The first 200 lines.
Yang Mulia,
Gil Dong memanah istrinya sendiri...
dan menunjukkan kekuatannya dalam bertarung.
Dan pasukan pemberontak kuat seperti biasanya.
Bunuh mereka semua.
Bunuh mereka semua. Tembakkan meriamnya!
Ketua Hong,
kami akan berada di pihakmu.
Darah dari Hong Ah Mo Gae...
yang mengalir di nadiku lebih panas dan lebih berharga...
dari darah bangsawan manapun.
Mari kita tangkap Raja!
Haya mereka yang memiliki darah yang panas sepertikulah,
yang cukup pantas...
untuk bertarung di medan perang ini.
Melawanku.
Gil Hyeon.
Uh Ri Ni.
Kau bilang padaku ada temanmu yang masih berada di istana.
Ok Ran.
Gil Dong.
Kenapa darahnya tidak berhenti?
- Letakkan obatnya lagi. - Berikan padaku.
Apa yang kau lakukan? Kemari dan bantulah.
Ya, aku akan membantu.
Aku juga akan membantu.
Ikuti aku.
Astaga. - cukup.
- Sudah cukup. - Aku membawa seseorang untuk membantu.
Bantu aku membalut lukanya.
Baiklah.
Ini dia.
Hei, siapa dia?
Mereka adalah temanku.
Kau harus memperkenalkan diri.
Aku temannya, Ok Ran.
Aku Baek Gyeon.
Rasanya...
dadaku sakit seperti terkena...
panah.
Silakan dilanjutkan.
Tolong lakukanlah dengan lembut.
- Jangan membuat keributan. - Sakit.
Kau terlihat cukup sehat untuk hidup lebih lama.
- Aku sudah bilang lakukanlah dengan lembut. - Aku sudah lembut.
Astaga! - Apa lagi sekarang?
Astaga.
Aku kira aku akan mati.
Tapi aku rasa aku punya banyak hari lagi untuk menjalani hidup.
Kau tidak akan mati dengan begitu mudahnya.
Haruskah aku mengirimu ke surga?
Bagaimana?
- Hentikan. - Babi tidak bisa pergi ke surga.
Sakit sekali.
- Hentikan. - Jangan menyentuhku.
Ouch, sakit sekali.
Hentikan, dasar babi.
Lukanya sangat sakit.
Apa kau sudha dengar tentang Hyangjumok?
Orang-orang bertalung melawan pasukan Raja dan mereka menang.
Bagaimana bisa orang-orang itu mengalahkan semua pasukan itu?
Itu mustahil.
Kau tidak tahukan bagaimana itu bisa terjadi.
Menurutmu apa yang telah terjadi?
Hong Chum Ji berada di Hyangjumok.
- Benarkah? - Semuanya berkumpul.
Mereka mengatakan bahwa...
dia akan memimpin rakyat di Hyangjumok...
dan menyerang Hanyang.
Apa itu benar?
Hyangjumok dibawah kendali para pemberontak.
- Kendali para pemberontak? - Apa kau bisa diam?
Mereka tidak perlu lagi menyediakan elang untuk perburuan Raja.
Mereka juga tidak perlu bekerja untuk membersihkan tempat perburuan yang baru.
Dan par awanita tidak perlu lagi tampil untuk menghibur Raja.
Apa itu benar? - Ya.
Ini pasti surga.
Tidak semuanya seperti surga.
- Banyak orang yang terluka dan terbunuh. - Malangnya.
Tapi tetap saja,
aku harap setidaknya aku bisa ikut bertarung.
Dunia yang sangat kacau.
Aku ingin membalikkan semuanya.
Apa yang kita saksikan di Hyangjumok?
Aku belum pernah melihat dan mendengar hal seperti itu sebelumnya.
Apa kalian mendengar suara nyanyian mereka...
dan teriakan mereka?
Mari bertarung!
Turunkan Raja!
Menyingkir.
Darah seperti apa yang mengalir di nadimu?
Siapa diantara kalian yang bisa berdiri bersamaku?
Ja Won, Ja Won.
Ya, Yang Mulia.
Aku memiliki mimpi yang aneh.
Aku dikejar-kejar oleh rakyat.
Aku melepaskan jubah kerajaanku...
dan melarikan diri.
- Yang Mulia... - Itu terlihat sangat nyata...
seolah rasanya itu bukanlah mimpi.
