The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Apa itu tadi?
- Bukan apa-apa. - Tolong kasih aku petunjuk.
Tidak, tidak ada petunjuk.
Kita hampir sampai.
Kalau begitu aku buka ini.
Tidak. Hei, katamu kamu suka kejutan?
Itu benar. Kalau aku tahu apa kejutannya.
Kamu akan jatuh cinta.
- Aku janji. - Ya, aku sudah jatuh cinta padamu.
Oke, kita sudah sampai.
Hati-hati langkahmu.
Aku tidak bisa melihat.
Oke, berhenti.
Biar aku lepaskan.
Sekarang...
Kamu bercanda, kan?
Bagaimana... aku bahkan tidak tahu tempat ini sudah buka.
Aku nemu seseorang yang bisa mengikutsertakan kita pada malam pembukaan.
Apa kamu yakin pakaianku cocok?
Kamu terlihat cantik sekali!
Ayo.
Terbakar, terbakar, terbakar.
Cincin Api
Cincin Api
Hei!
Jangan mencuri koin dari air mancur, itu bawa sial.
- Maaf, Pak. - Pergi.
Senyum.
Terima kasih.
- Anda ingin foto, Tuan? - Terima kasih -
Lihat bagaimana saya melangkah, semuanya?
Kalian ikut?
Kami akan ikut yang berikutnya.
Ayolah, masih muat.
Terima kasih.
Kita naik.
Oh, maaf. Kadang suka begini.
Fakta menarik tentang Menara Skyview...
Tingginya 150 meter dan beratnya lebih dari 9.000 ton.
Terbuat dari baja, beton bertulang, dan kaca
Dan yang lebih menakjubkan, seluruh proyek selesai lima bulan lebih awal.
Itu bukan hal bagus.
Bukankah sudah kuceritakan padamu?
- Mewah sekali! - Ya.
Apa yang bisa saya bantu?
Kami sudah pesan meja atas nama Campbell.
Oh, maaf, tetapi kapasitas sudah tidak tersedia
untuk malam pembukaan dan kami tidak dapat menampung kalian.
Silakan minggir.
- Terima kasih banyak. - Tidak masalah, saya sudah bicara dengan Jake.
- Apa dia disini? Bisakah saya... - Kami memecat Jake pagi ini.
Terima kasih banyak.
- Apa yang terjadi? - Tunggu sebentar.
Pak...
anda orang penting di sini dan mungkin anda dapat membantu.
Tolong. / Kamu sungguh mengganggu.
Tapi maaf, saya tak bisa bantu.
Kalau tidak keberatan...
Oh, Tuan Fuller, senang bertemu kamu.
Kami punya meja yang cantik untukmu.
Silakan lewat sini.
Ayo pergi ke bar. / Apa?
Bersikap biasa saja.
Lihatlah pemandangannya!
Apa?
Oh, tidak.
Kamu takut ketinggian.
Oh bukan, hanya saja...
Aku belum pernah setinggi ini sebelumnya.
Aku minta maaf atas segala kekacauan malam ini.
Aku ingin segalanya sempurna.
Ini memang sempurna.
Karena aku bersamamu.
Kamu tidak apa-apa?
Kurasa aku akan baik saja. / Ya?
Hei, lihat, sampanye gratis.
- Minuman kesukaanku. - Aku akan kembali.
- Baiklah. - Aku akan segera kembali.
- Di mana kamar mandi wanita? - Sebelah lantai dansa.
Halo, sayang.
Apa semuanya baik saja?
Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Sudah berapa lama?
Apa?
Oh, tidak.
Aku tidak....
Aku tidak tahu persisnya.
Mungkin satu atau dua bulan.
Ini berita yang sangat bagus.
Bukan?
Aku belum memberi tahu pacarku.
Apa dia mencintaimu?
Ya.
Maka dia tak akan mengecewakanmu.
Terima kasih.
- Sama-sama. - Selamat tinggal.
