The first 200 lines.
Jadi berapa lama kau akan buatku menunggu?
Maaf?
- Aku capek menunggu disana. - Dimana?
Disana, dekat dengan dengan paviliun selada kentang Ben Franklin.
Maaf. Apa kita saling mengenal?
Tentu saja. Maksudku, kita saling kenal. Kita tak kenal, tapi kita akan kenalan.
- Ray. Ray Koval. - Theresa Corrado.
- Senang bertemu denganmu. - OK.
- Selamat Hari Kemerdekaan. - Sama-sama.
Dengar, maaf. Aku tak tahu apakah ini karena lututku atau yang lain, tapi aku agak sedikit bingung.
Ku pikir kita saling memperhatikan.
Tidak. Maaf. Mungkin kau mabuk.
Tidak, tidak, tidak. Jika aku mabuk, aku akan mendatangimu.
Itu melegakan.
Jika aku mabuk, aku akan berkata betapa cantiknya dirimu
dan betapa anehnya kau berdiri disini sendiri.
Wow. Apa kau selalu seperti ini?
Tidak. Terkadang aku terdengar seperti ini, tapi ini sangat berbeda.
- Apa bedanya? - Entahlah.
Kurasa karena itulah aku harus cari tahu.
Kau bercanda, 'kan? Aku serius.
Dibelakangku? Dia mengikuti kita di blok ke-6.
Hei, apakah ini semacam permainan yang kau mainkan agar aku tetap bergabung,
Aku harus bilang, itu agak menyedihkan.
Ini bukan permainan, Ray. Ini nyata.
Seperti yang ku bilang padamu, ini adalah spionase gaya lama.
Kebiasaan Moskow. Mata-mata jalanan.
Sejauh mana dia dibelakangku?
Dia sekitar 3 meter di belakang. Dia pasti mengikuti kita dari kota.
Dan kau kenal orang ini?
Aku pernah melihatnya. Dia pasti orangnya Burkett & Randle.
Aku bilang padamu. Orang ini mengambil sabun dan busa cukuran dengan serius.
Jadi kurasa kita harus beralih ke rencana B.
Ayo kita jalankan.
- Apa yang dia pakai? - Baju kerah leher, jaket abu-abu.
Ide bagus, teman. Bagus, bagus.
Tak mungkin kalau dia bekerja sendiri, jadi agar kau lepas dari ini,
kita harus membuat sedikit kegaduhan.
Kau yang akan singkirkan dia dari sini atau aku? Apa yang kau mau?
Aku masih berpikir kau mengerjaiku.
Pilih saja, Ray. Kau atau aku?
Atau mungkin kau ingin tahu apa aku bisa dipercaya.
- Ayolah. - Kau saja.
Perhatikan langkahmu. Ini New York, oke?
Sini kubantu.
Buka matamu!
- Hei, kau disana? - Apa yang kau lakukan?
Ada masalah.
- Kurasa kau sudah berada diposisinya. - Ya, tadi.
Cuma dua menit lagi.
- Batalkan. - Apa yang kau bicarakan?
Atur ulang pertemuannya.
Tidak, tidak bisa.
Batalkan, pergilah.
Dengarkan aku. Aku tahu ini seperti apa. Baru dalam tim, merasa takut,
kau ingin membuat kesan yang baik.
Halo? Ray?
Masih ingat aku?
- Tentu. Tentu saja. Kita... - Sudah lama, ya?
- Ya! - Kena kau.
- Maaf, aku hanya... - Hanya apa?
Aku benar-benar lupa.
- Alasan yang bagus. - Maaf?
Dengan keahlian dalam bersopan satun, membuat ini agak kelihatan canggung.
- Bagaimana aku mengenalmu? - Bagaimana kau mengenalku?
Wow! Itu keterlaluan. Peran yang meyakinkan.
Percayalah, aku menghabiskan banyak waktu memikirkan bagaimana kejadiaannya,
dimana kita bertemu, apa yang kau dan aku akan katakan.
- Tapi tak pernah terpikirkan olehku kalau kau... - Aku benar-benar minta maaf.
Kau sungguh ingin terus seperti ini?
Kau mungkin salah orang.
Entahlah.
Maksudku, aku sulit menghapal nama. Harusnya ku ingat. Sudah kucoba.
