Ghost Town

Ghost Town

Download Indonesian Subtitle

Release info

Ghost Town 2008 BluRay x264 AAC5 1-[YTS MX]
A Commentary by tedi
Retail HMAX | 1:42:17 Resync for BluRay

Tags

bluray
Published on: 2026-05-02
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo? Ada orang di sana?

Halo, Sayang. Ada apa?

Pelan-pelan. Siapa maksudmu?

Aku tak tahu. Sayang, aku tak paham maksudmu...

Apartemen?

Aku tidak sedang cari apartemen. Untuk apa aku cari apartemen?

Aku...

Tunggu, aku tahu.

Ini tipuan kuno. Agen perumahan telepon kau, 'kan?

Ya.

Mereka telepon istri, bilang sudah bicara dengan suami.

Aku ingin...

Kartu namaku? Entahlah.

Entah bagaimana dia dapat kartu namaku. Mungkin...

Entahlah dia pria atau wanita.

Ya.

Baik, kejutan gagal.

Tidak, tak apa. Itu untuk ulang tahun perkawinan kita, tapi...

Hanya apartemen kecil satu kamar di West Village. Tapi kau pasti suka.

Aku tahu. Dengar, aku tak dijemput untuk acara di Waldorf.

Aku harus pergi dulu. Sampai jumpa nanti malam, Sayang.

Aku juga cinta padamu.

Tak apa. Cium hangat.

Baiklah. Sampai nanti.

Coba kutanya. Kau agen perumahan atau orang bodoh?

Sayang, sebaiknya kita biarkan pengurus gedung memasang itu.

Tak usah, aku bisa. Geser saja itu.

Aku tak bilang istriku perlu lihat apartemen itu.

Kubilang Amber yang perlu melihatnya.

Apa pria seusiaku sepertinya punya istri bernama Amber?

- Hati-hati mejaku! - Sudah terangkat, ambil kabelnya.

- Baik, harus kuapakan? - Jauhkan itu dariku.

Bukan sarang cinta jika istriku di sana memilih tirai, 'kan?

Hati-hati, buka jendelanya.

- Siap? - Ya, tarik ke bawah dan masuk.

Kuberi tahu sekarang juga, berhenti bicara.

Sebab kupikir... Kurasa aku tak...

Tahu sesuatu? Batalkan saja.

Tidak, akhiri saja kesepakatan ini.

- Bagus. - Bisa 'kan? Lakukan sendiri.

Telepon aku akhir pekan. Titip pesan di mesin penjawab.

Katakan penjualnya berubah pikiran dan seluruh kesepakatan...

Ya Tuhan!

Mati.

Kau tak akan percaya apa yang nyaris terjadi!

- Kau lihat itu? - Telepon 911!

- Ya Tuhan! Apa dia mati? - Yang pasti dia tak senang.

Apa?

Ini tak mungkin terjadi!

Jangan sekarang!

Baik, meludahlah.

Jadi, adegan pertama sangat menakjubkan.

Kau harus ingatkan dirimu bahwa ini hanya sandiwara.

Anakku usia 5 tahun, Alex, sangat menyukainya.

Dia ingin ayahnya ikut nonton.

Itu lebih baik.

Kurasa dia sangat menyukai kostum...

Dr. Pincus, aku butuh mesin sinar-X besok pagi.

Jika sesuai dengan janji temumu...

- Baik. Kukosongkan jadwalku besok. - Sungguh?

Kudengar besok hari yang cerah.

Lalu?

Kupikir mungkin kau bisa libur dan...

Benar. Maaf mengganggu.

Kami bawa kue.

Ny. Prashar dan aku baru dapat bayi, jadi...

Ya, bayinya perempuan.

Kami bawa kue dan foto. Jadi jika kau...

Itu akan menyenangkan.

Mulailah tanpa aku.

Hebat. Baik.

- Bayi yang lucu. - Ya, sungguh.

- Berapa lama persalinannya? - 10 jam.

- 10 jam? Lama sekali. - Tidak juga.

- Masa? Itu terlalu lama. - Tidak.

Lebih baik punya kucing.

10 jam itu waktu lama untuk dapat sesuatu.

- Lihat. - Lucunya.

"Dokter Gigi Kosmetik, Rekonstruktif dan Umum"

Hentikan pemanasan global?

Ya, hanya agak diguncang.

Selamat malam, Dokter.

Kau tahu?

Bisa tolong tahan liftnya?

- Ya. Kutahan. - Terima kasih.

- Maaf. - Tunggu, tahan!

"Teka-Teki Silang"

"Peringatan: Obat Pencahar"

Bagus. Masih banyak lagi.

Ayo! Tahan dulu!

Dr. Michael dimohon ke klinik anak.

- Grafik sudah kembali? Terima kasih. - Sudah.

- Eja. - P-I-N-C-U-S.

- Tanggal lahir? - Kenapa?

Tanggal berapa kau lahir?

Aku paham pertanyaannya. Kenapa kau perlu tahu?

Kita kosongkan saja. Berat?

- Tadi malam atau pagi ini? - Terserah.

- 82,5 kg. - Alkohol yang diminum per minggu?

- Kenapa kau perlu tahu? - Mereka yang mau tahu.

Pasti begitu, tapi aku tak mau detail pribadiku dilelang.

- Kutulis nol. Status perkawinan? - Lewat.

