The Dilemma

The Dilemma

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Dilemma 2011 SEMUA BluRay-ID
A Commentary by wotakiya48
Vote GOOD jika suka subtitle ini

Tags

BluRay
Published on: 2019-11-26
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bayangkan. Saat itu dia tahun pertama,

telanjang bulat tepat di luar kantor.

- Lalu bilang, "Ronny memintaku datang." - Aku punya pertanyaan.

Berapa lama yang dibutuhkan untuk benar-benar kenal seseorang?

Kita terus dalam proses mengenal.

Orang berubah seiring usia.

Tapi jika kita pernah melalui kesulitan bersama seseorang,

maka kita akan tahu cara mereka bersikap dan itu penting.

Pendapat kita bertentangan dalam hal itu.

Entahlah. Kurasa kita bisa mengenal seseorang...

dalam 10 detik pertama melihat mereka.

Aku jatuh cinta dengan Geneva begitu aku melihatnya.

Itu benar.

Aku tak yakin kita bisa sungguh kenal seseorang.

- Apa maksudnya? - Kita merasa cukup mengenal seseorang.

Kita mengetahui hal mengejutkan yang tak kita sangka.

Terjadi setiap hari.

Contohnya acara 20/20. Selalu sama saja.

Mereka pasangan, bahagia, tak satu pun yang percaya. Banyak kasus seperti itu.

Pria pemanah? Dia beli panah, berlatih.

"Bawakan aku limun.

Astaga, aku tak tahu kau ada di sana."

Tolong lanjutkan.

Tapi wanita itu memaafkannya. Itu kecelakaan.

Enam bulan kemudian,

- hal sama. - Tidak!

- Ya, dan itu membunuhnya. - Tidak!

- Ya! - Tidak.

Kita dengar sepanjang waktu tentang sebuah keluarga

yang punya keluarga lain.

Ayah mereka, yang tak diketahui pekerjaannya, pergi ke Connecticut.

Tapi dia tak pernah ke Connecticut untuk bisnis, dia pergi ke Harlem.

Punya keluarga Puerto Riko yang tak diketahui orang.

Saat melihat pertandingan, alih-alih pretzel, dia makan kacang Goya.

Jelas, tapi mereka tak paham.

Kita bisa berpikir sudah sangat kenal seseorang

dan ternyata kita tak tahu semuanya.

Ronny. Kau masih belum menjawab pertanyaanku.

Aku baru saja jawab.

- Tidak. - Tidak.

Kau berkilah.

- Aku berkilah? - Kau berputar-putar.

Kau bilang, "Hei, saat kita melakukan..."

- Kau sering lakukan itu. - Kalian spesial.

- Kau gila. - Kau juga sama saja.

Menampilkan produk terbaru, SUV, suspensi rendah...

Ini kesempatan kita. Aku ingin kau memeluknya.

Aku tak mau memeluknya.

Setelah dia merasakan pengalaman hampir mati,

dia mudah terharu dan dia suka dipeluk.

Aku tak suka sentuh orang yang tak terlalu kukenal.

- Bahkan pada orang yang kukenal. - Nick, kau mau melakukannya atau tidak?

- Tentu aku mau. - Lakukanlah.

Dia punya tombol otomatis agar tertarik. Tombolnya adalah pelukan.

Jika kau memeluknya, kau akan membuatnya terbuka lebar.

Dia akan mulai ceria dan mulai menulis ceknya.

- Baiklah. - Aku tak memintamu ke motel bandara

dan melakukan trik ke pengusaha Jepang.

Aku memintamu memeluk eksekutif senior dari General Motors, itu saja.

Peluk dia dan buat dia merasa ceria.

Begini saja, biar CharIes mengambil alih

dan menunjukkan semua produk.

Senang kalian ada di sini. Terima kasih sudah datang.

Mobil ini mengingatkanku pada Dodge pertamaku.

Ingat itu?

Ingat saat mobil berarti hal yang harusnya menyenangkan untuk dimiliki.

Mobil mengeluarkan suara keren,

punya tenaga kuat, dan membuat kita merasa keren

karena kita adalah orang di belakang kemudi, benar?

Maaf, aku Ronny Valentine dari Desain Mesin B&V.

Thomas Fern.

Senang melihatmu lagi. Kami pernah membantumu

dengan modul ECU beberapa tahun lalu.

- Tentu saja. - Ya.

Hei, itu rekanku, Nick Brannen.

Selamat. Ini akan menjadi tahun yang hebat. Sungguh.

Tentu saja.

Jiwamu terlalu penting untuk diambil.

Masa depan cerah menantimu, Temanku.

Kami punya satu ide yang belum ada kesepakatan dengan siapa pun.

Kami bisa perlihatkan ke timmu dan lihat apa itu sesuai untukmu.

Aku suka itu.

Mungkin kita bisa jadwalkan.

Kami akan datang ke Rock City, Detroit dan menemuimu.

Baiklah.

- Kau pembohong, tak bisa dipercaya. - Kita dapat jadwal presentasi, 'kan?

Aku memeluk pria, seperti orang berengsek.

- Kenapa? - Dia pesaing dari target kami.

- Mengapa kau memeluk pesaingnya? - Karena dia pernah hampir mati.

Sebenarnya, tidak. Itu tak pernah terjadi. Aku mengarangnya.

Memalukan sekali.

- Apa-apaan? - Apa yang kulakukan?