Wajah, aku cepat ingat dengan itu. Wajah, seperti B, B minus.
Dimana aku gampang dan mudah ingat, apalagi orang yang pernah ku tiduri.
Itu keahlianku sejak kecil.
Dengar, aku serius, aku tak tahu Siapa yang kau maksudkan, tapi...
Kau mempesonaku, menggodaku, meluluhkanku,
lalu kau membiusku dan merampok kamar hotelku.
Dan betapa gilanya ini? Kau tahu, hal terakhir yang ku ingat sebelum aku menghampirimu
adalah betapa aku menyukaimu.
Baiklah. Kau tidak terlihat gila,
yang karena itulah kenapa aku tidak berteriak
- untuk memanggil sekuriti sekarang, tapi... - Aku tak percaya kau terus berpura-pura.
Tunggu. Apa ini bercanda? Apa benar?
Apa kau tahu kemana saja aku telah pergi karena dirimu?
Apa aku memenangkan sesuatu?
Aku bangun besok paginya, aku kembali ke konsulat.
Aku bersusah payah untuk mendapatkan daftar tamu undangan.
Kuhabiskan 24 jam mencari tahu
apakah kau bekerja untuk Mossad, Pemerintah Siria atau Rusia.
- Dan yang mana? - Masih bekerja untuk CIA?
OK, kurasa sudah cukup.
Konsulat Amerika, Dubai, kau dan aku, 4 Juli 2003.
Cari orang lain untuk kau ganggu.
- Merah, putih dan biru margaritas. - Menjauhlah dariku.
Aku pakai gelang kaki, kau pakai cincin jari kaki. Cincin kaki pertama yang pernah kulihat.
Kalau kau terus ikuti aku, aku akan berteriak.
Aku ambil cuti untuk mencarimu. Lima tahun!
Dan setiap kali aku mencari informasi...
- Ini yang terakhir kali. ...menunggu seseorang
menampilkan fotomu dilayar dan berkata,
"Jadi, Ray, adakah sesuatu yang ingin kau ceritakan tentang Dubai?"
- Kau mengusikku! - Jadi katakan siapa dirimu?
Oh, tidak. Kau?
- Kau informannya. - Kau orang yang harus kutemui?
Kau bertingkah sepertinya aku berhutang maaf padamu.
Memang betul.
Kau sedang bertugas. Kau sudah dewasa. Kau tahu apa yang kau lakukan.
Bisa kulihat itu mengganggumu.
Petugas MI6 mengajak wanita asing dari pesta kedutaan
ke kamar hotelnya dimana dia punya tas yang berisi
- kode pertahanan udara Mesir. - Apa mereka menyuruhmu untuk tidur denganku?
Aku butuh kode itu. Ku pikir makin sedikit waktu yang kuhabiskan denganmu, makin baik.
- Oh, astaga. - Bagaimana kau terlibat dalam hal ini?
- Dan kau tikusnya. - Siapa yang mempekerjakanmu?
- Aku tak percaya ini. - Bagaimana kau dapatkan pekerjaan ini?
Aku ada berita untukmu, OK? Saat aku meninggalkan MI6,
Ada 15 Perusahaan besar memintaku untuk bekerja pada mereka.
Kurasa kau salah pilih. Tapi kau harus terbiasa dengan itu.
- Kau tahu, aku ada rapat 12 menit lagi. - Dimana informasinya? Berikan.
- Lupakan saja. Aku tak mau bekerja denganmu. - Maaf?
Kau pikir aku akan membiarkanmu menjadi rekan kontakku?
- Ini diluar kemampuanmu. - Kemampuanku?
Aku bekerja di Yaman, Athena dan Kairo.
Aku telah dipromosikan dan diberi tanda jasa di setiap tempat ku bekerja.
Katakan pada Duke untuk menugaskan orang lain.
Dengar. Aku yakin kau paham betul bagaimana bekerja di bidang ini,
tapi aku sudah 12 tahun menggelutinya.
Dan sudah berapa lama kau bekerja untuk Equikrom?
- Cukup lama. - Berapa lama?
Tiga minggu.
Tiga minggu? Kau bilang lama?
Aku sudah bekerja 14 bulan menyamar di Perusahaan Burkett & Randle.
