The first 200 lines.
Selamat pagi!
Pagi!
Mau berangkat kerja, ya?
Merepotkan juga harus bangun sepagi ini di hari libur, ya.
Kamu juga!
Apa Kotori sehat-sehat saja?
Apa tak masalah jika dia ditinggal sendirian?
Kurasa aku sudah mendidiknya agar bisa mandiri.
Tapi, akhir-akhir ini seorang guru dari sekolahnya sering berkunjung untuk melihat keadaannya.
Dan itu sangat membantu!
Itulah yang dikatakannya.
Ternyata masih ada guru yang seperti itu, ya.
Dia belum cerita padaku soal itu.
Dia belum cerita!
Kalau kalian sudah selesai minum, bawa cangkirnya ke sini.
Supaya bisa langsung kakak cuci!
Nanti aja, ah!
Kalian tidak akan mendapatkan cemilan kalau tidak membantu kakak.
Waktu kalian lima detik!
Empat!
Tiga!
Dua!
Satu!
Wah!
Bagus.
Seorang guru, ya?
Sisanya biar ibu saja.
Ini.
Antarkan ini ke rumahnya Kotori dan coba lihat apa yang sedang dilakukannya.
Apa dia sedang di warungnya?
Oi, maaf menggang—
Selamat siang.
Anu ....
Oh, kami cuma ... anu ....
Selamat datang!
Namaku Inuzuka Tsumugi!
Selamat siang.
Namaku Kojika Shinobu.
Kita kedatangan pelanggan!
Ayah, kita kedatangan pelanggan!
Apa ini?
A-Aku bisa jelaskan.
Pesta Gyoza Bersama Teman-Teman
Jadi begitu, ya.
Iya.
Harusnya kau bilang padaku!
Iya!
Kenapa?!
Kenapa kau tidak memberitahuku?
Perlakukan aku ini sebagai temanmu!
Perlakukan?
Maafkan aku!
Habisnya, kupikir kamu sedang sibuk bantu-bantu di rumahmu!
Terus, aku juga enggak tahu guru ini.
Aku enggak pernah lihat dia.
Mungkin itu karena kamu berada di Kelas D,
dan guru matematikamu adalah Pak Kumagaya.
Tidak, kelihatannya memang Bapak susah diingat karena terlalu biasa.
Shinobu ....
Pokoknya,
kalau kau ingin belajar memasak lebih dalam lagi,
aku bersedia membantumu!
Serahkan padaku!
Tapi, bukannya kamu sibuk?
Enggak, kok!
Cuma beberapa kali sebulan, 'kan?
Apa Pak Guru mengizinkannya?
Kalau orang tua kalian mengizinkan,
aku tidak bisa melarang.
Begitu, ya.
Apa?
Aku juga akan membantu memasak!
Kalian akan mendapatkan anggota tambahan!
Rasanya seperti sebuah pesta!
Pe-Pesta?
Pesta!
Baiklah, sekarang mari kita tentukan tanggalnya.
Dengan begini, memberitahu orang tua kita jadi lebih mudah.
Bagaimana kalau kita lakukan di liburan berikutnya?
Selamat malam!
Selamat malam, Tsumugi.
Pesta ....
Selamat siang!
Saya Tanabe yang hari ini menjemput Tsumugi!
Terima kasih sudah datang!
Tsumugi, kamu sudah dijemput.
Tu, wa, ga!
Hari ini kamu sedang senang ya, Tsumugi?
Anu, boleh kita mampir ke rumahnya om Yagi?
Boleh kok, memangnya kenapa?
Sebenarnya ....
Ayah pulang.
Tsumugi?
Apa ini?
Apa kamu membuat ini di sekolah?
Undangan 18 Juni Pesta!
Padahal itu masih kurahasiakan.
Oh, maafkan ayah.
Tsumugi, apa ini sebenarnya?
Itu adalah sebuah undangan!
Undangan?
Mbak Kotori, dan mbak Shinobu,
lalu ayah, dan teman-teman sekolahku, dan om Yagi.
Tsumugi, kamu tidak bisa mengundang teman-teman sekolahmu.
Katanya kemarin kita akan berpesta.
Bukankah kalau berpesta itu harus mengundang teman?
Iya.
Tapi, Tsumugi tahu kalau kita nanti makan-makannya di warungnya mbak Iida, 'kan?
Iida?
Ma-Maksudnya mbak Kotori.
Oh.
Dan dia tidak kenal teman-temanmu, 'kan?
Mungkin begitu.
Kalau ada sekumpulan anak-anak yang tak dikenal,
tiba-tiba datang ke warungnya untuk berpesta,
apa yang akan dia dan orang tuanya pikirkan coba?
Mu-Mungkin mereka akan senang?
Aduh ....
Tidak baik mengirimkan undangan seenaknya tanpa memberitahu keluarganya Kak Kotori.
Ayah marah, ya?
Ayah ... tidak marah, kok.
Hanya saja ....
Ayah tidak ingin merepotkan
keluarga lain.
Jadi, aku tidak boleh mengundang teman-temanku?
Anak-anak, ini cemilan kalian!
Yang ini kelihatan enak!
Semuanya enak!
Cemilan buatan mama rasanya selalu enak!
Iya!
Mas Kouhei juga silakan.
Enak!
Terus, gimana dong?
Ini cuma contohnya saja.
Bagaimana kalau kita ganti tanggal ini dengan stiker
agar teman-temanmu diundang ke rumah kita saja?
Mereka boleh datang ke sini?
Tentu saja.
Tapi kita harus tanyakan ke orang tua mereka dulu.
Lagipula kita sudah lama tak mengajak teman-temanmu main ke sini.
Hore!
Terus yang ini bagaimana?
Yang sudah kita rencanakan dengan mbak Kotori dan mbak Shinobu!
Tentu saja kita akan tetap mengadakan pesta sesuai rencana.
Itu artinya ....
Pertama Kali
Kedua Kali
Dua pesta, ya?
Kepalaku rasanya mau meledak!
Tomat dan gyoza, ya?
Bukan!
Ini adalah hati dan bulan!
Kalau itu gyoza, daritadi udah Tsumugi makan!
Baiklah.
Gyoza ....
Gyoza, ya?
Gawat.
Aku jadi ngiler.
Kamu jadi suka sekali makan ya, Tsumugi?
Gyoza?!
I-Iya.
Memasak gyoza tidak apa-apa, 'kan?
Tentu saja!
Gyoza membuatku bersemangat!
Membayangkannya saja sudah membuat saya ngiler!
Baiklah, mari kita buat gyoza.
Baik, saya akan tanyakan resepnya pada ibu saya.
Beritahu Kojika juga, ya.
Baiklah.
Gyoza, ya?
Boleh, tuh.
Iya.
Gyoza benar-benar enak, 'kan?
Iya!
Apa yang enak?
Bukan apa-apa.
Kalian mau makan apa?
Kue dadar!
Yang besar!
Baiklah, akan kubuatkan, jadi kalian cuci tangan dulu lalu tunggu!
Hore!
Kamu juga mau, Kotori?
Tidak usah.
Jangan malu-malu!
Tidak ada salahnya memasak untuk satu orang lagi!
Baik, terima kasih.
Tapi, aku tidak mau.
Aku harus mengangkat jemuran sebelum hujan turun.
Dadah!
Soal sayurannya serahkan padaku!
Akan kubawakan sayuran terbaik yang kami punya!
Ya!
Permisi!
Oh, kalian sudah datang duluan, ya?
Selamat siang!
Mohon bantuannya, ya.
Ini sayurannya.
Aku membawakan yang bagus-bagus!
Biar kucuci sayurannya.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.