The first 200 lines.
BERDASARKAN NOVEL FIRE & BLOOD KARYA GEORGE R. R. MARTIN
Cepat!
- Ayo! - Teruskan!
Bagus, Semuanya. Terus bergerak.
Tiga lagi di sini.
Di sini.
Dua lagi di sana.
Kau, ikut mereka.
Dua lagi di sini.
Kau, di sana. Bawa dia bersamamu.
Bagus. Dua lagi di sini.
Lalu, dua.
Kalian bertiga, di sini.
Kumohon.
Rumah kami sudah sesak.
Kami ada 15.000 orang.
Bersyukurlah kalian hanya dapat tiga.
Mungkin sesak tak terlalu buruk.
Jaga sikapmu.
Jika tak suka, proteslah ke Lord Ormund.
Lihat apa gunanya.
Oper!
Hanya saja, mengenai situasi penginapan, Tuan...
Kau tak senang dengan penginapanmu, Lord Footly?
Hanya saja, kami sangat menyukai rumah leluhur kami...
Kau tidur di kamar tidur kami.
Kau berlutut pada penipu itu, Rhaenyra Targaryen.
Bukan begitu, Lady Footly?
Benar.
Maka mungkin aku harus mengingatkanmu
bahwa pengkhianatan dibayar dengan kematian.
Kami tak mencari konflik, Tuan.
Tumbleton tak punya benteng.
Rakyat kami hanya tahu perdagangan.
Kami tak pernah berpikir untuk berperang.
Jadi, kau bersumpah kepadanya karena takut.
Kami bersumpah karena dia sang ratu.
Benarkah?
Atau dia jalang dengan naga?
Tujuanku adalah mengembalikan garis keturunan yang sah ke Takhta Besi.
Karena itu aku harus beristirahat dengan baik.
Karena itu aku harus punya penginapan yang bisa diterima.
Akan kupastikan anak buahku tetap bersikap baik
saat di kota kalian.
Tentu saja, jika
kau tetap berperilaku baik.
Antar mereka keluar.
Jangan.
Saat berurusan dengan kaum yang lebih rendah
kau harus adil, tapi tegas.
Baik, Tuan.
Pangeran.
Tuan, gagak dari Storm's End
membawa alasan lain dari Lord Borros Baratheon.
Si bodoh itu menyetujui perjanjian pernikahan antara Pangeran Aemond
dan salah satu putrinya yang berwajah jelek.
Namun, di mana dia sekarang?
Kirim gagak lain.
Dia mungkin bisa memahami yang ini dengan gambar, bukan huruf.
Ada kabar dari Harrenhal?
Jika Vhagar tak datang
pertahanan kita tak akan bertahan.
Jangan berkecil hati, Daeron.
Saudaramu akan segera bergabung dengan kita.
Kenapa merebut Tumbleton?
Itu bukan benteng. Itu kota pasar.
Penguasanya lemah. Pertahanan temboknya buruk.
Hightower mungkin juga melukis rondel di dadanya.
Kenapa?
Apa dia bermaksud memenangkan dukungan mereka?
Dia menantangku menghujani api pada kursi yang mengangkat panjiku.
Lalu, kerajaan akan menamaiku "Maegor Kembali".
Mereka akan bangkit melawanku
dan dewa yang sama yang mengantarkanku ke takhta
akan menjatuhkanku.
Izin berbicara.
Yang Mulia, pasukan Riverlands Pangeran Daemon
menuju Landasan Raja.
Tumbleton tak jauh lagi.
Jika anak buahnya yang ke sana...
Itu bukan tanpa darah
tapi jauh lebih murah hati daripada mengirim naga.
Kita serang kota itu
dan basmi para Hightower dari rumah ke rumah.
Rencana bagus.
Kirim perintah ke Lord Tully.
Orwyle.
Selama kau tetap setia dan berguna
kau bisa mengambil tempat di majelisku
dan mempertahankan gelar Master Besar.
Gagak kastel tetap menjadi tanggung jawabmu
tapi Lady Mysaria harus terus dikabari
tentang yang datang dan pergi.
Peninggalan rezim yang sudah mati.
Butuh berminggu-minggu bagi pasukan Riverlands
untuk mencapai Tumbleton.
Mari kirim naga untuk berjaga-jaga.
Ormund mungkin mengepung kota
tapi dia tak boleh pergi kecuali aku menyingkirkannya.