- Profesi? - Tak berhubungan.

- Alergi makanan? - Aku tak akan makan di sini.

Kau alergi pada stiker?

Pertanyaan konyol. Aku tak mau jawab lagi.

- Merokok? - Hentikan.

- Pakai gigi palsu? - Nyonya, dengar.

- Kapan terakhir makan? - Akhirnya, pertanyaan berguna.

Makan siang kemarin. Terima kasih. Roti isi tuna. Agak lembab, tapi...

- Minum obat pencahar? - Ya.

Berfungsi?

Sesuai iklannya.

Kau mengosongkan perutmu?

Aku minum banyak cairan penguras usus.

- Kelanjutannya tak bisa kulawan. - Aku hanya tanya apa kau...

- Aku buang air besar. Paham? - Bagus.

Berulang-ulang. Bagai serangan teroris...

Di kegelapan dan kekacauan, berlarian dan menjerit.

- Baiklah. - Bagus.

Ini penjajahan kehidupan pribadiku.

Tunggu sampai mereka memeriksamu di belakang.

Selamat pagi, Dr. Pincus.

Tak akan ada kesulitan hari ini. Kau akan segera sehat.

Pertanyaan cepat. Kau minta bius total.

Itu tak lazim untuk prosedur ini dan tak perlu...

Maaf. Aku tak mau siuman saat mereka merogoh ke sana.

Kapan dokter bedahnya datang?

- Aku dokternya. - Sungguh?

- Kenapa kau tampak coklat? - Terima kasih sudah perhatikan.

Aku pakai semprotan pencoklat dalam perjalanan ke sini.

- Tampak alami. - Ya. Lebih baik untukmu.

Melembabkan dan tak menyebabkan kerusakan UV.

Baunya ganjil, tak bisa kupastikan.

- Aku tak mau cium coklat palsumu! - Seperti tanah.

Tanah kebun, tanah segar, bukan tanah kotor.

Mau lebih dicoklatkan lagi?

Kurasa aku mau. Akan menonjolkan mataku.

Putihkan gigimu seperti aku.

Ya, tampak berbeda. Aku tak suka gigi perokok dan gigiku kecil.

Maaf para idiot cerewet, bisa bahas perutku saja?

Sepertinya sodium thiopental mulai bekerja.

Membuat orang bicara kacau.

Belum kuberikan. Kusuntikkan sekarang.

Berapa usiamu?

Kau sedang studi wisata dengan sekolahmu?

Kau tak begitu ramah, ya, dr. Pincus?

Tidak. Jika disuruh pilih antara sedikit orang dan banyak orang...

Kupilih kucingku. Dia suka memburu orang cebol.

Dibawa ke atas pohon. Masih hidup. Bisa terlihat kakinya bergoyang.

Terdengar seperti Norah Jones bila dia main piano.

Kau pasti senang bisa pulang dan bertemu kucingmu.

- Kucing apa? - Kemarin kaubilang punya kucing.

Aku benci kucing. Kasih sayang disia-siakan pada kucing.

Aku pernah punya kucing saat masih kecil.

Sebelum wafat, ayahku membawaku ke penampungan dan bilang...

- Debra, lihat kucing kesepian ini. - Dia pasti pria baik.

Orang-orang di kamarku semalam, kupikir aku mimpi, tapi tidak.

Siapa mereka?

- Aku tak tahu tentang itu. - Benar.

- Ini. Surat keterangan sehat. - Baik, terima kasih.

Segera kembali!

Itu ucapan buruk untuk rumah sakit.

Bagus. Contoh baik untuk pekerja kesehatan.

Tapi merokok ada gunanya juga.

- Menyingkirkan orang bodoh. - Kau bicara padaku?

Ya, tapi aku menghina mereka, bukan kau.

Bagus, kupilih yang gila. Salahku.

Beri sedikit perhatian, langsung mengikuti ke rumah.

Sulit dipercaya.

Maaf.

Dia melihatmu juga?

- Dia bisa melihat kita! - Siapa? Orang itu?

Buka matamu!

Tuan!

Kumohon, tunggu!

- Bodoh, jangan di jalan. - Dengar, aku hanya butuh 2 menit...

Awas!

Waktumu.

Kau bisa lihat aku, ya?

Padahal kau tak seperti kami. Aku yakin itu.

Sebab tadi taksi itu nyaris menabrakmu.

Dia membunyikan klakson dan memakimu.

Aku merasa tak sehat. Kenapa...

Pak polisi, ada orang gila.

Entah kenapa aku diikuti. Aku dokter gigi.

- Kau bisa melihatku. - Bagus.

Kembali! Aku mau bicara! Jangan takut! Aku polisi!

- Dia bisa melihat kita? - Siapa? Orang itu?

- Sejak aku meninggalkan rumah sakit. - Efek samping apa?

- Halusinasi. - Pandangan atau suara?

Keduanya. Sangat tajam dan nyata.

Aneh. Itu tak normal.

Kau tahulah. Apa yang normal?

Tak berhalusinasi. Ada yang aneh terjadi saat operasiku?

- Ada... - Ada apa...

- Maaf... - Di mana...

- Apa ada... - Di mana...

- Kenapa kau terus bicara saat... - Aku tak dengar...

Kenapa kau terus menyelaku?

More Indonesian subtitles for Ghost Town

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left