Into the Woods

Into the Woods

Download Indonesian Subtitle

Release info

Into-The-Woods-2014-BluRayRip-720p-480p-1080-YIFY-Ganool www lebahku com
A Commentary by Lebah Ganteng

Tags

BluRay
720p
720
1080
480p
480
ganool
Published on: 2019-04-07
Downloads: 127
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Suatu ketika, di sebuah Kerajaan nun jauh...,

...ada sebuah desa kecil di tepi hutan.

Aku ingin.

Dan di desa ini...

Lebih dari segalanya.

...hiduplah seorang gadis muda...,

Lebih dari hidup. Lebih dari permata.

...seorang anak lelaki yang riang...

Aku ingin.

Lebih dari hidup.

...dan tukang roti tanpa anak...

Aku ingin.

...bersama istrinya.

Lebih dari segalanya. / Lebih dari bulan.

Aku ingin.

Raja mengadakan sebuah Festival.

Lebih dari hidup.

Aku ingin. / Aku ingin pergi ke Festival.

Lebih dari kekayaan. / Dan Pesta Dansa.

Andai sapiku bisa memberi kami susu.

Lebih dari segalanya. / Kuingin kami punya anak.

Ayolah, kawan.

Aku ingin anak.

Aku ingin pergi ke Festival.

Berilah kami susu. Atau bahkan keju.

Aku ingin.

Kau ingin pergi ke Festival ?

Orang tua gadis malang itu sudah meninggal.

Kau, Cinderella, ke Festival ?

Kau ingin pergi ke Festival ?

Festival itu ? Festival Raja ?

Kini dia tinggal bersama Ibu tirinya.

Festival itu ?

Dia punya dua putri kandung.

Lihat kukumu. / Lihat gaunmu.

Orang akan menertawakanmu. / Walau begitu...,

Dia tetap ingin pergi ke Festival,

Dan menari di hadapan Pangeran,

Ketiganya berwajah cantik, tapi punya hati yang gelap dan jahat.

Anak lelaki ini tak punya Ayah, dan Ibunya...

Aku ingin.

...dia sudah hampir gila.

Kuharap anakku tidak bodoh.

Aku ingin rumahku Tidak berantakan.

Andai sapi penuh dengan susu. Andai dinding penuh emas.

Aku menginginkan banyak hal.

Mau apa kau dengan sapi di dalam rumah ?

Kupikir jika pejantan ini nyaman dan hangat, dia akan menghasilkan susu.

Ini sapi betina !

Berapa kali Ibu harus bilang hanya sapi betina yang menghasilkan susu ?

KEDAI ROTI

Lalu, ada seorang gadis kecil yang lapar...

...yang selalu memakai mantel merah.

Aku ingin.

Bukan untukku. Ini untuk nenekku di hutan.

Sebuah roti. Kumohon.

Untuk nenekku. Yang miskin dan lapar di hutan.

Hanya sebuah roti. Kumohon.

Cinderella.

Jika kau bisa memungut miju - miju ini...,

...dan menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu...,

...maka kau boleh pergi ke Pesta Dansa bersama kami.

Ayo, anak - anak.

Baik, Ibu.

Semoga berhasil.

Kemari, burung - burung kecil.

Turunlah dari atap dan daun.

Di ladang, Keluar dari istana dan kolam.

Berilah susu, kawan.

Cepat, burung kecil Carilah di antara abu.

Pungut dan patuk, tapi cepat. Carilah di antara abu.

Taruh di panci.

Tepat !

Kau sedang apa ?

Berhentilah main - main !

Dengarkan Ibu, nak.

Milky-White harus dibawa ke pasar.

Jangan, Ibu ! Dia sapi terbaik di dunia !

Tadinya. Sudah berminggu - minggu dia tak menghasilkan susu.

Kita tak punya makanan atau uang dan kita terpaksa menjualnya.

Tapi Milky-White teman baikku !

Lihat dia !

Ada serangga di putingnya.

Ada lalat di matanya.

Ada bengkak di bokongnya. Cukup besar bagai punuk.

Tapi, Ibu... / Tak ada waktu untuk bimbang.

Sementara punggungnya Layu bersamanya.

Tak ada yang berteman Dengan seekor sapi.

Kadang Ibu berpikir apa isi kepalamu itu.

Waktunya pergi ke hutan. Tak ingin pergi, tapi aku harus.

Waktunya pergi ke hutan. Aku harus mulai perjalanan.

Ke hutan dan melewati pepohonan. Ke tempat aku sudah ditunggu, Bu.

Ke hutan, ke rumah Nenek.

Hentikan. / Aku tak bisa...

Ke hutan, ke rumah Nenek.

Kau tahu jalanmu ?

Aku tahu jalannya. Cukup terang cahayanya.

Aku tidak takut. Tak ada yang perlu takut.

Hutan hanyalah pepohonan. Pepohonan hanyalah kayu.

Aku tak suka memintanya. Tapi apa kau punya keranjang ?