Sementara itu, ada masalah mendesak di sini.
Kami telah mengamankan sedikit minyak untuk pasar...
Di mana Tangan Kanan?
Majelis ini lemah.
Angkat bendahara negara.
Rakyat akan segera mengetahui kekurangan sumber daya kita.
Mereka bisa menyalahkannya.
Selidiki Ser Torrhen Manderly.
Dia membuatku tertarik.
Jika cocok, biarkan emas itu menjadi urusannya dan Daemon.
Urusanku adalah Ormund Hightower.
Aku mengenalnya sebaik dirimu.
Aku meragukan itu.
Viserys menyerahkan putramu padanya.
Aku belum pernah bertemu dengannya.
Aku hanya sedikit mengenalnya, sudah lama sekali.
Setelah ayahku membawaku ke istana, aku jarang melihat Kota Tua.
Katakan apa yang kau tahu.
Dia menganggap dirinya cendekiawan.
Dia mempelajari sejarah, mengumpulkan permadani
menulis balada.
Membenci orang bodoh dan kasar.
Saat kami masih muda, Gwayne menganggapnya kejam
tapi Gwayne menganggap banyak orang begitu.
Bagaimana dia dengan Daeron?
Seperti ayah, katanya.
Daeron masih bayi saat dia membawanya ke rumah.
Ada apa?
Lihat ini.
Apa mengirim anakmu pergi itu menyakitkan bagimu?
Itu pilihanku.
Kenapa?
Aku melahirkan tiga Targaryen untuk Viserys.
Namun, dengan yang terakhir...
Aku ingin dia menjadi seorang Hightower.
Sebenarnya, aku senang bersikeras dengan keputusan itu
melihat apa yang terjadi pada putra-putra kita yang lain.
Mungkin mengirim Daeron pergi
adalah tindakan keibuan sejatiku.
Meski kini aku tidak tahu
takdir apa yang diberikan pilihan itu kepadanya.
Kau tahu aku akan mengampuninya.
Dia sensitif terhadap bau.
Ormund.
Bau yang sangat kuat.
Lord Tangan Kanan
Ratu meminta kehadiranmu di majelis kecilnya.
Aku Tangan Kanan-nya
bukan mulutnya.
Biarkan mereka yang menikmatinya yang bicara.
Haruskah aku kembali dengan pesan ini?
Bahwa kau menolak Ratu?
Lebih tepatnya, aku melayani dengan lebih efektif.
Kekuatannya ada pada naga sekarang.
Dia tidak terlalu membutuhkan pelaut.
Namun, putraku
akan menemaninya menggantikanku.
Kau jelas tampak cocok untuk itu.
Aku tak terbiasa di istana.
Aku tak tahu apa yang kulakukan.
Ada kesempatan besar untukmu di sana.
Aku tak bisa memberimu legitimasi
tapi aku bisa memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri.
Kemarahan bukan sesuatu yang bisa diakhiri dengan pedang, Tuan.
Jalan!
Ayo!
Aku di sini.
Aku di sini.
Satu sen untuk menyentuh naga.
Tidak ada yang gratis di hutan ini.
Dia bisa duduk di pelana untuk dua sen.
Sentuhan sudah cukup.
Terima kasih.
Kami mencari penginapan.
Di mana Rook's Rest?
Kedua tangannya memegangnya.
Itu dua sentuhan.
Kakimu kenapa?
Kau bisa membunuh orang Agama untuk beberapa sen, jika mau.
Meski aku ragu para dewa akan berbaik hati.
Kau tidak terlihat seperti septon.
Dia masih hidup.
Aku tahu itu.
Dia masih hidup. Pasti.
Sunfyre.
- Sudahlah, Gregor. - Bangun, Sunfyre. Aku di sini.
Jangan merepotkan orang-orang baik ini lagi, ya?
Bangun, Sunfyre. Aku di sini.
Dia bodoh.
Bangun. Bangkitlah!
Apa yang dia katakan?
Sunfyre, kembalilah kepadaku.
Bangun, aku di sini. Aku tahu kau masih hidup.
Kita tak boleh menunda lagi. Bahayanya besar.
Maafkan aku
tapi kau harus menerima yang ada di depanmu.
Tidak.
Bangun.
Kau ingin bertemu dengannya.
Kau sudah melihatnya.
- Dia sudah mati. - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.