Aku Asisten Direktur Bagian Kontra intelijien. Aku sudah bergabung disana.
Jadi ayo kita luruskan ini. Aku yang merupakan aset. Kau cuma kurir.
Dan satu-satunya pesan yang akan ku berikan padamu.
Katakan pada Duke aku tak mau melihatmu lagi.
Aku menjadi Agen untuk bertahan hidup. Ada dua cara menyelesaikan ini.
Kau bisa berikan mereka bunga
atau kau bisa lemparkan bunga itu dengan sepatumu keluar jendela.
Mungkin kau terbiasa mengayunkan kakimu dan kau tak sadari itu,
tapi kau akan terjatuh, saudariku.
Kau berhutang padaku.
- Kau punya 10 detik untuk lepaskan tanganmu. - Atau apa? Kau tak ingin jadi temanku lagi?
Aku suka ini. Aku suka uangnya. Aku suka jam kerjanya.
Jadi aku takkan kemana-mana, dan kau harus akhiri ini
karena jika kau sebut lagi kalau kau tak ingin bekerjasama denganku
atau kita pernah jumpa sebelumnya atau ada orang lain yang pantas melakukan pekerjaan ini,
jika aku digantikan karena alasan tersebut,
akan kuhubungi orang-orang di Burkett & Randle
dan kukatakan pada mereka bahwa ada mata-mata dari Equikrom di tim intelijen mereka.
Bukankah memalukan 14 bulan bekerja menjadi sia-sia?
Jadi dimana paketku?
Katakan pada Duke ini yang dia tunggu-tunggu.
- Jika kau kacaukan ini, kuhancurkan hidupmu. - Kurasa kau memang sudah menghacurkannya.
Kau ingin minum lagi sebagai tanda permintaan maaf?
OK. Terima kasih.
Apa yang dia katakan tepatnya? Maksudku, ucapan persisnya.
Dia bilang, " Katakan pada Duke ini yang dia tunggu-tunggu."
- Kau ingin membukanya? - Kau saja.
Tenang. Tarik saja...
- Pelan-pelan. - Duke.
Baiklah, silahkan.
Pam, Pam, tenang, jangan menyobeknya. Pam, Pam, Pam, Pam... hati-hati.
- Demi Tuhan, Duke, jangan ganggu. - Aku hanya...
Lakukan sesuatu yang berguna. Awas sidik jarimu.
Wow. Lihat ini.
Jadi ini yang ditunggu-tunggu?
- Aku akan hubungi Garsik segera. - Ya.
Ayo. Aku butuh pengamanan di Equikrom.
- Apa kabar? - Baik. Kabarmu?
Houston. Inilah yang lembur akhir pekan lalu.
Siapa mereka?
Peneliti di lab bawah, saat mereka tidak sedang bergembira.
Lacak.
Koordinator Pemasaran Bagian Barat dari Floor Wax Division.
Kembali untuk makan siang hari Jum'at, lalu menyerahkan pengunduran dirinya.
- Tak diduga? - Sangat tak diduga.
3 anak yang masih SD, baru merenovasi rumahnya,
- dan istrinya punya masalah jantung. - Baiklah.
Cari data finansial, nomor telpon, e-mail, dan riwayat kesehatan istrinya.
Senior V.P., Medical Disposables. Dia dihubungi hari Minggu,
kehilangan laptopnya di Bandara Denver Airport.
Kenapa orang ini tak asing?
Dia punya tas yang berisi proyeksi penjualan yang dicuri tahun lalu.
- Apakah orang ini yang membeli kapal? - Orang yang sama.
- Baiklah. Perintahkan tim menangkapnya. - Sudah kutugaskan pagi tadi.
Kami sedang rapat.
Sekarang? Semuanya?
Apa dia bilang kenapa?
Tully. Tn. Tully akan turun
Dia ingin seluruh staf berkumpul dilantai ini dalam 5 menit.
Dick, hanya saja kau punya jadwal yang ketat hari ini.
Ya, ada sesuatu terjadi.
Ada presentasi marketing samphoo anti ketombe jam 3:00.
- Batalkan. - Mereka sudah datang.
Besok saja.
Janji dengan Perusahaan Kuteks R&D dari Jerman jam 3:45.
Jadwal ulang.
No comments yet. Be the first to leave one.