Ya, kami punya.

Kau tak berencana untuk membelinya, ya ?

Jangan menyimpang dan jangan terlambat.

Simpan sebagian manisan itu untuk Nenek.

Astaga... / Biarkan saja.

Dia pencuri !

Ke hutan dan menuruni lembah. Jalannya lurus, aku tahu benar.

Ke hutan, dan siapa yang tahu Apa yang menanti di perjalananku.

Ke hutan membawakan roti. Untuk Nenek yang sedang sakit.

Entah apa yang akan terjadi. Mungkin saja dia sudah mati.

Tapi pergi ke hutan.

Ke hutan. Ke hutan, ke rumah Nenek.

Dan pulang sebelum gelap.

Cinderella !

Cepat ke atas !

Terbanglah, burung - burung. Kembalilah ke langit.

Kami menunggu !

Kembali ke atap dan dedaunan Dan ladang dan...

Cinderella, cepat rias rambutku Kau sungguh memakai itu ?

Cinderella, ini robek sedikit. Bisa sembunyikan dengan topi ?

Kau tampak cantik. / Aku tahu.

Maksudnya aku. / Tidak benar.

Ibu bilang jangan nakal. Ayah bilang harus ramah.

Itu selalu nasihat mereka.

Maka jadilah ramah, Cinderella. Cinderella yang baik.

Baik dan ramah. / Lebih ketat !

Buat apa bersikap baik Jika semua orang buta.

Selalu meninggalkanmu. Lupakan, Cinderella.

Cinderella yang baik. Baik, ramah, sopan.

Tidak seketat itu ! Bodoh !

Siapa itu ?

Kami sudah menjual roti terakhir kami !

Itu Penyihir dari rumah sebelah.

Kami tak punya roti.

Aku tak mau rotimu.

Lalu kau ingin apa ?

Bukan apa keinginanku. Tapi apa keinginanmu.

Kau tak punya anak di perutmu, bukan ?

Dan takkan pernah ada.

Kecuali...,

...kau mengikuti perintahku.

Dalam tiga hari, Bulan Biru akan muncul.

Saat itulah kutukannya dapat dipatahkan.

Kutukan apa ?

Kutukanku pada rumah ini.

Apa maksudmu ?

Dahulu...,

...ketika kau masih bayi...,

...ayahmu membawa istrinya dan kau ke pondok ini.

Ayahmu membawa istrinya dan kau ke pondok ini.

Mereka pasangan yang serasi.

Tapi bukan tetangga yang baik.

Ibumu sedang hamil...

...dan dia punya selera yang ganjil.

Dia mengagumi tamanku yang indah...

...dan dia bilang pada Ayahmu...

...bahwa dia menginginkan...

...lebih dari apa pun di dunia...,

Sayuran hijau. Hanya sayuran hijau.

Lada, peterseli, Kubis dan seledri.

Asparagus dan seledri air Selada dan pakis.

Dia bilang, "Baiklah". Tapi itu tidak benar.

Kutangkap dia di musim gugur Suatu malam di tamanku.

Dia merampokku. Mencuri dariku.

Mencari - cari Rutabaga-ku Merampas Arugula-ku.

Dan mengambil Rampion, juaraku, kesukaanku.

Mestinya kusihir dia saat itu juga.

Aku bisa mengubahnya menjadi batu.

Atau seekor anjing.

Atau sebuah kursi.

Tapi kubiarkan dia ambil Rampion. Aku punya banyak.

Sebagai imbalan, Kubilang, "Begini biar adil."

"Berikan bayimu kepadaku yang akan dikandung istrimu."

"Maka kita impas."

Aku punya saudara lelaki ?

Bukan.

Kau punya saudara perempuan.

Di mana dia ?

Dia milikku sekarang...

...dan kau takkan menemukannya.

Harga kecil untuk apa yang dicuri Ayahmu dariku.

Aku kehilangan kemudaanku, kecantikanku.

Ibuku sudah peringatkan...

...dia akan mengutukku menjadi jelek jika sampai ada yang hilang.

Hilang apa ?

Buncis.

Buncis ? / Buncis istimewa.

Kubiarkan dia pergi. / Aku tak tahu buncisku dia curi.

Aku melihatnya merangkak ke balik tembok.

Ketika suara geledek terdengar, kilat menyambar.

Itu kisah lain. Lupakan saja.

Akhinya, hari besarku tiba. Akan kuambil bayinya.

"Jangan ambil bayi kami" Mereka berseru dan menjerit.

Tapi kusembunyikan dia. Di tempat dia takkan ditemukan.

Ayahmu menangis. Dan Ibumu meninggal.

Sebagai tambahan, kuakui, itu menyenangkan.

Kubilang, "Maaf, aku masih marah."

Maka kukutuk mereka.

Kau juga, Nak.

Seluruh keturunan keluargamu akan selalu...

More Indonesian subtitles for Into the Woods

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left