The first 200 lines.
Semua nama, tokoh peran, dan kejadian, yang dikisahkan dalam film ini hanyalah fiksi belaka. Apabila ada kemiripan pada siapa saja dalam keadaan hidup ataupun mati, semata-mata hanya kebetulan.
Besok aku akan pensiun.
Sejak seminggu terakhir, ada banyak orang mempertanyakanku,
Akulah, Tn. Prakash Rathod, komisaris polisi Mumbai.
Berkaitan, kasus yang paling extrim, sekaligus menarik dalam hidup kalian.
Aku selalu berusaha menghindari pertanyaan ini.
Sering kali, setiap saat, yang kuingat hanya ada 1 kasus.
Kasus yang tak tertulis di dokumen manapun.
Tak di ketahui siapapun. Tapi, dalam ingatanku,
Dan, di ingatan sebagian orang, akan merasa enggan, dilibatkan dalam kasus ini.
Dikarenakan seorang bajingan.
Bajingan yang berani berbaur dengan kita dan menyerang dari tempat terpisah.
Saat itu, hari Rabu.
IDFL™ Forum Mempersembahkan:
Penepatan waktu dan terjemahan, dikerjakan bersama oleh:
sangpph & sahdin
s angpph & sahdin
sa ngpph & sahdin
san gpph & sahdin
sang pph & sahdin
sangp ph & sahdin
sangpp h & sahdin
sangpph & sahdin
sangpph & s ahdin
sangpph & sa hdin
sangpph & sah din
sangpph & sahd in
sangpph & sahdi n
sangpph & sahdin
sangpph & sahdin
sangpph & sahdin
Didukung sepenuhnya oleh:
IDFL™ Subs Crew
Hei, Pak! Kau mau ke mana?
Mau mengajukan FIR
Sebelah kanan. Ruangan nomor 3.
Siapa yang memukulimu?
Sebenarnya, istriku yang melakukannya, Pak.
Jadi, kau mau melaporkan istrimu, yah?
Bisa aku ajukan FIR?
Sebelah sana.
Dengan apa kau dipukuli?
Dengan kompor, Pak.
Bisa aku buat laporan kehilangan?
Silahkan, menunggu disana.
Aku akan memanggilmu. Duduklah dulu.
Kenapa dia memukulimu?
Masalahnya, kerena ...
Cepatlah, katakan. Orang lain sedang menunggu.
Aku hanya bilang, kalau sayur buatannya terlalu banyak garam.
Sontak saja, dia langsung marah, Pak.
Kebetulan, benda yang ada saat itu hanya kompor.
Dia mengambilnya dan langsung memukul kepala kiriku.
Pak, kumohon. Beri dia peringatan sekali saja, Pak.
Dia selalu saja memukuliku.
Harusnya, kau tak perlu mengungkapkan hal semacam itu pada istrimu.
Pulanglah, tenangkan dirimu dan minta maaf padanya.
Kalau tidak, bukan hanya garam saja yang akan dia masukkan ke makananmu.
Mengerti maksudku, kan? Masih tidak paham juga?
Sudahlah, tak usah diambil hati. Pulanglah.
Tapi, Pak. Laporannya?
Cepatlah pergi!
Hei, Tuan. Hei! Tn. Jammu Kashmir, kemarilah.
Apa masalahnya?
Aku kehilangan dompet.
Bagaimana bisa?
Maksud Anda, bagaimana bisa dompetku hilang?
Maksudku, dimana hilangnya?
Aku tak ingat.
Waktu aku periksa, dompetku sudah tidak ada.
Apa saja isinya?
Isinya, foto istriku, SIM, kartu PAN.
Pelan-pelan.
Maaf.
Kartu PAN, ATM, kartu kredit.
Tiket kereta api, ada sedikit uang,
Dan foto istriku.
Kau sudah sebut itu, tadi.
Maaf, apa?
Kau sudah sebut foto istrimu padaku, tadi.
Berapa uang di dalamnya?
Seingatku, 300 rupee, lebih.
Toilet di mana?
Nama dan alamatmu?
Rajesh Kumar Sharma, 301, warga Manasarovar.
Jalan, S.V. Borivali Barat.
Nomor telepon?
98324-56-784.
Bawalah ini, telpon dan tanyakanlah, besok.
Toiletnya di sana, sebelah kanan.
Terima kasih.
Pak, nomor Karachi ini, selalu saja berdering di ponselku.
Awalnya, dia memanggilku, Saudara, kadang Tuan, kadang Boss.
Dia mengaku bernama, Imtiaz.
Katanya, dia sering menonton film-film yang kuperankan.
Katanya, dia salah seorang, Fans beratku.
Lalu, hari ini dia meneleponku, meminta uang 25 lakh rupee, lebih.
Ada keperluan mendesak, katanya.
Tn. Arjun Khanna.
Tepatnya, apa saja yang sudah dia bicarakan?
