap dengan 4-0 Prolene.
Aku memerlukan pemindaian CT saat sudah selesai.
-Kami memerlukan pemacu jantung. -Baiklah, sebentar.
Perempuan itu Dana Albright, 19 tahun dari Colorado.
Kau yakin kau tidak menemukan mereka di bus wisata?
Tekanan darah dan denyut jantung melemah.
Aku akan mulai memberikan dopamin.
Satu, dua, tiga.
Dia muntah.
Aku memerlukan pengisap dan Zofran, Mama.
-Ayo kita balik dia. -Ini dia.
Dokter Rorish, yang ini juga kesulitan bernapas.
Baiklah, letakkan dia di sana, di samping konter.
Dokter Leighton, kau bisa mengurusnya?
Ya.
Kenapa dia masih kejang-kejang?
Seharusnya obatnya sudah bekerja sekarang.
Ya, seharusnya begitu.
Willis? Kau punya ide?
Mungkin gas sarin. Gejalanya sama.
Aku masih tidak bisa memasukkan tabungnya.
Hei, tenggorokannya terlalu bengkak untuk diintubasi.
Dia harus dibedah.
Baiklah.
Hati-hati. Pasiennya akan sekarat.
-Ada yang tumbang di sini. -Seseorang, tolong dia.
Eloise juga tumbang.
Brankar!
Apa yang terjadi?
Itu bukan gas.
Itu ada pada mereka.
Itu ada pada pakaian mereka.
Itu sindrom racun kolinergik.
Baiklah, Semuanya, dengarkan!
Kita harus mengeluarkan semua pasien ini sekarang juga!
Cepat, tapi hati-hati.
Jangan ada yang menyentuh mereka sampai sudah dibersihkan.
Cepat!
Saat kau mengeluarkannya, buka pakaian mereka. Semuanya.
Ambil sebanyak mungkin Atropine.
Kita harus membuka jalan di koridor itu!
-Cepat! -Baiklah, berhenti.
Letakkan di luar.
Di sini.
Bawa masuk, bawa turun. Ayo!
Lepaskan semua pakaian mereka.
Masih kejang!
Baiklah, Atropine seharusnya mulai bekerja sekarang.
Apa-apaan?
Kau bercanda?
Semuanya, gelangnya terhubung dengan mereka!
Apa maksudmu terhubung?
Jangan lepaskan gelangnya!
Kita memerlukan sinar X-nya.
Apa yang terjadi? Di mana aku?
Di mana Dana? Dana!
Charlie, aku di sini. Aku di sini!
-Kau harus tetap tenang. -Semuanya baik-baik saja?
Dana? Jangan biarkan mereka melakukan apa pun!
Jangan biarkan mereka merawatmu!
Dia mengeluarkan infusnya karena kejang-kejang.
Aku tidak bisa memasukkan Atropine-nya.
-Mau infus baru? -Tidak ada waktu! Tahan saja dia!
Ayolah, Teman. Jangan bergerak. Tenanglah. Masukkan!
Apa ada yang melihat istriku? Susan?
Susan?
Maafkan aku. Dia meninggal di lokasi.
Dia berhasil.
Dia berhasil.
Dia berhasil!
Tampaknya itu dihubungkan dengan saraf median
di pergelangan tangan.
Untuk apa ini?
Apa ada yang sukses selain istriku?
Lima orang lainnya meninggal, jika itu maksudmu dengan sukses.
Untuk apa gelang itu?
Paul, dengarkan aku, Atropine itu sudah membuatmu stabil,
tapi pengaruhnya akan pudar.
Kami tidak tahu apa yang kami obati
dan itu bisa menjadi jauh lebih buruk.
Setidaknya, beri tahu kami racun apa yang kau pakai?
Aku menggunakan hakku untuk menolak perawatan.
Aku menggunakan hakku untuk menolak perawatan.
Tak ada yang menakutkan dari itu.
Kau tak boleh melepaskan gelang dari pergelangan tanganku
atau memberiku perawatan medis macam apa pun.
Kau tidak boleh melepaskan gelang dari pergelangan tanganku
atau memberiku perawatan medis macam apa pun.
Kulihat kau juga sudah sukses meracuni pikiran mereka.
Meracuni?
Tidak. Kami akan melampaui.
Melampaui? Melampaui apa?
Tubuh 1.0 kami.
Kami akan hidup selamanya.
Kedengarannya melelahkan.
Kita harus memisahkannya dari kawanannya.
-Setuju. -Aku tidak punya kawanan.
Itu bukan agama. Itu sains.
Sains. Benar.
Baiklah, ayo bawa dia ke kamar pribadi.
Kau bukan bagian dari semua ini?
Boleh aku menemui Dana?
Aku ingin bertanya dahulu. Apa yang mereka pakai?
Apakah cairan? Atau gas? Apakah berbau?
Kurasa dia bilang akan memakai semacam pupuk,
aku tidak tahu apa, dan sampo kuda.
Keduanya organofosfat.
Dia membuat pestisida buatan sendiri.
Kita memerlukan 2-PAM.
Ya. Banyak.
Aku mengerti.
Bagaimana dengan gelang itu?
Paul seorang futurolog.
Futurolog?
Juga seorang dokter bedah neurologi dan rekayasawan biomedis.
Dia genius, juga gila.
Lalu gelangnya?
Dia pikir telah menemukan cara untuk mengunggah kesadaran kami
ke sebuah komputer super.
Gelangnya terhubung
dengan sistem saraf utama kami.
Pada saat kami mati,
seharusnya gelang itu memindahkan jiwa kami
ke dunia virtual
tempat kami menunggu tubuh kami selanjutnya.
Kau memercayainya?
Semua itu hanya teori pada awalnya.
Aku tak berpikir kami akan sungguh melakukannya.
-Namun, kau memang melakukannya. -Tidak.
Ya. Aku...
Maksudku, aku berhenti. Aku menelepon 911.
Aku melihat Dana terjatuh ke lantai,
dan dia bilang kami takkan takut, tapi aku takut.
Aku takut.
Aku menyeretnya keluar.
No comments yet. Be the first to leave one.