Summertime

Summertime

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Summertime S01 NF WEBRip Complete
A Commentary by ChoBot
Netflix Retail

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2021-04-10
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

- Sialan. - Selamat pagi.

- Aku tertidur, ya? - Ya.

- Aku tak menelepon ayahku. - Jangan cemas, sudah kukabari.

Bagus.

Sial, kini dia akan mengira kita pacaran.

Dia tak akan berhenti mengoceh.

- Hei, Edo. - Hai, Blue.

- Kau tidur di sini? - Ya.

Kami belajar. Aku tertidur di sofa.

- Kenapa masih memakai piama? - Aku tak masuk sekolah hari ini.

- Tak enak badan? - Bukan.

Hari ini mereka memeringkat gadis tercantik di kelas.

Tidak.

- Ayo, ganti baju. - Tidak!

- Ya. - Ini bukan keputusanmu.

Itu keputusanku. Lekas.

Terima kasih.

- Ibumu mulai kerja lagi hari ini? - Ya.

Itu hanya berarti satu hal.

Musim panas telah tiba.

Benar...

- Baik. Aku akan pergi. - Sampai jumpa di sekolah.

Tinggallah lebih lama.

Aku ada urusan. Nanti kutelepon.

Harap tenang.

Perhatikan ujian kalian saja.

Dan, tolong, jangan menyontek.

Terima kasih.

- Hampir selesai, Sofi. - Summy, ayo. Sudah telat.

Tunggu, aku hampir selesai.

- Ya? - Permisi.

- Aku ingin minta penjelasan. - Tentu saja.

Terima kasih.

Baik, instruksinya adalah

koreksi bagian kosong di semua kalimat.

- Terima kasih banyak. - Sama-sama.

- Kau menyalin? - Tidak.

- Hei, Bung! Apa kabar? - Apa kabar? Hei... Pelan-pelan.

- Maaf. Bagaimana bahumu? - Agak lebih baik.

Sampai jumpa di trek, ya.

Kau lambat di belokan kedua.

Lebih baik, tapi kau masih lambat.

Ayo, tancap gas!

Satu putaran lagi.

Kau tak mendengarkan.

Kau masih lambat. Ayolah!

Ayo, tancap gasnya!

Lebih cepat!

Dia lambat.

Kau terlalu cepat mengerem di belokan kedua.

Aku tahu.

- Luruskan motor, tancap gas... - Keluar lebih cepat.

Jika tahu, lakukan.

Kakimu lemah. Kita harus latih itu.

Jika tidak, itu akan memperlambatmu.

- Baik. Tapi itu hanya tes. - Aku tahu.

Detak jantungmu agak tinggi. Kita bisa berlatih dan turunkan.

- Ayah. - Ya?

Bahuku sakit.

Karena itu kakimu harus dilatih. Untuk mempercepat.

- Mempercepat apa? - Penampilanmu kembali.

Balapannya dalam 10 hari. Kita bisa.

- Tidak bisa dalam 10 hari. - Bisa.

- Tubuhku sakit. Aku butuh waktu. - Apa masalahnya?

Ada apa?

Mungkinkan Ayah memaksamu tampil di luar kemampuan?

Begitukah?

Turuti Ayah. Ini aman. Mari kita adakan konferensi pers saja.

Kita akan bilang kau berlatih untuk kembali lebih awal

agar tim senang, semangat akan meningkat.

DeCara akan senang, kau pun senang.

Cium Ayah.

Pergilah.

Sofi, kau mengganti beberapa jawaban ujian, bukan?

Ya, semua bagian kedua dan sedikit di keempat.

Bagus. Aku sebaliknya.

Kita tak akan ketahuan.

Tapi ini kali terakhir aku mengizinkanmu menyontek.

Baiklah.

Sekolah hampir usai. Ujian kita tak akan diperiksa.

- Ya. - Ujian itu tak beralasan.

Ini dia!

Apa itu?

Pesta Darsena malam ini. Aku harus mencari tahu di mana lokasinya.

Bahkan ada kata sandinya. Mau pergi?

Kata sandinya "pecundang".

Jika mereka pecundang, kenapa seluruh sekolah ke sana?

Karena sekolah kita penuh pecundang, kita tinggal di kota pecundang

yang tiap musim panas menarik gerombolan pecundang dari seluruh dunia.

Agar mereka bisa berkumpul dan merasa lebih baik.

- Jika semua pecundang, siapa yang keren? - Entah. Harus kulihat dahulu.

Tapi tidak mungkin menemukan seseorang yang bukan pecundang.

Bagaimana dengan kita?

Kita bukan apa-apa.

Bukankah terlalu dini untuk tahu?

- Setidaknya kita menyadarinya. - Aku tak mengerti.

Kau ikut?

