The first 200 lines.
Pada mulanya tak ada apa - apa...,
Godaan menuntun pada dosa.
Setelah dikeluarkan dari Surga, Adam dan Hawa punya tiga Putra:
Cain, Abel dan Seth --- Qabil, Habil dan Seth ---
Cain membunuh Abel dan lari ke Timur...
...dia dilindungi kumpulan Malaikat yang terusir...
Watchers : Para Penjaga
Para Penjaga membantu keturunan Cain...
...membangun peradaban maju.
Kejahatan keturunan Cain menyebar menyelimuti dunia...,
Hanya keturunan Seth yang...
...mempertahankan dan menjaga yang tersisa dari Penciptaan.
Hari ini, keturunan terakhir Seth telah dewasa.
Dari Adam turun ke Seth, dari Seth ke Enos...,
Enos ke Kenan, dari Kenan ke Mahalaleel...
...lalu ke Ayahku, Methuselah, kemudian padaku.
Hari ini, warisan itu jatuh padamu...,
Noah.
Putraku.
Sang Pencipta menciptakan Adam atas kehendak-Nya...,
...dan memasrahkan dunia padanya.
Ini tugasmu sekarang. Tanggung jawabmu.
Semoga kau berjalan di sisi Sang Pencipta dalam kebajikan.
Kuperintahkan padamu...
Tempat suci Seth !
Ada orang.
Sembunyi.
Kita menambang di sini.
Tanahnya kaya akan tzohar.
Ini tanah Sang Pencipta. Apa yang kau lakukan ?
Sang Pencipta ?
Tambangku mulai habis.
Rakyatku lemah dan harus diberi makan.
Lalu apa yang Dia lakukan ?
Dia mengutuk kita untuk berusaha dengan keringat agar bertahan hidup !
Terkutuk aku jika aku hanya diam saja.
Terkutuk aku jika tak mengambil apapun yang kuinginkan.
Peninggalan ini jadi milik keturunan Cain sekarang.
Garis keturunan Seth berakhir di sini.
Ini milik kita. Sekarang gali !
Ham.
Apa yang kau lakukan ?
Bunganya bagus.
Lihat bunga - bunga yang lain ?
Bagaimana mereka menempel ke tanah ?
Di sanalah tempat mereka.
Mereka punya tujuan.
Mereka tumbuh.
Lalu mekar.
Angin membawa benih mereka lalu tumbuh lebih banyak bunga.
Kita ambil yang akan kita gunakan dan butuhkan.
Paham ?
Shem.
Ham.
Ayo.
Ada orang. Sembunyi, sembunyi.
Cepat.
Kau temukan buruan kami.
Sungguh beruntung.
Tapi tidak bagimu.
Kau tahu berapa lama kami tak makan daging ?
Terakhir kali melihat binatang ?
Tenang.
Jangan. Apa yang kau inginkan ?
Keadilan.
Kenapa mereka membunuhnya ?
Mereka memakannya.
Kenapa ?
Mereka pikir itu membuat mereka lebih kuat.
Benarkah ?
Mereka lupa kalau kekuatan berasal dari Sang Pencipta.
Ibu !
Ibu !
Kau lihat saudara - saudaramu ?
Ham melihat pemburu.
Mereka makin dekat.
Bagaimana tanggapannya ?
Sedikit tertarik.
Dia pasti melihatnya kapan - kapan.
Aku melihat sesuatu yang lain.
Bunga...
...yang mekar tiba - tiba.
Istirahatlah.
Mungkin akhirnya Dia akan memperbaiki keadaan.
Methuselah.
Dia bicara kepadamu ?
Kurasa begitu.
Akankah Dia membantu kita ?
Dia akan menghancurkan dunia.
Ini perjalanan panjang dan berbahaya bagi anak - anak.
Bagaimana kau tahu Kakekmu masih hidup ?
Aku tak tahu.
Aku melihat gunungnya.
Kita harus tahu apa dia paham apa yang harus kita lakukan.
Shem. Bisa bantu aku ?
Kita bisa bawa anak - anak dan cari persembunyian.
