Don't Leave Home

Don't Leave Home

Download Indonesian Subtitle

Release info

Dont Leave Home 2018 720p WEB-DL MkvCage ws
A Commentary by BernadX
Listening Transcripted

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
mkv
MkvCage
Published on: 2018-10-19
Downloads: 50
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Yang Maha Kuasa tidak menjamah kita,

dari luar angkasa.

Dia bernafas dari dalam.

Jiwa kita adalah wujud rahasia yang bersemayam dalam tubuh kita.

Jika tubuh adalah tempurung jiwa.

Maka jiwa kita adalah keagungan yang Maha Kuasa.

Maka Tuhan adalah bumi.

Tuhan adalah kita.

Tuhan adalah akhir hidup kita.

Siobhan!

Siobhan!

Connor! Connor!

Apa Siobhan bersamamu?

Tidak.

Bukannya dia masih tidur?

Tidak.

Siobhan!

Siobhan!

Hei.

Apa yang kau lakukan disini?

Kupikir kau sedang membuat presentasi karya senimu.

Tadinya begitu.

- Hei. - Hai.

Aku bermimpi aneh semalam.

Aku kira berhubungan dengan karya ini.

Sepertinya ada yang hilang.

Apa?

Aku tak tahu.

Jiwa-Jiwa yang Hilang di Irlandia Dari sekian banyak kasus orang hilang yang melanda Irlandia selama 30 tahun terakhir ini,

yang paling misterius adalah hilangnya Siobhan Callahan berumur 8 tahun beserta lukisan dirinya,

yang dilukis oleh Pastor Alistair Burke pada tahun 1986.

Biarpun tidak ada yang menyalahkan,

tapi karena merasa dihantui oleh "mukjijat iblis" ini,

Burke meninggalkan statusnya sebagai Pastor,

dan mengasingkan diri sejak saat itu.

Sepertinya aku tak bisa menyelesaikan presentasi untuk karyaku.

Sepertinya aku kehabisan ide.

Tapi aku janji akan menyelesaikannya hari ini.

Apa? Ada apa?

Baiklah. Tapi jangan kaget melihat ini.

- Kita akan mengatasinya. - Mengatasi apa?

Aku punya kabar buruk.

Jangan terkejut ya.

Jujur aku juga kaget tentang ini.

Apa yang kau lakukan?

Mereka bilang akan merubahnya ulasan itu kalau ada pameran.

Kalau saja aku punya cetakanmu, mereka akan mengulas dengan benar.

Dan kau tahu aku tak akan setuju dengan itu.

Kapan aku bilang karyaku sudah selesai?

Kau bilang firasatmu akan berhasil.

Aku bisa saja berubah pikiran tiap 5 menit sebelum pameran.

Aku belum selesai menyesaikan presentasi karyaku.

Dan apa pedulimu jika aku menyelesaikan atau tidak.

jika kau pikir kritikus akan membacanya atau tidak.

Aku akan menelpon mereka sekarang. Semua akan baik-baik aja.

Jadi pameran ini tak akan berhasil.

Dia cuma seorang kritikus, Mel. Yang tidak paham karya seni.

Itu adalah liputan terpenting yang mungkin akan kita dapat.

Dan mungkin dia sangat mengerti.

Kau sadar kalau ini benar-benar mimpi buruk yang nyata?

Halo.

Apakah ini Melanie Thomas?

Ya benar.

Nona Thomas, aku berbicara mewakili Alistair Burke.

- Kau masih disana, Nona Thomas? - Yah, aku masih disini.

Kukira aku kehilanganmu tadi.

- Nona Thomas, Alistair Burke menyukai karyamu. - Apakah ini candaan?

Kurasa tidak. Aku sadar ini sedikit mengejutkan.

Tapi kupastikan ini bukan candaan.

Bagaimana kau tahu nomorku?

Tertulis di website'mu

Dia melihat karyamu di situs online.

Maaf memotong pembicaraanmu, kalau saja aku tahu nomornya mungkin aku sudah...

...minta maaf kalau aku sudah menyinggungnya. Itu bukan kesengajaanku.

Tidak apa-apa, Nona Thomas. Meskipun dia belum melihat karyamu langsung,

Pastor Burke percaya kau punya bakat khusus dalam bidang itu.

Dia juga tahu kau mungkin sedang sibuk saat ini,

makanya dia cuma ingin bertemu dan membeli salah satu pahatanmu.

Malah dia mau menggelar pameran untuk karya senimu.

dan dia akan bantu menjualnya selama kau disini.

Meskipun dia sudah lama menarik diri dari masyarakat selama bertahun-tahun,

Pastor Burke menjalin komunikasi akrab dengan banyak kolektor seni berpengaruh.

Orang-orang inilah yang nanti akan membeli karyamu.

- Nona Thomas, kau masih disana? - Ya, aku masih disini.

Pastor Burke akan mengirimkan pesawat untuk menjemputmu.

Apakah kau mau menerima tawaran ini?

Jangan Tinggalkan Rumah

Hai.

Aku Melanie Thomas.

Biar aku bawa saja.

Halo.

Aku Shelly.

Kau tak perlu memperkenalkan diri.

