The first 200 lines.
Di terjemahkan oleh : Shadestrife - Kaskus.us
'Hari ke-64'
'Jam 2.36 sore'
'Space ada di taman'
'Marky dan Veronica ada di dekat kolam renang'
'Joplin dan Pippa ada di sofa'
Maksudku, apa sih yang sedang ada di TV?
Itu cuma seseorang yang mengelak dari masalah.
Khususnya acara-acara seperti ini.
Seperti hal-hal yang bisa membuat penduduk Roma marah.
Mmm.
, "OK, aku bisa menghiraukannya,
Atau aku bisa terlibat dengannya dan mengubahnya dari dalam."
Dan jika saja ada satu orang
Mendengarkanku dan berpikir, "wow.
"Aku tak pernah lihat hal semacam itu, Orang ini benar-benar telah menyadarkanku,"
Maka aku sudah melakukannya dari dulu.
Mengerti maksudku, kan?
Eh, apa jari-jari ada tulangnya?
'Grayson dan Angel ada di Diary Room."
- Halo, Grayson. - Hai, Big Brother.
Halo Angel. Apa kabar?
Aku lagi marah dan jengkel.
dan kami perlu ijin darimu untuk membunuh seseorang.
Wow, siapa yang mau kau bunuh?
- Siapa lagi? Wonderbra. - Dan teman sealirannya.
Tunjukkan M dan V itu, oke?
Lebih cepat lebih baik.
Dan hilangkan kata "sealiran", yang bakal merusak acara minggu ini.
- Siapa lagi? Wonderbra. - Dan temannya.
Bagus.
Dan semalam, kau pasti bisa dengar semuanya.
Suaranya seperti seseorang yang sedang memburu tikus!
Dan kepada siapa suara itu di maksudkan?
Mereka bahkan terdengar lebih keras ketika mereka mendengkur.
Oke, tandai itu.
Patrick.
- Trims... ah, siapa namamu? - Kelly.
- Cuma itu. - Mereka cuma punya kue Blueberry.
- Oi, oi, oi. Kau! - Oh, dasar.
Aku mau ini dalam 20 menit.
Kalau kau mau jawab teleponnya, cepatlah. Chloe sedang mencarimu.
- Ya, segera. - Cepatlah!
- Sial. Sial. - Kau menghiraukannya, ya?
- Itu relepon dari Riq. - Oh, menanyakan dimana kau semalam?
- Aku memberitahunya. - Kau memberitahunya?
- Cuma lewat SMS sih. - Lalu, kau bilang apa?
Aku berpesta denganmu.
Oke. Lanjutkan. Teruskan detailnya.
Ya, aku dan Riq sudah lama berpacaran.
Itu bukan gayaku, tau?
Kau mulai jengkel, sudahi saja kalau begitu.
Kau bertingkah seperti tak terjadi apa-apa.
Ya, tapi memang kan?
Ini dia...
Aku akan kembali nanti untuk Highlight-nya, oke.
Hey. Itu kopimu.
- Hey. - Hey.
Dengar, apa yang terjadi semalam adalah kesalahan.
- Ya, memang... - Kita pasti benar-benar bodoh.
Karena kita tetap mengulang kesalahan sebanyak, berapa, tiga kali ya?
Ya, kira-kira segitu.
Yah, karena aku juga suka belajar dari kesalahan-kesalahanku.
dan aku pikir kita tidak sepenuhnya melewatinya.
Semua kemungkinan dapat berakibat salah, jadi...
Dasar kau.
Aku mau kita lanjutkan lagi nanti, lihat apakah kita bisa...
Bisa kau bawa Aisleyne ke BBLB Room?
Hmm, itu kan tugas Sophie.
Ya, tapi dia sedang tidak ada di sini.
Baiklah.
Setelah kau selesai dengan itu semua, kopi, kamera, mereka pasti terengah-engah.
Maaf, agak sedikit sibuk di sini.
Ada sampanye, teh, dan sebagainya di dalam. Pasti akan menyenangkan.
Hey, Aisleyne.
- Halo. - Semua oke, hah?
Jaga diri, ya?
- Siapa itu? - Patrick, dia Produser.
- Kau mau di pecat? - Oh, sial!
Hm... Maaf bos.
Bos? Lanjutkan saja tugasmu!
Tak ada siapa-siapa. Pindahkan kameranya.
Oh, tuhan.
...Volleys sedang terjadi baku tembak. Kami akan kembali lagi untuk perkembangan berita selanjutnya.
'Pihak yang berwenang berkata mereka tidak bisa menjamin keselamatan...'
Hai, ini Kelly. Sedang tidak di tempat untuk menjawab panggilannmu sekarang.
Jadi tinggalkan lah pesan, Aku akan telepon balik.
Bye!
'Sebuah barisan di bentuk di sekitar tempat kejadian
yang telah meluas dalam satu jam terakhir.
Sementara melindungi sekitarnya...'
Apa?
'...sebuah garis pembatas, mencegah siapapun dari masuk atau keluar area.
Para saksi mata telah melarikan diri dari tempat kejadian.
Hey, apa kabar teman?
Apa kau percaya dengan Reinkarnasi?
Entahlah, kau?
Aku akan tunjukkan sebuah buku bagus yang aku baca.
Kancingkan celanaku. Terima kasih, sayang.