Tak ada kata sembunyi lagi.
Kita harus pergi.
Ham, biar Ayah tunjukkan caranya.
Dorong sebelah sini.
Saat kita selamat...,
Kita akan tahu apa saja yang kita butuhkan.
Ada kota di depan.
Jangan terlalu dekat.
Itu tambang tzohar ?
Dulu. Sebelum mereka menghabiskan semuanya.
Haruskah kita memutar ?
Tidak.
Mereka semua mati ?
Sepertinya begitu.
Mereka pasti cuma pemulung.
Dan ada yang merampas dari mereka.
Ayah !
Tetaplah berdekatan.
Ayah !
Kemari !
Bisa kulihat ?
Biar kulihat.
Katakan siapa namamu.
Kau punya nama ?
Ila.
Namaku Ila.
Ila.
Kau akan baik - baik saja, Ila.
Ini Shem.
Dia akan memegang erat tanganmu dan takkan melepasnya.
Ke atas bukit ! Cepat ! Cepat !
Kita harus pergi. Sekarang.
Ke atas bukit. Lari.
Jangan ke sana.
Tak ada pilihan. Cepat !
Tahan ! Tahan !
Para raksasa !
Mereka akan membunuh kalian !
Shem !
Jaga Ibumu, selalu.
Ayah menyayangimu.
Lari !
Noah !
Noah !
Noah. Noah. Kau baik - baik saja ?
Kita harus bertemu Methuselah. Kakekku.
Putra Adam ?
Kau harusnya membunuh mereka.
Tapi, Samyaza...,
Mereka manusia, Og.
Kau lupa bagaimana mereka mengkhianati Sang Pencipta ?
Dialah yang mengutus kami !
Bohong !
Biarkan mereka membusuk.
Siapa mereka ?
Watchers.
Ayah ?
Tidurlah sekarang.
Bernyanyilah untukku.
Aku ingin Ayah menyanyi.
Aku juga kehilangan Ayah saat masih kecil.
Ada lagu yang dia nyanyikan...
...saat aku tak bisa tidur.
Kau mau mendengarnya ?
Bulan meninggi.
Pepohonan saling membelit.
Ayahmu menunggumu.
Untuk menyelimutimu dengan sayap pelindung-Nya.
Dan berbisik menyuruhmu tidur.
Ayahmu adalah...,
Angin penyembuh.
Yang berbisik menyuruhmu tidur.
Bisikan itu mengantarmu tidur.
Lukanya dalam.
Dia takkan pernah punya anak.
Jika demam tak merenggutnya, Kurasa dia akan hidup.
Ikuti aku.
Maaf aku menakutimu.
Watchers telah belajar untuk takut pada manusia.
Lalu kenapa kau membantu kami ?
Sang Pencipta menciptakan kami di hari kedua.
Hari di saat Dia menciptakan langit.
Kami mengawasi Adam dan Hawa.
Melihat kelemahan dan cinta mereka.
Lalu kami melihat kejatuhan mereka. Kami kasihan.
Awalnya kami bukan batu, tapi cahaya.
Sebenarnya kami tak boleh ikut campur.
Namun kami memilih membantu umat manusia.
Dan saat kami tak mematuhi Sang Pencipta...,
Dia menghukum kami.
Kami dilapisi bahan dari duniamu.
Batu dan lumpur membelenggu cahaya kami.
Namun kami tetap mengajari manusia semua yang kami tahu soal Penciptaan.
Dengan bantuan kami...,
...mereka bangkit dari debu, Jadi hebat dan perkasa.
Tapi mereka mengubah karunia kami jadi kekerasan.
Hanya satu orang yang melindungi kami. Kakekmu Methuselah.
Kami diburu. Sebagian besar tewas.
Yang masih hidup terpenjara dengan kulit batu ini...,
...terdampar di tanah tandus ini.
Kami memohon pada Sang Pencipta untuk membawa kami pulang.
Tapi Dia selalu diam.
Dan sekarang kau bilang kau mendengar panggilan-Nya.
Samyaza takkan percaya ini.
No comments yet. Be the first to leave one.