Tidak, aku ada wawancara besok. Aku tak bisa pergi.

Jelaskan kenapa kau bekerja selama musim panas?

Karena aku benci musim panas.

Itu akan berlalu lebih cepat, kau tahu?

Kenapa? Kenapa aku tak bisa punya teman yang normal?

Dengar. Mereka murid-murid Darsena.

Mereka pasti pergi. Pergilah dengan mereka.

Persetan, Edo.

- Sofi, ayolah... - Ayolah...

Kenapa kau jahat padanya?

Karena hanya dia orang keren yang kukenal.

Tentu terlepas darimu.

Bennati?

Kepala Sekolah memanggilmu.

Yang ini, bukan?

- Ayo. - Kerja bagus.

Apa yang akan kau pasang di sini?

Entahlah. Pemiliknya memercayaiku.

- Rehat singkat? - Hei, Piero! Aku akan segera kembali.

- Dah, Piero. - Dah, Ale.

Sekarang kami akan memperbaikimu.

Bagaimana latihannya?

Latihannya? Baik. Bahuku agak sakit, tapi tetap baik.

- Motornya? Berjalan dengan lancar? - Ya. Motornya baik.

Ada apa?

Tak ada apa-apa, kenapa?

Tingkahmu aneh.

Aku mengacau, Dario.

- Apa yang terjadi? - Yang terjadi...

- Aku tidur dengan Maddalena lagi. - Lagi?

- Kau butuh dua bulan untuk putus. - Tepat sekali.

Bicaralah dengannya.

- Aku? - Ayolah...

Apa yang harus kukatakan?

- Entah, karanglah sesuatu. - Tidak.

Ayolah, Bung.

Ayolah. Dario, kumohon.

Setelah pesta, bicaralah dengannya.

Kita lihat saja.

Ayolah, Dario.

Aku serius.

- Akan kupikirkan. - Terima kasih.

Bagaimanapun, satu bagian lagi beres.

Kapan akan selesai?

Cepat atau lambat.

Kapan kau memberiku pekerjaan?

Cepat atau lambat.

Masuklah.

Ayo.

Apa lagi yang kau lakukan, Blue?

Aku coba menelepon ibumu, tapi tak dijawab.

- Dia sibuk, Anda bisa memberitahuku. - Harus orang tuamu.

Ayahmu bisa kutelepon?

Dia dalam perjalanan bisnis. Kau berkelahi lagi?

Mereka beradu jotos.

- Benarkah? - Dia menghinaku.

Dia memenangkan kontes itu, dan itu sangat bodoh.

- Kau iri. - Sara...

Kembali ke kelas.

Seharusnya aku tinggal di rumah.

Kau tahu dia bisa tak naik kelas?

Ya, aku tahu.

- Kembalilah ke kelas. - Bagaimana dengannya?

Sebaiknya dia tetap di sini.

- Hei, Kawan-kawan. - Hei.

- Lihat dua orang di sana? - Ya.

Aku menemukan mereka. Orang Kolombia, 20 dan 21.

- Satu penggemar rock, satu lagi penari. - Baik, bagus.

Kau tahu setengah jam lagi lokasinya akan kuunggah?

Ya, kami tahu.

Karena sumpah... Kau tak tahu berapa wanita yang akan datang.

- Seperti biasa. - Ini jagoanku. Sudah siap.

- Ayo, para wanita menunggu. - Terima kasih.

- Hai, Nona-nona. - Hai.

Senang bertemu kalian. Ini gratis, dari temanku.

Namaku Alessandro. Siapa nama kalian?

Namaku Summer Bennati.

Aku belajar bahasa di SMA Cesenatico.

Aku ingin bekerja di sini

untuk mengasah kemampuan bahasa asingku.

Bagus sekali. Kenapa?

Karena menguasai bahasa asing

akan memampukanku menjelajah dan menyelami budaya lain.

Mereka tak akan menerimamu seperti itu.

- Kenapa? - Jangan bilang yang sebenarnya.

Dan apa yang sebenarnya?

Bahwa tempat ini payah dan dia ingin pergi?

Baik. Mulai dari awal.

- Dalam bahasa Prancis. - Baik.

Selamat pagi, namaku Summer Bennati.

Summer! Nama yang istimewa!

Kenapa nama itu?

Aku tak mau membicarakannya.

- Mereka pasti bertanya. - Ya, pasti.

Itu karena ayahku.

Bahasa Prancis.

Ayahku ingin menamaiku itu.

Dia musikus.

- Musikus? Menarik. - Ya, menarik.

Dia menamaiku sesuai lagu "Summertime".

Mungkin kau tahu. Billie Holiday, Ella Fitzgerald.

Ya, tapi tidak perlu kesal.

Summertime subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Summertime

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left