The first 200 lines.
Ahhh! Aku pikir aku akan mati! Tolong selamatkan aku!
Tahan!
Harusnya kau mengajaknya ke luar untuk bercakap-cakap.
Mengajaknya ke luar secara mendadak akan tampak aneh.
Baik.
Jika kau tidak berhati-hati, dalam satu menit kemudian aku akan melakukan apa pun yang ingin aku lakukan. Jadi lakukan apa yang kausenangi.
Ada begitu banyak nama merk tas di sini.
...yang mana yang kira-kira paling kau sukai.
Aku akan mengunjungimu di museum. Baik, boleh saja.
Hati-hati di jalan.
Makan malammu jadi dingin...
Tak apa.
Ada apa?
Ini apa ya.
Perutku!
Maaf, aku sedang terburu-buru.
Apakah Direktur Oh sudah pulang?
Hampir saja aku ngompol.
Mengapa...mengapa kau masih di sini?
Aku yakin aku dengar pintu di tutup.
Bisakah kau masuk ke dalam?
Kita jumpa lagi.
Halo.
Kau pasti sangat kaget.
Mmm..
Yoon Joo, kuharap kau tak salah paham.
Tidak, tak apa.
Aku takkan salah paham. Namun aku tak tahu bahwa kau bisa seperti ini.
Oppa, kau lucu.
Aku pergi sekarang. Tak usah kau antar ke luar.
Mmm.
Sumpah, aku sudah berusaha sebisaku.
Namun, Direktur Oh hebat sekali.
Ia sungguh hebat.
Apakah dimata gadis-gadis sikap seperti itu hebat?
Baik.
Apakah kau sudah lega?
Ya?
Episode 3
Perasaanku tak enak sekarang.
Aku butuh seseorang untuk menghiburku.
Biar aku yang jawab.
Halo?
Apa?
Benarkah?
Gawat!
Ada apa?
Bagaimana pun caranya, kita harus menghentikan pak Presiden.
Pak Presiden sedang diwawancara tentang restorasi Keluarga Kerajaan.
Apa?
Keluarga Kerajaan? Kakekku sedang memberi keterangan pers?
Saudara-saudara yang terhormat, terimalah salam hormat saya..
Saya Ketua Grup Perusahaan Dae Han, Park Dong Jae.
Grup Dae Han mendukung keinginan rakyat untuk...
...pelestarian kembali Kerajaan Korea.
Hari ini, saya umumkan, sesuai dengan keinginan seluruh rakyat, bahwa saat restorasi dimulai..
...saya akan menyumbangkan semua harta pribadi dan aset saya ke masyarakat.
Ah, tolong jawab teleponnya.
Info Terkini.
Pimpinan Grup Dan Han Park Dong Jae memiliki...
Menanggapi pengumuman Ketua Grup Dae Han Park Dong Jae tentang...
...para pemuka politik berlomba-lomba membuat pernyataan...
Apakah dia sungguh-sungguh akan melakukannya?
Pastinya tak semua kekayaan sebenarnya.
Dia memang membuat pernyataan publik.
Jelas-jelas diumumkan.
Bagaimana bila ia tak jadi memberi dananya?
Rakyat akan menuntut.
Ayahku masih bekerja di Dae Han, apakah ia akan terkena imbasnya?
Kau ada di mana?
Mengapa tak kau jawab telponmu? Apakah kau membawanya sebagai hiasan saja?
Telponku? Oh, maaf. Apakah kau sudah lihat berita?
Sekarang, di televisi.
Ikut aku.
Itu di sana!
Apa ini?
Tn. Park Hae Yeon, sebagai pewaris satu-satunya bisakah kau memberi komentar...
Apakah pengumuman Grup Dae Han itu benar?
Tolong lihat kemari, Tn. Park Hae Yeong.
Apa yang sedang ditanyakan oleh orang-orang ini?
Diam saja.
Bila kau tampil di media seperti ini, hidupmu akan mulai jadi rumit.
Beri jalan. Tolong beri jalan.
Hei, Seol, kau mau ke mana? Kau tak masuk kelas?
Tolong daftarkan absenku, ya?
Sebentar!! Tunggu!
Aa..aaa...ahhh...
Tunjukkan pada kami wajah yang sedang kau tutupi itu!
Mengapa kau mendadak datang ke sini? Siapa gadis itu?
Baik, baik!
Mengapa kalian tak hentikan saja?
Sebenarnya, sebab kebijakan keluarga, aku tak suka dipotret.
Aku tak biasa berpose di depan juru foto. Hari ini lumayan.
Kukira kalian sudah cukup banyak mengambil gambar hari ini. Tolong hentikan. Terima kasih.
Tolong beri pernyataan, satu saja.
Aah, sungguh.
Maksud kalian menjawab pertanyaan?
Mengapa kalian tak bisa berhenti menggangguku?
Bukankah sudah bisa terbaca di wajahku?
Bagus...
Diplomat ini...
...masih kurang ahli menangani wartawan.
Lama tak jumpa, Diplomat Park Hae Yeong.
Ah, wartawan Yoo Gi Gwang.
Benar.
Tak kusangka kau akan dibebaskan secepat ini.
Oh, Sun-ah.
