Anna Karenina

Anna Karenina

Download Indonesian Subtitle

Release info

Boruto Naruto Next Generations All 480p 720p 1080p Episode 04
A Commentary by Boldsky
BORUTO - NARUTO NEXT GENERATIONS E04

Tags

720p
720
1080
480p
480
Published on: 2017-04-27
Downloads: 77
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 188 lines.

Kuchiyose no Jutsu!

He-Hebat.

Sarutobi Konohamaru memang luar biasa,

bisa melakukan Kuchiyose no Jutsu yang mengesankan.

Soalnya, dia itu cucu Hokage Ketiga,

sang ninja jenius yang jadi kebanggaan Desa Konoha.

Kalo demi Konohamaru-san, akan kutempuh ke mana pun.

Seperti biasa, terima kasih, ya, Gamagoro.

Kalau ada yang di tanyakan, silakan kalian berbaris--

- Saya! Pak Guru! - Saya! Pak Guru!

Guru Konohamaru.

Ajari cara melempar Shuriken, dong!

- Sensei beli Peralatan Ninja di mana? - Tolong tanda tangan kunai-ku!

Tung-- Nanya nya satu-satu, ya.

Jangan malah tersipu malu begitu, deh,

Kak Konohamaru.

Jangan ejek orang dewasa, ya!

Terus, jangan panggil aku "Kak"!

Kalau di sini, panggil aku "Sensei"-nih!

Wajahmu aja masih begitu, mana aku mau...

Oi, jangan berkata yang aneh-aneh pada Pak Guru.

Lagian, kau informal sekali dengan Pak Guru.

Aku bukannya--

Memalukan sekali kalau cowok ciut kalah pamor.

Sudah kubilang, kalian salah paham!

Yah, dari wajah dan penampilan, kau kalah jauh, sih.

Wajar kau iri.

Kalau cuma begitu--

Boruto!

Kuchiyose no Jutsu!

Lah?

Bila kau belum menuliskan namamu di gulungannya,

dan belum ada kontrak dengan hewannya, jutsu-nya tidak akan aktif.

Kau bodoh, atau apa sih?

PEETARUNGAN NINJUTSU ANTAR GENDER!!

Kuchiyose no Jutsu tak dapat digunakan bila belum ada kontrak darah dengan hewan yang akan dipanggil.

Tapi jika sudah ada kontrak,

kau bisa memanggil sang hewan kapan pun dan di mana pun dari dunia mereka.

Kau sudah paham, Uzumaki Boruto?

Kalau aku menuliskan namanya di sini, aku juga bisa memanggil katak, ya?

Kamu masih mau nyoba?

Kontrak itu tidak bisa asal dibuat.

Bagian sulitnya adalah membuat hewan tersebut mau menerima perintahmu.

Yang penting itu rasa saling percaya.

Kalau kedua belah pihak saling menerima,

hewan tersebut bisa jadi partner yang enak-nih.

Meski begitu, masih terlalu dini bagi kalian untuk memanggil hewan.

Pertama-tama, kita mulai dengan memanggil Peralatan Ninja dulu.

Dari sana, toh?

Syukurlah, ya, Namida, bukan langsung mendadak disuruh manggil katak.

Ya, aku takut kodok, sih.

Hewan yang dipanggil itu biasanya berlendir dan menjijikkan, ya?

Bukan cuma reptil yang bisa dipanggil, lho.

Hokage Ketiga bisa memanggil monyet, Hokage Keenam bisa memanggil anjing.

Oh iya, ibuku pernah memanggil musang, sih.

Kalau anjing, aku suka.

Kucing enak juga, tuh.

Enak kalau hewan yang imut, ya.

Oi kalian! Hewan yang bakal dipanggil itu bukan peliharaan.

Tak masalah penampilannya gimana, 'kan!?

Yah, walau jelek, asal kuat, sih.

Terus, bagaimana kalau ular? Sudah keren, kelihatan kuat pula.

Aku mau kalajengking.

Tidak. Kalau mau cari yang kuat, jelas gorilla.

Kalau mau menakuti orang lewat penampilannya,

bagaimana kalau laba-laba?

Dasar. Serangga dan laba-laba?

Cowok seumuran ini memang kekanak-kanakan.

Buat apa juga 'kan, memanggil hewan yang kelihatan lemah?

Kita ini ada di zaman di mana penampilan itu segalanya, sih.

Padahal penampilanmu lah yang paling tidak bagus, bisa-bisanya bilang gitu.

Aku memang agak gemuk,

tapi gerakanku ini lincah dan keren, kok.

Kalian semua.

Mulailah panggil Peralatan Nin--

Eh, eh.

Lain kali, mari kita semua panggil hewan yang gede!

Kayaknya seru, ya.

Aku bisa juga, tidak, ya?

Jangan coba hal yang bodoh.