Halo?
Bedebah! Kenapa kau tidak menyutujui film-film Desainya?
Dia itu sudah seperti saudara, bagiku.
Jika tak ada jawaban sampai siang ini, aku akan terus membayangimu,
Hingga kau tak bisa syuting lagi untuk selama-lamanya.
Jangan lupa, siapkan uang 25 lakh.
Nanti aku telpon lagi dan ingat, kau sendiri yang harus membawanya.
Apa kau mengerti?
Kenapa kau begitu lama mengangkat telponku?
Pastikan, kau siapkan uangnya dalam waktu 2 panggilan berikutnya.
Halo?
Hanya memastikan. Sekarang, matikan.
Dimana Jay?
Kau tahu, aku tak senang kalau kau naik kereta api membawa bayi.
Jika lewat darat, aku akan sampai, besok.
Kenapa kau begitu sering ke tempat ibumu?
Ini baru pertama kalinya semenjak anak kita lahir.
Kenapa?
Bukannya, baru minggu lalu, ibumu mampir ke rumah kita?
Kenapa tidak?
Dia juga datang, minggu-minggu sebelumnya.
Lalu?
Ini tak bisa dibiarkan.
Kalau tidak, inspektur daerah akan mendatangi pemukiman ibumu.
Dia itu teman baikku.
Kenapa kau begitu takut pada, ibuku?
Bukannya takut, aku cemburu.
Benarkah?
Kalian punya banyak waktu bersama, ketimbang denganku.
Baiklah.
Ya sudah, aku pergi dulu.
Oke? Dadah. Jaga dirimu, dah.
Telpon aku, yah.
Aku akan menelpon setibaku, disana.
Oke, dadah.
Dadah./ Sampai jumpa.
Hati-hati.
20 rupee, sajalah./ Cuma 20 rupee?
Lihat ini, 20 rupee itu tidak sesuai.
Surat izinmu?
Lihat, surat izin saja tak punya.
Cepat, berikan saja, 500 rupee.
Ayolah, Pak. Terima saja ini.
Salam, Pak.
Apa yang kau lakukan?
Pak, aku sudah mau menilangnya. Tapi, dia berusaha menyuapku.
Jelaskan!
Aku tak menyuruhmu untuk menyuapku, kan?
Mau apalagi, Pak. Ini cuma tanda kasih.
Kau sudah terlalu banyak kasih, makanya kegemukan.
Kau malah minta lebih.
Maaf, Pak.
Kau minta berapa?
20 rupee.
Kembalikan.
Ambil kembali.
Tambahkan, 20 rupee.
Pak?
Kau juga harus berbagi kasih dengan orang lain.
Bisa, kan?
Baik, Pak.
Anda yakin memberikanku uang ini, Pak?
Bapak, itu memang benar, betapa bodohnya, aku.
Rupanya, jaman sekarang telah berubah.
Baiklah, lanjutkan.
Yang benar saja.
Sudah rapi, sudah rapi, sudah rapi.
Sudah rapi!
Bersiaplah, pada hitungan.
Tiga, Dua, Satu. Mulai!
Terima kasih, pemirsa.
Di tiang listrik inilah, seorang pria melekat selama 15 menit dan terselamatkan.
Persisnya, Saat Tn. Shambu pulang kerja semalam, dia terpeleset ke lubang ini.
Karena kabel yang beraliran listrik inilah, sehingga dia melekat di tiangnya.
Dan anehnya, dia masih hidup setelah merasakan setruman dari listrik,
Yang berkekuatan tinggi selama 15 menit, secara terus-menerus.
Maka, langsung saja, aku akan mewawancarai,
Orang yang telah mengalami kejadian ini, yang di juluki, Shambu "Si Manusia Listrik".
Tn. Shambu.
Bagaimana keadaan Anda?
Aku baik-baik saja.
Ceritakan pada kami, bagaimana perasaan Anda,
Disaat, aliran listrik itu menyengat tubuh Anda?
Hubungi bagian teknis 10 detik, lagi.
Naina, tolong ulangi.
Ceritakan pada kami, bagaimana perasaan Anda, disaat aliran listrik itu, menyengat tubuh Anda?
Nikmat!
Aku merasa lebih baik.
Sekarang, orang menjuluki Anda sebagai, Shambu "Si Manusia Listrik".
Bagaimana pendapat Anda akan itu?
Aku merasa tersanjung.
Cukup!
Sekarang, apa?
Kita lanjutkan, 5 menit, lagi!
Raj, tolong beri dia waktu untuk bicara.
Sepertinya, dia akan bisa ungkapkan semuanya.
Dia mabuk dan kepeleset.
Kemarin, kita juga mabuk.
Kita malah loncat ke selokan, tapi tak ada yang peduli.
Sekarang, malah dia yang jadi terkenal.
No comments yet. Be the first to leave one.