The Binding

The Binding (Il legame)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Binding NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ Runtime 1:33:16 ] ---- | Streaming : dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Published on: 2020-10-03
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

BERSAMA DENGAN NETFLIX

Jangan!

Santet menandakan kondisi psikis yang dihambat, dikekang, dan didominasi

oleh kekuatan yang menghilangkan akal sehat.

Biasanya itu disebut sebagai kutukan dari pengaruh kuat dan jahat.

Ernesto de Martino, Penyihir Selatan

Santet dengan darah ini dilakukan melalui ritual khusus

antara korban dan pelakunya.

Ritual ini telah lama berakar di Italia Selatan.

Sial! Ada apa denganmu?

Ibu tadi mengumpat!

- Bodoh! - Aduh!

Aku akan membalasnya.

Duduk yang benar, Sayang.

Ada apa?

Tidak. Kau terus bekerja sejak berangkat. Kau bahkan tak melihat ke luar.

- Dahulu aku tersesat di ladang itu. - Foto masa kecilmu belum kulihat.

Jangan beri tahu ibuku.

Dia akan memamerkan foto TK-ku hingga sekolah musik.

- Aku ingin melihat semuanya. - Jangan.

Aku pasti disuruh memainkan musik lamaku. Dia masih menyimpannya.

Dia kuno sekali.

Dia pasti menyukaimu.

Seharusnya kau mengabarinya dahulu.

Tidak usah.

Ini kejutan.

Hei!

Halo!

- Siapa namanya? - Tito.

Hai, Tito.

- Apa dia menggigit? - Tidak, tetapi dia bau. Awas!

Tito!

Tito!

Kemarilah!

Tak kusangka rumahnya besar.

Dia seharusnya pindah ke desa daripada hidup menyendiri.

Teresa tidak sendirian.

Hai, Sabrina!

Ini Emma.

Senang bertemu denganmu. Ini Sofia.

- Selamat datang. - Terima kasih.

Butuh bantuan?

Tidak, aku masih bisa!

- Tasku kubawa saja. - Baik.

- Lewat sini. - Ayo.

- Apa kabar? - Lelah, namun ini menyenangkan.

- Cantik sekali! - Lihat?

Jangan sentuh! Sofia!

Aku sudah menyiapkan kamar di atas.

Terima kasih, Sabrina.

Itu aku.

- Aku suka melihatmu tanpa kumis. - Aku, sebaliknya.

- Itu ibumu? - Ya, itu beberapa tahun lalu.

- Di mana ibu? - Dia segera pulang.

- Jika kalian mencariku, aku di dapur. - Terima kasih.

Ayo. Lewat sini.

Ayo. Lihat lagi nanti.

Sofia?

Ayolah.

Apa itu terlalu berat?

Tidak.

Ini kamarku. Itu kamar kalian.

Ini tradisi. Kita belum menikah. Jangan tidur bersama.

- Apa kau serius? - Ya, aku serius. Itu sangat...

Tetapi aku mau tidur sendiri.

Jangan. Memang begitu aturannya.

Kami belum bisa tidur bersama.

Sofia?

Ibu, lihatlah.

Sedang apa mereka?

Entahlah.

Itu bukan urusan kita.

Di sini rupanya!

Ibu!

Ayo.

Siapa nama gadis ini?

Sofia.

- Halo, Sofia. Apa kalian merasa betah? - Ya, kamar kami di atas.

Ini Emma.

Maaf atas sambutannya. Tadi aku ada urusan.

Senang bertemu denganmu, Bu.

Putraku akhirnya mengajakmu ke sini. Pasti ada alasan yang sangat penting.

Benar, Sofia?

Matamu indah sekali.

Tempat ini menakjubkan.

Terima kasih. Hanya ini yang kupunya.

Tempat ini butuh banyak pengorbanan.

Ibu pasti sibuk sekali.

- Omong-omong, bagaimana perkembangannya? - Rumit sekali.

Kenapa Ibu tak minta bantuan?

Kami selalu berhasil melakukannya sendiri. Kali ini juga.

- Ayo kita jalan-jalan. - Baiklah.

Jangan pergi terlalu jauh. Di sini orang mudah tersesat.

Aku akan beres-beres di dapur sebelum tamu datang.

Siapa yang Ibu undang?

Tamu biasa. Mereka sudah lama ingin melihatmu.

Ibu.