Setiap kali kalian melakukan aksi bodoh, kami juga kena.

Kami bukan melakukan aksi bodoh, tahu.

Iya, kok.

Lantaran kalian sering bikin ribut,

kelas lain jadi menyebut kita ini kelas berandalan.

Kau tahu itu?

Kau sendiri tahu, lah.

Ada yang menghancurkan Patung Batu Hokage di hari pertamanya,

ada insiden di Aula Tanding.

Kelas kita jadi mencolok.

Cowok-cowok, kalian yang menghancurkan target shuriken, 'kan?

Pas piket kelas, kalian malah main...

ujung-ujungnya, kerjaan kami jadi numpuk.

Berkat kalian, kami selalu terepoti.

Cewek juga bukannya serba betul, sih.

Kerjanya cuma ngegosip, dan suka menghabiskan waktu buat hal yang tak ada gunanya.

Yang kami bicarakan itu beda banget dengan pembicaraan vulgarnya cowok, sih.

Kalau kita balas, bakal tambah panjang.

Cewek itu memang merepotkan.

Pokoknya, berhentilah melakukan hal yang kekanak-kanakan.

Kekanak-kanakan dari mananya, coba?

Langsung terpelatuk begitu, itulah tandanya.

Apa, katamu?

Cukup.

Dasar, kalian ini.

Jangan lupa kalau kalian ini satu kelas.

Di zaman sekarang, masih saja banyak yang ingin jadi ninja.

Semuanya pada semangat, ya.

Bisa dibilang, kelewat semangat.

Kalau orang-orang bilang,

generasi kalian penuh akan rivalitas dan kompetisi.

Sasuke-san, Sakura-san, Shikamaru-san,

dan Hokage Ketujuh.

Kalian semua meninggalkan bekas untuk anak cucu kalian.

Rasa tak ingin kalah lah yang membuat seseorang itu berkembang.

Jadi begitu.

Eh, Boruto dan Sarada itu teman masa kecil, 'kan?

Iyakah?

Ayah kami itu berteman sudah lama.

Cuma itu doang, kok.

Bukannya kami ini teman, sih.

Hubungan yang kelihatannya merepotkan, ya.

Tak usah bahas itu, dah.

Yuk kita makan.

- Tolong roti yakisoba-nya! - Tolong roti yakisoba-nya!

Hah?

Tante, roti yakisoba-nya!

Hah?

Maaf, ya.

Hari ini tinggal satu.

Aku ini selalu makan roti yakisoba.

Aku tahu, kok. Bau-mu mirip banget roti yakisoba.

Lantas, roti yakisoba ini...

...buatku.

Kok jadi begitu, sih?

Kau kan selalu makan itu, sesekali coba roti lain, lah.

Setelah roti yakisoba, hamburger-lah yang jadi kesukaanku.

Kalau tidak makan di antara dua itu, badanku rasanya tidak enak.

Kau kan selalu buat ribut,

kalau badanmu tidak enak, tidak masalah, 'kan?

Terus, aku dengar ini enak,

jadi aku ingin coba makan sekali.

Oh iya, kenapa hari ini habisnya cepat sekali, Tante?

Oh iya. Biasanya ada banyak sisa, bukan?

Tadi habis diborong pelanggan gemuk.

Gemuk?

Sarada...

Apa? Cho-Cho, kau yang borong, toh?

Bagi-bagi, lah.

Habis belajar, aku mesti makan segini, biar tidak hilang kendali.

Boros uang banget.

- Kalau mau sehat, harus makan banyak kalori. - Nih, terima kasih, ya!

Ehhhh, woi!

Tunggu!

Siapa cepat dia yang dapat.

Aku 'kan ada hak juga.

Kalau kau itu cowok, mengalah lah sama cewek.

Ya, kalau kau cewek normal.

Apa maksudmu, coba?

Apaan?

Apa? Cowok buat ulah lagi?

Lanjut yang tadi?

Jangan berkelahi, dong.

Tidak.

Bagus, nih. Kami juga jadi panas.

Mari selesaikan di sini, biar jelas semua.

Iya, 'kan, Boruto?

Bagaimana ini?

Cukup!

Pak Guru!

Berkelahi antar sesama murid itu dilarang.

Pak Guru!

Tapi,

rasa tak ingin kalah bisa membuat shinobi berkembang.

Eh?

Sepulang sekolah, akan kusiapkan tempat tanding buat kalian.

Eh?

Berkelahilah dengan penuh semangat, dan selesaikanlah semuanya!

Peraturannya cuma satu.

Garis awalnya di sini,

dan yang pertama kali berhasil meraih bendera...

...di atap gedung utama sana, ialah pemenangnya.

Yang kalah akan menuruti yang menang.

Paham?

Ya!

Kalau begitu...

Siap... mulai!

Pertama-tama, serahkan saja padaku!

More Indonesian subtitles for Anna Karenina

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left