- Senang bertemu denganmu, Nona Thomas. - Panggil saja aku Melanie.

Melanie. Kau pasti capai setelah penerbangan jauh.

Tidak apa-apa. Aku tidak capai.

Kau tak lupa membawa pahatan sesuai permintaan pastor Burke?

Ada di mobil.

Bagus. Dia akan senang sekali.

Wow, indah sekali.

Kita kurang pandai merawat bangunan ini seperti yang seharusnya.

Jadi jangan terlau berharap banyak.

Kamarnya juga tidak terlalu banyak.

Kapan rumah ini dibangun?

Aku tak tahu tanggal pastinya. Tapi sekitar 300 tahun yang lalu.

Kau mungkin akan mendengar suara aneh selam menginap disini.

Abaikan saja.

Tak seperti pandangan umum, aku tidak percaya dengan adanya hantu.

Tempat ini besar sekali.

Ini kamar mandimu.

Dan ini adalah kamar tidurmu.

Ruangan Pastor Burke ada di ujung koridor ini.

- Jadi sebaiknya kau berada di area sini saja. - Tentu saja.

Wow...bagus sekali.

- Apa wastafelnya berfungsi? - Ya.

Untuk menyegarkan dirimu sebelum tidur.

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku berhenti konsumsi gula sejak sebulan yang lalu.

Tapi tak apa lah untuk saat ini.

Tidak apa-apa. Silakan diminum.

Anggap saja perjalanan ini sebagai liburan dan juga kerja.

Ya Padraig. Terima kasih.

Bagaimana kau melafalkan namanya?

Pa ... draig.

Poregg? Baiklah

Jangan terlalu dipikirkan.

Dia jarang bicara. Tapi dia paham semua yang kita katakan.

Tentang pameran itu...

apa ada model tertentu yang harus aku buat? Atau...

Ya. Kita punya gua yang indah di pinggir hutan.

Pastor Burke bilang bentuk itu akan sangat laris.

- Baiklah. - Bahkan mungkin...

ada baiknya kau melihatnya sendiri sebelum kamu beristirahat.

Ya, nanti aku akan melihatnya.

Baguslah.

Kolektor seni kita, atau lebih tepatnya Pastor Burke kolektor,

adalah kolektor yang sangat kaya.

Aku tidak terlalu memikirkan soal uang ketika berurusan dengan karyaku,

Tapi aku berharap ada sedikit kompensasi di awal setelah...

...maaf, setelah ulasan yang buruk itu,

kondisi keuanganku sedikit terguncang saat ini.

Jangan khawatir, Nona Thomas.

Kau akan dapat banyak uang yang akan

membuatmu nyaman untuk waktu sangat lama.

Maaf Melanie aku tak bisa menemanimu.

Ikuti saja jalan lurus itu sampai ke hutan.

Nanti ada lahan tepi hutan. Kau tak kan melewatkannya.

Baiklah, nanti aku ikuti.

Aku buat jejak dengan remah roti agar aku bisa kembali pulang.

Aku mau bertanya sesuatu ke kamu.

Apakah kau menuruti permintaan Pastor Burke,

untuk tidak bilang ke siapapun tentang kedatanganmu ini?

- Tak ada yang tahu aku kemari. - Bagus.

Dia sangat menjaga kerahasiannya.

Dia akan sedih jika ada yang tahu kediamannya.

Dia akan terus diganggu.

Ya.

Aku tak bisa bayangkan kehidupan yang dia jalani.

Terima kasih.

Haruskah aku menunggu Pastor Burke atau Shelly, atau...

Baiklah.

Terima kasih.

Apa dia sudah membawakan... Bagus lah.

Maaf aku tidak menunggu.

Tidak apa-apa. Kau sudah benar.

Aku lah yang harus minta maaf.

Pastor Burke sedang tidak enak badan.

- Dia baik-baik saja? - Tentu saja.

Cuma sakit perut biasa.

Dia pria yang sensitif.

Silakan makan.

Dia makan jika sudah baikan.

Bagaimana denganmu?

Aku terbiasa telat makan siang.

Bagaimana rasanya?

- Maksudnya? - Sup'nya.

Ini enak. Terima kasih.

Maukah kau menunjukkan pahatanmu ketika dia muncul?

Tentu saja.

Dia pasti gembira sekali melihatnya.

Kita berdua gembira.

Hai Pastor Burke.

- Senang akhirnya bertemu denganmu. - Tolong,...

Panggil aku Alistair.

Ini dia.

Bagus sekali, kan?

Terima kasih.

Bolehkah aku memegangnya?

Tentu saja. Ini sudah jadi punyamu.

Ada hal yang aku rasa kurang di pahatan ini.

- Tapi aku tak tahu kekurangannya apa. - Mistis sekali.

Apa yang kau rasakan hari itu?

Apakah kau mau memahat sesuai bayaran yang kita sepakati?

Tentu saja. Tawaranmu sungguh murah hati.

Tak mungkin. Setelah melihat ini...

- ...aku rasa kita terlalu murah membayarmu. - Tentu saja tidak.

Terima kasih telah menerimaku disini.

Tawaranmu tepat sekali waktunya.

Aku merasa terhormat diterima disini.

Don't Leave Home subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left