- Kita dapat jadwal presentasi. - Ayolah, Nick.

Aku takkan pernah memeluk lagi. Aku takkan mendengarkanmu. Dia menjebakku!

Apa yang harus kulakukan? Geneva, dengarkan aku.

Kau mengenalnya, dia terlalu jujur. Jika kuberi tahu, apa yang terjadi?

Dia berkeringat, mulai bernapas cepat, lalu pingsan.

Itu kebohongan yang diperlukan.

Nick, temanku...

Kita dapat jadwal presentasi.

Aku takkan berbohong.

Terkadang, aku suka pacarmu.

- Akan kupeluk kau. Gratis. - Kemarilah. Temanku.

Jangan pernah lepaskan aku.

Mereka sudah kursus dansa.

Baiklah, ayo berdansa.

Diam itu emas. Aku berdansa dalam diriku.

- Kau sedang berdansa? - Ya.

Baiklah.

Jangan pernah memercayai pria yang bisa berdansa.

Lihat para pria hebat sepanjang sejarah, tak satupun dari mereka pedansa.

Abraham Lincoln?

Bukan pedansa hebat.

Winston Churchill, dia tak pernah berdansa.

Martin Luther King, dia mungkin punya mimpi,

tapi dia tak pernah berdansa. Aku serius.

- Ayo, pedansa kecil. - Duduklah di sini sekarang.

Menurutmu mereka hebat dan mereka berdansa.

Mereka lebih dari hebat. Mereka yang terbaik.

Jika soal pasangan, mereka pahlawanku.

Hei! Ayolah, kenapa duduk? Bangun, ayo berdansa.

Nick, Ronny baru saja

menyebut kalian pasangan pahlawan, tapi dia menolak berdansa denganku.

- Berhenti, jangan buat dia bersemangat. - Aku tak paham.

Apa? Ronny bilang ke Beth bahwa aku pahlawannya.

Aku pahlawanmu.

Kau yang terburuk.

Ayolah, setiap anak ingin berdansa dengan pahlawannya.

Kemarilah. Ayo kita lakukan.

Biru! Siap! Maju!

Pergi jauh.

Ya!

- Ya. - Ya.

Temanku.

Itu terjadi begitu saja. Ya.

Aku takkan melupakan itu.

Bagus. Itu takkan kau lupakan?

Kurasa begitu.

Permisi.

Hei, aku harus melakukan ini.

- Kutunjukkan cara melakukannya. - Silakan.

Ya.

Ayolah, Kawan. Kurasa kau terjebak denganku.

Kapan kau akan melamarnya?

- Apa? - Ayolah, Ronny.

Kau bisa melihatnya di wajahnya.

Kau takkan menemukan wanita sehebat dia.

Realistislah.

Nick dan aku tak punya teman baru.

Kau sudah mengencani semua teman wanitaku.

Kau sudah berkencan dengan semuanya dan tak ada yang lain lagi.

Ditambah lagi, kami menyukainya.

Yang lainnya kami bahkan tak suka padahal mereka temanku.

Percayalah.

Lamar dia atau kau akan kehilangan dia.

- Ini dia. - Hei.

Kiriman khusus. Cara masuk yang hebat?

- Kau dirindukan. - Aku merindukanmu juga.

- Apa? - Tidak.

Aku mulai memanas.

Itu yang terjadi jika dapurnya memanas, karena aku memasak sesuatu, Koki.

Jangan main-main denganku.

- Skor 15-4! - Sungguh? Kau akan mulai...

Kau menari?

Rasanya seperti aku bermain Floyd Mayweather di pingpong. Konyol.

Kau harusnya lakukan itu jika sudah selesai.

- Aku hanya senang. - Tidak, kau tak senang.

- Itu mengejek. - Aku menyesal.

- Kau tak menyesal, itu masalahnya. - Kau benar.

Begini. Kau sangat bersemangat, aku suka itu.

Kita harus menggantinya dengan pingpong fisik.

- Tidak! - Ya.

Kau tak bisa mengejek orang yang lebih besar darimu dan tak dapat balasan.

Tolong!

Kau diserang. Ya! Bagus.

Kau akan mencoba mencium?

Aku tantang kau.

Aku ingin kau tahu bahwa aku berkomitmen penuh pada hubungan ini.

Aku sudah berkomitmen. Aku hanya meningkatkan komitmenku

karena aku sangat senang.

Apa kau merasa senang?

- Ya? - Aku merasa senang.

Tapi apa ada masalah?

- Kau cemas dengan arah hubungan ini? - Ronny.

Aku mengenalmu. Aku tahu arah pembicaraan ini. Dengar.

Aku tak mau ini menjadi sesuatu yang dibuat-buat,

yang tidak sepenuh hati hanya untuk membuatku bahagia.

Bukankah sudah waktunya?

Apa kau sedang terburu-buru?

Selalu ada batas waktu. Aku khawatir

waktu berlalu, sampai ke titik waktunya terlewat?

- Ayo kita bahas hal ini. - Ya.

Aku bersenang-senang denganmu. Aku suka bersamamu.

Kurasa kita melakukan hal yang hebat dengan kembali ke tempat bagus.

Aku bahagia.

Jika semua itu mengarah ke hal yang berbeda,

itu bisa membuatku bahagia juga.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Ronny. Kau bisa melakukan ini.

More Indonesian subtitles for The Dilemma

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left