The first 200 lines.
Sial!
Perhatikan baik-baik.
Teknik shuriken adalah keahlian Sarada!
Habisnya, seperti Paman Sasuke, dia punya garis keturunan klan Uchiha!
Boruto, kalau itu alasanmu...
Teknik Klona Bayangan?
Bukankah teknik ini adalah keahlianmu?
Memang iya.
Itu teknik keahlian ayah!
Tak ada alasan lagi, lo.
Naruto bisa hasilkan lebih dari seribu klona.
Di tahap kedua, aku harus bisa curi banyak perhatian!
影分身の術
Kage
Kage
Kage
Bunshin
no
Jutsu
Bunshin
Bunshin
no
no
Jutsu
Jutsu
Hanya bisa empat, ya.
Memangnya kau siapa?
Eh, apa maksudmu?
Apa berempat belum cukup?
Begitulah.
Oi, Anak Baru.
Kau terlalu sombong.
Semua klona itu sama.
Tidak, tentu saja tidak!
Benar, aku sudah berusaha, lo.
Sial, seribu...
Kami punya sejarah, tahu!
Tidak, aku akan buat sepuluh ribu klona.
Mustahil.
Itu memang mustahil.
Jangan bilang mustahil!
Sial!
tersesat dalam hari layaknya tangga berputar
rasen kaidan no you na hibi ni mayotte
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
entah berapa kali ku kehilangan jati diri
nando jibun wo miushinatta darou
bertemu dan berpisah ialah saat yang menyakitkan
deai to wakare ha futto shita shunkan de
dan berubah jadi sesuatu yang abadi
soshite eien ni mo natte yuku
bayangan yang kukagumi berada jauh dalam kegelapan
akogare no kage ha tooku yami no naka
bila terus begini, akankah ku bisa mengejarnya dalam angin?
kono mama kaze no naka oitsukenai no ka na
walaupun semua di dalam permainan, bersinarlah masa muda kita
tatoe It's all in the game hikare bokura seishun
percayalah akan kemungkinan yang tak terbatas di hadapanmu
me no mae no mugen no michi no kanousei wo shinjite
matahari terbenam yang kulihat bersama pasti takkan terlupakan
itsuka kimi to mita yuuhi ha kitto wasurenai
tak ada yang bisa hentikan dunia
ugoku sekai wo dare ni mo
yang bergerak ini, inilah waktu kehidupanku
tomerarenai Time of my Life
walaupun semua di dalam permainan
Alasan untuk Tak Boleh Kalah
Alasan untuk Tak Boleh Kalah
Alasan untuk Tak Boleh Kalah
Kau terlambat.
Kalianlah yang terlalu cepat.
Lalu, apa yang ingin kaubicarakan?
Aku diserang.
Saat aku menuju Desa Konoha.
Seharusnya sudah ada penghalang.
Oh, maksudmu kertas tipis itu?
Jadi kau orangnya, ya.
Orang yang menyerang Ekor-Delapan.
Ekor-Delapan?
Oh, itu perbuatan seniorku.
Kau juga pernah memilikinya, 'kan?
Punyamu namanya Ekor-Satu, 'kan?
Aku mendapatkanmu!
Eh, cara yang sangat kuno.
Sesuatu yang disebut keberanian?
Sejujurnya, itu tak terlalu efektif.
Kau...
Ya, tak masalah.
Tn. Kazekage!
Apa yang terjadi?
Ah, siapa kau?
Aduh.
Ya, aku sudah dapatkan apa yang kuinginkan.
Aku permisi dulu.
Mungkin, dia berasal dari klan Otsutsuki.
Sama seperti Kaguya?
Gulungan yang kuambil dari Istana Kaguya
sekarang sedang dianalisis.
Dia sudah sadar bahwa Shukaku tak lagi ada dalam diriku.
Sudah kuduga.
Kita tak punya pilihan selain tunda ujiannya, ya.
Tapi, para petinggi yang pernah jadi musuh bebuyutan di masa lalu,
sudah bersatu untuk dukung acara ini,
dan ujian ini sangatlah penting.
Ya.
Situasi yang sedang bergejolak seperti inilah yang mereka incar,
jadi kalau ujiannya ditunda,
akan merusak reputasi Desa Konoha sekaligus Hokage.
Dan kalau memang sampai terjadi,
para penentang dari desaku pasti juga akan mulai beraksi.
Kalau bisa sih, dihindari.
Menjalankan pemerintahan itu menyusahkan, ya.
Berarti, semakin kuat alasan kita
untuk segera pecahkan gulungan itu.
Astaga.
Andai saja kita bisa langsung turun tangan seperti Sasuke, ya?
Memang benar.
Lukamu bagaimana?
Jangan salah sangka, Mizukage.
Kalau hanya sebatas itu,
tak ada apa-apanya bagiku.
Aku senang mendengarnya.
Ujian tahap keduanya adalah kumpulkan bendera.
Kalian harus jaga bendera kalian sendiri,
sekaligus menyerang ke wilayah lawan untuk ambil bendera mereka!
Kalian sudah mengerti, 'kan?
Ini adalah pertarungan tim, tiga lawan tiga.
Berarti, ada setengah dari keseluruhan tim yang akan gugur di babak ini.
Baiklah, silakan pergi ke wilayah tim kalian masing-masing!
Mulai!
Aku tak bisa bergerak.
Pertama, dapat satu.
Sayang sekali!
Chocho!
Dapat!
Kalian berdua, hati-hati!
Ada banyak teknik yang belum pernah kita lihat!
Eh?
"Terciduk" tepat di depan mata, ya.
Ah, omong-omong, kami juga berhasil "menciduk" benderanya.
Kalau suka dengan istilahku tadi, kalian boleh memakainya, kok.
Denki, bertahanlah!
Ini teknik apa?
Kami tak boleh gagal di sini.
Tolong, jangan kecewakan aku.
Belum, ini masih akan dimulai!
Tidak, sudah selesai.
Karena termakan oleh provokasiku,
kau lupakan aturannya dan akhirnya kalah.
Bagaimana bisa?
Kelihatannya hampir seluruh pertandingannya sudah selesai, ya.
Yang tersisa...
...tinggal satu tim.
Aku tak lihat keberadaan musuh.
Apa akan baik-baik saja?
Aku akan lindungi benderanya.
Jadi tenang dan serang saja!
Kalau sampai terambil, aku takkan maafkanmu!
Kaupikir sedang bicara dengan siapa?
Kalau kita memang ingin tunjukkan kekuatan kita pada Tn. Hokage,
kita harus bisa lolos dari tahap kedua ini!
Kami serahkan padamu, Boruto.
Tak perlu diingatkan juga!
Halo, Kembar Tiga!
Serangan kejutan kalian gagal, ya?
Kalian bisa lihat sendiri, ini lima lawan tiga.
Kalian sudah tahu siapa yang lebih unggul, 'kan?
Siapa yang lebih unggul, katamu?
No comments yet. Be the first to leave one.