Aku ikut. Aku mau bilang sesuatu.

- Sampai nanti. - Ya.

Ayolah, Ibu.

Lihat. Dia cantik sekali.

Aku melindungi hidupku dan keselamatanku dengan darahmu yang berharga.

Aku melindungi keluargaku,

dan orang tercinta dengan darahmu yang berharga.

Semoga darahmu menjaga dan melindungi kami dari kejahatan.

Apa itu tadi?

Mantra tua dari wilayah ini.

Itu untuk melindungi keluarga dan orang yang ingin bergabung.

Putraku akan menikah.

Wah, selamat!

Terima kasih.

Kalau begitu, mari kita bersulang!

- Bersulang! - Bersulang!

Putrimu lahir di Italia?

Tidak, aku datang saat usianya satu tahun.

- Apa pekerjaanmu? - Konsultan konstruksi.

Jadi, kau bekerja di Milan, Roma?

Kebanyakan di luar negeri.

- Putrimu bagaimana? - Jika perjalanan jauh, dia ikut.

- Tidakkah itu merepotkanmu? - Aku sudah terbiasa.

Apa putrimu juga terbiasa? Seorang anak butuh kestabilan, 'kan?

- Interogasinya sudah usai? - Pernikahan gereja atau pernikahan sipil?

Sudahkah kalian menetapkan tanggal?

Di sini indah. Menikah di sini saja.

- Apa kau serius? - Ya, di sini saja!

Maaf, Bu. Aku tak sengaja. Maafkan aku.

Tak apa-apa.

TOILET

Hei.

Ini tak bisa hilang.

Coba kita lihat.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Aku belum pernah melihatmu berdoa.

Itu penting bagi ibuku. Dia bahkan mengundang pendeta.

Kemarilah.

Kemarilah! Kemarilah, Tito!

Lihatlah.

Mau? Pergi ambil!

Tito?

Tito? Tunggu!

Tito!

Tito, tunggu!

Tito!

Sedang apa kau?

Tito kabur!

- Pohon itu amat besar! - Tahukah kau usianya seribu tahun lebih?

Kenapa pohon lainnya dicabut?

Karena mereka sakit.

Kuberi tahu satu rahasia. Ibuku bisa mengobati mereka.

- Sungguh? - Ya.

Seperti sulap?

Tepat sekali.

Sulap.

Ini rahasia kita.

- Dia akrab dengan Sofia. - Sofia menyayanginya.

Terkadang aku jadi iri.

Kau beruntung bisa menemukan ayah untuknya.

Sofia sudah punya ayah.

Tentu, maafkan aku.

Kenapa kalian bercerai?

Kami masih terlalu muda. Saat Sofia lahir, hubungan kami berakhir.

- Namun kami masih berteman. - Pekerjaanmu pasti merepotkanmu.

Banyak orang mau membayar demi posisiku.

Dan Francesco suka bepergian.

Begitulah dia.

"Brahms' Quintet for Piano and Strings"

Itu lagu saat kami bertemu.

Di sebuah konser kecil.

Dia luar biasa.

Namun dia tak nyaman bermain di panggung besar.

Dia bisa mencoba lagi.

Bagus!

- Apa Ibu dengar? Aku memainkan semuanya. - Anak pintar.

Kenapa kau pintar?

Karena aku punya guru terbaik.

Tidak usah iri.

Hubungan ibu dan anak tak terpisahkan.

Semuanya berjalan lancar. Kau hebat.

Kau bahkan selamat dari interogasi kerabatku.

Sepertinya ibumu tak rela.

Tidak. Aku mengenalnya.

- Dia ikut bahagia. - Apa kau bahagia?

Bagaimana menurutmu?

Aku suka ide menikah di sini.

Di tempat kau dibesarkan.

Kita pikirkan nanti.

Ada apa?

Sofia?

Bagaimana?

Ada yang memata-matai kita.

- Siapa? - Sabrina.

- Apa maksudmu? - Kurasa aku melihatnya.

Itu mustahil. Ayolah.

Sayang, rumah tua ini mempunyai banyak rancangan.

Kau ketakutan karena ada suara. Kita baik-baik saja.

Kenapa ada banyak bekas luka di lengannya?

Dengar, Sabrina punya masalah.

Ibuku menjaganya. Jadi, dia membantu ibuku.

Mereka sangat akrab.

Sayang?

More Indonesian subtitles for The Binding

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left