Yang Mulia.
Kumohon...
Kumohon...
Ya, Yang Mulia. Itu hanyalah mimpi.
Anda mengalami mimpi buruk.
Kembalilah tidur lagi.
Anda harus tidur nyenyak...
agar tidak mengalami mimpi seperti itu.
Ya.
Ya...
Yang Mulia.
Nok Su.
Itu bukanlah mimpi.
Itu...
sama sekali bukan mimpi.
Itu bukanlah mimpi!
Jo Jeong Hak diberikan tugas untuk meredakan masa,
tapi dia gagal dan harus membayar atas tidakannya dengan hidupnya.
Karena ibunya diketahui telah membantu ratu yang diturunkan,
Jeong Hak dan keluarganya akan menjadi pelayan istana...
sehingga mereka bisa membayar kejahatan mereka dengan melayani Raja.
Dengan usaha dan kerja keras mereka.
Pelayan?
Kau tidak bisa melakukan ini! Kau tidak bisa melakukan ini pada kami.
Ibu...
Lebih baik aku dibunuh! Lebih baik aku dibunuh! Ambil nyawaku!
Putraku sangat pantas menjadi seorang pejabat!
Aku menghabiskan seluruh hidupku untuk menjadikannya seorang pejabat pemerintah.
Seorang pelayan?
Kau tidak bisa menjadikankku sebagai seorang pelayan!
Ibu.
Ibu!
Ibu.
Kumpulkan pasukan yang lebih banyak lagi dan kirim mereka ke Hyangjumok.
Bunuh semuanya yang mencoba untuk melawan mereka.
Gali seluruh Hyangjumok dan binasahkan mereka semua!
Ya, Yang Mulia. Kami akan melaksanakannya.
Tapi tolong beri kami waktu untuk memberi makan kuda-kuda.
Apa Raja sungguh akan menyerang Hyangjumok lagi?
Bagaimana jika yang terjadi di sana terjadi di seluruh negeri?
Banyak penduduk Hyangjumok yang terluka dan terbunuh.
Semangat mereka tidak mungkin sama.
Tapi Hong Gil Dong masih ada di sana.
Jika dia tidak pergi,
orang-orang tidak akan menyerah dengan begitu mudah.
Ga Ryung.
Kenapa tidurmu lama sekali?
Apa kau benci padaku...
dan ingin meninggalkan aku?
Apa aku harus menjadi duda...
dan menghabiskan...
seluruh sisa hdiupku dengan memikirkanmu?
Kau pasti...
terlalu sedih untuk meninggalkan dunia ini.
Jadi...
kembalilah.
Kau tidak perlu memaafkanku.
Kumohon...
kembalilah padaku.
Seonhak dan saeddeugi membantu mengendalikan pendarahannya.
Kita harus menemukan sebanyak mungkin sebelum matahari terbenam.
Baiklah. - Baiklah.
Jangan pergi terlalu jauh.
Baiklah.
Ok Ran.
Apa itu? Apa kau melihat sesuatu?
Tidak, kita harus pergi.
Baiklah.
Gil Dong.
Jika ini adalah mimpi,
mari kita jangan terbangun.
Selamanya dan selamanya...
mari kita tetap berada di dalam mimpi ini.
Jika kau dan aku mati,
mari kita...
Ini aku, Gil Dong.
Ga... Ga Ryung...
Ga Ryung. Ga Ryung.
Ga Ryung.
Aku sangat merindukanmu.
Ga Ryung.
Astaga. - Ini sungguh kau.
Si pengomel telah kembali.
Aku senang kau kembali.
- Perhatikan langkahmu. - Melangkahlah dengan hati-hati.
Ga Ryung. Ga Ryung.
Aku tahu kau akan kembali.
Baguslah, baguslah.
Biar aku lihat wajahmu. Biar aku lihat.
Selamat datang.
Kau boleh tetap berada di sini jika kau menginginkannya.
Atau kau boleh pergi kemanapun yang kau suka.
Ok Ran akan tinggal bersamaku.
Benarkah?
Ya, jika kau mau menerimaku.
Aku akan...
Haruskah mereka jangan tinggal bersama-sama?
Kau juga tidak berpikir begitu?
Tinggal di istana seperti berjalan di atas es yang tipis.
Jadi...
No comments yet. Be the first to leave one.