Oke. Sebentar lagi selesai.
Hei, ada apa? Kamu baik saja?
Ya. Kurasa begitu.
Ayo. kita cari udara segar.
SKYVIEW
- Aku mau... - Aku ingin...
Kamu saja duluan.
Oke
Aku tadinya mau mengatakannya saat makan, tapi...
dengan pemandangan ini...
Hei!
Jangan melempar koin, kamu bisa membunuh seseorang.
Oh, maafkan aku. Tentu saja.
Cerewet.
Dalam dua tahun terakhir ini
karirku begitu gemilang.
Dan itu...
Itu karena kamu.
Iris...
aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Maksudmu...
Bersama "kami"?
Apa?
Aku minta maaf.
Aku...
Aku pria paling beruntung di dunia.
Apa?
- Kamu tidak marah? - Marah? Tidak, ini...
- Ini luar biasa! - Sungguh?
Kita sedang memulai sebuah keluarga.
Jadi...
Maukah kamu menikah denganku?
Ya!
Terlalu sempit?
Ini pas.
Hei...
Ayo masuk dan rayakan.
Pegang tanganku! Bertahanlah!
Bertahanlah!
Lepaskan! Mundur.
Mundur! / Tunggu!
Paul! Raih tanganku.
Tidak!
Semuanya turun!
Minggir, anak-anak dulu.
Astaga!
Ke lift.
Permisi, Pak, aku harus menekan tombol.
Tidak!
Biarkan aku masuk! / Kami tidak punya tempat lagi di sini.
Kubilang minggir.
Biarkan aku masuk!
Tolong aku, plis!
Raih tanganku. Ayo.
Tolong!
Tolong!
Ayo.
Wow!
Memang benar kalau matematika secara umum menakutkan, tetapi tidak semenakutkan itu.
Baiklah, cukup sekian untuk hari ini.
Kita akan mempersiapkan ujian akhir minggu depan.
Nona Reyes.
Kita perlu bicara.
Kita keluarga, bukan?
Jangan melempar koin, kamu bisa membunuh seseorang.
Semuanya turun.
Mimpi ini menghancurkan hidupku.
Hidupku juga.
Setiap malam, Steph!
Aku tidak bisa tidur.
Sial, maafkan aku.
Bisakah aku memberitahumu sesuatu?
Ya, apa?
Jadi, wanita dalam mimpiku bernama Iris.
Oke.
Ini nama nenekku.
- Sepertinya aku memimpikannya. - Apa kamu serius?
Ya, tapi masalahnya, aku tidak pernah bertemu.
Aku bahkan tak tahu apa dia masih hidup.
Oke...
Jadi pulanglah cari tahu tentang nenekmu,
semoga dapat menghentikan mimpi-mimpi ini, atau...
tetaplah di sini dan mati saat tidur.
Serius, karena aku sendiri yang akan membunuhmu.
Aku minta maaf.
Ya, ya. Sayang kamu.
- Sayang kamu juga. - Pulanglah...
tanpa berisik.
Sadarlah.
Baiklah.
- Hei, lihat siapa yang datang! - Hai, Ayah.
Selamat datang di rumah, sayang. Senang sekali kamu datang.
- Aku tahu. - Senang sekali melihatmu.
Terima kasih. / Biar aku bawa itu? Hei, maaf.
Charlie mengambil kamarmu beberapa waktu lalu dan
berkasku ada di kamarnya...
Jadi Ayah telah menyiapkan tempat yang cocok untukmu, tak apa-apa?
Ya, tidak apa-apa.
Hei, apa kita masih menyimpan kardus tua berisi barang-barang Ibu itu?
Yang ada beberapa foto dan buku alamatnya.
- Yang ada tertera nomor teleponnya? - Kenapa kamu mencarinya?
Bukan apa-apa. Kupikir aku melihatnya tergeletak.
No comments yet. Be the first to leave one.