The first 163 lines.
Sub Oleh WETV
Cahaya dari jendela menembus malam.
Perjalanan di jalur abadi panjang.
Delapan tikungan dan sembilan belokan gunung sudah sepi.
Makhluk hidup mempertanyakan penderitaan dunia duniawi di atas sebotol anggur.
Tulis tentang Nirwana dan kelahiran kembali.
Aku akan menembus gelombang biru dengan tubuhku.
Langit luas dan perkasa, jadi apa jika aku lahir biasa?
Kapan prinsip ketidakpedulian berubah menjadi kekerasan?
Badai melanda di kedalaman tebing.
Gunakan pikiranmu pada hidup dan mati dalam mimpimu.
Tarik pedang, tanyakan bintang-bintang abadi.
Dunia duniawi mengalami banyak perubahan.
Dunia dan alam semesta akan memberikan kebenaran yang menusuk.
Ambil dunia, telan segalanya di bawah langit.
Rasakan semua liku-liku kehidupan dalam sekejap.
Aku menantang cahaya, melayang ke langit.
Teruslah menulis bab baru untuk semua makhluk dari tiga dunia.
Kematian dan kultivasi abadi hanya dipisahkan oleh kehendak.
Lepaskan tubuh yang tidak berarti ini untuk menjadi bersinar.
Pasir dari laut melampaui batas terjauh.
Hati muda ditempa oleh cobaan dan kesulitan.
Dengan tegas aku menjadi abadi, mengapa aku ragu untuk melawan Langit?
Pemberontak Abadi
Penonton di bawah umur dimohon untuk menonton setelah mendapat izin dari orang tua atau wali. Seluruh konten dalam film ini dibuat melalui produksi virtual komputer. Tolong jangan meniru adegan-adegan dalam kehidupan nyata.
Diadaptasi dari novel Pemberontak Abadi karya Ergen, penulis situs Qidian dari Yuewen
SEBELUMNYA
Pemandu Bintang
Episode 101
Pernyataan Hak Cipta
Kalau aku menghancurkannya,
baru ada kemungkinan menemukan jiwa Muwan.
Muwan, jangan takut.
Parang ini benar-benar adalah sebuah harta karun.
Bukankah dahulu kau ingin bertarung melawan Zeng Niu lagi?
Aku beri kau kesempatan hari ini.
Bunuh dia.
Hong Die?
Tolong bunuh aku.
Aku menghormati harga diri dan karaktermu.
Aku setujui pertarungan ini.
Bagian luar Makam Zhuque
sudah hampir runtuh sampai habis.
Akhirnya klimaks permainan ini
dimulai.
Zeng Niu?
Saudara Wang?
Wang Lin,
sudah lama tidak bertemu.
Kultivasimu meningkat banyak lagi.
Walaupun masih tidak setampan aku.
Senjata topi jerami itu
kupinjamkan padamu untuk beberapa waktu saja.
Masih tersisa 99 patung.
Setelah kau mencapai Ranah Transformasi Jiwa, jangan lupa.
Patung kayu yang dahulu kujanjikan pada Senior,
sekarang semuanya sudah selesai dibuat.
Terima kasih karena dahulu
Senior memberiku petunjuk.
Dalam perjalanan ini, aku hanya ingin mengambil jiwa,
tidak ada niat lain.
Kultivasi Yunque Zi sudah di Ranah Tantangan,
tetapi dia bisa masuk ke Makam Zhuque.
Pasti ada masalah yang rumit di balik hal ini.
Aku mau mengambil jiwa,
tidak boleh terjebak di dalamnya.
Wang Lin,
kau merusak konsepsiku.
Aku pasti akan membunuhmu.
Aku memiliki banyak musuh sejak berkultivasi,
tetapi yang bisa membuatku begitu panik hanya dengan satu tatapan
hanya ada satu orang,
pikiran iblis Tu Si,
Tuo Sen.
Setelah aku meninggalkan tempat ini,
kau kabur ke sisi lain langit berbintang pun,
aku tetap akan menangkapmu dan meleburkanmu.
Seharusnya dia berusaha membunuhku sekuat tenaga
dan merebut warisan ingatan,
tetapi dia masih tidak turun tangan terhadapku,
melainkan repot-repot memasuki Makam Zhuque.
Mungkinkah dia juga menginginkan Kristal Bintang Kultivasi?
Kultivasinya takutnya bukan hanya di Ranah Transformasi Tubuh.
Yang masih bisa melawannya di sini
hanyalah Yunque Zi.
Aura Dewa Tinggi Kuno
ternyata ada padanya.
Lihat ke sana.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Gunung spiritual runtuh.
Gerbang...
Gerbangnya terbuka.
Menyebarlah.
Kita turun tangan bersama
untuk membuka gerbang gunung spiritual.
Di Luar Laut Emas Makam Zhuque
Menurut perkataan Situ,
seharusnya itu makam Ye Wuyou.
Namun, kalau mau masuk,
seharusnya tidak semudah itu.
Penghalang pelindung istana?
Memadatlah.
Dengan bantuan kekuatan Tuo Sen,
kultivasi orang ini
ternyata memang bisa mencapai Ranah Tantangan.
Terima kasih, Saudara Wang.
Tadinya aku dan Zi Xin
mau menyelinap masuk dengan teknik pelarian air.
Sepertinya tidak bisa.
Sepertinya raksasa berzirah emas ini
bukan mau membunuh.
Kalau bisa menahan satu serangannya,
akan bisa memasuki makam Ye Wuyou.
Hanya saja, kekuatan serangan ini...
Saudara Zeng Niu,
pasti kau juga sudah menyadari
bahwa kekuatan cahaya pedang ini sudah mencapai Ranah Tantangan.
Kita tidak bisa menahannya sendirian.
Daripada diam saja,
lebih baik kita bertiga bekerja sama untuk melawannya, bagaimana?
Saudara Wang,
hati-hati ada jebakan.
Baik.
Itu bagus sekali.
Saudara Zeng,
kita berdua lawan cahaya pedangnya dahulu,
lalu, biarkan adik seperguruanku yang melanjutkan.
Bagaimana menurutmu?
Tidak perlu serepot itu.
Aku yang pertama menahan cahaya pedangnya,
kemudian kalian berdua mengikuti saja.
Zeng Niu hanya di Ranah Transformasi Tubuh awal,
tetapi begitu percaya diri,
pasti karena mengandalkan bendera roh itu.
Kalau bisa merebut harta karun ini...
Jangan panik, Saudara Zeng.
Aku datang.
Zeng Niu,
matilah!
Ke...
Kesadaran Ranah Tantangan?
Gawat.
Cepat pergi.
Waktu.
- Zeng Niu. - Wang Lin.
Ini seharusnya patung Ye Wuyou, Zhuque generasi pertama.
Mungkinkah bola cahaya itu
Kristal Bintang Kultivasi?
Namun,
Yunque Zi dan yang lainnya pergi ke mana?
Wang Lin,
itu kau, 'kan?
Karena kau sudah datang,
bantulah aku.
Aku ternyata memang tidak salah menilai orang.
Kau adalah orang ketiga yang memasuki tempat ini.
Senior,
mungkinkah ini
orang yang datang setelahmu?
Orang ini hanya membebaskan kesadaran saja,
kultivasinya sudah mencapai Ranah Tantangan.
Aku sudah bertarung dengannya
No comments yet. Be the first to leave one.