Apakah kuliah sudah mulai? Kau sudah mengisi absenku?
Kau masih bercanda dengan kejadian tadi? Kau dapat pacar tanpa memberitahuku?
Apa maksudmu? Masa kau tak kenal aku?
Pacar itu setia sampai akhir. Aku takkan melepas Nam Jeong Woo.
Kau tak sedang bicara di depan pak Profesor, bukan?
Kuliah belum mulai. Bukankah pak Profesor ikut berlari ke arah kalian?
Ah, mengapa kau baru bilang sekarang?
Sudah dulu.
Mana dia?
Biar kutanya langsung.
Gadis di dalam mobilmu itu...
...apakah dia sang Putri Raja?
Maksudmu yang ada seorang Putri bukan seorang Pangeran?
Apakah gadis di dalam mobil itu sungguh seorang Putri Raja?
Tolong jelaskan!
Ia gadisku.
Apa?
Namun ia hanya mahasiswa biasa.
Ia gadis lugu, yang tak tahu siapa diriku dan tak tahu mengapa ia harus sembunyi.
Jadi akan kutolak semua pertanyaan pribadi.
Ia sedang sangat terkejut sekarang.
Kumohon pengertian kalian.
Apakah kalian akan menikah?
Bagaimana kalian bertemu pertama kali?
Kapan ciuman pertamamu?
Selamat datang.
Panggilkan petugas keamanan dan tutup semua pintu masuk.
Ya, aku mengerti.
Kau sedang apa?
Apakah terjadi perselisihan antara keluarga kita?
Tak ada masalah antara keluargamu dan keluargaku. Cepat masuklah.
Keluargaku?
Tuan Park!
Tolong tinggalkan kami.
Setelah kita selesai, kita akan membuka pintunya segera.
Tolong minggir.
Kita tak bisa bicara di luar, jadi masuklah.
Mengapa wajahmu begitu?
Kau menilai diriku sambil melotot.
Kau merusak reputasiku.
Jangan bertele-tele, masuk saja.
Aduh, kau menyentuhku?!
Apakah terasa sakit sekali?
Berdarah.
Maafkan aku.
Aku melakukannya sebab aku kaget.
Kau bisa Tae Kwon Do? Apakah kau harus memukulku?
Bagaimana kepalan tanganmu bisa melayang seperti itu hanya karena kaget?
Biasanya bila aku lihat ketidak-adilan, aku langsung meninju tanpa berpikir.
Kau punya sisi lucu juga.
Mengapa kau takut akan hal seperti itu.
Siapa yang takut?
Hanya refleksku saja.
Bagaimana pun, reaksimu lumayan cepat.
Maksudku di hadapan para wartawan.
Di depan mataku, ada kilatan lampu, lalu aku berada di pelukanmu.
Kau pasti sudah sering melakukannya.
Gerakan menarikku itu.
Tak terpikir cara lain untuk melindungimu, selain begitu.
Sebab belum berpengalaman, kau tak tahu. Saat wajahmu...
...dipotret dan kehidupan pribadimu dibeberkan...
...rasanya sungguh tak enak dan sangat mengganggu.
Seperti Paris Hilton?
Beraninya kau mengkaitkan aku dengannya?
Keluargaku atau latar belakangku mungkin sama, namun kau pikir kategori kami sama?
Dia hanya cucu dari beberapa jaringan Hotel...
Ia hanya cucu raja hotel dan aku cucu satu-satunya dan pewaris Grup Dae Han.
Kau tak punya saudara kandung atau sepupu?
Seorang ayah pun aku tak punya.
Tak ada kabar selama 20 tahun.
Kau ingin kuceritakan sesuatu yang menarik?
"Saat orang tua ini meninggal, anak berusia 11 tahun ini akan mewarisi aset Grup Dae Han."
Apakah hal ini kurang dramatis?
Itulah sebabnya, wartawan selalu mengikutiku. Begitu juga para penculik.
...dan orang-orang yang menawarkan diri menjadi waliku.
Namun sekarang, tiba-tiba Kakek berkata ia takkan memberiku sesen pun.
Apakah aku harus marah atau tidak?
Kau telah mengalami banyak hal.
Saat aku berumur 11 tahun, bila ibuku memberi 1 sosis lebih ke kakakku, rasanya seperti kiamat.
Saat itu, bila aku pulang sekolah dan pintu rumah terkunci, aku marah sekali.
Itu sebabnya aku tak tahu banyak tentang hidup.
Sementara, kita nonton berita?
Apa?
Gambar yang dibuat wartawan tadi, akan ditayangkan di TV.
Coba kita lihat apakah wajahmu terekam dengan baik di monitor.
Astaga, apakah mereka boleh menyiarkan begitu saja?
Park Hae Yeong baru saja terlihat memasuki sebuah hotel dengan seorang gadis.
Akan kami hubungi wartawan di lokasi kejadian.
Tolong hubungkan kami dengan wartawan Li Ga Gwang.
Ini adalah bagian depan Hotel Dae Han.
Ia menantangku berkelahi.
Ia dapat berita besar melalui liputan ini!
Ahli waris mengumumkan tunangannya.
No comments yet. Be the first to leave one.