Singkirkan mereka dari kursi itu. Sekarang!
37 menit lagi, kawan,
Kau tau apa maksudnya 'kawan'?
Tidak? Jangan tersinggung, kalau begitu.
Di mana Sophie?
Ada yang tau di mana Sophie, helo....?
Hey, kau, bodoh! Di mana Sophie?
Umm, Sophie. Dia sedang menjemput ibunya Pippa.
Oh, dasar sial! Dia harusnya sudah di sini sejak jam 5. Panggil dia!
- Maaf. - Ada berita apa?
Umm, jumlahnya makin menurun. Jaringannya sedang bermasalah atau ada sesuatu.
- Oke, jadi apa Headline-nya? - Grayson yang selamat.
Marky masih punya penggemar,
Tapi masih ada masalah antara dia dan Pippa.
Oh, baiklah. Lebih baik wanita itu daripada dia.
Lihat deh. Kelihatan seperti rumah mati di Manchester.
Semoga mereka menominasikan kau, dasar tak berguna.
Hey, apa itu kostum Eliminasi-mu?
Oi, Barbra. Aku tanya, apa itu kostum Eliminasi-mu?
Namaku Grayson.
G-R-A-Y...
Y-M-C-A.
Oooh, Claire. Beritahu mereka.
Ini adalah Big Brother.
Dapatkah Grayson datang ke Diary Room?
- Ha! - Apa?!
- Dia yang mulai! - Oh, "dia yang mulai!"
Oh, dasar kau idiot.
- Kau mau menjatuhkanku? - Kau harusnya datang memakai "subtitile".
Dasar orang-orang brengsek.
Dasar, dia mengatai dirinya sendiri.
Itu cuma semacam "Euforia".
Ingatlah itu.
- Mau apa kau? - Telepon dari Sophie.
Katakan, kau sudah ada di dekat sini, kan?
'Maaf, Patrick."
Semua jalan utama di blokir.
Col sedang mencari jalan alternatif.
Kau harusnya di sini... Sejak tiga jam yang lalu!
- Ya - Berhenti bilang "ya"
'Ya. Mm-hmm. Oke.'
Kau itu, harusnya sudah di sini dari tiga jam yang lalu,
'Dengan halus aku katakan"
Dengan nada yang merengek-rengek.
'Aku sudah muak dengan ini!'
Kembali ke sini, kau mengerti!
Sekarang.
Ambil itu.
Semoga bosmu tidak marah.
Ini adalah malam Eliminasi, jadi dia sedikit stres.
Ini adalah jam kerja yang membuat stres, Aku sering mengalaminya.
Apa itu?
Baik. Sial. Bye. Brengsek.
- Claire. - Ya?
Mereka mungkin tidak menghiraukan acara malam ini.
- Kenapa? - Karena berita sialan ini.
Satu gedung elite di lahap api di Newcastle.
dan rombongan polisi terbunuh di Liverpool.
Oh, tuhan.
Stockwell, Cardiff, Portsmouth, semuanya di blokir.
Jika ini makin memburuk, kita akan benar-benar teralihkan oleh berita-berita baru ini.
Bagus sekali.
Kenapa orang rusuh di mana-mana? Ini kan bukan tahun 80'an.
Mereka mungkin kebingungan, mereka harus tetap tinggal, menyaksikan perkembangan berita.
Topinya besar sekali.
...kenapa kau?
Aku cuma tidak mau merasakan ini lagi.
Terlalu banyak argumen.
Jangan, apa yang kau lakukan? Jangan taruh itu di sana!
Kau pernah liat pabriknya? Di mana mereka membuat barang-barang ini?!
- Tidak. - Ya, hmm, ada tikus.
Mereka tidak bisa mati karena semua pengawetnya ada di uap.
Maksudmu, Ada tikus di situ?!
Ya Tuhan! Aku sudah nyobain makanannya!
Oh, tidak lagi.
Dia memancing perhatian wanita itu.
Itu kostum Eliminasi-mu?
Apa? ya. kenapa? Jelek?
Mark, kau tampak seperti Diva.
- Apakah itu telepon? Ya, itu telepon! - Coba, mungkin untukmu!
Kami mendengarmu!
- Ini Kelly... - Temukan siapa itu. Oh, tuhan.
- Halo! - Halo. Halo, halo.
Halo!
Mereka tidak di ijinkan melakukan itu, kan?
Tidak juga. Halo!
Halo!
Dasar tidak berguna.
Satu untuk dua!
Dia pernah di Big Brother bersamaku.
- Halo. - Bubble. Kita pernah jatuh ya di kursi?
Aku tidak mengerti apa katamu, karena kau gagap mengucapkannya. "Ya kan...?"
Dia tanya padaku, "Oh, bagaimana perasaanmu dengan negaramu?"
Dan aku langsung berpikir, "Aku ini orang Afrika."
Jiwaku terlahir di Afrika tapi ragaku terlahir di Zimbabwe.
- Halo? - Oh, akhirnya.
Dengar, Riq, ini malam Eliminasi. Bukan waktu yang tepat untuk telepon.
- Tebak siapa yang di rampok. - Apa?
'Seseorang mengambil mobil Van ku'
Begini ceritanya - ada sekeluarga yang menghentikanku.
Seorang ibu, ayah, dan anaknya.
No comments yet. Be the first to leave one.